12/17/2018

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 PART 1

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 5 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 Part 2

Hee Joo berjalan dengan lesu di bawah hujan menuju hostelnya. Di dalam, ia menyimpan payungnya dan berjalan menuju dapur.


Nenek  senang melihat Hee Joo datang dan bilang kalau ia akan ke rumah sakit setelah selesai berbenah. Ia lega karena Jin Woo sudah sadar, padahal tadinya ia mengira Jin Woo akan koma. Ia kemudian menyuruh Hee Joo makan.


“Aku mandi dulu,” kata Hee Joo. Nenek bertanya kenapa Hee Joo basah kuyup, tapi Hee Joo terllau sedih untuk menjelaskannya.


Nenek mengikuti Hee Joo dan bertanya siapa yang menjaga Jin Woo jika Hee Joo pulang. “Istrinya datang,” kata Hee Joo. Nenek terkejut karena setahunya Jin Woo sudah bercerai. “Secara hukum, mereka belum bercerai.”


Nenek kira Jin Woo sudah lama bercerai, tapi ia bersyukur keluarga Jin Woo sudah datang. “Mandilah, kata nenek lalu keluar kamar.


Hee Joo sudah mengambil pakaiannya dan berjalan menuju kamar mandi, tapi kemudian ia berhenti. Ia mengingat sesuatu.


Yoo Ra mulai bosan menunggu. “Apa-apaan ini?” katanya sambil mengambil tasnya dan pergi keluar kamar.


Yoo Ra berpapasan dengan Jung Hoon yang tampak panik. “Minggir,” kata Jung Hoon. Perawat juga dengan cepat masuk ke dalam kamar kamar. Yoo Ra kebingungan. “Tolong hati-hati. Direktur Yoo, kau tidak apa-apa? Bangunlah, Direktur.”


Yoo Ra melihat Jin Woo yang pingsan dan perban di kakinya yang ruasak dan kotor. “Apa yang terjadi padanya?” tanya Yoo Ra bingung.


Hee Joo yang sudah berhasil menguasi emosinya, lalu menyusul ke kamar Jin Woo. Ia melihat Yoo Ra sedang bicara di telepon. Yoo Ra terdengar bingung karena Jin Woo bertingkah aneh dan bicara tidak masuk akal.


“Aku harus apa jika dia benar gila? Haruskah kubatalkan tuntutan? Segalanya menjadi rumit. Apa? Menemaninya? Lalu bagaimana dengan jadwalku? Kuhubungi lagi nanti.” Yoo Ra menutuo teleponnya saat melihat Hee Joo.


Yoo Ra melarang Hee Joo masuk ke kamar Jin Woo. Ia marah karena sebelumnya Hee Joo berbohong padanya. Ia bertanya berapa Hee Joo dibayar untuk melakukannya dan menduga Jung Hoon yang menyuruhnya. “Urus saja urusanmu. Pergilah. Aku tahu wanita sepertimu. Jangan macam-macam denganku,” kata Yoo Ra sambil mendorong Hee Joo dengan ponselnya.


Jung Hoon datang dan melihat kejadian itu. “Nyonya…” tegur Jung Hoon mendekat. “Tolong tunjukkan hormat. Jangan kasar pada yang membantu…”


Yoo Ra malah menendang kaki Jung Hoon. Hee Joo terkejut. “Kau masalah terbesarnya,” kata Yoo Ra lalu dengan sengaja menabrak bahu Hee Joo dan masuk ke dalam kamar.


Hee Joo menanyakan keadaan Jung Hoon yang sedang kesakitan.


Jung Hoon tetap tersenyum dan berkata, “Jangan pedulikan dia. Begitulah dia.” Hee Joo khawatir. “Sebaiknya kau pulang. Menunggu di sini hanya akan menambah masalah. Akan kuhubungi nanti.”


Hee Joo merasa kepalanya sakit. Ia kemudian membawa pakaiannya ke kamar mandi.


“Oppa, aku datang. Rasanya sudah lama, kan?” sapa Hee Joo. Jin Woo tidak menjawab. Yoo Ra terlihat kesal saat melihat Jung Hoon masuk. Jung Hoon memberi salam pada Jin Woo.


“Jung Hoon… ini mimpi kan? Tolong katakan ini mimpi,” tanya Jin Woo lemah. Jung Hoon bilang itu bukan mimpi. “Sialan.” Mendengar Jin Woo mengumpat, Yoo Ra mengira Jin Woo sudah membaik dan tidak ada masalah dengan kepalanya.


Jung Hoon mengingatkan bahwa Yoo Ra harus pergi untuk pemotretan. Yoo Ra bertanya apa Jung Hoon mencemaskan pemotretannya. “Aku mencemaskan krunya. Pergilah. Aku akan tinggal. Kau tak perlu cemas,” kata Jung Hoon.


Yoo Ra bilang Jung Hoon ada di sana malah membuatnya cemas. “Pikirkan lagi siapa yang sung tidak pantas di sisinya?” kata Jung Hoon.


Jin Woo ketakutan, karena mendengar suara petir dan kilatannya lagi.


Hee Joo tidak bisa tidur.


Ia mengingat saat Jin Woo menariknya ke dalam pelukannya dan berkata, “Tetaplah begini untuk sementara. Sebentar saja. Apa aku tampak gila bagimu? Kurasa aku sudah gila.”


Hee Joo pergi ke dapur dan mengambil minuman. Tapi ia tidak jadi minum, karena mendengar suara ketukan di pintu utama.


“Siapa itu?” tanya Hee Joo. Tidak ada jawaban. Ia membuka pintunya dan melihat Jin Woo datang dengan pakaian rumah sakit dan memakai tongkat. “Direktur?”


Hee Joo terkejut karena Jin Woo mengemui sendirian ke sana. “Kuminta kau bertanggung jawab, karena melibatkan wanita itu. Kenapa kau meninggalkanku, bukannya bertanggung jawab?” kata Jin Woo.


Hee Joo bilang ia merasa tidak membantu walaupun ada di sana. Jin Woo tersenyum. “Kau sungguh kabur karena istrimu?” tanya Hee Joo.


Jin Woo menengok kesana kemari. Ia meminta Hee Joo mengambilkan kontak lensanya yang ada di kamarnya di lantai 6. Hee Joo bertanya apa itu alasannya Jin Woo datang. “Bisa cepat?” pinta Jin Woo sambil terus melihat kesana kemari.


Hee Joo menyuruhnya menunggu di dalam, tapi Jin Woo menolak. Jin Woo bilang lebih aman jika dia berada di dalam mobil.


Hee Joo menghubungi Jung Hoon. “Pak Seo, ini aku. Direktur Yoo ada di sini.”


Jung Hoon terkejut mendengarnya, karena saat ini ia sedang mencari Jin Woo di rumah sakit bersama para perawat yang lain. “Bagaimana dia bisa ke sana?” tanya Jung Hoon penasaran. Hee Joo memberitahunya kalau Jin Woo mengemudi sendirian. “Astaga.”


Hee Joo sudah sampai di lantai 6. Ia bertanya apakah harus memberikan barang yang diminta Jin Woo. “Aku akan ke sana. Ikuti saja meski dia mengatakan hal yang aneh. Kata dokter dia menderita paranoid karena stres,” kata Jung Hoon. Hee Joo tidak mengerti.


“DIa melihat dan mendengar sesuatu. Dia juga bilang ada orang mati muncul dan membawa pedang seperti hantu,” kata Jung Hoon.


Hee Joo: “Maksudmu orang yang meninggal kemarin?”
Jung Hoon: “Ya. Bahkan dia mengalami serangan, setelah kau pergi.”


Jung Hoon sedang ada di luar kamar bersama Yoo Ra, lalu mendengar suara rebut. Mereka masuk dan melihat Jin Woo sudah terjatuh dan tidak sadarkan diri. Dokter lalu memberikan obat bius agar Jin Woo lebih tenang.


Jung Hoon bilang ia tadi pergi sebentar karena mengira Jin Woo tidur nyenyak. Ia juga memberitahu kalau menurut dokter, Jin Woo akan membaik dalam beberapa hari. “Maksudku, ikuti saja perkataannya, meski tidak masuk akal. Memicunya justru memperparah kondisinya,” lanjut Jung Hoon.


Setelah menutup teleponnya, Hee Joo melihat kontak lensanya ada di atas meja.


Hujan turun dan petir menyambar lagi. Jin Woo bersiaga. Ia membuka kaca jendelanya dengan hati-hati.


Ia menjulurkan tangannya ke bawah hujan, tapi tangannya tidak basah. Ia segera menutup jendelanya lagi.

‘Musuh terlihat.’


Hyeong Seok datang lagi!

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 5 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 Part 2

Comments


EmoticonEmoticon