12/22/2018

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 PART 3

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 Part 4

Hee Joo mencari Jin Woo dan berhasil menemukannya di dalam salah satu ruangan. Ia memberitahu bahwa pemiliki toko sudah datang dan Jin Woo bisa membeli barang yang diinginkannya.


Karakter Hyeong Seok menghilang, begitu juga percikan darah di wajah Jin Woo.


Jin Woo bilang Hee Joo bisa memilihkan barang apa saja untuknya.


Sementara Jin Woo menunggu di mobil, Hee Joo memilih barang dan meminta maaf. Pemilik toko tidak mempermasalahkannya, ia malah khawatir dengan kondisi Jin Woo yang Hee Joo akui sebagai saudaranya.


Hee Joo memasukkan dus yang cukup besar itu di belakang dan ia duduk di kursi pengemudi. Ia bilang akan mengantar Jin Woo ke rumah sakit, karena Jin Woo tidak sehat. “Aku tidak mau ke rumah sakit,” kata Jin Woo. Hee Joo bertanya kemana Jin Woo mau pergi. “Entahlah. Aku tidak mau mati. Tapi membunuh terasa buruk.”


Petir menyambar dan Hyeong Seok muncul lagi. “Tak ada gunanya membunuh dia. Sial. Tidak ada jalan keluar,” kata Jin Woo yang kemudian meminta Hee Joo mengemudi saja dulu, karena ia merasa lebih aman di dalam mobil.


Saat berhenti di lampu merah, Hee Joo berhenti dan mengecek suhu tubuh Jin Woo yang sudah tertidur. Ia juga menyelimutinya.


Keesokan harinya, Profesor Cha dan sekretarisnya pergi ke taman tempat jasad Hyeong Seok ditemukan. Profesor Cha mengingat kembali analisa Pak Kim tentang keterlibatan Jin Woo dalam kematian Hyeong Seok.


Profesor Cha juga mengingat saat Su Jin meminta maaf karena tidak bisa menjaga Hyeong Seok dengan baik. Profesor Cha marah karena Su Jin sering sekali meminta maaf. Ia bilang seharusnya Su Jin tidak melakukan kesalahan sejak awal.


“Lihat bagaimana akhirnya! Satu tewas dan satu lagi cacat seumur hidup!” kata Profesor Cha. Su Jin menangis tanpa suara. “Putraku! Putraku satu-satunya kehilangan sahabatnya, perusahaannya, ayahnya dan harga dirinya, lalu menjadi alkoholik! Dan berakhir tewas secara misterius di Negara asing karenamu!”


Su Jin semakin sedih. Profesor Cha tahu apa yang terjadi pada Hyeong Seok dan Jin Woo bukanlah kesalahan Su Jin, tapi ia tidak merasa kasihan sedikitpun pada Su Jin.


“Dan untuk Jin Woo… Keluarga Hyeong Seok yang menentukan apakah mau melakukan otopsi mendetail. Dan hanya kita berdua keluarganya. Tapi ada kemungkinan hasilnya mengarah pada Jin Woo. Apa yang ingin kau lakukan? Kau ingin otopsi?” tanya Profesor Cha.


Seon Ho datang dan memberi salam pada Profesor Cha. Ia datang sejam lalu dan baru saja melihat Hyeong Seok dan Jin Woo. Profesor Cha menanyakan keadaan Jin Woo. Seon Ho bilang saat ia datang tadi, Jin Woo sedang tidur.


“Dia mengalami gangguan kecemasan. Jadi mereka terus membiusnya,” kata Seon Ho. Profesor Cha bertanya apa Seon Ho sudah makan. “Belum.” Sebelum pergi, Profesor Cha menatap kursi taman itu lagi.


Di restoran, Profesor Cha bilang mereka harus mengakhirinya karena para reporter akan mulai menulis artikel jika mereka terus ragu. Ia bilang para reporter itu tidak peduli dengan kebenaran. “Aku sudah bicara pada Su Jin,” kata Profesor Cha.


Profesor Cha bilang jika otopsi dilakukan, maka reporter akan mulai menulis artikel yang berasumsi bahwa Hyeong Seok dibunuh. Ia bilang ia sudah muak mendengar rumor antara Hyeong Seok, Jin Woo dan Su Jin. Ia juga yakin masalahnya akan lebih buruk sekarang. “Kau masih ingin melakukan otopsi?” tanya Profesor Cha.


“Tidak,” jawab Su Jin dengan menunduk sedih. Ia menyentuh perut hamilnya.


Profesor Cha bilang ia tidak mau jasad Hyeong Seok berantakan dan dia juga tidak meragukan Jin Woo. Menurutnya tidak ada alasan untuk melakukan otopsi. “Bagaimana pendapatmu?” tanya Profesor Cha. Seon Ho tidak menjawab.


Seon Ho mengingat saat Yang Joo mengatakan bahwa Jin Woo memberitahunya kalau sudah berhasil menghancurkan Hyeong Seok.


Seon Ho juga mengingat saat Jin Woo berkata bisa saja melakukan hal gila jika Seon Ho tidak meneleponnya. “Jika ada pisau di tanganku, aku bisa saja menikamnya,” kata Jin Woo saat itu.


“Kurasa mustahil… untuk meragukannya,” kata Seon Ho yang akhirnya setuju untuk menutup masalah ini tanpa otopsi. Profesor Cha bilang mereka akan mengurus semuanya dan pergi.


Prof. Cha: “Tapi pertama, singkirkan Yoo Ra. Dia sangat menyusahkan.”
Seon Ho: “Baik.”
Prof. Cha: “Saat dia sudah pulih, kirim dia ke Amerika. Dokter bilang tidak banyak harapan, tapi dia haru mencoba terapi fisik.”


Seon Ho bilang ia akan menyiapkan semuanya. “Mari makan,” ajak Profesor Cha.


Narasi Jin Woo: “Begitulah kematian Hyeong Seok dikunci rapat.”


“Dan saat aku terlelap karena obat tidur, mereka meninggalkan Granada.”


Seorang wanita merapatkan selimut Jin Woo.


“Su Jin…”


“Profesor Cha..”


Yoo Ra marah-marah karena ia ditipu tentang lokasi keberadaan Jin Woo. “Akan kubunuh mereka semua. Sial! Cha Byeong Jun, akan kuhancurkan dia. Orang tua itu pasti sudah gila!”


Para reporter mengerubungi Profesor Cha dan meminta komentarnya. Tapi ia memilih diam dan masuk ke dalam mobil.


“Bahkan Yoo Ra…”


Seon Ho tidak sanggup melihat jasad Hyeong Seok.


“Dan Hyeong Seok…”


“Sementara, aku diminta diberi obat untuk membantuku tidur.”


“Sejak aku tahu kalau Hyeong Seok tidak akan muncul saat aku tidur.”

“Tidur adalah perlindunganku. Agar terhindar dari ketakutanku, aku terus tidur.”


Suatu malam, Seon Ho bilang ia harus kembali ke Seoul karena pekerjaan menumpuk. Jin Woo mengangguk lemah. Seon Ho bertanya apa ada yang ingin Seon Ho katakan. “Tentang apa? Tanya Jin Woo. Seon Ho bilang ia hanya bertanya saja.


Narasi Jin Woo: “Tidak ada yang menanyakan apa yang terjadi antara aku dan Hyeong Seok hari itu. Meski mereka bertanya, aku tidak akan menjawab bahwa aku membunuh Hyeong Seok. Namun tidak ada yang berani menanyakannya. Mungkin mereka takut akan kebenarannya.”


Jung Hoon datang memberitahukan bahwa sudah saat bagi Seon Ho untuk naik pesawat. “Bertahanlah. Nanti kuhubungi,” kata Seon Ho mencoba tersenyum.


“Seon Ho juga pergi.”


“Dan saat aku terbangun… hanya ada kami berdua lagi.”


Jin Woo melihat Hee Joo meringkuk kedinginan. Ia bangun sambil menahan sakit. Ia mematikan AC dan menyelimutinya.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 Part 4

Comments


EmoticonEmoticon