12/22/2018

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 PART 4

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 Part 5

Dengan menggunakan tongkat dan menahan sakit, Jin Woo pergi keluar dan meninggalkan Hee Joo di dalam kamar.


Ia pergi ke meja makan dan mencari obat tidur, tapi semuanya sudah habis. Ia kemudian mendengar suara percikan air. Ia pergi keluar untuk mengecek.


“Pamaan…” sapa Min Joo sambil melambaikan tangannya. “Sudah lama aku tidak melihatmu bangun.” Jin Woo bilang ia tidak bisa kembali tidur. “Mungkin karena kau berhenti minum obat tidur. Doktermu menghentikannya. Ternyata itu tidak sehat. Apa hantunya sudah pergi?”


Jin Woo bertanya bukankah Min Joo harusnya sekolah. Min Joo bilang ia izin sekolah untuk merawat orang. “Merawat orang? Aku?” tanya Jin Woo dan Min Joo mengiyakan.


Min Joo bilang ia jatuh cinta dengan tempat itu, terutama kolam renangnya. Ia ingin mengajak teman-temannya besok. Jin Woo bilang Min Joo sepertinya datang untuk liburan bukan untuk merawat orang.


Min Joo bilang ia sungguh ingin merawat Jin Woo dan bergantian dengan Hee Joo. “Tapi kau hanya ingin kakakku,” kata Min Joo. Jin Woo bertanya kapan ia bilang begitu.


Min Joo: “Kau tidak mau melepaskannya, ingat? Kau minta dia tetap tinggal.”
Jin Woo: “Sungguh?”


Hee Joo mengompres Jin Woo. Setelah selesai, ia meminta Min Joo mengawasi Jin Woo karena ia akan mengambil handuk baru. Tapi Jin Woo meraih tangan Hee Joo.


“Kau mau ke mana?” tanya Jin Woo tanpa membuka matanya. Hee Joo bilang ia akan segera kembali. “Tetap di sini. Aku takut sendirian.”


Hee Joo setuju untuk tidak pergi. Ia meminta Min Joo untuk mencucikan handuknya.


Min Joo bilang Hee Joo tidak kemana-mana karena Jin Woo. “Kakakku tidur di sini dan tidak bisa pulang. Kenapa harus dia?” tanyanya. Jin Woo bilang ia juga tidak mengerti alasannya. “Tidak masuk akal.” Jin Woo bilang ia harus memikirkan kenapa ia berkata seperti itu. “Ah yang benar saja? Kenapa kau mencoba menggodanya?”


“Menggodanya?” tanya Jin Woo terkejut. Min Joo bilang Jin Woo pandai menggoda dan mengatakn hal yang membuat wanita terpesona. Jin Woo hanya tertawa kecil.


“Satu lagi. Go Yoo Ra…” perkataan Min Joo membuat Jin Woo tidak jadi pergi. “Aku suka dia karena cantik, tapi tidak lagi. Dia berbeda dari yang kulihat di televisi.” Jin Woo bertanya apakah Min Joo bertemu dengan Yoo Ra. “Dia datang ke rumah kami.”


Yoo Ra memaksa masuk ke hostel dan mendorong Hee Joo. “Sudah kuperingatkan untuk menjauh darinya, ingat?!” kata Yoo Ra. Ia melemparkan tasnya hingga menjatuhkan barang yang ada di sana.


Min Joo bilang Yoo Ra membentak dan bertanya dimana Jin Woo. Jin Woo bertanya apakah He Joo dipukul. “Kakakku didorong. Go Yoo Ra mencoba menghantamnya, tapi tamu lain menghalangi. Dia mencoba menendang kakakku,” kata Min Joo. Jin Woo sangat terkejut.


Min Joo: “Menyebalkan. Aku benci dia sekarang! Kenapa kau menikahinya? Dia dan kau tidak akan pernah cocok. Kenapa kau menikahinya?”
Jin Woo: “Aku tidak ingat.”
Min Joo: “Kenapa kau tidak ingat?”


Jin Woo bilang dulu dia sepertinya terbawa suasana. Min Joo tidak bertanya lagi dan melanjutkan bermain air.


Jin Woo kembali ke kamar dan menatap Hee Joo yang masih tertidur. Ia lalu mendengar pintu depan terbuka. Ia menutup pintu kamarnya dengan hati-hati.


Sang Beom datang dan bertanya apakah Jin Woo mengingatnya. “Tentu. Kau sudah seperti keluarga Nona Jung,” kata Jin Woo. Sang Beom bilang nenek membawakan macam-macam dan bertanya di mana Hee Joo. “DIa tidur.”


Sang Beom mengerti kalau Hee Joo pasti lelah karena sudah berhari-hari menjaga Jin Woo. Ia menanyakan kondisi Jin Woo dan mengira Jin Woo tidak akan bangun. Jin Woo bilang keadaannya lumayan.


Sang Beom bertanya apa ia bisa mengajak Hee Joo keluar hari ini. “Hari ini… ulang tahunnya. Aku cemas dia akan merayakannya di sini, tapi boleh kuajak keluar? Teman-teman merencanakan pesta” kata Sang Beom.


Jin Woo bilang ia tidak tahu kalau Hee Joo berulang tahun. “Seharusnya dia merayakannya,” kata Jin Woo. Sang Beom senang mendengarnya. Ia lalu menyimpan makanan dari nenek ke dalam kulkas.


“Hee Joo sudah melalui banyak hal. Dia bukan perawat pribadimu. Sejak kau terluka di hostel, dia menyalahkan dirinya. Jiwanya sangat lembut,” kata Sang Beom. Jin Woo bilang Hee Joo tidak perlu berpikir begitu.


“Tapi kau membuatnya tinggal. Kau terus memintanya,” kata Sang Beom. Jin Woo bilang ia mungkin mengira Hee Joo adalah sekretarisnya. “Mungkin saja. Dia terlalu cemas untuk pulang dan tidak bisa tidur. Kondisimu sempat kritis, jadi bisa dimaklumi…”


“Aku sudah baikan, dia boleh pergi,” kata Jin Woo. Sang Beom senang mendengarnya, tapi Jin Woo terlhat sedih.


Hee Joo terbangun dan tidak menemukan Jin Woo di kasurnya. “Direktur?” panggilnya tapi tidak ada jawaban.


“Direktur?” panggilnya saat masuk ke kamar mandi. Ia juga tidak menemukan Jin Woo di sana. Ia lalu berlari keluar kamar.


Hee Joo lega melihat Jin Woo ada di ruang makan. “Selamat ulang tahun,” ucap Jin Woo. Hee Joo bertanya bagaimana Jin Woo bisa tahu. “Pria yang sudah seperti keluargamu memberitahuku.”


Sang Beom bilang ia datang untuk menjemput Min Joo, tapi Hee Joo juga harus ikut bersamanya. Hyeong Seok memalingkan wajahnya karena ia tidak menyukai hal itu. Sang Beom bilang mereka harus merayakan ulang tahun Hee Joo bersama teman-teman lain.


“Aku sudah bilang tidak bisa,” kata Hee Joo. Sang Beom bilang Jin Woo sudah mengizinkan. Hee Joo menoleh kepada Jin Woo.


“Bersenang-senanglah. Kalau tahu, aku pasti membeli hadiah,” kata Jin Woo. Hee Joo bilang itu tidak perlu. Ia juga bilang tidak mau pergi dan akan merayakannya nanti saja. “Kau tak perlu tinggal lagi. Aku baik-baik saja. Istirahatlah di rumah.”


Sang Beom: “Ambil jaketmu. Kita pergi.”
Hee Joo: “Tapi…”
Sang Beom: “Aku sudah panggil semua. Jangan dibatalkan lagi.”


Hee Joo bilang ia akan menunggu sampai Jung Hoon datang. Sang Beom kesal. “Aku tidak apa-apa. Aku sungguh tidak apa-apa,” kata Jin Woo.


Hee Joo bilang Jin Woo tidak boleh ditinggal. “Sekretarisnya akan datang. Dia bukan anak-anak. Dia juga tampak sehat. Dia tidak tampak gila,” kata Sang Beom lalu masuk duluan ke mobil.


Hee Joo menatap villa dan ragu untuk pergi. Sang Beom menyalakan mesin mobilnya.


Jin Woo duduk termenung sendirian di atas kasur. Ia melihat kursi dimana Hee Joo tidur tadi. Ia mengambil ponselnya. “Ini aku. Kau di kota, kan? Tolong kirimkan sesuatu,” katanya.


Jin Woo berbaring di sofa dan masih melamun. Ia berusaha tidur, tapi kemudian ia mendengar suara-suara lagi.


Jin Woo melihat sekeliling dan tampak cemas.


“Saat efek obatnya hilang, kecemasanku dimulai lagi.”


Jin Woo buru-buru pergi ke kamar, tapi obat di sana pun habis.


“Aku lebih baik saat tidur, tapi aku kehabisan obat.”


Jin Woo pergi ke dapur dan mencari minuman, tapi ternyata itu juga habis. “Mereka juga membuang alcohol.”


Jin Woo berusaha memejamkan matanya. “Apa ini gangguan mental? Meski tidak ada tanda-tanda, aku bisa merasakan… sebentar lagi… dia muncul.”


Hee Joo yang sudah kembali ke hostel, lalu berdandan dan bersiap pergi ke pesta ulang tahunnya. Karena khawatir, ia menghubungi Jin Woo untuk mengecek keadaannya.


“Semua baik-baik saja,” kata Jin Woo. Hee Joo bertanya Jung Hoon bersamanya. “Belum.” Hee Joo bilang seharusnya Jung Hoon sudah datang sejak tadi. “Kuminta dia melakukan sesuatu. Dia akan segera datang.”


Jin Woo ternyata menjawab telepon Hee Joo dari bilik kamar mandi.


Hee Joo lega mendengarnya dan bertanya apa yang sedang Jin Woo lakukan. “Hanya menonton TV,” kata Jin Woo berbohong. Hee Joo bertanya apa Jin Woo tidak bosan. “Tidak.” Hee Joo bertanya apa Jin Woo sungguh baik-baik saja.


Jin Woo: “Kau akan kembali jika aku tidak baik-baik saja?”
Hee Joo: “Kau tak sehat?”
Jin Woo: “Aku hanya bercanda. Bersenang-senanglah hari ini.”
Hee Joo: “Akan kubawakan makanan. Apa ada yang ingin…”


Jin Woo melarang Hee Joo datang. Hee Joo menanyakan alasannya. “Sudah dulu,” kata Jin Woo lalu menutup teleponnya.


“Halo?” Hee Joo khawatir lagi, tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa, karena Jin Woo tidak menginginkan kehadirannya.


Saat Hee Joo berjalan keluar, ia mendengar suara bel pintu.

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 6 Part 5

Comments


EmoticonEmoticon