12/23/2018

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 7 PART 5

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 7 BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 7 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 8 Preview

Hee Joo berfoto di depan papan nama ‘Emma’, yang menjadi nama bengkel gitarnya.


‘See Joo, akhirnya aku punya bengkel gitar. Bengkel dengan namaku. Bengkel Gitar Emma,’ tulis Hee Joo di email untuk See Joo.


‘Kuharap kau segera melihatnya.’


Jin Woo tidak jadi pulang dan malah pergi ke Ilsan. Dia sudah sampai di depan rumah Hee Joo. Dia menatap rumah itu, tapi kemudian melangkah kembali menuju mobilnya.


Sementara itu, Hee Joo turun dari mobil sambil membawa belanjaan.


“Permisi,” kata Hee Joo saat melihat ada orang di depan rumahnya. Langkah Jin Woo terhenti. Hee Joo mendekat. “Ada yang bisa kubantu?” Jin Woo tampak ragu, tapi akhirnya ia menoleh.


“Lama tak berjumpa,” sapa Jin Woo mendekat. Hee Joo tampak terkejut sekaligus sedih. Jin Woo mendekat dan memayungi Hee Joo.


“Akan tampak hebat jika aku berlari memayungimu. Tapi aku tidak bisa melakukannya lagi,” kata Jin Woo sambil tersenyum. “Kau baik-baik saja?” Hee Joo mengiyakan.


Mereka saling bertatapan, lalu Hee Joo mengajaknya masuk.


Jin Woo merasa keluarga Hee Joo sedang pergi. “Min Joo sedang les privat dan nenek mengunjungi kerabatnya. Mereka pasti ingin bertemu jika kau beritahu akan datang,” kata Hee Joo. Ia mempersilakan Jin Woo duduk, sedangkan ia akan menyimpan belanjaan di kulkas terlebih dulu.


Hee Joo menyimpan belanjaannya asal-asalan di dalam kulkas.


Ia lalu berlari ke kamarnya untuk mengeringkan rambutnya. Setelah siap, ia keluar menemui Jin Woo lagi.


Hee Joo menawarkan kopi dan Jin Woo setuju. Ia bilang ia tidak tahu Jin Woo sudah kembali ke Korea padahal ia sering berkirim pesan dengan Jung Hoon. “Jika seseorang tahu aku di Seoul, nanti akan gaduh. Kau tahu siapa dia,” kata Jin Woo.


“Ah..” kata Hee Joo mengerti. Sepertinya yang dimaksud adalah Yoo Ra.


Ji Woo memberikan selamat atas bengkel Hee Joo yang tampak hebat. Hee Joo berterima kasih. Jin Woo bertanya bagaimana bisnisnya. “Aku menjual 3 gitar sejauh ini,” kata Hee Joo.


Jin Woo: “Hanya 3?”
Hee Joo: “Itu cukup banyak. Berat membuat satu gitar per bulan. Prosesnya panjang.”
Jin Woo: “Apa ada untungnya?”


Hee Joo bilang ia sudah banyak uang, karena Jin Woo memberinya banyak. Dia bilang dia bisa melakukan apa yang diinginkannya dan tidak semua orang seberuntung dirinya.


“Bagus. Haruskah aku belajar bermain gitar? Aku pengangguran. Kau juga mengadakan les gitar di sini?” tanya Jin Woo.


Hee Joo tidak  menjawab dan memilih menyiapkan kopinya. Jin Woo bilang Hee Joo tampak berubah. “Aku?” tanya Hee Joo.


“Kau tampak tenang. Apa kau bertambah dewasa?” tanya Jin Woo. Hee Joo bilang ia masih sama. “Tidak. Kau tidak seceria biasanya.” Hee Joo bilang mungkin ia semakin dewasa dan orang tidak selalu ceria. “Kurasa seluruh keluargamu baik-baik saja.”


“Ya, kecuali adik laki-lakiku yang belum pulang. Hanya adikku yang mencemaskanku. Dia bilang akan datang saat pindah, tapi belum datang juga,” kata Hee Joo. Jin Woo bertanya apa adiknya tidak menghubungi Hee Joo. “Dia mengabariku. Dia rutin mengirimkan email.”


Jin Woo bilang kalau begitu, Hee Joo tidak perlu cemas, karena See Joo akan pulang. Ia bilang pria seumuran See Joo tidak banyak memikirkan keluarganya dan akan pulang saat bosan atau butuh uang.


“Kenapa kau berpura-pura? Kukira kau kemari untuk membicarakannya,” kata Hee Joo. Jin Woo terkejut tapi ia tetap tersenyum dan bertanya tentang apa itu. “Email yang kudapat dari See Joo. Kau yang menulisnya, kan?”


Jin Woo benar-benar terkejut kali ini.


Mata Hee Joo berkaca-kaca dan bilang kalau ia tidak curiga karena See Joo emmang biasa mengirim email padanya. “Tapi ada yang aneh karena tidak terdengar seperti dia. Kukira aku salah. Siapa yang mau menuliskan email untuknya? Tapi aku bicara dengan temanku di Granada belum lama ini. Aku dengar hostelnya masih di sana,” kata Hee Joo.


Jin Woo membiarkan Hee Joo bicara. “Kau bilang penting dan membelinya 10 milyar won dariku, tapi kenapa dibiarkan?” kata Hee Joo. Jin Woo tidak menjawab. “Setelah dipikir lagi, kunjunganmu ke hostel juga aneh. Aku tidak mencurigai apapun karena uang.”


“See Joo dulu meneliti game setiap hari. Aku dengar kabar jika perusahaanmu akan merilis game baru. Entah kenapa aku tidak menyimpulkan kalau ini bisa saja berkaitan dengannya. Aku tak ingin nenek cemas, jadi aku tidak memberitahunya. Aku tidak bisa tanya Pak Seo karena takut. Aku ingin bertemu denganmu, tapi aku tidak bisa menghubungimu. Aku hanya membaca rumor buruk tentangmu,” isak Hee Joo. Hee Joo berusaha menguasai dirinya. Ia lalu berkata lagi, “Email dari See Joo, kau yang menuliskan, kan?”


“Aku tidak menulisnya, Jung Hoon yang melakukannya. Bukan aku. Aku yang minta dia melakukannya,” kata Jin Woo. Hee Joo menanyakan alasannya. “Aku tidak ingin kau cemas.”


Hee Joo: “Dimana… See Joo?”
Jin Woo: “Aku tidak tahu. Sudah setahun, tapi aku masih belum menemukannya.”
Hee Joo: “Apa mungkin dia…” 


“Aku yakin dia belum mati. Aku tidak menduga akan selama ini,” kata Jin Woo. Hee Joo tidak bisa lagi menahan tangisnya dan bertanya kenapa Jin Woo melakukan itu padanya, padahal ia mempercayai Jin Woo.


“Aku sungguh mengira kau membantu keluarga kami. Aku bersyukur dan sungguh mencemaskanmu. Aku patah hati karena caramu pergi. Aku memikirkannya setahun ini,” isak Hee Joo.


“Sudah kubilang… jangan terlalu percaya padaku. Aku tidak sebaik yang kau kira,” kata Jin Woo seperti kata-katanya dulu. “Sudah kubilang kau mungkin akan menyesal.”


Hee Joo sangat kecewa.

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 7 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 8 Preview

Comments


EmoticonEmoticon