12/30/2018

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 9 PART 2

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 9 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 9 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 9 Part 3

See Joo berhasil berlari keluar dengan cipratan darah di wajahnya.


Marco membidik dengan pistolnya.


See Joo sudah berbelok, sehingga tembakan Marco hanya mengenai dinding. Dan seorang wanita berjalan di dekat tembahan itu tanpa tahu apa yang sedang terjadi. Marco mengejar See Joo.


See Joo  sudah sampai stasiun dan memesan tiket ke Granada.


Sambil menahan sakit di perutnya, See Joo berlari menuju keretanya.


See Joo terlihat di telepon umum. “Noona?” sapanya.


“Ini See Joo? Kenapa kau tidak menjawab? Aku cemas,” kata Hee Joo.


See Joo bilang ponselnya rusak. See Joo bertanya bagaimana rusak dan See Joo sedang ada di mana. “Aku akan pulang. Aku naik kereta,” kata See Joo. See Joo senang karena itu berarti See Joo akan sampai di Granada keesokan paginya. “Noona, aku merindukanmu. Sudah dulu.”


See Joo melepaskan kacamatanya dan menghapus air matanya.


“Halo?” kata Hee Joo tapi teleponnya sudah terputus. “Kenapa dia? Apa dia makin dewasa?”


Setelah itu, barulah See Joo mengambil kertas catatan tadi dan menghubungi Jin Woo. “A.. apa ini nomor Yoo Jin Woo?” tanyanya. Jin Woo mengiyakan dan bertanya dengan siapa ia bicara. “Aku enggan menjual kepadanya, tapi harus kuputuskan besok


See Joo bertambah ketakutan saat mendengar bunyi petir dan gerimis turun.


Narasi Jin Woo: “See Joo ingin bertemu denganku untuk meminta bantuan. Dia percaya para ahli di perusahaanku bisa memecahkan masalah ini.”


See Joo melihat Marco berdiri tidak jauh darinya dan mengarahkan pistol padanya. “Ayo bertemu di Granada. Tunggu di Hostel Bonita. Aku sering menginap di sana,” kata See Joo pada Jin Woo lalu menutup teleponnya. Ia berlari.


Alasan See Joo berlari ketakutan saat itu adalah karena Marco terus mengejar dan menembakinya. Ia bahkan beberapa kali terjatuh karena peluru hampir mengenainya.


Marco terus mengejar hingga ke dalam stasiun. Ia bahkan mengeluarkan senjata yang lebih besar, tapi bidikannya masih gagal.


See Joo naik kereta dan pintu tertutup. Marco sempat membidiknya, tapi kereta sudah berjalan. Duel dibatalkan karena posisi yang terlalu jauh. Marco menghilang.


Selama tidur, See Joo aman. Tapi begitu mendengar pemberitahuan bahwa kereta akan segara sampai di Granada, ia bangun. Ia juga membangunkan orang yang ada di depannya, tapi penmpang itu tidur lagi.


Saat sedang merapikan tasnya, See Joo mendapat informasi bahwa ‘Musuh Terlihat’. Ia panik. Hujan bertambah lebat dan petir terus terdengar. Ia membuka pintu.


Marco sudah ada di hadapannya. Mereka saling bertatapan dalam jarak dekat, lalu mengeluarkan pistolnya masing-masing. See Joo kalah cepat. Marco berhasil mengenai bahunya dan See Joo terjatuh.


Marco meletuskan beberapa tembakan lagi hingga terlihat cipratan darah di sprei. Beberapa tembakan masih terdengar lagi.


Narasi Jin Woo: “Jika See Joo kalah dalam duel itu, tubuhnya akan ditemukan di kereta.”


“Seperti Hyeong Seok.”


“dan Marco.”


“Tapi See Joo menghilang.”


Saat itu, See Joo berhasil keluar dan menutup pintunya, sehingga duel terhenti karena rintangan. 


“Karena dia menghilang, artinya dia selamat dari duel itu.’


See Joo berhasil turun dari kereta, tapi tidak satupun orang yang bisa melihatnya. Ia mendapat informasi bahwa ia naik ke level 94, lalu pingsan. Saat itu, Jin Woo juga datang ke stasiun, tapi ia tidak berhasil menemukan 


“See Joo mungkin di sana hari itu. Kami hanya tidak bisa melihatnya.”


“Butuh waktu setahun bagiku untuk membuktikan khayalan ini.”


Jin Woo mengambil pesan dari Master yang ada di kaki burung elang. Dikatakan bahwa Master mengirim tugas rahasia dari Granada dan tugas itu hanya bisa dibuka di sana. Dia juga harus menyelesaikan tugas jika sudah membuka pesannya karena kesempatan akan hilang jika melebihi batas waktu.


Elang Citadel akan menyimpan tugasnya dan waktu mundur 48 jam dimulai.


Jung Hoon datang dan mengeluarkan pedangnya. Ia terkejut karena semua musuh sudah dikalahkan. “Direktur, kau begadang lagi? Ah… ini seperti medan pembantaian,” ujarnya. Jin Woo bertanya ada di level berapa Jung Hoon. “Aku? Aku level 48.”


Jin Woo memberikannya pistol tipe PPX4. Jung Hoon senang dan berterima kasih. Tapi pistol itu baru bisa digunakan di level 50. “Aku ingin kau naik ke level 50. Kau harus bisa menggunakan pistol dan ikut denganku,” kata Jin Woo.


Jung Hoon: “Apa?”
Jin Woo: “Kuberi kau 5 jam.”
Jung Hoon: “Bagaimana naik 2 level hanya dalam 5 jam?”


“Tidak ada waktu. Cepat, aku harus naik pesawat,” kata Jin Woo. Jung Hoon tidak mengerti. “Kita akan ke Granada hari ini.”  Jung Hoon bertanya untuk apa mereka ke sana. “Mencari Jung See Joo.”


Nenek keluar untuk membuang sampah dan terkejut karena Hee Joo pulang lagi. Hee Joo bilang ia tidak ingin pergi karena perjalanannya panjang dan akan melelahkan.


“Apa ang tiketmu dikembalikan?” tanya nenek menyusul Hee Joo yang masuk ke rumah.


Setelah berganti pakaian, Hee Joo membersihkan lantai dari serpihan kayu bahan pembuatan gitar. Nenek mengomel karena Hee Joo memboroskan uangnya. Ia bilang seharusnya Hee Joo membatalkan penerbangan jika memang tidak ingin pergi.


Hee Joo bilang ia ingin pergi, tapi merasa cemas jika gitarnya tidak selesai tepat waktu. “Astaga, terserahlah,” kata nenek lalu pergi.


Hee Joo mengingat pesan Jin Woo sebelumnya, “Sesuatu terjadi, tunggulah di rumah. Aku akan ke tempatmu.” Ia lalu melanjutkan membersihkan lantainya.


Waktu berlalu, tapi Jin Woo belum juga menghubunginya.


Ia menghubungi ponsel Jin Woo, tetapi tidak aktif.


Ia gelisah dan memilih untuk melanjutkan membuat gitar.


Hari sudah malam, tapi ia belum juga menerima kabar dari Jin Woo.


Ponselnya bergetar, tapi ternyata itu telepon dari Min Joo yang sudah mendengar kalau Hee Joo tidak jadi pergi ke Granada. “Ya, kau di mana?” tanya Hee Joo.


“Unnie, aku tadi bertemu dengan YD. Rekomendasi ahjusshi Yoo,” kata Min Joo yang akan masuk ke tempat bimbingan belajarnya. Hee Joo kelihatan tidak senang. “Dan dia bilang aku punya potensi.”


Hee Joo: “Kau mau dihukum? Kenapa kau mengganggunya? Siapa bileng kau boleh mencuri nomornya?”
Min Joo: “Kau akan menemuinya, kan?”
Hee Joo: “Apa?”


“Dia ke Spanyol untuk menemuimu. Apa dia ke sana sendirian?” kata Min Joo. Hee Joo bilang Jin Woo akan menemuinya di rumah. “Benarkah?” Hee Joo bertanya bagaimana Min Joo bisa tahu. “Unnie tidak tahu kenapa dia mau bertemu, kan? Mau petunjuk?”


Hee Joo: “Apa?”
Min Joo: “L….”
Hee Joo: “Apa?”


“Dimulai dengan ‘L’ dan memilii 3 suku kata. Dah…. Hihi…” kata Min Joo lalu menutup ponselnya.


Hee Joo tidak mengerti dan hanya menghela napasnya.

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 9 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 9 Part 3

Comments


EmoticonEmoticon