12/25/2018

SINOPSIS My Strange Hero Episode 10 PART 1

SINOPSIS My Strange Hero Episode 10 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 9 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 10 Part 2

“Astaga, kau makan mi instan lagi?” kata Min Ji yang langsung duduk di atas meja sambil menyilangkan kakinya, padahal ia memakai rok mini. Gyeong Heon mengomelinya karena datang terlambat untuk bekerja.


“Tadaaa… Aku membawakan makanan untukmu. Aku mulai bekerja di kantin SMA Seolsong,” kata Min Ji. Gyeong Heon bertanya apa Min Ji benar-benar datang ke sekolah.


Min Ji bilang ia membawakan makanan menu Kelas Ivy. Gyeong Heon bertanya apa Min Ji mengemas makanan itu untuknya. “Tentu saja,” kata Min Ji sambil menyuapkan makanan ke mulut Gyeong Heon.


Gyeong Heon: “Terima kasih.”
Min Ji: “Lebih baik diberikan padamu daripada dibuang.”
Gyeong Heon: “Apa?”
Min Ji: “Apa? Nikmatilah.”


Bukan hanya makanan yang dinikmati, tapi Gyeong Heon juga menikmati paha Min Ji.


Setelah berhasil mendapatkan obatnya, Bok Soo pergi ke ruang konseling. Tapi ternyata ia terlambat.


Se Ho sudah ada di sana dan memberikan obat untuk Soo Jeong. Bok Soo pergi dengan kecewa.


Soo Jeong pulang ke rumah dan manatap pintu pagar yang dicat Bok Soo untuknya dulu. Ia mengingat saat Min Ji siang tadi bilang kalau dia adalah pacar Bok Soo.


“Ada apa denganku?” gumam Min Ji. Ia menendang pelan pintunya, lalu masuk ke dalam rumah.


Bok Soo yang sudah menyelidiki jadwal Se Ho, mengendap-ngendap agar bisa masuk ke ruangannya. Ia menggeledah meja kerja Se Ho. “Ih.. Bahasa Inggris,” gumamnya alergi. “Dimana ya?”


Secara tidak sengaja, Bok Soo menemukam sketsa wajah Soo Jeong saat SMA dulu. Ia heran kenapa ada gambar Soo Jeong di sana.


“Hei, Oh  Se Ho. Apakah ini masalahnya?” gumam Bok Soo.


Soo Jeong masuk kelas dan mendapati kursi Seung Woo kosong lagi. Si On bilang dia tidak bisa menghubungi Seung Woo. Soo Jeong bertanya apakah Seung Woo menghubungi siswa lainnya.


“Mungkin dia masih tidur Aku juga ingin tidur,” kata Siswa A. Soo Jeong bilang ia akan terus menghubungi Seung Woo. Soo Jeong akan keluar kelas, tapi ia melihat Bok Soo datang dengan murung.


“Kang Bok Soo, pekerjaan sukarela memang penting, tapi jangan terlambat masuk kelas,” kata Soo Jeong. Bok Soo diam saja. “Kang Bok Soo, apa yang ingin kau katakan padaku?” Bok Soo tidak menjawab dan ahanya duduk di kursinya. “Jangan membuat masalah, khususnya Kang Bok Soo,.” Soo Jeong lalu keluar kelas.


Di kantor, Soo Jeong menghubungi kedua orang tua Seung Woo, tapi tidak ada yang menjawab. Ia memberitahu Guru Park tentang itu.


Guru Park bilang Seung Woo tidak akan bolos sekolah tanpa alasan. Soo Jeong setuju. Ia bilang Seung Woo memang tidak pernah memperhatikan pelajaran, tapi tidak pernah bolos sebelumnya.


“Dia selalu menjadi siswa terbaik saat SMP,” kata Guru Park. Soo Jeong terkejut dan mengira kalau Guru Park salah. Ia memberitahu kalau Seung Woo berada di rengking paling bawah di Kelas Wildflower. “Coba kita tanyakan pada temannya di mana dia mungkin berada.”


“Baiklah,” kata Soo Jeong lalu mencoba menghubungi orang tua Seung Woo lagi.


“Katakan padaku, Soo Jeong. Kenapa ada gambarmu di kantor Se Ho? Kenapa si brengsek itu menggambar dirimu?!” kata Bok Soo.


Bok Soo bicara sendiri sambil memukul-mukulkan lap pel ke dalam ember dengan kesal. “Kenapa pel ini tidak bersih-bersih?!” ujarnya.


“Astaga…!” teriak Bok Soo sambil mengayunkan lap pelnya.


Lap pel itu mengenai wajah Guru Kim yang tiba-tiba muncul. “Kang Bok Soo..!” kata Guru Kim kesal. Bok Soo melarikan diri. “Air kotor.. Dasar brengsek!”


Sambil membersihkan dirinya, Guru Kim menyindir Soo Jeong yang sebelumnya bilang akan bertanggung jawab. “Kenapa kau tidak mengawasi pekerjaan sukarela Bok Soo?” tegur Guru Kim. Soo Jeong meminta maaf dan akan mengeringkan pakaian Guru Kim.


“Itu sudah kering,” kata Bok Soo sambil memalingkan wajahnya. Soo Jeong kesal dan menyenggol lengannya.


Soo Jeong bertanya ada apa dengan Bok Soo. Ia bertanya apakah Bok Soo ingin mengatakan sesuatu. Bok Soo tidak menjawab. “Hei!” kata Soo Jeong. Bok Soo malah pergi meninggalkannya begitu saja.


Soo Jeong tidak mengerti apa yang terjadi dengan Bok Soo.


Bok Soo menyandarkan tubuhnya di pilar. “Astaga, apa yang salah denganku?” katanya bingung. “Kendalikan dirimu. Fokus pada balas dendam.” Ia lalu melangkah pergi.


Sementara itu Seung Woo mendapat telepon dari Si On, tapi ia mengabaikannya. Ia mengecek daftar panggilan, lalu menghubungi ibunya. Tidak ada jawaban. Ia menghapus nomor kontak ibunya., lalu tidur lagi.


Soo Jeong pergi ke daerah yang penuh tempat hiburan.


Di sekolah tadi, Si On bilang ia akan mengatakannya hanya karena itu adalah Soo jeong. “Anda harus menjaga rahasia,” kata Si On.


Siswa A bilang Seung Woo melakukan itu karena ia membutuhkan uang. Ia bilang Seung Woo terlihat lebih tua dari usianya.


“Tetap saja, dia seharusnya tidak bekerja di klub,” gerutu Soo Jeong. Tiba-tiba Bok Soo muncul di sana.


Soo Jeong sangat terkejut saat melihat Bok Soo. “Kang Bok Soo?” katanya terkejut. Mereka kemudian masuk bersama-sama ke klub.


“Apa benar Seung Woo bekerja di sini?” tanya Soo Jeong khawatir. “Hei, apa kau bekerja di sini juga?!” Bok Soo bilang ia sudah dewasa. “Kau seorang pelajar sekarang. Kenapa kau bicara dengan aneh.”


Bok Soo bilang ia harus bicara dengan formal karena Soo Jeong adalah gurunya. Mereka lalu mendengar suara orang marah.


Pemilik klub sudah tahu kalau Seung Woo memalsukan identitas agar bisa bekerja di sana, jadi harusnya Seung Woo bersyukur bisa bekerja di sana.


“Aku bekerja, jadi berikan uangku,” kata Seung Woo. Pemilik klub bilang ia sudah memberikannya. “Kau tidak bahkan membayarku sesuai upah minimum.” Pemilik klub menyuruh Seung Woo melaporkannya jika memang ingin dikeluarkan dari sekolah.


Seung Woo menarik kerah pemilik klub dan ingin menghajarnya. Soo Jeong datang melerai mereka. Ia melarang Seung Woo membuat masalah.


“Guru Son, apa yang kau lakukan di sini? Bagaimana kau tahu?” tanya Seung Wo bilang. Soo Jeong tidak menjawab. “Aissh..” Seung Woo menatap Bok Soo dengan kesal. “Apa kau memberitahunya?!” Bok Soo mengangkat bahunya dan bertanya kenapa ia harus melakukannya.


“Bok Soo, kau datang,” kata pemilik klub. Soo Jeong terkejut.

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 9 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 10 Part 2

Comments


EmoticonEmoticon