12/26/2018

SINOPSIS My Strange Hero Episode 12 PART 3

SINOPSIS My Strange Hero Episode 12 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 12 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 12 Part 4

Min Ji bilang ia juga akan berhenti bekerja di kantin sekolah. “Kau memberikanku surat pengunduran diri untuk bisa bekerja di sana,” protes Min Ji.


“TIdak ada gunanya aku bekerja di sana jika Bok Soo tidak ada,” kata Min Ji. Gyeong Heon bertanya apa Bok Soo benar-benar akan berhenti sekolah.


“Kau bilang ini sudah terlambat ketika kau pikir ini terlalu terlambat,” kata Bok Soo lalu mengajak mereka minum kopi bersama. Gyeong Heon senang karena Bok Soo akan mentraktir.


“Bok Soo, ayo pergi bersama. Kita harus minum kopi bersama di kafe. Anggap ini sebagai kencan,” kata Min Ji. Min Ji berbalik untuk mengambil tasnya, tapi Bok Soo sudah menghilang. “Aish..” Ia duduk lagi.


Ponsel Bok Soo berdering. Mereka berdua bersikap waspada.


Min Ji mendapatkan ponselnya lebih dulu dan menjawabnya.


Soo Jeong bertanya kenapa Bok Soo tidak masuk sekolah. “Apa kau lupa kesamaan nasib kita? Jika kau tidak datang, makan akan merusak karirku,” omel Soo Jeong.


Min Ji: “Ini aku, Soo Jeong. Pacar Bok Soo.”
Soo Jeong: “Apa? Kenapa kau menjawab ponselnya?”
Min Ji: “Dengarkan aku, aku tidak akan mengulanginya. Bok Soo sudah tidak sekolah lagi. Kau tidak akan melihatnya lagi. Jadi berhenti menghubunginya dan berhentilah ingin tahu tentangnya.”


Min Ji bilang Soo Jeong dan Bok Soo harus hidup masing-masing mulai sekarang. Soo Jeong masih tidak mengerti kenapa Bok Soo berhenti sekolah. Ia minta bicara sendiri dengan Bok Soo. “Hei, Son Soo Jeong, jika kau sungguh berpikir kau adalah guru sejati, kau harus memikirkan masa depannya dan berhenti di sini! Berhenti menyakiti Bok Soo!”


Gyeong Heon terlihat terkejut.


Soo Jeong masih tidak mengerti, tapi Min Ji sudah menutup teleponnya.


Min Ji bilang ia tidak mengatakan hal yang salah. Gyeong Heon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia memberi kode dengan matanya. Ternyata Bok Soo kembali lagi.


Min Ji: “Ah, Bok Soo… Maksudku…”
Bok Soo: “Tidak apa-apa.”
Min Ji: “Apa?”
Bok Soo: “Kubilang tidak apa-apa. Aku pulang dulu.”


Bok Soo mengambil ponselnya. “Bok Soo, jangan salah paham padaku,” pinta Min Ji. Bok Soo tidak menjawab dan hanya berjalan keluar dengan tidak bersemangat.


Guru Park bertanya pada Soo Jeong apakah Bok Soo tidak masuk lagi. Ia bilang Bok Soo ingin mengatakan sesuatu pada Soo Jeong.


“Guru Son, jika sudah selesai melakukan konseling, kau harus melaporkannya sendiri pada Ketua Dewa. Pastikan dia tidak memanggilku ke ruangannya,” kata Guru Song. Soo Jeong pamit kepada Guru Park karena ia harus menjalankan tugasnya. Guru Park mengerti.


Guru Park merasa Guru Song sengaja mengganggu pembicaraannya dengan Soo Jeong tadi. Guru Song salah tingkah ketika Guru Park menatapnya.


Soo Jeong bertemu Se Ho tepat di depan ruangannya. Ia minta maaf karena terlambat melaporkan hasil konseling siswa Kelas Wildflower. Se Ho meraih tangannya.


Soo Jeong bertanya apa yang sedang Se Ho lakukan. “Kita terlambat untuk makan malam. Kau menjanjikanku tiga kali makan. Aku lapar. Ayo pergi,” kata Se Ho lalu pergi lebih dulu.


Soo Jeong menghela napas.


Tidak lama kemudian, terlihat Se Ho memasak makanannya sendiri. Soo Jeong bertanya apakah mereka bisa menggunakan tempat itu tanpa izin.


“Aku rasa kau terus lupa kalau akulah Ketua Dewannya. Aku yang mempekerjakan semua orang yang bekerja di sini,” kata Se Ho.


Soo Jeong: “Ah, jika itu candaan, maka itu tidak lucu. Jika itu serius, maka itu menyebalkan.”
Se Ho: “Benarkah? Kalau begitu aku rasa aku yang menyebalkan.”


Se Ho menyajikan spaghetti buatannya. Ia bilang ia tidak bisa menjamin rasanya, tapi ia meminta Soo Jeong mencicipi demi usahanya.


Soo Jeong menikmati makanannya.


Soo Jeong lalu memberikan laporan konseling siswanya. Ia bertanya apakah tidak apa-apa jika mempekerjakan guru di luar jam belajar hanya untuk Kelas Wildflower. Ia merasa itu akan menjadi kontroversi, khususnya bagi Komite Orang Tua.


Se Ho: “Apa kau mengkhawatirkanku?”
Soo Jeong: “Apa?”
Se Ho: “Sangat menyentuh. Aku tidak percaya kau mengkhawatirkanku.”


“Bukan begitu,” kata Soo Jeong dan tidak bisa melanjutkan makannya.


Se Ho: “Son Soo Jeong, aku menyukaimu.”
Soo Jeong :”Hahaha.. Aku juga menyukaimu. Kau atasan yang cukup baik. Haha..”


“Aku serius,” kata Se Ho. Soo Jeong menghela napas. “Apa yang salah? Apa aku tidak cukup baik? Coba pikirkan. Aku tampan. Aku kaya. Dan aku lucu.. ya mungkin aku tidak lucu.” Soo Jeong bilang orang tidak menyukai seseorang hanya dengan alasan seperti itu. “Apa itu karena Kang Bok Soo?”


Soo Jeong terkejut dan tidak menjawab.


Se Ho berkata, “Setelah apa yang terjadi hari itu, aku meninggalkan Korea untuk melarikan diri. Dan aku memikirkanmu dari waktu ke waktu. Aku penasaran apa kau baik-baik saja.” Soo Jeong bilang ia baik-baik saja. “Aku penasaran bagaimana kau menghadapi semua kekasaran itu.”


Soo Jeong mengingat perkataan Bok Soo saat konseling yang mengatakan dirinya menderita karena Soo Jeong tidak mempercayainya.


Se Ho bilang ia tidak mau lagi hidup di masa lalu. Soo Jeong mengingat saat Bok Soo bertanya kenapa Soo Jeong tidak pernah menanyakan keadaannya baik 9 tahun lalu atau sekarang. “Mari kita lupakan masa lalu,” kata Se Ho.


Tapi Soo Jeong malah teringat dengan masa lalunya. Ia juga masih mengingat bahwa impian Bok Soo adalah menjadi pacarnya.


Mata Soo Jeong berkaca-kaca.


“Aku ingin hidup di masa ini bersamamu. Maksudku, sekarang,” kata Se Ho.


Tapi yang terbayang di kepala Soo Jeong adalah Bok Soo.


“Maaf, aku harus pergi,” kata Soo Jeong lalu berlari pergi.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 12 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 12 Part 4

Comments


EmoticonEmoticon