12/20/2018

SINOPSIS My Strange Hero Episode 6 PART 2

SINOPSIS My Strange Hero Episode 6 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: OPPA SINOPSIS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 6 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 6 Part 3

Guru Park menepuk bahu Bok Soo dari belakang. Bok Soo langsung mearik dan menyergapnya.


“Aaah.. lepas, lepas,” erang Guru Park kesakitan. Bok Soo melepaskannya.


“Sudah kubilang jangan mendekatiku dari belakang,” kata Bok Soo. Guru Park bertanya kenapa Bok Soo sangat serius di hari pertamanya sekolah dan mengajak Bok Soo pergi. “Ke mana? Tidak, aku tidak mau.” 


“Ikut saja,” kata Guru Park lalu merangkul paksa Bok Soo.


Guru Park menuangkan minuman untuk Bok Soo sebagai ucapan selamat karena kembali menjadi siswa. “Kenapa seorang guru membuat siswanya minum?” kata Bok Soo dan memberikan gelas minuman itu untuk Guru Park.


Bok Soo memilih untuk minum air putih. Guru Park senang Bok Soo kembali ke sekolah. Ia mengambilkan ayam untuknya.


Tapi Bok Soo malah meletakkan daging ayam itu ke piring Guru Park. “Astaga, kau sudah dewasa,” kata Guru Park bangga.


“Aku lebih suka sayap,” kata Bok Soo lalu memakannya. Guru Park menghela napas dan membatalkan rasa bangganya. Gyeong Heon dan Min Ji datang dan bergabung bersama mereka. Gyeong Heon bertanya kenapa Bok Soo lesu.


Min Ji menyindir kalau Bok Soo pasti lelah seharian di sekolah. “Selamat kembali ke sekolah,” kata Min Ji. Bok Soo memnta maaf karena ia tidak memberitahu dulu, karena tidak mau membuat Min Ji khawatir. “Tentu aku khawatir. Akan ada banyak gadis muda yang cantik. Mereka masih muda jadi mereka punya visi yang bagus. Mereka bisa melihat Bok Soo-ku yang tampan dengan sangat baik.”


Min Ji bilang ia tidak bisa melawan usia, walaupun secantik apapun dia. “Aku harus melihat Kang Bok Soo dikelilingi oleh wanita lagi! Pak, apa Bapak menjadi wali kelasnya lagi? Boleh kuminta untuk memperlakukannya dengan baik?” kata Min Ji.


“Tidak, tidak. Aku harus ke toilet,” kata Guru Park lalu pergi.


Min Ji menuangkan minuman ke beberaoa gelas, tetapi meminumnya sendiri. Wajahnya sampai memerah.


Gyeong Heon mulai menghitung, “3, 2, 1.”


Ia meletakkan tangannya tepat saat kepala Min Ji jatuh ke meja.


Soo Jeong membeli 2 kaleng minuman. “5 ribu won,” kata Shim Ran. Soo Jeong melarangnya mengucapkan kata ‘5’. “Aku katakana 5 ribu karena memang harganya 5 ribu.”


Shim Ran: “Haruskah kukatakan 50 juta?”
Soo Jeong: “Hei!”


“Son Soo Jeong?!” kata Gyeong Heon terkejut. Min Ji bahkan sampai bangun saat mendengar Soo Jeong menjadi wali kelas Bok Soo.


“Maksudmu… Soo Jeong ada di sekolahmu?!” kata Min Ji. Gyeong Heon menyuruhnya tenang, tapi Min JI malah menarik kerahnya. “Aku juga mau ke sekolah. Aku mau ke sana juga.” Gyeong Heon bertanya kenapa Min Ji mau kembali.


“Bok Soo. Son Soo Jeong. Aku tidak bisa melihat kalian berdua bersama,” kata Min Ji lalu tidur lagi. Gyeong Heon dengan sigap meletakkan tangannya agar kepala Min Ji tidak terluka.


Gyeong Heon bertanya bagaimana Soo Jeong bisa menjadi wali kelas Bok Soo dan bagaimana rasanya bertemu lagi dengannya. Ia bertanya apa jantung Bok Soo berdebar. “Sudah kubilang keluargaku punya masalah jantung. Berhenti bertanya padaku,” kata Bok Soo.


Gyeong Heon bertanya apa yang akan Bok Soo lakukan karena ia khawatir Bok Soo  merusak segalanya di sekolah. “Aku sudah tua sekarang. Kenapa juga aku melakukan itu?” protes Bok Soo. Bok Soo yakin Se Ho punya kelemahan dan ia akan menghancurkannya.


“Untuk Soo Jeong… aku akan mencari tahu kenapa dia melakukan itu padaku,” kata Bok Soo. Gyeong Heon bilang Bok Soo masih punya perasaan pada Soo Jeong. “Tidak, aku hanya penasaran. Aku masih penasaran kenapa dia melakukan itu padaku.”


Bok Soo bertanya kenapa Guru Park belum kembali. Gyeong Heon bertanya apa tadi Guru Park minum. “Ya, satu bir,” kata Bok Soo. Gyeong Heon menghela napas.


“Satu minuman bisa membuatnya mabuk. Dia selalu pulang saat mabuk,” kata Gyeong Heon.


Mereka terpaksa membayar tagihannya.


Sementara itu di rumah Se Ho, Nyonya Im bilang ia sudah meminta para pelayan untuk memberi perhatian ekstra karena Se Ho ada di rumah.


Se Ho terkejut melihat menu yang ada di meja. “Duduklah,” kata Nyonya Im.


Se Ho berkata ibunya masih suka makanan laut. “Daging tidak bagus untukmu,” kata Nyonya Im.


Koki datang membawakan sup. “Terima kasih,” kata Se Ho.


Nyonya Im meletakkan udang di piring Se Ho dan berkata bahwa banyak hal yang harus Se Ho lakukan sekarang. “Kami juga tidak bisa menjamin hal seperti itu tidak akan terjadi lagi,” kata Nyonya Im. Se Ho berjanji akan melakukan yang terbaik. “Kenapa tidak makan? Kau masih pilih-pilih?”


Se Ho memakan udangnya dan juga menyuapkan kuah supnya. “Enaknya,” katanya. Nyonya Im kemudian pergi untuk menjawab ponselnya.


Se Ho tersedak dan koki langsung menolongnya. “Anda tidak apa-apa?” tanya koki itu khawatir.


Se Ho: “Chef, aku alergi terhadap kerang, jadi jangan sembarangan memilih makananku.”
Koki: “Maaf, saya masih baru. Ibu Anda bilang Anda tidak alergi terhadap apapun.”
Se Ho: “Dia mungkin lupa. Kami tidak pernah saling bertemu.”


Se Ho berlari ke kamarnya. Ia menjadi lebih tenang setelah meminum obatnya.


Ibu menunggu Bok Soo di luar ramah dan menyambutnya dengan ceria. “Ibu kenapa? Aneh begitu,” kata Bok Soo heran. Ibu bilang So Jung, kakak Bok Soo, selalu melakukan itu jika In Ho pulang sekolah.


Ibu mengambil tas Bok Soo yang terasa ringan. Ia bertanya apa Bok Soo benar-benar pergi ke sekolah. “Bu, anak-anak belakangan ini tidak membawa buku ke sekolah. Bahkan papan tulis bisa menghapus sendiri,” kata Bok Soo beralasan.


Ibu bertanya apakah robot yang melakukannya dan aoa mereka bisa membersihkan restoran juga. Ia bertanya apa Bok Soo sudah makan. “Sudah tadi,” kata Bok Soo yang heran karena ibunya berhenti berjalan. “Kenapa, Bu?”


Ibu bilang Bok Soo terlihat keren dengan seragam itu. “Astaga. Sebelumnya ibu mengomeliku tentang kembali ke sekolah,” kata Bok Soo.


Bok Soo berpose genit dan mengedipkan sebelah matanya. “Ayo. Aku dingin,” ajak Bok Soo. Ibu kesal dan ingin memukulnya.


“Hei, Kang Bok Soo!” panggil kakaknya. “Jangan bertingkah seolah kau kenal In Ho. Jangan pergi ke kelasnya dan bersikap seperti pamannya. Kau akan menurunkan derajatnya. Kau mengerti?” Bok Soo menyuruhnya diam karena kakaknya tidak tahu apa-apa.


So Jung bilang ia tahu apa yang terjadi, karena sudah menjadi orang tua selama bertahun-tahun. “Waaa! Astaga!” kata Bok Soo kesal karena ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya tentang In Ho.


Ibu memukul So Jung dengan keras dan menyuruhnya memperhatikan cara bicaranya.” Anakmu bukan satu-satunya yang berharga!” protes ibu lalu mengejar Bok Soo.


“In Ho pasti malu. Aku anak ibu juga!” kata So Jung mengejar ibunya.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: OPPA SINOPSIS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 6 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 6 Part 3

Comments


EmoticonEmoticon