12/02/2018

SINOPSIS Witch's Love Episode 8 PART 2

SINOPSIS Witch's Love Episode 8 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: DramaX
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Witch's Love Episode 8 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Witch's Love Episode 8 Part 3

Cho Hong tampak murung.


Tidak lama kemudian, Sung Tae sampai di depan restoran. Sekretaris Kim membukakan pintu mobil, lalu memberikan jadwal dan dokumen bisnis Sung Tae ke Cina.


Cho Hong sudah menunggu kedatangan Sung Tae yang langsung menanyakan ke mana nenek. Cho Hong bilang nenek sudah tidur. “Istirahatlah dulu,” kata Cho Hong lalu pergi. Tapi Sung Tae menahan tangannya.


Sung Tae bertanya apakah ia melakukan kesalahan lagi. Cho Hong bilang tidak ada apa-apa, tapi Sung Tae tidak percaya. Sung Tae melihat sekeiling, lalu memeluk Cho Hong.


“Kau sudah gila? BAgaimana kalau ketahuan?” tanya Cho Hong was-was. Sung Tae memintanya diam. “Kenapa? Apa terjadi sesuatu?” Sung Tae menggeleng. “Lantas kenapa?” Sung Tae bilang ia hanya merindukan Cho “Hong. “Kalau begitu, tidak usah berpelukan.


“Jika dia tahu kau adalah penyihir, akankah dia tetap mencintaimu?” Cho Hong mengingat perkataan Hwa Ja siang tadi. Ia melepaskan pelukannya dengan tiba-tiba. Sung Tae terkejut.


Cho Hong bilang ia tidak enak badan. Ia menyuruh Sung Tae beristirahat, sedangkan ia sendiri masuk ke kamarnya.


“Kenapa dia sangat menggemaskan? Kenapa dia tampan? Kenapa dia bersikap hangat?! Dia hanya pria brengsek. Bajingan kasar dan sialan itu. Seberapa hebatnya dia? Kenapa dia sangat ramah sekarang?” omel Cho Hong.


Cho Hong menguatkan tekadnya. “Tidak boleh, Hwang Cho Hong. Kendalikan dirimu! Pokoknya tidak boleh! Jangan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya! Pria itu bukan pria yang ditakdirkan untukmu.”

Cho Hong mengingat ciuman-ciumannya bersama Sung Tae.


“Astaga…” ujarnya sambil menjatuhkan dirinya ke kasur. “Kenapa dia juga sangat pandai berciuman?” Cho Hong buru-buru bangun saat mendengar suara pintu dibuka. Ia merapikan rambut dan bajunya.


Sung Tae bertanya apakah Cho Hong sungguh tidak apa-apa. Cho Hong mengiyakan dengan gugup. “Tidak apa-apa bagaimana? Wajahmu sangat merah. Tunggu,” kata Sung Tae.


Sung Tae mengecek suhu tubuh Cho Hong dan menduganya demam. Ia mengajaknya memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Cho Hong bilang ia hanya sedikit demam dan akan membaik setelah tidur.


Sung Tae bilang seharusnya Cho Hong bilang saja sakit. Ia mengira Cho Hong demam karena kemarin masuk UGD, tapi tadi sudah harus mengantar sup nasi lagi. “Bukan karena itu,” kata Cho Hong. Sung Tae memeluknya lagi.


“Apa kau selalu menahannya seperti ini sejak kecil?” tanya Sung Tae. Cho Hong tidak mengerti. “Sekarang ada aku, jadi jangan menahannya. Aku tidak mau kau sakit.”


Cho Hong berusaha mengatakan bukan itu yang terjadi, tapi bingung harus mengatakan apa. Ia terkejut saat mendengar suara Aeng Doo, “Cho Hong… apa kau punya semprotan nyamuk di kamarmu?”


Saking paniknya, Cho Hong tidak sengaja mendorong Sung Tae hingga terjatuh ke lantai.


Aeng Doo membuka pintu dan Cho Hong sudah siap dengan semprotan nyamuknya. Ia bertanya suara apa tadi. “Suara? Suara apa? Aku tidak mendengar apa-apa,” kata Cho Hong pura-pura tidak mengerti.


Aeng Doo: “Sungguh? Aku mendengar sesuatu jatuh.”
Cho Hong: “Nenek, kau sedang mencari semprotan nyamuk, bukan? Ini, gunakan semuanya. Tidak perlu mengembalikannya, jadi semprot saja kamar nenek dan langsung tidur.”


Cho Hong mendorong Aeng Doo keluar dan langsung menutup pintunya.


Sung Tae yang bersembunyi di belakang pintu, akhirnya bisa bernapas lega. Tiba-tiba, pintu terbuka lagi.


Aeng Doo bertanya apakah Sung Tae sudah pulang. Cho Hong yakin Sung Tae sudah ada di kamarnya. Aeng Doo akan membicarakan tentang ciuman, tapi Cho Hong menutup mulutnya dan bilang ia ingin istirahat. Ia mendorong Aeng Doo keluar.


Cho Hong merasa tidak enak, sedangkan Sung Tae hanya geleng-geleng saja.


Keesokan harinya, Sekretaris Kim datang sambil membawa dua orang dan mempersilakan mereka masuk.


Nenek dan Aeng Doo menengok keluar, karena mendengar suara pintu depan terbuka. “Dokter, silakan lewat sini,” kata Sekretaris Kim.


Karena penasaran, nenek dan Aeng Doo mengikuti mereka ke lantai atas. Mereka melihat dokter sedang memeriksa Cho Hong.


Nenek bertanya pada Sekretaris Kim tentang apa yang sedang terjadi. Sekretaris Kim bilang Cho Hong demam, jadi direkturnya meminta dokter untuk memeriksa. Aeng Doo bilang pemeriksaan apa. “Aku juga tidak terlalu paham, tapi itu bisa menular,” kata Sekretaris Kim.


“Menular?!” tanya nenek dan Aeng Doo bersamaan.
Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: DramaX
Supported by: sinopsis-tamura.blogspot.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Witch's Love Episode 8 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Witch's Love Episode 8 Part 3

Comments


EmoticonEmoticon