1/09/2019

SINOPSIS The Crowned Clown Episode 1 PART 2

SINOPSIS The Crowned Clown Episode 1 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Crowned Clown Episode 1 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Crowned Clown Episode 1 Part 3

Meski masih sangat kecil, Pangeran Yul dimasukkan kedalam sel tahanan…


Tak sengaja, dia melihat rombongan Lee Hun yg berjalan melewati area tahanan, maka Yul hendak berlari menghampirinya. Tetapi penjaga menghadangnya..


Yul menyuruh penjaga menurunkan senjata, lalu dia berjalan menghapiri Yul yg lansgung memeluknya erat seraya bertanya: “Kak, kenapa lama sekali? Kakak tahu berapa lama aku menunggu?”


Hun duduk dihadapannya, memegang pundaknya.. lalu berkata: “Dengarkan kakak. Untuk sementara, kakak harus mengirimmu ke suatu tempat. Jaga sikapmu dan tunggu di sana. Kakak akan segera menjemputmu…”


Mendengarnya membaut Yul menangis, “Kakak sudah berjanji…” ucapnya sambil terisak. Kemudian sekawanan pengawal, menyeretnya pergi dan Hun tak mau meliriknya sakli pun..


Malam harinya.. terlihat Yul sedang makan dengan sangat lahap, ditemani seorang pria yg entah itu siapa karena kita hanya melihat bagian belakang tubuhnya.


Beberapa saat kemudian, pria itu pergi.. dan kita lihat Pangeran Yul telah tergeletak dalam kondisi mulur yg terus mengeluarkan darah (OMG? Dia diracun sapaaa????)


Hari-hari berikutnya… makin banyak orang dari keluarga Tuan besar Neungchang yg dihukum mati karena dianggap telah melakukan penghianatan.


Istana memberikan penghargaan pada Tuan Shin, yg dianggap telah menjadi pemimpin dalam memberantas penghianat di negeri ini. 

“Yang Mulia. Terima kasih atas kebaikan Anda!” teriaknya


Berpindah ke tempat hiburan.. pertunjukan telah usai, maka saatnya para pelakon melepas topengnya..


Sangat mengejutkan, karena pelakon utama ternayta memiliki wajah yg sangat mirip dengan Raja Lee-hun. Dapat dipastikan, mereka adalah orang berbeda.. dia bernama Ha-sun dan perangainya sangat ceria, berbeda drastis dengan Baginda Raja yg begitu arogan


Kehidupan Ha-sun sangat memilukan.. setelah menghibur banyak orang dengan bersusah payah, belum tentu dia mendapatkan bayaran yg setara. Bahkan, kali ini.. ia dan kawan-kawannya harus gigit jari karena tuan pemilik tempat tak ingin membayarnya. Meski kesal.. mereka tak bisa protes dan menuntut lebih. Alhasil. Mereka harus pergi menuju tempat lain.


Ditengah perjalanan… adiknya Ha-sun, Dal-rae mengeluh kelaparan. Maka dengan sigap, Ha-sun berlari menaiki pagar menuju halaman tempat penyimpanan bahan makanan. Dia ketuk kendinya satu persatu.. tapi karena hampir ketahuan, akhirnya dia pecahkan banyak kendi disana.


Kemudian, dia berlari kembali ke rombongannya sambil mengajak mereka untuk berlari juga… menghindari orang-rang yg mengejar mereka sambil teriak: “Hey! Pencuri!!!!!”


Beberapa saat kemduian, mereka berhasil lolos dan beristirahat di pinggir sungai dalam keadaan nafas yg terengah-engah. Ha-sun menunjukkan ikan yg berhasil dicurinya barusan yg rasanya sangat nikmat..


Mereka semua memakannya dengan lahat. Tapi tiba-tiba, Gab-soo terdiam dan lansgung membentak Ha-sun: “Kamu memecahkan kendi! Berapa banyak?”

“Itu... Ada banyak sekali kendi. Aku memecahkan banyak kendi, tapi tidak bisa menemukan makanan.”

“Lantas? Kamu memecahkan semuanya?”

“Rasanya sungguh menyenangkan…”

“Tamatlah riwayat kita. Kamu membuat Dewa Tujuh Bintang marah. Tuan akan memerintahkan agar kita dibunuh.”

“Tidak masalah jika kita mati!”

“Bodoh! Kamu bosan menjadi badut? Rumor akan menyebar. Apa rencanamu? Di mana kita akan tampil?”


Has-sun berkata: “Gab Soo. Kita bisa pindah ke tempat yang lebih besar.”

“Tempat yang lebih besar apanya. Badut hidup jika kita berhasil dan mati jika kita gagal!”

“Jika tidak bisa tampil di sini, mari pindah ke tempat lebih besar. Tempat yang lebih besar... Hanyang.”

“Hanyang? Astaga. Jangan bertanya kepadaku. Perjalanannya butuh berbulan-bulan!”

“Kita tidak punya rumah atau barang. Apa masalahnya?”


Bermodalkan nekat.. rombongan mereka melakukan perjalanan yg sangat jauh dengan berjalan kaki. Siang beganti malam.. begitu pun sebaliknya… Namun Ha-sun tetap semangat, seolah tak merasa lelah sedikit pun.


Dal-rae kelalahan, dia duduk dan berkata: “Aku tidak sanggup berjalan…”

Ha-sun hanya tersenyum, “Naiklah ke punggung kakak…” ucapnya yg kemudian menggendong sang adik, demi melanjutkan perjalanannya.


Meski masih jauh, namun secerca harapan telah ada didepan mata, karena akhirnya terlihat pemukiman Hanyang dibawah bukit ini…

Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Crowned Clown Episode 1 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Crowned Clown Episode 1 Part 3

Comments


EmoticonEmoticon