1/11/2019

SINOPSIS The Crowned Clown Episode 2 PART 4

SINOPSIS The Crowned Clown Episode 2 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Crowned Clown Episode 2 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Crowned Clown Episode 2 Part 5

Dal-rae terus menangis, mempertanyakan keberadaan kakaknya yg tak kunjung kembali, atau bahkan memberi kabar apa pun.


Tangisannya membuat gisaeng lain merasa kesal, karena suaranya yg sangat mengganggu dan bisa membuat para pelanggannya kabur. Gab-soo meminta maaf pada gisaeng itu, dan sebagai ganti.. ia akan mencarikan kayu bakar untuknya.


Won-shim berusaha menenangkan Dal-rae dengan berkrata: “Tenanglah.. aku akan mencari tahu apa yg terjadi pada kakakmu…”


Yi-kyeom datang ketika Dal-rae meninggalkan kamar Won-shim. Kali ini, dia lansgung bertanya pada Won-shim: “siapa gadis itu?”

“Itu adalah Dal Rae. Dia bepergian bersama badut…”

“siapapun dia, dia tinggal disini…”

“Maafkan aku, tapi dia tidak melayani pria.”


“Aku tidak bisa memilikinya? kalau begitu, sampai jumpa!” ujar Yi-kyeom dengan ekspresi yg sangat geram


Seorang pelayan mendengarnya dan ia memanfaatkan kesempatan ini untuk keuntungannya.


Dia menghampiri Yi-kyeom dan bilang: “Tuan. haruskah aku memanggil Dal Rae untukmu? Jika kamu memberiku uang, aku akan membawanya ke rumahmu…”

Yi-kyeom lantas memberinya sejumlah koin, dan dengan semangat pria itu berkata: “dia akan segera tiba disana….”


Esok paginya.. kita melihat Ha-sun yg tengah sibuk memungut kacang-kacangan yg berjatuhan di halaman istana.

Kasim Jo bertanya: “Yang Mulia. mau anda apakan kacang hazel itu?”

“Itu hadiah untuk adikku Dal Rae.”


“Jika kamu memintanya, aku bisa mengambil yang lebih baik untukmu. Apa bagusnya itu...”

“Ini dari istana tempat tinggal raja. Itu sudah cukup…”


Ha-sun melihat dua orang pengawal yg berdiri di sebrag tempatnya berada, “apa yang ada disebelah sana?” tanyanya

“Itu adalah gerbang belakang yang digunakan oleh pelayan…”


Kemudian, Ha-sun meirik jembatan dimana Ratu dan para dayngnya tengah bekumpul. Dia bertanya lagi pada Kaim Jo, “apa yang mereka lakukan disana?”

“Itu adalah tempat dimana para dayang membuat permohonan. dahulu kala, salah satu dayang raja... melempar kerikil kedalam sana sambil berdoa meminta seorang putra. menurut legenda dia melahirkan anak raja…” jelas Kasim Jo


Namun Ha-sun melihat ekspresi Ratu yg sangat datar, dan hanya diam tak melakukan apa pun disana, “kenapa Ratu tidak membuat permohonan?” tanyanya

“Dia punya reputasi untuk dijaga. Bagaimana bisa dia melakukan apa yang dilakukan oleh dayang rendahan..” jawab Kasim Jo


Para dayang memberitahukan kehadiran Raja pada Ratu Yoo. Lantas kemudian, Ratu Yoo berjalan menghampiri Raja..


Ha-sun membuka obrolan dengan bertanya: “apakah aku mengganggumu?”

“Tidak. Aku memang dalam perjalanan untuk menemuimu. Berkatmu, aku bisa mengantar Ayahku pergi…”

“Itu hanya... kamu tidak perlu berterima kasih padaku…”


Ha-sun meminta Ratu mengulurkan tangannya, kemudian menaruh dua biji kacang disana, “kamu ingin membuat permohonan, tapi kamu tidak bisa melakukannya karena kamu ingin menjaga reputasimu. Jika kamu memecahkan kacang hazel itu, itu akan mengejutkan goblin yang melindungi rumah... dan mengabulkan permohonanmu. Pecahkan satu... saat kamu sendirian dan buatlah permohonan…” jelasnya 


Meski tadi tak berkomentar apa pun tai nampaknya.. kacang itu cukup berarti untuk Ratu Yoo…


Kye-hwan mendapatkan tugas untuk mengantarkan cemilan malam Raja lagi. 


Namun seorang sayang misterius.. sengaja menuangkan bubuk racun kedalamnya,


Kye-hwan mengantar cemilan tersebut ke ruangan Raja dan Ha-sun hampir memakannya, tetapi ia penasaran dan bertanya: “Bagaimana kamu bisa bekerja disini?”

“Begini... maafkan aku mengatakannya... itu karena Ayahku tidak bisa membayar pajak..”

“Pajak? apa hubungannya itu dengan kamu bekerja disini? katakan padaku pelan-pelan…”


Dal-rae berhasil dibohongi oleh si pelayan licik, yg mengatakan bahwa dia mengetahui keberadaan Ha-sun dan meminta Dal-rae untuk ikut dengannya.


Beberapa saat… Dal-rae menunggu sendirian dalam gudang yg cukup gelap. Hingga akhirnya pintu terbuka.. Dal-rae mengira itu kakanya, tapi berulang kali ditanya.. pria itu tak menjawab dan terus berjalan menghampirinya..

Dal-rae sangat ketakutan.. hingga dia terjatuh ke lantai. Yang terjadi berikutnya? Pastilah hal yg sangat mengerikan, karena kita hanya mendengar suara jeritannya, meronta meminta pertolongan…


Sementara dalam istana, Ha-sun hampir menangis mendengar cerita Kye-hwan yg dijual ayahnya demi melunasi utang-utang keluarga,

“itu pasti sangat berat untukmu….”

“walaupun begitu, aku tidak membenci Ayahku. termasuk adik yang setahun lebih muda dariku, aku punya 6 saudara termasuk bayi yang baru lahir. dia bisa mengurangi satu mulut untuk diberi makan, dan aku bisa membayar kembali hutangnya. aku anggap kami cukup beruntung…”

“Aku tidak percaya. aku sangat bangga padamu…”

“Aku tidak percaya memberitahumu semua hal itu. itu pasti mengganggumu.”


“Orang-orang yang berpikiran gila... adalah hakim wilayah dan lintah darat. Berani sekali mereka menyengsarakan hidup orang miskin dinegara ini? dasar bajingan egois…” komen Ha-sun yg kemudian meminta Kye-hwan untuk mencicip cemilannya


Dengan senang hati, Hye-wan menakannya, apalagi Ha-sun sangat perhatian padanya: “Kunyah pelan-pelan supaya kamu tidak tersedak…”

Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Crowned Clown Episode 2 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Crowned Clown Episode 2 Part 5

Comments


EmoticonEmoticon