1/21/2019

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 16 PART 1

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 16 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 15 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 16 Part 2


Karena tidak ada yang membuka pintu, Seon Ho meminta bantuan resepsionis untuk membuka pintunya. “Terima kasih,” kata Seon Ho saat pintu berhasil terbuka. Ia langsung masuk ke dalam.


Seon Ho menemukan ruangan yang berantakan dan sangat mengkhawatirkan Jin Woo. Ia menyusuri kamar dan terlihat sangat terkejut.


“Profesor..” panggil Seon Ho. Ia mendekat dan mendapai Profesor Cha sudah tewas di lantai kamar mandi. Ia syok.


Resepsionis masuk dan terkejut melihat barang-barang yang berantakan. Ia berjalan menuju kamar.




“Semua baik-baik saja?” tanya resepsionis itu. Seon Ho menyuruhnya memanggil ambulance. Resepsionis itu sangat terkejut ketika melihat ada orang yang terbaring di lantai. “Apa dia sudah mati?” 


“Tolong panggil ambulance saja,” ulang Seon Ho. Resepsionis itu mengerti dan langsung pergi. Seon Ho menangis dan terlalu lemas untuk melakukan sesuatu.


Tidak lama kemudian, mobil ambulance datang. Para tamu yang ada di luar mulai heboh.


Petugas ambulance bersiap memeriksa jasad Profesor Cha dan Polisi sudah menanyai manajer hotel dan saksi-saksi lainnya. Seon Ho hanya bisa duduk termangu.


Sekretaris Seon Ho datang dan memberitahu kalau Direktur Oh menelepon karena ada hal yang penting. Walaupun enggan, ia harus menjawab telepon itu.


Direktur Oh menanyakan kematian Profesor Cha. Ia bertanya bagaimana kejadiannya. Seon Ho bertanya apa masalah pentingnya. “Itu… Masalahnya, ada yang tidak kulaporkan padamu. Ah… seharusnya kulaporkan,” kata Direktur Oh.


Seon Ho kesal karena masih ada saja hal yang tidak ia ketahui. “Profesor Cha meneleponku semalam dan minta menyalakan server. Katanya dia perlu mengetas game di hotel,” kata Direktur Oh. Seon Ho terkejut dan bertanya apa maksudnya.


Seon Ho kemudian berlari, tapi sekretarisnya menghentikannya karena Polisi ingin bicara dengan Seon Ho. “Aku akan bicara nanti. Bereskan masalah di sini,” kata Seon Ho lalu pergi.


Direktur Oh: “Profesor Cha minta menyalakan server selama 10 menit. Aku melakukan yang diminta, tapi kemudian aku mendapat telepon dari Direktur Yoo.”


Jin Woo menghubungi Direktur Oh saat Profesor Cha sudah tewas. Ia menggunakan ponsel Profesor Cha. Direktur Oh bilang ia tadi menelepon untuk mengecek, tapi tidak diangkat.


“Apa tesnya lancar?” tanya Direktur Oh. Jin Woo bicara. “Direktur Yoo? AKu tidak tahu kau bersama Profesor Cha. Ya, aku sudah mematikan servernya. Tidak, dia memintaku tidak melapor pada Direktur Park. Apa? Nyalakan lagi?”


Jin Woo bilang ada hal yang belum ia selesaikan. Ia menutup teleponnya, lalu menatap jasad Profesor Cha.


“Jin Woo memintamu melakukan itu?” tanya Seon Ho. Direktur Oh mengiyakan. “Kapan itu?”


“Selama 1 jam, dari pukul 7 hingga pukul 8. Ada apa, Direktur? Bagaimana Profesor Cha tewas?”


See Joo bilang ia menunggu ada orang yang menyelesaikan misi. Ia bertanya siapa yang melakukannya. “Kau…tidak tahu?” tanya Hee Joo. See Joo menggeleng. “Kau tidak tahu di mana dia?” See Joo memberikan jawaban yang sama.


Hee Joo syok, tapi ia berusaha menyembunyikannya.


Hee Joo lalu menyuruh See Joo mandi, lalu turun ke bawah. “Siapa dia? Siapa yang menyelesaikan misi?” tanya See Joo. Hee Joo menatapnya. “Katakan.”


Hee Joo: “Yoo Jin Woo.” 
See Joo: “Yoo Jin Woo? Yoo Jin Woo menyelesaikan misi? Dia memainkan game-ku? Aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya.”
Hee Joo: “Kau memintanya datang ke Granada. Kudengar kau meneleponnya. Dia datang ke tempat kita setelah itu.”


“Dia datang setelah kutelepon?” tanya See Joo. Hee Joo mengiyakan dengan wajah yang sedih. “Apa yang terjadi?”


“Apa yang terjadi?” gumam Hee Joo lalu mengingat pertemuannya dulu dengan Jin Woo.


Hee Joo mengingat saat Jin Woo mengomelinya karena merasa tidak dilayani dengan baik sebagai tamu hostel.


 Ia juga ingat saat menuduh Jin Woo memakai sepatu dan jam tangan palsu.


Ia sangat senang saat sudah menerima uang pembelian hostel dari Jin Woo.


Tapi semuanya mulai berubah saat Jin Woo terjatuh dari lantai 6 Hostel Bonita.


Ia juga ingat saat Jin Woo yang sedang sakit melarangnya pergi dan memintanya tetap bersamanya.


Tapi ia juga tidak bisa melupakan betapa sedihnya ia ketika berpisah dengan Jin Woo yang pergi tanpa berpamitan.


Dan ketika akhirnya mereka bertemu lagi setahun kemudian.


Jin Woo terlihat di depan rumah Hee Joo.


Hee Joo mengingat saat ia bilang bisa menjadi pacar Jin Woo, jika Jin Woo mau merayakan ulang tahun bersamanya.


Ciuman pertama mereka.


Ciuman kedua mereka dan janji Jin Woo bahwa semuanya akan beres dan datang padanya keesokan harinya pagi-pagi sekali.


“Kau ingin tahu apa yang terjadi saat kau tidak ada?” isak Hee Joo. See Joo bingung karena Hee Joo malah menangis. “Jangan hiraukan.”


See Joo terus memperhatikan kakaknya.


Direktur Oh: “Direktur Yoo bilang ada urusan yang belum selesai. Tapi aku tidak yakin mengerti maksudnya.


Jin Woo kembali ke tempat ibadah tempatnya bertemu Emma terakhir kali dan server dinyalakan kembali.


Petir dan kilat mulai menyambar.


Hyeong Seok muncul. Jin Woo meletakkan tongkatnya dan berjalan menghampiri Hyeong Seok tanpa pincang. Jin Woo membuka Kunci Surga.


Ia menusukkan kunci itu ke dada Hyeong Seok. Penghapusan sekutu dimulai. Hyeong Seok menjatuhkan pedangnya.


Seon Ho berlari masuk ke ruang ibadah utama dan hanya menemukan tongkat Jin Woo. Ia melihat sekeliling, tapi tidak ada siapapun di sana.


Seon Ho log in ke dalam game. Ternyata selama ini ia sudah masuk ke dalam game. Ia log in untuk yang ke-145. Ia berjalan dan mendapat informasi ‘Kau Menemukan Sisa-Sisa Sekutu 1’.


Sisa berupa pasir itu berasal dari Hyeong Seok.


Jin Woo mendapat pemberitahuan bahwa 1 sekutu berhasil dihapus.


Seon Ho yang log in sebagai Sun mendapat informasi ‘Sekutu 1: DR. Cha. Muncuk 395 Hari Lalu. Dihapus 17 Jam Lalu’. 


Ia terkejut saat melihat sisa pasir lagi tidak jauh dari tempatnya berada.


Selain menghadapi Hyeong Seok, semalam juga Jin Woo menghadapi beberapa musuh lain, lalu sekutu lainnya muncul.


Profesor Cha yang tewas di level 1 tanpa senjata hanya berdiri menatap Jin Woo. Jin Woo menghampirinya dan mereka saling bertatapan. Jin Woo terlihat sedih.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 15 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 16 Part 2

Comments


EmoticonEmoticon