1/22/2019

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 16 PART 3

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 16 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 16 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 16 Part 4

Setelah kejadian itu, Seon Ho banyak melamun.


‘Jin Woo… Ini aku. Aku mengirimimu email ini dengan harapan mungkin kau membacanya,’ ketik Seon Ho di laptopnya.


Terlihat sebuah mobil mewah dengan tulisan ‘Beristirahatlah dengan Tenang’.


‘Ini hari terakhir pemakaman Profesor Cha.’


‘Polisi menutup investigasi karena tidak bisa menemukan bukti pembunuhan.’



‘Semua catatan di-reset, jadi tidak ada bukti game yang terkait dengan kematian orang-orang,’ lanjut Seon Ho di emailnya.


Yang Joo mengarahkan para stafnya agar memeriksa firewall.


‘Tidak ada yang tahu kenapa game-nya di-reset. Dan aku jelas tidak bisa beri tahu siapapun.’


‘Satu tahun kerja keras menjadi sia-sia. Namun, kami tidak perlu lagi menghadapi masalah yang tidak kunjung usai.’


‘Aku sedang merenungkan antara memulai semuanya lagi atau berhenti di sini. Jika kau di posisiku, apa yang akan kau perbuat?’


“Aku bahkan tidak tahu harus bicara dengan siapa soal ini.’


‘Jin Woo… ini aku,’ tulis Seon Ho di email lainnya.


Petir dan kilat menyambar saat Seon Ho masuk ke sebuah kamar dan akan keluar lagi karena tidak ada siapapun di sana. Tapi kemudian ia melihat sebuah pakaian terjepit pintu lemari. “Jung See Joo,” panggil Seon Ho seraya mendekat dan membuka pintunya.


See Joo tampak ketakutan dan berusaha menyembunyikan wajahnya. “Kau See Joo? Sedang apa kau di sana?” tanya Seon Ho.


‘Hari ini akhirnya aku bertemu dengan anak yang kau cari, Jung See Joo.’


Seon Ho: “Senang bertemu denganmu. Aku dari J One.”
See Joo: “Tutup pintunya. Kukira semua sudah berakhir. Tapi semua dimulai lagi.”
Seon Ho: “Apanya?”


“Petir dan kilat. Ini terjadi lagi,” isak See Joo dengan tubuh gemetar. Ia akan menutup pintu lemarinya, tapi Seon Ho menahannya dan membukanya lagi.


“Di luar sedang hujan. Ini hujan sungguhan. Petir dan kilatnya juga sungguhan. Ini bukan game. Sekutunya tidak ada lagi. Semua sudah pergi,” kata Seon Ho.


‘Tampaknya See Joo akan butuh psikoterapi.’


Seon Ho keluar dari kamar See Joo dan Sang Beom sudah menunggunya. Sang Beom bilang kondisi See Joo sedang tidak baik. “Ya. Aku akan datang lagi nanti. Terima kasih,” kata Seon Ho.


See Joo tiba-tiba menyusulnya dan bertanya, “Kau kenal Yoo Jin Woo?” Seon Ho menatapnya. “Katamu kau dari J One.” Seon Ho tersenyum dan bilang ia kenal baik dengan Jin Woo.


“Dia… mungkin sudah mati,” kata See Joo. Sang Beom bertanya apa maksudnya. “Dia mungkin dihapus setelah tertusuk pisau Emma. Aku sungguh tidak tahu orang-orang akan mati. Jika aku tahu, aku tidak akan menelepon Direktur Yoo. Aku tidak akan mengiriminya misi atau meminta bantuannya.”


“Aku bahkan tidak tahu hubungan Noona dengan Direktur Yoo. Aku memberitahu semua padanya,” kata See Joo mulai menangis. Seon Ho terkejut karena See Joo memberitahu semuanya pada Hee Joo. See Joo mengangguk.


“Kau mengatakan padanya bahwa Emma membunuh Jin Woo?” tanya Seon Ho khawatir. See Joo menghapus air matanya dan mengangguk. “Di mana kakakmu?”


‘Dan untuk Nona Jung…”


Hee Joo pergi ke ruang ibadah dan menatap lantai tempat pasir putih sisa Zinu ditemukan. Ia mengingat ceritanya sendiri pada Jin Woo tentang Legenda Gerbang Keadilan.


Hee Joo memberitahu Jin Woo tentang adanya hari dimana Kunci Surga bertemu tangan Fatimah, maka gerbang akan dibuka dan istana akan runtuh.


“Aku hanya perlu melakukan peranku,” kata Jin Woo setelah mendengar cerita itu.


“JIka dia juga sekutu, dia pasti sudah mati di tangan Emma,” kata See Joo. Hee Joo tidak mengerti. “Emma membunuhnya dengan Kunci Surga.” Mata Hee Joo mulai berkaca-kaca. “Begitulah kuprogram game-nya.”


“Tiap kali Emma melihat sekutu, kubuat dia menusuk jantung dan membunuhnya.


“Apa yang kulakukan?” gumam Hee Joo sedih. “Ini tidak benar, kan? Ini tidak terjadi, kan? Itu tidak mungkin. Di mana kau? Di mana kau? Jawab aku! Di mana kau? Katamu akan datang di pagi hari. Katamu kau akan datang di pagi hari. Di mana kau?!”


Hee Joo terduduk lemas dan menangis sejadi-jadinya. “Di mana kau?”


Sang Beom menyusul ke tempat ibadah dan menemukan Hee Joo dalam keadaan pingsan.


Di rumah, nenek sangat khawatir dan bertanya apa yang terjadi pada Hee Joo.


Keesokan paginya, Hee Joo bangun. Ia melepaskan infusnya dan pergi ke luar.


Ia ternyata datang ke tempat ibadah lagi, tapi dalam keadaan yang lebih tenang, Ia pergi ke lantai yang sama lagi dan berjongkok di sana.


Ia menyentuh lantai tempat sisa Zinu terakhir kali berada. Ia menangis lagi.


Di hari-hari lainnya, Hee Joo juga terus melakukan hal yang sama. Ia melihat sekeliling dengan harapan Jin Woo akan muncul. Ia selalu berdoa untuk Jin Woo.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 16 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 16 Part 4

2 komentar

  1. baru setengahnya ini, lanjutin dong, semangat

    BalasHapus
  2. baru setengahnya ini, lanjutin dong, semangat

    BalasHapus


EmoticonEmoticon