1/09/2019

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 12 PART 1

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 12 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 11 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 12 Part 2

“Buktikan. Buktikan, bahwa kau percaya kepadaku,” kata Jin Woo. Hee Joo bertanya bagaimana cara membuktikannya. “Kau tidak tahu cara membuktikannya?”

Jin Woo menjatuhkan tongkatnya dan mencium Hee Joo. Hee Joo balas menciumnya dan menjatuhkan payungnya.


Terlihat sebuah kotak berhias di atas meja.


Nenek terbangun karena mendengar suara pintu. “Itu kau, Hee Joo?” tanyanya. Hee Joo mengiyakan dan terpaksa menghampiri nenek. “Kenapa lama sekali? Katanya kau akan pulang beberapa jam yang lalu.”


“Kubilang nenek tidur saja,” kata Hee Joo. Nenek bilang mereka menunggu berjam-jam agar bisa memotong cake ulang tahun Hee Joo bersama-sama, tapi akhirnya Min Joo menyerah dan tidur. Nenek bertanya Hee Joo bersama siapa. “Hanya teman-temanku.”


“Teman yang mana?” tanya nenek heran. “Bahkan Sang Beom tadi mencarimu.”


Hee Joo bilang ia bersama teman-teman sekolahnya dulu dan Sang Beom tidak mengenal mereka. Nenek bertanya kenapa Hee Joo basah kuyup. “Ya, tiba-tiba hujan,” kata Hee Joo lalu menyuruh neneknya tidur.


Nenek bertanya bagaimana dengan cake-nya. Hee Joo bilang karena Min Joo sudah tidur, maka cake-nya akan dipotong besok saja. Ia lalu pergi ke kamarnya. Nenek mengomel karena seharusnya sejak tadi ia menyimpan cake-nya ke dalam kulkas.


Hee Joo merasa kedinginan. Ia lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Jin Woo agar mengabarinya jika sudah sampai hotel.


Hee Joo lalu mandi.


Hee Joo gelisah karena Jin Woo tidak juga memberikan kabar padanya.


Sampai jam 2 dini hari, Hee Joo masih belum tidur. Ia lalu mengirim pesan pada Jin Woo, ‘Kau sudah sampai di hotel? Kau sudah tidur?’


1 jam berlalu dan masih tidak ada kabar. Ia memutuskan untuk meneleponnya.


Ponsel Jin Woo ada di kamar hotel. Karena tidak tersambung, Hee Joo mencoba menghubunginya lagi, tapi tetap tidak ada jawaban. Hee Joo mengambil kunci mobil dan memakai jaketnya.


Ia berlari menuju mobilnya, tapi terkejut karena mobil Jin woo ternyata masih ada di depan rumahnya.


“Kenapa kau keluar?” tanya Jin Woo yang masih terjaga. Hee Joo diam kebingungan. “Mau ke mana selarut ini?” Hee Joo bilang ia mau pergi ke hotel karena Jin Woo tidak bisa dihubungi. Ia bertanya apa yang Jin Woo lakukan di sana.


“Hanya bersantai,” kata Jin Woo. Hee Joo mengira Jin Woo sudah pergi sejak tadi. “Aku tidak ingin kembali sendirian. Aku tidak ingin kembali ke hotel malam ini.” Hee Joo bilang seharusnya Jin Woo meneleponnya. “Aku pergi.”


“Tidur saja di sini,” kata Hee Joo membuat Jin Woo terkejut. “Tidur di sini saja. Kau bisa tidur di studio.” Jin Woo menyebut itu terlalu cepat karena hubungan mereka baru beberapa jam. “Aku cemas, tidak bisa membiarkan kau pergi sendiri.”


Jin Woo bertanya apa dia masih anak-anak. Hee Joo bilang akan lebih mudah jika begitu karena ia bisa menghukum Jin Woo. Jin Woo menyuruhnya masuk ke mobil agar bisa bersantai selama 10 menit.


Jin Woo heran karena Hee Joo malah duduk di belakang. Ternyata Hee Joo mengambil kunci mobil Jin Woo dan keluar lagi. Ia bilang jika Jin Woo pergi seperti ini, maka ia tidak akan bisa tidur.


“Dengarkan aku. Kau mentraktir murah dan tidak memberiku hadiah ulang tahun, jadi setidaknya dengarkan aku jika kau punya hati,” kata Hee Joo. Mereka tersenyum.


Tidak lama kemudian, Hee Joo sudah berada di kamarnya tapi ia masih terlihat gelisah. Akhirnya ia turun dari kasunya.


Jin Woo berbaring di kursi studio. “Ya?” katanya saat mendengar pintu diketuk. Hee Joo membuka pintunya.


“Kau masih bangun?” tanya Hee Joo. Jin Woo bilang ia tidak bisa tidur. “Sama.” Jin Woo mengajaknya masuk.


Hee Joo lalu duduk di samping Jin Woo dan menebak kursinya tidak nyaman. Jin Woo sependapat dan menambahkan kalau di sana agak berbau. Hee Joo bilang semua dari amplas kayu sambil menghalau nyamuk. 


Jin Woo bilang tenggorokannya sudah sakit dan lebih nyaman tidur di mobil daripada di sana. Ia juga bilang kalau menjadi pacar Hee Joo agak merepotkan.


Hee Joo cemberut. Jin Woo bertanya apakah dia marah. “Tidak bisakah bilang ini tidak apa dan kau nyaman di sini?” kata Hee Joo. Jin Woo bilang tengorokannya sakit dan punggungnya nyeri, tapi ia tidak beranjak dari sofa karena ia adalah pacar Hee Joo.


Jin Woo: “Bukankah itu yang penting?”
Hee Joo: “Direktur, kau orang yang aneh.”
Jin Woo: “Sudah kubilang, aku bukan direktur. Panggil yang lain saja”


Hee Joo bertanya apa panggilannya dan Jin Woo bilang apa saja boleh. “Ahjusshi?” tanya Hee Joo. Jin Woo terkejut. “Ahjusshi cocok untukmu. Maksudku, kau sudah tua.” Jin Woo tersentak. “Kurasa kau suka. Aku akan memanggilmu ‘ahjusshi’ mulai sekarang.”


Jin Woo bilang baru beberapa jam saja, tapi Hee Joo sudah ingin kendali. Ia mencemaskan masa depannya. Hee Joo tersenyum dan bilang panggilan ‘direktur’ yang terbaik. Ia lalu menawarkan teh. “Ya. Aku sulit tidur karena sudah tidak minum.” Hee Joo pergi untuk menyiapkan tehnya.


Hee Joo berhenti sejenak dan mengatakan bahwa saran Seon Ho agar Jin Woo pergi ke luar negeri untuk sementara adalah saran yang baik. Jin Woo menolak. “Bagaimana jika kau terbang besok dan pergi saja?” kata Hee Joo. Jin Woo tetap menolak. Hee Joo khawatir apa yang akan terjadi pada Jin Woo nantinya.


“Aku tidak akan pergi, apapun yang terjadi,” kata Jin Woo. Hee Joo menyerah dan menutup pintunya.


Saat sedang menuangkan teh, Min Joo datang karena ingin ke kamar mandi dan bertanya apa yang sedang Hee Joo lakukan. “Ada apa? 2 cangkir?” goda Min Joo dan berlari.


Hee Joo menangkapnya dan menyuruhnya diam agar nenek tidak terbangun. “Ini Ahjusshi Yoo, kan?” goda Min Joo. Hee Joo membawanya menjauh. “Oh, daebak…”


Jin Woo mengingat percapakannya dengan Seon Ho sebelumnya. Ia merasa sudah terlalu banyak merusak dirinya dan tidak ada hal lebih buruk yang bisa terjadi.


Seon Ho sangat mencemaskan Jin Woo karena ia menduga akhirnya akan lebih buruk dari sekarang. “Jika investigasi pembunuhan dilakukan, kau mungkin targetnya. Profesor Cha mengincarmu. Kurasa Profesor Cha akan menyingkirkan Su Jin. Aku yakin dia ingin merampas warisan Hyeong Seok. Tapi aku sungguh cemas dia memakainya untuk menjatuhkanmu. Baru saja Profesor Cha bertemu Yoo Ra. Untuk apa mereka bertemu?” kata Seon Ho.


Petir dan kilat menyambar. Hyeong Seok pun muncul.


Seon Ho: “Aku sungguh tidak ingin melihat nama temanku di berita sebagai tersangka pembunuhan temanku yang lain. Inikah sebabnya kita mendirikan perusahaan?”


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 11 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 12 Part 2

Comments


EmoticonEmoticon