1/14/2019

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 14 PART 2

SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 14 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 14 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 14 Part 3

Seon Ho berjalan keluar villa dengan lemas dan syok


“Kita pergi, Pak?” tanya supirnya. Seon Ho menolak, lalu mengambil ponselnya. Jin Woo menjawab telepon darinya.


“Di mana kau?” tanya Seon Ho.


Jin Woo bertanya kenapa Seon Ho menanyakan itu. “Kau tidak tahu? Sepertinya Yoo Ra membuat masalah. Kurasa dia baru ke Kantor Polisi dan melontarkan omong kosong! Dia bilang kau membunuh Hyeong Seok dan kau mengaku padanya,” kata Seon Ho panik.


Seon Ho bilang Profesor Cha tidak bisa mencegah hal itu. Ia bilang tida tahu detail kesaksian Yoo Ra, tapi ia dengar itu cukup untuk menangkap Jin Woo tanpa surat perintah.


Jin Woo melihat para Polisi yang berjaga di belakangnya. Seon Ho mengajaknya bertemu, tapi jangan di hotel. “Mereka sudah di sini,” kata Jin Woo. Seon Ho terkejut.


Jin Woo kembali ke restoran dan melihat Polisi sedang menanyai Hee Joo tentang keberadaan Jin Woo karena terlihat bersama dalam foto di media social.


Hee Joo bertanya ada masalah apa. “Ke mana dia pergi?” tanya Detektif Park tidak mempedulikan keheranan Hee Joo. Melihat Hee Joo kebingungan, Jin Woo memutuskan melarikan diri. Ia berlari dan membuat suara berisik saat membuka pintu. Polisi mendengar dan mengejarnya.


“Tangkap dia! Kejar dia!” kata Detektif Park sambil berlari bersama rekan-rekannya.


Hee Joo berusaha menyusul, tapi Jin Woo sudah tidak terlihat, apalagi sebagian Polisi mengejar dengan menggunakan mobil.


Jin Woo melarikan diri ke gang yang kecil dan gelap.


Para Polisi kehilangan jejaknya. Detektif Park memerintahkan agar mereka berpencar mencari Jin Woo.


Lepas dari Polisi, Jin Woo malah berhadapan dengan Prajurit Pelarian, tapi ia berhasil mengalahkannya dengan mudah. Tidak lama kemudian, ia berbaur dengan banyak orang dan menerima telepon dari Hee Joo.


“Halo? Di mana kau? Ada apa?” tanya Hee Joo khawatir. Jin Woo menyuruhnya pulang karena Polisi pasti akan mulai mengganggu Hee Joo. “Kenapa? Kenapa mereka mencarimu?” Jin Woo bilang ia akan menjelaskannya nanti dan Hee Joo harus pulang dulu.


Belum selesai Jin Woo bicara, seorang Sniper menembaknya hingga ponselnya terlempar.


“Halo? Halo?” Hee Joo semakin khawatir. “Ada apa?” Sambungannya terputus. Hee Joo bergegas pergi, tetapi pelayan restoran memanggilnya.


“Apa kau ingin pergi? Kau belum bayar,” kata pelayan itu. Hee Joo tidak jadi mencari Jin Woo karena harus kembali masuk ke restoran untuk masuk membayar minumannya tadi bersama Jin Woo.


Jin Woo melihat ke atas gedung untuk mencari snipernya, lalu menembak asal-asalan ke atas. Ia lalu masuk ke dalam sebuah restoran dan berguling. “Ada apa denganmu? Kau baik-baik saja?” kata pemilik restoran karena melihat Jin Woo kesakitan. Jin Woo bangun dan bilang ia baik-baik saja.


Seorang pengunjung mengambil foto Jin Woo.


Jin Woo mendapat informasi bahwa musuh terlihat di luar restoran. Ia menodongkan pistolnya, tapi ternyata pelurunya habis.


Jin Woo mengeluarkan pistol lainnya dan ternyata pelurunya juga habis dan membutuhkan waktu 35 menit untuk mengisi ulang. Para pengunjung heran melihat tingkah Jin Woo.


Beberapa prajurit muncul seketika di dalam restoran. Jin Woo mengeluarkan pistolnya yang lebih besar, tapi ternyata pelurunya juga habis dan butuh waktu 28 menit untuk mengisi ulang.


Jin Woo mengeluarkan benda khusus dari Yang Joo yang bisa mengeluarkan api dan mengarahnya ke musuh. Ia berhasil mengalahkan mereka.


Semua orang semakin heran melihat tingkah Jin Woo yang aneh itu. Wajar saja mereka bersikap begitu, karena mereka tidak bisa melihat apa yang Jin Woo hadapi. Semakin banyak orang yang mengambil gambarnya.


Tidak lama kemudian, pemantik api itu kehabisan bahan bakar. “Ada apa dengannya?” gumam orang-orang heran. Berkat mengalahkan para prajurit itu, Jin Woo naik ke level 96.


Pemilik restoran bertanya kenapa Jin Woo hanya berdiri dan apakah tidak ingin memesan makan. “Maaf, aku tidak sengaja kemari. Aku akan pergi,” kata Jin Woo lalu mencari-cari ponselnya.


“Itu dia!” kata seorang Polisi dan masuk ke restoran untuk mengejarnya. Jin Woo masuk ke dapur dan keluar lewat pintu belakang.


Para Polisi menabrak pelayan yang sedang membuat bara api hingga jatuh mengenai kakinya. Mereka meminta maaf dan terus mengejar Jin Woo.


Para Polisi kehilangan Jin Woo lagi. “Sial!” umpat mereka kesal dengan napas terengah-engah. “Panggil bantuan.”


“Ngomong-ngomong, kukira Jin Woo pincang. Ia sangat cepat,” kata salah satu Polisi. Detektif Park baru menyadarinya.


Sniper menembaki Jin Woo lagi. Jin Woo berlari melindungi dirinya.


Seon Ho semakin gelisah karena Jin Woo tidak menjawab telepon darinya. Ponsel Jin Woo masih tergeletak di bawah barang-barang di depan restoran tadi.


Seon Ho berganti menghubungi Yang Joo. “Ini aku. Di mana Jin Woo sekarang?” tanyanya. Yang Joo bilang Jin Woo masih di Myeong-dong. “Di mana tepatnya?”


Yang Joo bilang game tidak bisa menunjukkan lokasi persis. “Ia pasti sedang bersama Nona Jung. Tadi dia mengabari sedang bersama,” ujarnya.


Saat sedang melakukan pembayaran di kasir, Hee Joo mendapat telepon dari Seon Ho yang menanyakan Jin Woo. Hee Joo bilang Polisi mencari Jin Woo tadi. Seon Ho bertanya apa Jin Woo tertangkap. “Tidak, dia kabur. Ada apa? Dia tidak menjawab telepon,” kata Hee Joo.


Seon Ho agak lega karena Jin Woo tidak tertangkap. Hee Joo bilang tidak mungkin Jin Woo ditangkap hanya karena tidak hadir saat jadwal interogasi. “Tidak, bukan itu. Situasinya memburuk,” kata Seon Ho.


“Apa? Go Yoo Ra?” tanya Hee Joo memastikan. Setelah itu, Hee Joo berlari menju menuju mobilnya untuk mencari Jin Woo. Ia login ke game agar bisa menemukan lokasi Jin Woo.


Hee Joo sampai ke area pertokoan dan melihat beberapa Polisi berjaga di sana. Ia bersikap tenang dan melanjutkan perjalanan mendekati lokasi Jin Woo.


Ia kemudian melihat Jin Woo yang sedang melakukan gerakan menembak dan sesekali terjatuh. Ia melihat Jin Woo masuk ke salah satu gang di sana. Hee Joo melihat ke dalam gang, lalu menjalankan mobilnya lagi karena mengganggu mobil yang ada di belekangnya.


Jin Woo terus berlari dan berhasil melihat sniper yang menembakinya. Ia lalu masuk ke dalam sebuah toko pakaian. Ia mengambil satu baju dan masuk ke area kamar pas. Ternyata di dalam toko juga ada prajurit dan mereka melihat Jin Woo.


Jin Woo masuk ke dalam satu bilik kamar pas dan mengunci pintunya. Seorang prajurit bersiap di depan pintu. Karena waktu menunggu habis, duel ditunda.


Jin Woo duduk dan mengecek kedua pistolnya, sayangnya ia harus masih harus menunggu 13 dan 20 menit sampai pelurunya terisi kembali. Ia menyimpan kembali pistolnya.


Ia lalu mendapat kiriman 6 benda baru dari Yang Joo. Ia mencoba sebuah jam tangan dan langsung terpakai di tangan kirinya.


Ia tidak mengerti apa kegunaan jam tangan itu. Ia mendapat informasi ‘Mau Melihat Instruksinya?’


Seseorang masuk ke toko dan mencari-cari sesuatu. Ia lalu masuk ke dalam area kamar pas.


Jin Woo yang sedang melihat instruksi benda barunya terkejut karena merasakan sesuatu. Ia membuka pintu dan menarik Hee Joo masuk, lalu mengunci lagi pintunya.


“Kapan kau mau mendengarkan aku? Kubilang jangan login,” kata Jin Woo khawatir. Hee Joo memeluknya.


“Lepas lensanya. Berikan padaku,” kata Jin Woo. Hee Joo bertanya kenapa Jin Woo tidak menjawa teleponnya. “Ponselku hilang.”


“Pakailah ponselku. Pak Park mencarimu. Telepon dia. Dia sudah menjelaskan semuanya,” kata Hee Joo sambil memberikan ponselnya.

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 14 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Memories of the Alhambra Episode 14 Part 3

1 komentar

  1. Kak tolong episode 14 nya di rampungkan😁😂 semangatttt...

    BalasHapus


EmoticonEmoticon