1/04/2019

SINOPSIS My Strange Hero Episode 14 PART 3

SINOPSIS My Strange Hero Episode 14 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 14 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 14 Part 4

Bok Soo heran karena sambungannya video call-nya terputus begitu saja, tapi ia tidak terlalu memikirkannya.


“1, 2, 3, 4…” kata Bok Soo. Soo Jeong bilang itu adalah harta nasional nomor 6 dan merupakan menara batu tertinggi dari periode Silla dan terkadang disebut Menara Pusat. “Ada lebih dari 7 tingkat.”


Soo Jeong menunjuk papan informasi yang tertera ‘Pagoda Batu Tujuh Tingkat’. Soo Jeong bilang ia akan pergi duluan.


“Bu Guru… Guru Son.. Kau mau meninggalkan muridmu? Hei, Bu Guru…” panggil Bok Soo lalu menyusul Soo Jeong dengan langkah riang.


Gyeong Heon bilang ia sama sekali tidak tahu tentang rencana Guru Park dan kalau ia tahu maka ia dan Min Ji yang akan pergi ke sana. Min Ji tidak peduli dan akan membuka kunci mobilnya.


Gyeong Heon menghalanginya dan bilang Bok Soo datang ke sana hanya untuk bekerja. “Aku juga ke sana untuk bekerja. Kang Bok Soo adalah hal terpenting dalam hidupku,” kata Min Ji. Gyeong Heon memintanya membedakan pekerjaan dan masalah pribadi. “Hei, kapan pernah bagusnya kita kalau Soo Jeong terlibat? Sekarang Bok Soo sekolah, penjualan kita hampir merosot karena agen kita tidak lagi berfungsi. ”


“Menyingkir. Aku akan menyetir,” kata Gyeong Heon menyerah.


Soo Jeong mengambil beberapa foto orang yang sedang bersepeda, sedangkan Bok Soo duduk sendirian di tribun.


Soo Jeong diam-diam mengambil foto Bok Soo. Ia melihatnya dan tersenyum sendiri. Saat tahu Bok Soo Soo melihatnya, ia berdeham.


“Ini akan menjadi kunjungan lapangan, jadi bukankah kita harus mencobanya juga?” ajak Soo Jeong. Bok Soo tersenyum.


Mereka berdua lalu bersepeda bersama dan tampak sangat bahagia.


“Wah, kau cukup bagus juga. Aku penasaran siapa yang mengajarimu. Dia pasti guru yang hebat,” puji Bok Soo. Soo Jeong tersenyum lebar.


“Hah? Kau tidak tahu cara mengendarai sepeda?” tanya Bok Soo 9 tahun lalu. Soo Jeong mengiyakan. “Wah, aku tidak percaya kau tidak tahu melakukan sesuatu.”


Soo Jeong bilang mengendarai sepeda tidak memberinya nilai bagus. Jika ia punya waktu untuk naik sepeda, maka ia akan menggunakan waktu itu untuk menghafal kosakata Bahasa Inggris atau lainnya. “Oke, kalau begitu kita akna mulai dari hal yang paling dasar,” kata Bok Soo.


Saat menaiki sepeda tandem  2 penumpang, Bok Soo bertanya kenapa Soo Jeong tidak pernah belajar mengendarai sepeda. “Karena tidak ada yang mengajariku,” kata Soo Jeong yang mengatakan bahwa kelihatannya tidak terlalu sulit.


“Haha… Ketua Kelas, itu karena Oppa-mu memastikan sepeda tetap seimbang. Itu sebabnya kau bisa mengendarainya dengan nyaman. Lain kali, aku akan mengajarimu supaya kau bisa naik sendiri,” kata Bok Soo. Soo Jeong menyuruhnya mengayuh lebih cepat lagi.


Bok Soo bertanya apakah Soo Jeong ingin membuatnya berkeringat. Ia lalu mengayuh sepedanya lebih cepat.


Soo Jeong tertawa bahagia.


Saat beristirahat, Bok Soo bilang ia sudah lama tidak naik sepeda. Ia melihat Soo Jeong kepanasan dan mengusap keringatnya.


Bok Soo terpesona lagi dan lagi.


Soo Jeong salah tingkah dan bilang kalau pengalaman bersepeda sangat mendidik. Ia lalu beranjak. “Ayo.” 


Bok Soo menatap punggung Soo Jeong yang semakin menjauh. “Batas ada untuk dilintasi, Son Soo Jeong,” gumam Bok Soo bertekad. Ia mengambil sepedanya dan akan menyusul Soo Jeong.


“Bok Soo…!” panggil Min Ji. Bok Soo memicingkan matanya karena tidak melihat pemanggilnya dengan jelas. “Kang Bok Soo…!”


“Hwa…!” kata Bok Soo terkejut dan langsung mengayuh sepedanya. “Hwa… Ah…”


Min Ji terus memanggil Bok Soo dan menyuruh Gyeong Heon lebih cepat lagi.


Gyeong Heon: “Lama tidak bertemu, Ketua Kelas. Kau masih cantik juga.”
Min Ji: “Cantik apanya. Dia sudah sangat tua.”
Gyeong Heon: “Apa? Dia terlihat sama.”


Min Ji bilang itu karena tertutupi make up. “TIdak juga,” kata Gyeong Heon. Min JI bertambah kesal karena Gyeong Heon tidak memihaknya. “Aku… menjalankan bisnis kecil.” Gyeong Heon menyodorkan kartu namanya. “Aku CEO.”


Min Ji bilang ia manajer Tim Penjualan, sedangkan Bok Soo manajer Tim Bisnis. “Manajer Tim? Aku?” tanya Bok Soo heran. Min Ji bilang Bok Soo mendapat promosi beberapa hari sebelumnya. Gyeong Heon bilang ia sudah memberi Bok Soo promosi besar.


Bok Soo bilang mereka hanya bertiga, jadi manajet tim tidak berarti apa-apa, apalagi tidak memberitahu yang bersangkutan. “Hei, sudahlah. Aku berubah pikiran. Kang Bok Soo, jabatanmu turun,” kata Gyeong Heon.


Bok Soo: “CEO NIm, ayolah… Aku akan mati demi perusahaanmu.”
Min Ji: “Aku akan mati dengan Bok Soo demi perusahaanmu.”
Gyeong Heon: “Tentu saja. Kita memiliki kerja tim yang baik.”


Soo Jeong sepertinya agak iri dengan keakraban mereka.


Mereka berempat lalu melanjutkan kunjungan ke Museum Ilmu Astronomi. “Kenapa kalian mengikutiku?! Jadwalku ketat hari ini,” protes Bok Soo. Gyeong Heon dan Min Ji tidak peduli. Mereka malah masuk lebih dulu.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: OPPA SINOPSIS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 14 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 14 Part 4

Comments


EmoticonEmoticon