1/10/2019

SINOPSIS My Strange Hero Episode 15 PART 1

SINOPSIS My Strange Hero Episode 15 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 14 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 15 Part 2

Min Ji sangat kesal karena tidak bisa menemukan Bok Soo. Ia menuduh Gyeong Heon dan Bok Soo sengaja berencana untuk menyingkirkannya, tapi Gyeong Heon menyangkal.


Gyeong Heon bilang Min Ji sendiri yang melihat mereka lari bersama. Ia mengajaknya kembali ke Seoul. Min Ji bilang mereka tidak bisa membiarkan Bok Soo dan Soo Jeong bersama.


“Tempat berkencan…” gumam Min Ji. Ia terlihat terkejut dan pergi. Gyeong Heon bilang itu akan menjadi tempat terakhir yang mereka lihat atau ia akan kembali ke Seoul sendiri.


“Bok Soo…” kata Min Ji syok. Gyeong Heon yang belum melihat apa yang terjadi, bertanya apa Bok Soo dan Soo Jeong belum datang.


Min Ji terlihat sangat sedih karena melihat Bok Soo dan Soo Jeong berciuman.


Gyeong Heon akhirnya melihat mereka juga. Ia menarik Min Ji agar tidak melihat kejadian itu lebih lama lagi. 


Gyeong Heon menyalahkan Bok Soo karena berbuat seperti itu di tempat umum, apalagi Soo Jeong seorang guru. Min Ji terisak. “Kau menangis? Ya, menangis saja. Menangislah sepuasmu. Aku ambilan tisu di mobil,” kata Gyeong Heon.


Sebelum pergi, Gyeong Heon melepaskan syalnya dan memakaikannya di leher Min Ji. Ia bilang syal itu 100 persen wol. “Jangan tiup hidungmu di atasnya,” kata Gyeong Heon.


“Ah, ini gila. Yang Min Ji… Dia itu CEO, bukan Kang Bok Soo. Apa karena aku terlalu syok?” gumam Min Ji yang sepertinya mulai terpesona pada Gyeong Heon.


Di dalam mobil, Bok Soo mengetuk-ngetukkan jarinya di kemudi.


Sedangkan, Soo Jeong menutupi bibirnya. Suasana di antara mereka menjadi canggung pasca ciuman tadi.


“Kau merasa tidak nyaman?” tanya Bok Soo. Soo Jeong bilang ia merasa pengap. “Kupikir juga begitu. Mungkin di sini udaranya belum banyak masuk. Haruskah kubuka jendela?” Soo Jeong setuju.


Bok Soo membuka jendela dan ternyata cuaca sangat dingin, jadi ia menutupnya lagi. Ia mengajak Soo Jeong pergi jadi Soo Jeong harus memakai sabuk pengamannya.


Bok Soo akan memakaikan sabuk pengaman, tapi Soo Jeong berteriak dan akan melakukannya sendiri. Bok Soo mundur lagi dan suasana di antara mereka semakin canggung.


Dalam perjalanan, mereka hanya diam saja.


Bok Soo mencuri pandang lalu memberanikan diri untuk menyentuh tangan Soo Jeong. Soo Jeong tidak menolak, tapi ia bilang berbahaya jika menyetir hanya dengan satu tangan.


“Jangan khawatir, aku ini penata terbaik (the best dresser),” kata Jin Woo. Soo Jeong tertawa bilang harusnya pengemudi terbaik (the best driver). “Terserah.”


Mereka tersenyum dan saling berpegangan tangan.


Shim Ran tampak menghitung belanjaan.


Ia ternyata sedang melayani Se Ho.


Saat sampai di depan rumah, Soo Jeong menyuruh Bok Soo pulang, tapi Bok Soo tidak mau melepaskan tangannya. Soo Jeong menarik tangannya. Bok Soo bilang ia harus mengecat pintu gerbang itu lagi.


Bok Soo: “Jadi… hari ini… kita mulai pacaran?”
Soo Jeong: “Apa?!”
Bok Soo: “Bagaimana kalau mulai besok?”


“Hei, aku ini gurumu,” kata Soo Jeong. Bok Soo tidak peduli dan malah mencium pipi Soo Jeong.


“Selamat malam, Bu Guru. Mimpikan aku,” kata Bok Soo. Soo Jeong tersenyum dan akan memukulnya. “Dah…” kata Bok Soo sambil melambaikan tangannya.


Se Ho datang.


Se Ho mengingat dirinya yang dulu melamun sambil menatap Soo Jeong. Ia berusaha menjernihkan pikirannya dan kembali pada bukunya. Tapi kemduian Bok Soo datang dan merangkulnya.


“Hei, Oh Se Ho. Aku akan tanya kau sesuatu karena kau terpintar kedua di sini,” kata Bok Soo. Se Ho bertanya siapa terpintar pertama. “Son Soo Jeong, bodoh. Hei, ada saran untuk memberi kejutan? AKu nyaris tidak melihat senyumannya. Ia cantik tapi tidak tersenyum!”


Soo Jeong menoleh dan Bok Soo melambaikan tangannya padanya.


“Belajar,” kata Soo Jeong tanpa suara.


“Jadi aku menyiapkan sesuatu,” kata Bok Soo kemudian mengeluarkan sesuatu. (itu cincin mainan kali ya) “Akankah ini berhasil?” Se Ho menduga Soo Jeong akan tersenyum jika Bok Soo memberikan sesuatu yang dibutuhkannya. “Sesuatu yang dibutuhkannya? Tunggu, berarti aku harus memberinya makanan ringan?”


Se Ho tertawa dan ingin melihat cincinnya. Bok Soo melarangnya dan menyuruhnya belajar saja. Ia lalu kembali ke kursinya.


Se Ho memperhatikan Soo Jeong lagi.


Hari sudah malam, tapi Soo Jeong masih belajar di kelas. Ia sepertinya mengalami kesulitan. Se Ho datang dan memberikannya ringkasan materi yang diberikan guru privatnya karena ia mengalami kesulitan di bagian itu. “Belajarlah dengan itu. Aku ada cacatan sendiri,” kata Se Ho.


Soo Jeong membuka materi itu dan tersenyum senang.


Tapi kemudian Soo Jeong sadar bahwa ia tidak bisa berbuat seenaknya dengan menggunakan materi itu karena Se Ho sudah menggaji guru privatnya. Ia mengembalikan materi itu. Se Ho bilang itu persaingan dengan itikad baik


Se Ho bilang Soo Jeong boleh mengambil materi itu, karena ia yakin berikutnya ia akan mengalahkan Soo Jeong.


Soo Jeong tersenyum dan bilang kalau hal itu tidak akan terjadi. Ia lalu menerima materi itu dan sangat berterima kasih.


Se Ho sudah akan pergi, tapi ia mendengar perut Soo Jeong berbunyi.


Se Ho terburu-buru membelikan makanan untuk Soo Jeong.


Tapi saat kembali ke kelas, Se Ho malah melihat Soo Jeong sedang makan bersama Bok Soo.


Se Ho terluka. Ia gagal memberikan makanan kepada Soo Jeong lagi.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 14 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 15 Part 2

Comments


EmoticonEmoticon