1/13/2019

SINOPSIS My Strange Hero Episode 17 PART 1

SINOPSIS My Strange Hero Episode 17 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 16 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 17 Part 2

“Kalian berdua… tidak pernah bisa… bahagia,” kata Se Ho lalu tersenyum licik.


Bok Soo melangkahkan kakinya mendekati Se Ho dan berkata, “Hei, aku tidak tahu bagaimana aku menyakitimu, tapi bukankah tindakanmu padaku 9 tahun lalu sudah cukup? Berkatmu, Son Soo Jeong dan aku tidak akan terpisah lagi. Sekarang giliranmu untuk menderita.” Bok Soo pergi.


Se Ho membiarkannya pergi begitu saja.


Soo Jeong masih tidak bisa tenang karena perkataan Se Ho yang bilang pilihanya akan membuat ia dan Bok Soo menderita. Ia juga khawatir dengan perkataan Myung Ho yang bisa saja membuatnya dipecat. “Setiap saat adalah krisis,” gumam Soo Jeong lalu menjatuhkan kepalanya ke atas meja.


Bok Soo melihatnya dari balik jendela.


Bok Soo merasa gemas dan harusnya ia menghentikan Se Ho. Gyeong Heon mengingatkan kalau itulah alasan Bok Soo kembali ke sekolah. “Tapi kau kembali ke sekolah dan mulai pacaran,” sindir Min Ji. Bok Soo mengajak mereka membalas dendam. Gyeong Heon dan Min Ji menolak.


Bok Soo menyerahkan sebuah amplop. “Aku mengajukan permintaan resmi,” kata Bok Soo yang ingin menggunakan jasa kantornya sendiri.


Gyeong Heon melihat isi amplopnya dan berkata sopan, “Aigoo, pelanggan…” Ia membungkuk memberi salam.


Tapi, Min Ji cuek saja. Bok Soo bilang ia menarik semua uang itu dari tabungannya.


“Kuberi kau diskon pegawai,” kata Gyeong Heon lalu mengembalikan beberapa lembar uangnya. Bok Soo mengangguk pasrah. “Kita mulai dari mana?”


Myung Ho langsung memberi salam saat melihat Se Ho datang. Ia berterima kasih karena Se Ho sudah memanggilnya kembali. “Aku ingin Anda menulis daftar semua guru yang Anda minta untuk menyuap termasuk Guru Son,” kata Se Ho.


Myung Ho bilang Soo Jeong akan dikecualikan karena ia menipunya untuk keuntungan pribadinya. Ia hanya menganggap meminjam uang itu dari Soo Jeong.


Se Ho bilang apapun masalahnya, ia harus tahu siapa saja guru yang membayar untuk mendapat posisi tetap.


Setelah itu di Ruang Ketua Dewan, Se Ho bertanya apakah Kepala dan Wakil Kepala Sekolah mengenal Myung Ho. Pak Kim bilang ia yang dulu mempekerjakan Myung Ho. Se Ho bilang Myung Ho akan bicara pada pers, jadi ia mempekerjakannya kembali. Ia berharap mereka dapat memanfaatkan Myung Ho kali ini.


Guru Song: “Apa maksudnya?”
Se Ho: “Teruskan dengan apa yang sedang kalian lakukan. Aku membahas soal bisnis yang sedang ditandatangani oleh ibuku, Direktur, Kepala dan Wakil Kepala Sekolah. Aku anak dari ketua terdahulu. Tidak ada alasan aku menghalangi.”


Pak Kim bilang apa yang mereka lakukan sudah seperti bisnis keluarga. “Bersiap untuk memindahkan para murid Kelas Wildflower ke sekolah lain,” kata Se Ho.


Guru Song bilang itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. “Anda bisa gunakan pelatihan kejuruan atau nilai skorsing sebagai alasan untuk memindahkan mereka. Anda boleh mengarang alasan apapun” kata Se Ho.


Pak Kim bilang ini terlalu mendadak, jadi tidak akan mudah bagi para murid untuk menerimanya. “Lagipula, Anda juga yang membuat Kelas Wildflower,” kata Pak Kim mengingatkan.


Se Ho bilang alasannya membuat Kelas Wildflower adalah untuk menyingkirkan murid yang tidak memenuhi standar sekolah mereka.


Di luar, Pak Kim menyebut Se Ho kasar, sedangkan Guru Song menyebutnya gila. “Dia bahkan lebih buruk dari ibunya, “kata Guru Song. Pak Kim menebak Se Ho baru saja dicampakkan dan melampiaskannya pada mereka. “Itulah yang dialami orang sebayanya. Dia juga masih muda. Saat aku seusianya, aku sudah terbiasa dicampakkan begitu.”


Pak Kim bilang ia tidak pernah dicampakkan, jadi tidak mengerti apa yang Se Ho alami. Guru Song kehilangan senyum bangganya. Pak Kim berdeham dan bilang bagaimanapun di sana adalah sekolah dan tidak bisa seenaknya memindahkan para murid.


Guru Song bilang itu tidak masuk. Pak Kim mengangkat kedua tangannya dan bilang mereka harus bekerja sama untuk mengatasinya. Guru Song setuju dan ikut mengangkat tangannya. “Fighting!” ujar mereka.


Soo Jeong berusaha menenangkan dirinya dengan bermeditasi dan mengatur napasnya. “Kuatlah. Aku harus tetap focus di saat krisis seperti ini. Kau tidak menjadi guru tetap karena penyuapan. Jangan terintimidasi,” katanya dalam hati.


Soo Jeong menerima pesan dari Bok Soo yang mengingatkan janji temu mereka hari ini. Soo Jeong bahkan tidak bisa memikirkan tempat apa yang akan mereka datangi, tapi ia merasa tidak perlu mengkhawatirkan Bok Soo.


Min Ji cemberut, sedangkan Soo Jeong dan Bok Soo kebingungan. “Pertemuan canggung macam apa ini?” kata Gyeong Heon.


Min Ji bilang mereka tidak sedekat itu dengan Soo Jeong hingga makan ayam bersama. “Aku tahu. Secara resmi, aku ingin memperkenalkan… pacarku… Son Soo Jeong,” kata Bok Soo. Gyeong Heon hampir tersedak karena ia sedang minum saat mendengarnya, sedangkan Min Ji sangatlah sedih.


“Noona, 9 tahun terakhir ini, karena kau selalu berada di sisiku, aku bisa menanggung semuanya,” kata Bok Soo. Mata Min Ji berkaca-kaca. “Aku sungguh berterima kasih untuk itu. Dan saat aku mengabaikan perasaanmu, bahkan saat aku tahu kau menyukaiku, aku minta maaf.”


“Bahkan setelah sekian lama kau masih akan memilih Son Soo Jeong?” tanya Min Ji. Bok Soo mengangguk dan itu membuat Min Ji semakin sedih dan terisak. “Hanya aku seorang yang tetap menyukaimu meski aku tahu kau tidak merasakan hal yang sama denganku. Jadi kau tidak perlu merasa tidak enak, Bok Soo.”


Min Ji berusaha tersenyum. Ia berkata, “Jika kau merasa demikian, jangan pernah membuatmu sulit. Dan aku berharap kau bahagia.” Min Ji menangis tersedu-sedu. “Aku harap kau bahagia.”


Gyeong Heon mengajak Min Ji pergi dan mempersilakan Bok Soo dan Soo Jeong makan ayam sendiri. Ia menggandeng tangan Min Ji dan membawanya pergi, tapi Soo Jeong menahannya.


“Terima kasih… karena berada di sisi Kang Bok Soo selama 9 tahun terakhir. Dan juga… maaf sudah menyakitimu,” kata Soo Jeong. Gyeong Heon menariknya pergi.


Di luar, Min Ji sudah mulai berhenti menangis. “Dasar. Kenapa dia malah mengatakan itu? Aku bahkan tidak bisa menyakitinya lagi,” kata Min Ji. Gyeong Heon tersenyum.


Gyeong Heon menghapus air mata Min Ji dan berjanji akan membelikannya sesuatu yang lebih bagus daripada ayam. “Bagaimana kalau kita makan steak?” ajak Gyeong Heon.


Min Ji tersenyum.


Gyeong Heon menggandeng tangannya dan mereka berjalan bersama.


Soo Jeong bercerita bahwa Myung Ho mengancamnya dan ia tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi ia takut jika dipecat. Bok Soo bilang Myung Ho juga dalam ketakutan yang sama. Ia bilang masalahnya adalah Se Ho yang mempekerjakan orang seperti Myung Ho.


Soo Jeong: “Oh Se Ho… rupanya menyukaiku.”
Bok Soo: “Aku tahu. Tapi, dia sendiri yang memberitahumu?”
Soo Jeong: “Saat aku menolaknya, dia berkata padaku kalau kita akan sengsara. Kemudian Kim Myung Ho muncul.”


“Dia berkata kepadaku kalau kau dalam bahaya karenaku. JIka kau merasa kesulitan, aku akan keluar dari sekolah,” kata Bok Soo. Soo Jeong melarangnya. Bok Soo tersenyum senang.


“Bok Soo…” kata Soo Jeong sambil menggenggam tangan Bok Soo dan bersandar di bahunya. “Lebih baik jangan mengorbankan masa sekarang dengan mengkhawatirkan masa depan. Aku tidak ingin melakukan itu.” Bok Soo setuju dan bilang mereka akan mengatasinya bersama.


(huhu…. Sedih banget Min Ji… Tapi tenang, ada CEO Gyeong Heon. Hehe.. Kalau si Se Ho tu emang kasian banget sih sebenernya. Hidupnya ga bahagia dari dulu. Anyway, makasih ya Chingu udah baca sinopsisnya. Nantikan terus kelanjutannya ya..)

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 16 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 17 Part 2

Comments


EmoticonEmoticon