1/31/2019

SINOPSIS My Strange Hero Episode 22 PART 3

SINOPSIS My Strange Hero Episode 22 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 22 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 22 Part 4

Guru Park bilang seharusnya Bok Soo berkencan, tapi malah menemuinya. Bok Soo bilang ia tidak bisa diam saja saat Guru Park mengalami kesulitan.


Guru Park terkejut saat Bok Soo memberikan daftar setoran uang. Bok Soo bilang Agen Jasa ‘Permintaanmu’ dan Soo Jeong juga sedang menyelidikinya. Ia baru akan membocorkannya saat bukti sudah cukup.


Guru Park bilang ia yang seharusnya melakukan itu. “Guru Park, ini bagian dari balas dendamku,” kata Bok Soo yang berjanji akan segera menyingkirkan semua orang yang membuat masalah.


Bok Soo juga memberikan makanan untuk Guru Park.


Guru Park: “Bok Soo… Bapak ingin kau menjadi anakku.”
Bok Soo: “Argh.. jangan seperti itu. Pak Guru ini kenapa? Lagipula, ibuku memiliki standar yang tinggi. Dia bahkan tidak akan bicara dengan Bapak jika Bapak tidak tampan.”


Bok Soo bilang Guru Park harus setampan dirinya jika ingin bicara dengan ibunya. Ia lalu mengalihkan pembicaraan dengan menjelaskan daftar suap yang diberikannya tadi.


Seseorang mengambil foto mereka secara diam-diam.


Keesokan harinya, Guru Park melanjutkan aksi protesnya. Para murid yang datang memberi salam dan menyemangatinya, bahkan memberikannya camilan. Ia membalas sapaan mereka dan menyuruhnya cepat masuk karena udara sangat dingin.


Tidak jauh dari sana, Se Ho memperhatikannya.


Guru Park menatap camilan yang diterimanya dengan penuh haru.


“Bunga liar… ayo!” kata Bok Soo. Para murid Kelas Wildflower berjalan dengan penuh percaya diri.


Murid kelas tersenyum geli melihat tingkah mereka.


“Ayo mulai ujian. Fighting!” kata Soo Jeong dan murid-murid mulai mengerjakan soalnya.


Seung Woo mengerjakan ujiannya tanpa ragu dan beberapa lainnya tampak berpkir keras.


“Kerja bagus, Bunga Liar,” puji Soo Jeong setealah semua murid mengumpulkan lembar jawabannya. Para murid merasa sangat lega.


“Ini pertama kalinya aku memecahkan soal,” kata Jae Yoon. Shi On bertanya apa Jae Yoon bisa mengerjakan ujiannya. “Aku bisa mengerjakan 3 soal.” Shi On bilang ia cuma bisa 2 soal. Young Min dan Bok Soo tertawa mendengarnya.


Young Min bilang ia merasa aneh. Jae Yoon bilang ia juga merasakan hal yang sama dan tenaganya benar-benar terkuas. Bok Soo memuji mereka. “Ini belum pantas disebut ujian. Nilai kita belum keluar,” kata Seung Woo.


Bok Soo: “Teman-teman, ada kutipan dari Celen Keller. Ketika kita berusaha semampu kita, kita tidak akan pernah tahu keajaiaban apa yang terjadi dalam hidup kita.”
In Ho: “Paman, itu bukan Celen Keller, tapi Helen Keller.”


Mereka semua menertawakan Bok Soo. “Aku berharap keajaiaban terjadi,” gumam Bok Soo.


Soo Jeong harap-harap cemas menanti hasil ujian.


“Kelas Ivy 90,7… Kelas Sky 87,6… Kelas Watermelon 67,5… Kelas Wildflower 51,8… Wah…” bacanya.


Soo Jeong bertambah takjub saat melihat peringkat individu karena peringkat pertama diduduki oleh Seung Woo


Pak Kim tidak percaya dengan hasil itu.


“Soo Jeong… ah, maksudku, Guru Son…” kata Young Joon ikut senang.


Guru Jang: “Ini gila.”
Guru Hong: “Luar biasa.”
Guru Song: “Ini nilainya benar? Ada kesalahan?”


Soo Jeong dan Guru Park saling menatap gembira.


“Apa itu Yoon Seung Woo?” gumam para murid saat melihat pengumuman. “Seung Woo, apa yang kau lakukan?” tanya Jae Yoon ikut merasa bangga.


Chae Min yang meraih peringkat 2 merasa tidak terima. Ia meremas lembar pengumuman itu dan membuangnya. Ia kemudian pergi setelah menatap marah pada Seung Woo.


“Kenapa dia merusak properti sekolah?” tanya Soo Jeong lalu mengambil lembar pengumuman tadi. Shi On bertanya apa Seung benar-benar mendapat peringkat pertama. Soo Jeong mengangguk.


“Daebak, Yoon Seung Woo. Kau mendapat keajaiban. KAu dulu di peringkat terakhir, tapi sekarang kau langsung dapat peringkat pertama,” kata So Ra. Seung Woo tersipu.


“Kalian mau tahu yang lebih luar biasa? Rata-rata kelas kita lebih dari 50,” kata Soo Jeong. Semua murid bersorak bahagia.


Jae Yoon: “Bu Guru, bagaimana denganku?”
Soo Jeong: “Kau mendapat peringkat lebih rendah dari sebelumnya. Kau menempati peringkat Seung Woo sebelumnya.”
Jae Yoon: “Haha.. terserahlah. Hei, traktir kami camilan.”


Seung Woo setuju untuk mentraktir mereka burger bulgogi.


Soo Jeong sangat bahagia.


Tapi kebahagiaan Soo Jeong hanya berlangsung sebentar. Se Ho meminta murid Kelas Wildflower mengikuti ujian ulang, karena ia merasa ada yang membocorkan soal ujiannya. Soo Jeong tidak terima murid-muridnya dituduh curang. Se Ho bilang tidak masuk akal jika rata-rata kelas bisa naik 30 poin hanya dalam waktu seminggu.


“Murid nilai terendah mendapat nilai sempurna dan itu sangat tidak wajar,” kata Se Ho. Guru Park bilang Se Ho tidak boleh berpikir seperti itu. “Guru Park, apa Anda sadar bahwa seorang guru sekolah dilarang memberikan materi pelajaran di luar jam sekolah?”


Guru Park berani bersumpah bahwa ia tidak pernah melanggar etika itu. Se Ho mengeluarkan sebuah amplop dan bertanya, “Lalu bagaimana Anda menjelaskan tentang ini?”


Amplop itu berisi foto pertemuan Guru Park dengan Bok Soo yang sedang membahas daftar suap. “Ini tidak ada hubungannya dengan ujian,” kata Guru Park. Se Ho bertanya apakah Guru park bisa membuktikan dokumen apa yang dibahasnya bersama Bok Soo.


Se Ho menunjukkan foto lainnya yang seolah memperlihatkan Guru Park sedang memberikan materi pembelajaran pada murid Kelas Wildflower sepulang sekolah.


“Kami menemukan ada bekas seseorang yang sudah membuka brankas yang berisi soal ujian pada hari dimana Anda bertemu dengan Kang Bok Soo. Yang tahu kode kunci brankas itu hanya kepala sekolah dan Guru Park, Ketua Pengajar,” kata Se Ho.


Pak Kim, yang merupakan kepala sekolah, tidak mengatakan apa-apa.


Guru Park bersumpah tidak pernah melakukan hal seperti itu. Se Ho tertawa dan menyuruhnya menceritakan semuanya pada Komite Disipliner. Se Ho juga bilang kalau Bok Soo akan dikeluarkan dari sekolah karena terlibat dalam kasus ini.


Soo Jeong berdiri dan berkata, “Oh Se Ho, kau memang gila. Menurutmu tindakanmu masuk akal? Bagaimana kau bisa melakukan ini pada Guru Park?”


Guru Park melarangnya berbuat lebih jauh.



Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 22 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 22 Part 4
Comments


EmoticonEmoticon