1/31/2019

SINOPSIS My Strange Hero Episode 23 PART 2

SINOPSIS My Strange Hero Episode 23 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 23 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 23 Part 3

Sasaran berikutnya adalah Baekhak Furniture. Gyeong Hyeon dan Bok Soo datang ke sana sambil memakai tanda pengenal SMA Seolsong.


“Saya Kim Myung Ho, Kepala Administrasi SMA Seolsong,” kata Bok Soo sambil menyerahkan kartu namanya. “Ini Kepala Tim Audit dari SMA Seolsong.”


Pria yang terlihat bingung itu kemudian tersenyum lebar dan meminta maaf karena tidak mengunjunginya. “Karena Anda tidak datang, saya memutuskan datang sendiri,” kata Bok Soo. Pria itu bertanya ada urusan apa mereka datang. “Ketua Tim Lee.”


Gyeong Hyeon memberikan sebuah dokumen, dan Bok Soo berpura-pura matanya sakit karena membaca dokumen itu. Ia lalu melemparkan dokumen itu ke meja.


“Mahal. Sangat mahal,” kata Bok Soo. Pria itu mengecek dokumen yang dibaca Bok Soo. “Saya sempat meninjau buku besar kami, dan saya lihat meja seharga 1 juta di ruang pertemuan kami, padahal harga di internet hanya 173ribu 90 sen.”



Pria itu terkejut, tapi kemudian tersenyum. Ia mengira mereka mungkin tidak dilatih dengan benar.


Bok Soo dan Gyeong Hyeon terdiam, karena khawatir salah bicara. Pria itu tertawa dan bilang mereka mendapat untung di antara harga itu. “Situasi apa ini? Saya lihat Anda baru saja ganti mobil baru. Terlebih lagi, mobil Anda sangat mahal,” kata Bok Soo.


Pria itu bertanya apa hubungan Bok Soo dengan mobil barunya. Bok Soo bilang tentu saja ada hubungannya. Ia bilang Ketua Dewan barunya sangat ketat dan teliti. Ia bilang ia selalu diomeli.


“Apa? Tapi itu jumlah yang kalian dapatkan. Bisnis ini sudah beres dengan pendahulu Anda. Dan juga, Anda tidak tahu berapa banyak yang Anda dapatkan dari saya?” kata pria itu.


Bok Soo dan Gyeong Hyeon saling bertatapan. “Berapa?” tanya Bok Soo pada pria itu, lalu tersenyum.


“Tada…” Bok Soo mengeluarkan alat perekam dari balik jasnya. “Sembari melihat buku besar, kita lihat dulu berapa harganya. Haruskah kita melakukan diskusi yang serius dan bersemangat, Tuan?”


Pria itu sangat terkejut.


Konfirmasi biaya mahal sudah dilakukan.


Bok Soo sudah memeriksa ponsel Ibu Chae Min dan menunjukkan foto soal ujian yang dikirimkan oleh Pak Kim. Gyeong Hyeon mencatat bukti baru mereka.


Bok Soo bilang, berdasarkan pengalaman Guru Park, tidak ada gunanya jika mereka menemui reporter.


“Kalau saja kita punya saksi untuk membuktikan bahwa ada orang yang menyuapnya,” kata Gyeong Hyeon. Min Ji bilang tidak akan ada yang bersedia melakukannya. “Ah, sayang sekali.”


Ujian dimulai kembali. Semua murid mengerjakannya dengan serius. Soo Jeong sangat senang melihatnya.


Seung Woo meraih peringkat 1 lagi. Para murid penasaran peringkat yang diraih Chae Min sekarang.


Chae Min sangat syok karena mendapat peringkat 5.


Seung Woo datang dan mereka bersorak untuknya. “Hei, Lee Chae Min, Mulai sekarang, aku akan fokus terus untuk mendapat peringkat 1. Kuharap kau menantikannya. Jangan terobsesi dengan nilai yang kau dapatkan,” kata Seung Woo.


Chae Min sangat tidak suka mendengarnya. “Kau memandang rendah orang hanya karena nilai dan setelah nilaimu turun, kau anggap semua itu sia-sia. Menurutmu itu wajar?” lanjut Seung Woo.


Chae Min mencengkeram kerah Seung Woo. “Tahu apa kau, brengsek? Kalau tidak masuk peringkat 1, kau tidak ada gunanya,” ujarnya.


Se Ho yang kebetulan lewat bersama Sekretaris Yoon melihat kejadian itu.


Chae Min melihat sekeliling. Ia melepaskan Seung Woo, lalu pergi.


Se Ho sepertinya menyadari bahwa situasi Chae Min sama seperti dirinya dulu.


Chae Min kembali ke Kelas Ivy dan mendengar teman-temannya yang heran  karena ia tidak mendapat nilai tertinggi. Seorang temannya mendekat, “Lee Chae Min, kau tidak apa-apa?” Chae Min diam saja. “Hei, kau tidak apa-apa?”


Chae Min menatapnya tajam.


Guru Song heran karena Seung Woo tidak mau pindah ke Kelas Ivy padahal meraih peringkat tertinggi. Pak Ki mencibir sebal, sedangkan Soo Jeong sangat senang. “Benar. Dia pasti gila. Dia bersikeras tetap ingin di Kelas Wildflower dan katanya dia suka di sana,” kata Soo Jeong.


Pak Kim bilang ia tidak ingin memaksa seorang murid pindah ke kelasnya, apalgi jika murid itu seorang gangster.


“Haha.. ya, benar. Seung Woo kami memang seperti gangster. Dia gangster karena menjadi pintar. DIa gangster karena bersikap baik. Dan dia gangster karena ketampanannya. Haha… Aku tidak mengerti bagaimana seseorang bisa sangat sempurna seperti itu. Hahaha…” kata Soo Jeong dengan genit.


Di ruangannya, Se Ho sedang melihat catatan nilai Seung Woo. Kemudian, Seung Woo dan Young Min masuk ke ruangannya, tapi di belakangnya menyusul Bok Soo. Se Ho bilang ia hanya memanggil Young Min dan Seung Woo saja.


Bok Soo bilang ia datang sebagai Ketua Kelas Wildflower. Se Ho menyuruhnya keluar. Bok Soo berakting kesakitan. “Mungkin karena faktor tua, bagian belakang tubuhku terasa berat dan kakiku terasa lemas,” ujarnya. Seung Woo menahan senyumnya. “Jadi biarkan aku duduk sebentar.”


Mereka bertiga duduk dan Se Ho tidak bisa berbuat apa-apa. “Huft… Yoon Seung Woo. Oh Young Min. Aku mau kalian pindah ke Kelas Ivy,” kata Se Ho.


Seung Woo: “Tidak mau.”
Young Min: “Aku juga. Biarkan kami tetap di Kelas Wildflower.”


Bok Soo tersenyum geli.


Se Ho bilang mereka harus mengikuti peraturan sekolah dan tidak bisa berbuat seenaknya. “Jika dilihat dari skor rata-rata kami melebihi 50, jadi kami tidak akan dipaksa untuk pindah sekolah, kan?” tanya Bok Soo.


Se Ho bilang itu merupakan program khusus yang direkomendasikan Kepala Sekolah. Bok Soo menunggu. “Akan kutepati janjiku. Kalian tidak akan pindah sekolah dan kalian tidak akan ke Kelas Ivy. Kalian menolak bantuan yang ditawarkan kepada kalian… dan itu sangat mengecewakan,” kata Se Ho.


Bok Soo: “Apa gunanya hierarki jika ada siswa terbaik di kelas terendah? Bukankah semua sudah kacau sekarang?”
Se Ho: “Kang Bok Soo.”


“S. Crystal pernah mengatakan ini. Sama seperti Spiraea Prunifolia, meski diinjak, bunga liar akan mekar lagi,” kata Bok Soo sambil berdiri. Seung Woo dan Young Min ingat itu adalah ucapan Soo Jeong. “Karena nama yang Anda berikan sangat bagus, kami berterima kasih, Ketua Dewan.”


Saat sudah di luar, Young Min bilang ia sangat ketakutan tadi, tapi Bok Soo sangat berani. Seung Woo menebak itu karena usia. “Bagaimana bisa kau menentangnya dengan mata menakutkan itu?” tanya Seung Woo.


Bok Soo tidak menjawab dan hanya mengangkat kedua tangannya. Mereka tos dan tertawa. Seung Woo pergi lebih dulu.


“Hei, bulgogi burger…” kata Bok Soo mengingatkan. Seung Woo memberi tanda oke dengan jarinya.


“Dia masih kasar juga,” kata Bok Soo sambil tertawa. Young Min sependapat.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 23 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 23 Part 3
Comments


EmoticonEmoticon