1/31/2019

SINOPSIS My Strange Hero Episode 24 PART 3

SINOPSIS My Strange Hero Episode 24 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 24 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 25 PREVIEW

Guru Song masuk ke Ruang Guru dan meminta semua guru segera mengumpulkan soal ujian akhir. “Biasanya ada saja guru yang terlambat menyerahkan soalnya. Untuk sekarang jangan begitu,” kata Guru Song mengingatkan. Ia juga bertanya apa Kelas Ivy bisa mengembalikan reputasi mereka.


Guru Kim yakin kali ini siswa terbaik akan berasal dari kelasnya.


Soo Jeong menguatkan dirinya sebelum masuk ke Kelas Wildflower. “Bu Guru, apa Ibu sakit? Mata Ibu terlihat seperti panda,” tanya Jae Yoon.


Soo Jeong biilang ia tidak sakit dan mungkin itu maskaranya yang luntur. Ia tertawa garing dan tidak sengaja bertatapan dengan Bok Soo.


Bok Soo memasang wajah merajuk. Soo Jeong berusaha menghindari pandangannya dengan mengingatkan murid-muridnya kalau ujian akhir tinggal sebentar lagi. “Bukankah belajar terasa menyenangkan?” tanyanya.


“Tidak…” jawab para murid.


Di Ruang Konsultasi, Soo Jeong mengompres matanya dengan kaleng minuman dingin, Tiba-tiba Bok Soo masuk dan memberikan minuman favoritnya.


“Ayo kita putus,” kata Bok Soo. Soo Jeong agak terkejut. “Oke, baiklah. Karena mungkin ini adalah yang terbaik, jadi kita putus saja. AKu anggap kalau aku menyuruh pacarku wajib militer. SAmpai saat itu tiba, jangan tinggalkan aku.”


Soo Jeong tersenyum. “Dan jangan minum yakult yang diberikan orang asing padamu,” lanjut Bok Soo. Soo Jeong setuju untuk tidak melakukan itu. Ia bahkan berjanji tidak akan minum yakult sampai Bok Soo yang membawakannya untuknya.


“Aku akan balas dendam dan lulus. Jadi tunggulah aku,” kata Bok Soo. Soo Jeong mengangguk setuju. “Sampai jumpa. Ohya, satu lagi. Kali ini, aku yang mencampakkanmu. Aku tidak dicampakkan. Melainkan aku yang mencampakkamu.” Soo Jeong tersenyum.


“Sangat khas Bok Soo,” kata Soo Jeong. Mereka berdua sudah sama-sama menerima sekarang, sehingga perasaannya menjadi lega.


“Wah, aku sangat keren,” puji Bok Soo pada dirinya sendiri. “Itu tadi keren sekali, Kang Bok Soo, Kerja bagus.”


Bok Soo memergoki ada orang yang mengambil gambarnya. Ia mengikuti orang itu


Ternyata Myung Ho-lah pelakunya. Bok Soo mengambil memory card dari kamera itu, lalu menginjaknya sampai rusak. Myung Ho mengambil memory card itu lagi dan membersihkannya. Bok Soo bertanya sampai kapan Myung Ho akan hidup seperti itu.


“Menurutmu kau akan dipromosikan dan naik jabatan jika melakukan hal-hal seperti ini?” tanya Bok Soo. Myung Ho bilang mereka tidak akan tinggal diam, jika orang sepertinya menolak perintah. “Kau terus melakukan perintah mereka, entah itu baik atau buruk. Tapia a kau tahu kalau itu membuat tanganmu kotor?”


Bok Soo bilang setelah semua yang dilakukan, Myung Ho akan diusir. “Kau harus berpihak pada orang yang tepat. Mereka tidak akan mengakhirinya dengan memecatmu. Kau bisa saja dijebak. Kau akan dicampakkan lebih dulu!”


Myung Ho sepertinya mulai menyadari kekeliruannya.


Sepulangnya ke rumah, Se Ho mendengar ibunya meminta Pak Kim untuk menaikkan harga suap untuk posisi guru tetap di SMA Seolsong. Se Ho bertanya berapa banyak yang ibunya daparkan dari mempekerjakan seorang guru.


Nyonya Lim: “Mundur jauh-jauh dari bisnis Ibu.”
Se Ho: “Ini sekolahku.”
Nyonya Lim: “Sekolahmu? Memangnya sekolahmu berbeda?”


Se Ho bilang ia sangat berbeda dari ibunya yang menjalankan bisnis. Nyonya Lim mengingatkan Se Ho yang menjebak seorang guru tua dan mengusirnya, serta membuat Kelas Wildflower lalu mengusir mereka. “Apanya yang berbeda?” sindir Nyonya Lim. Se Ho bilang itu tidak ada hubungannya dengan mengelola sekolah.


“Se Ho, kau anak Ibu. Kau sama seperti ibu. Lihatlah apa yang sudah kau lakukan. Kau sungguh berpikir kau berbeda dari Ibu?” Nyonya Lim berusaha mengintimidasi Se Ho.


Se Ho tetap bilang kalau ia berbeda dari ibunya dan berjanji akan membuktikannya. Se Ho lalu pergi.


Di tengah perjalanan, Se Ho tidak sengaja melihat orang yang akan meniup lilin ulang tahunnya.


Ia mengingat saat Soo Jeong dan Bok Soo memberikannya kejutan ulang tahun dulu. “Waktu itu… apa harapanku?” gumamnya lalu menertawai diirnya sendiri. “Aku tidak ingat.”


Di rumah, Soo Jeong membuka buku catatannya. Ia membaca catatannya saat mengikuti Ujian Sertifikasi Guru dengan nomor urut D-235.


‘Jadilah guru yang membuat murid tidak merasa malu. Jadilah guru yang melihat murid sebagai bunga. Jadilah guru yang berlatih apa yang ia ajarkan.’ Soo Jeong tertegun membaca tulisannya sendiri.


Soo Jeong melihat lagi daftar permintaan pekerkaan SMA Seolsong, dimana namanya pun tertera di sana sebagai pelaku suap.


Keesokan harinya, Soo Jeong mengembalikan uang 50 juta kepada Se Ho. “Son Soo Jeong…” kata Se Ho.


Soo Jeong juga melemparkan kertas daftar suap dan namanya sendiri sudah ditandai. “Jangan coret namaku. Biarkan namaku tetap di situ,” kata Soo Jeong. Se Ho bilang Soo Jeong sudah menjalani prosedur yang tepat untuk menjadi guru tetap. “Aku guru yang terlibat korupsi. Jika orang tuaku kaya, jika aku punya uang, aku akan menjadi orang pertama yang membayar untuk menjadi guru di Seolsong.”


Se Ho khawatir karena itu membahayakan posisi Soo Jeong. “Aku pernah bilang akan kutunjukkan siapa yang lebih gila. Ini baru permulaan,” kata Soo Jeong lalu pergi begitu saja.


Menurut Bok Soo, sekolah akan menjadi tempat terbaik untuk menyebarkan berita. Gyeong Hyeon memikirkan cara lain yang lebih efektif. “Jika kita akan melakukan ini, kita harus bertindak hebat,” kata Gyeong Hyeon.


Min Ji bertanya kapan hari H-nya. Bok Soo bilang saat mereka berhasil mengkonfirmasi kebocoran soal ujian. “Itu dimulai saat ujian akhir,” kata Gyeong Hyeon. Bok Soo bilang ada satu yang tersisa. “Korupsi ketenagakerjaan.


Gyeong Hyeon menatap Min Ji lalu berkata bahwa mereka akan membiarkan saja yang satu itu, karena bagaimanapun mereka tidak bisa menggunakan daftar itu. “Mereka pasti menggunakan rekening pinjaman atau membayar tunai. Tidak mudah mencari catatan atau bukti setoran. Tidak ada satu pun guru yang terlibat akan sukarela untuk menjadi saksi,” kata Gyeong Hyeon.


Melihat Bok Soo hanya termenung, Min Ji juga menyampaikan persetujuannya untuk tidak mengurus korupsi ketenagakerjaan itu. “Kenapa membiarkannya?” kata Soo Jeong yang tiba-tiba datang.


Soo Jeong bilang itu adalah inti dari korupsi yang terjadi di SMA Seolsong. Bok Soo keberatan. “Aku akan bersaksi,” kata Soo Jeong.


Mereka semua terkejut dengan pernyataan Soo Jeong. Mereka khawatir.


Soo Jeong menandai di papan tulis bahwa saksi sudah ditemukan. “Aku adalah saksi dan bukti yang akan mengungkapkan warna asli sekolah itu,” kata Soo Jeong.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 24 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 25 PREVIEW
Comments


EmoticonEmoticon