1/27/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 1 PART 1

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 1 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode Lengkap
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 1 Part 2

Hee Joo mengusap kepala adiknya dan merasa sangat bangga padanya. “Bicaralah dengannya. Aku tunggu di bawah,” kata Hee Joo lalu pergi.

Hai hai… selamat datang di drama terbaru. Enjoy it!


Inilah dia pemeran utama kita, Lee Jong Suk! Dia akan berperan sebagai Cha Eun Ho, seorang pemimpin redaksi yang jenius, pintar, tampan dan apalagi ya…. ^^


Eun Ho merapikan dasinya dan menarik napas panjang. Ia lalu turun dari mobil dan berjalan masuk ke suatu tempat pernikahan.


Ia melihat foto mempelai wanita yang terpajang di area masuk. Ia tersenyum.


Ia lalu pergi ke lantai atas rumah itu.


Mendengar ada yang datang, mempelai wanita itu menoleh. Eun Ho tersenyum. “Eun Ho..” kata sang mempelai sambil membalas senyumannya. Eun Ho ingin mendekat, tapi beberapa teman wanita itu menyerobot masuk lebih dulu.


“Dan Yi! Selamat!” ujar mereka bahagia. Dan Yi berterima kasih atas kedatangan mereka. “Kau terlihat menawan. Cantik sekali!”


“Kau terlihat cantik,” bisik Eun Ho, tapi Dan Yi tidak bisa mendengarnya karena teman-temannya ribut ingin berfoto. “Lupakan saja jika kau tidak dengar.” Eun Ho lalu pergi.


Para tamu sudah berkumpul dan Eun Ho terlihat berjalan mendekati piano.


Tidak lama kemudian, pembawa acara mengumumkan bahwa upacara pernikahan mempelai Hong Dong Min dan Kang Dan Yi akan dimulai. “Mempelai pria, silakan masuk,” ujarnya.


Eun Ho yang sudah siap di depan pianonya menarik napas panjang.


Mempelai pria, Dong Min, memasuki area pernikahan sambil menari. Para tamu bertepuk tangan untuknya.


Orang tua kedua mempelai juga terlihat di sana.


Dong Min sudah sampai di panggung, tapi masih saja menari bahkan ada penari latarnya.


Eun Ho melemaskan tangannya dan menekan tuts pianonya karena mendengar pembawa acara berkata, “Mempela wanita memasuki ruangan…” Musik khas pernikahan terdengar.


Lantunan nada dari biola dan cello pun ikut menambah syahdu suasana.


Seorang wanita membisikkan sesuatu kepada pembaca acara.


“Apa? Mempela wanita hilang?” kata pembaca acara yang suaranya masuk ke mikrofon. Dong Min bertanya apa yang ia katakan. “Hei, mempelai wanitanya hilang.”


Seluruh tamu yang juga mendengar hal itu menjadi heboh. Eun Ho menghentikan musiknya. Dong Min berlari mencari calon istrinya. Semua orang bingung.


Di lantai atas, Dong Min hanya menemukan buket bunga Dan Yi saja. “Apa ada yang kau tahu? Kau tahu dia pergi ke mana?” tanya Dong Min saat Eun Ho menyusul ke sana. Eun Ho bertanya apa mereka berdua bertengkar lagi.


“Kami bertengkar sepanjang waktu!” kata Dong Min. Eun Ho bertanya apa yang mereka permasalahkan karena pasti ada alasan dibalik hilangnya Dan Yi itu. “Aku tidak tahu! Aku tidak tahu kenapa kami bertengkar! Hei, kami bertengkar minggu lalu. Astaga, kami sudah berbaikan. Sial!” Eun Ho pergi.


“Apa Anda penulis Cha Eun Ho?!” tanya 2 pelajar dengan heboh. Eun Ho belum menjawab. “Bukankah kau Cha Eun Ho yang menulis serial The Bloody Contract?!”


Mereka menyodorkan bukunya dan meminta tanda tangan Eun Ho. Tapi Eun Ho bilang mereka salah orang. Eun Ho pergi.


Kedua pelajar itu sempat terdiam karena terkejut, tapi kemudian menyadari kalau mereka tidak mungkin salah dan sangat yakin kalau itu adalah Cha Eun Woo yang mereka idolakan.


Kedua pelajar itu berlari menyusul Eun Ho tapi terlambar. Mobil Eun Ho sudah meluncur pergi.  Eun Ho mencoba menghubungi ponsel Dan Yi, namun tidak aktif.


Eun Ho: “Astaga, apa yang terjadi?! Aku… aku berlatih dengan sangat keras selama sebulan agar bisa memainkan piano di hari pernikahanmu. Bagaimana kau bisa…”
Dan Yi: “Eun Ho…”


Eun Ho mengira teleponnya sudah tersambung, “Noona, di mana kau?” Dan Yi bilang ia ada di belekangnya. “Di belakangku?”


Dan Yi lalu menampakkan dirinya. Eun Ho sangat terkejut sampai tidak bisa mengatakan apa-apa. “Lampu merah,” tunjuk Dan Yi. Eun Ho langsung menepikan mobilnya.


“Kau gila? Kenapa kau masuk ke dalam mobilku? Kenapa kau masuk ke dalam mobilku setelah menyebabkan kerusuhan itu?” protes EUn Ho.


Dan Yi tidak menolak jika dirinya disebut gila. “Apa kau sedang bercanda denganku?” tanya Eun Ho.


Eun Ho mendapat telepon dari Dong Min. Dan Yi melarangnya menjawab telepon itu. “Bagaimana bisa aku mengabaikannya?” kata Eun Ho.


Mereka berebut, hingga ponsel itu terjatuh dan tidak sengaja tersambung dengan Dong Min. Eun Ho meminta Dan Yi agar tidak bersuara. “Hey, hyung..” sapa Eun Ho.


“Kau dengan Dan Yi, kan? Aku tahu kau bersamanya sekarang,” kata Dong Min yang sedang menonton rekaman CCTV. “Kalian berdua… Tolong jangan katakan ini sama dengan apa yang kupikirkan. Pikiran aneh ini tidak pernah terlintas, tapi…”


“Tidak, Hyung. Tidak, tidak pernah,” kata Eun Ho yang lalu meminta Dan Yi untuk mengatakan hal yang sama. Dan Yi bilang Dong Min hanya bicara omong kosong. “Kau dengar, kan? Dia mengatakannya dengan pelan, jadi kau mungkin tidak mendengarnya. Dia bilang itu tidak benar.”


Dong Min meminta mereka kembali. “Dan Yi… aku tahu aku seorang pengecut dan aku yang salah, tapi jangan lakukan ini. Ibumu pingsan. Dia agak syok. Kembalilah Dan Yi,” isak Dong Min.


Dan Yi juga mulai menangis. “Hyung, aku akan membawanya kembali. Tunggulah 10 menit,” kata Eun Ho.


Eun Ho membelikan Dan Yi minuman dan bertanya kenapa Dan Yi melakukan itu. Dan Yi bilang ia gugup. “Kita tidak perlu kembali jika kau tidak mau. Katkan jika kau ingin pergi ke suatu tempat. Aku akan mengantarkanmu,” kata Eun Ho.


Dan Yi bilang ia tidak punya tempat tujuan. “Haruskah kita pergi ke bandara? Kau bisa mengambil penerbangan apapun yang ada. Ke manapun tujuanmu, kau bisa tinggal di sana selama beberapa bulan,” kata Eun Ho. 


Dan Yi bilang seharusnya akan pergi berbulan madu ke Spanyol. “Ibuku menyarankan pergi ke Pulau Jeju saja karena kami bangkrut, tapi aku memaksa. Semua perabot dan juga tempat tinggal kami sudh digadaikan,” katanya sedih.


Eun Ho bertanya apa yang Dan Yi khawatirkan sekarang. “Dong Min bilang ibuku pingsan. Ini belum lama sejak ayahku meninggal,” isak Dan Yi lalu meminum habis toniknya.


“Hei, mobilmu!” tunjuk Dan Yi. Eun H pergi mengejar mobilnya yang diderek karena parkir sembarangan, tapi terlambat.


Eun Ho mengacak pinggang dan menghentakkan kakinya. “Maaf,” kata Dan Yi dengan mengusap kedua tangannya. Eun Ho kemudian tersenyum.


Eun Ho dan Dan Yi lalu berlari bersama. Tiba-tiba kerudung Dan Yi terbang.


Eun Ho berusaha mendapatkannya kembali, tapi tidak berhasil.


Mereka tersenyum dan membiarkannya saja.


Narasi Dan Yi: “Jika aku bisa memutar waktu dan memilih hari di mana aku akan kembali, aku akan memilih saat itu.”


“Kapanpun pernikahanku membuatku stress, aku memikirkan saat itu.”


“Hari itu, jika aku memilih untuk tidak kembali ke pernikahanku… Hari itu, jika aku pergi ke negeri yang jauh seperti yang disarankan Eun Ho…”

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode Lengkap
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 1 Part 2

1 komentar


EmoticonEmoticon