1/28/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 1 PART 4

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 1 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 1 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 1 Part 5

“Kau terlambat lagi,” kata Tuan Kim. Yeong A pura-pura tertawa. Ia menatap sebal pada Eun Ho karena tidak memberitahunya kalau Tuan Kim sudah ada di sana.


Tuan Kim memberi tanda di daftar keterlambatan rapat pada nama Yeong A.


Yeong A melepaslan rol rambutnya dan diam-diam mengganti sandalnya dengan sepatu yang dibawakan Nona Song.


“Baiklah semuanya. Banyak yang harus kita lakukan. Mari bicarakan tentang rekrutasi pekerja baru,” kata Tuan Kim sambil mengelap ingus dan membuka dokumennya. “Kau yang membuat ini, Nona Seo?”


Yeong A mengiyakan dan bilang ia sudah membicarakannya dengan manajer HR. Yoo Sun bilang harus ada beberapa perubahan.


“Pertama-tama, tertulis tidak ada batasan usia,” kata Yoo Sun. Yeong A bertanya apa yang salah dengan hal itu. “Apa perlu mencantumkan hal itu?”


“Aku tahu sekarang banyak perusahaan yang mengabaikan hukum diskriminasi usia. “Tapi kita membuat buku. Bukankah itu akan memalukan?” kata Ji Hong. Eun Ho mengangguk setuju. Tuan Kim lalu mengusulkan mengubah kalimatnya.


“Kami menerima semua lulusan dan mereka yang akan lulus pada Agustus 2019. Tapi ketika kita melihat resume mereka, kita akan mengeliminasi mereka yang sudah lulus lebih dari 2 tahun. Senang sekarang? Kita akan menurut pada hukum,” kata Tuan Kim.


Ji Hong bilang itu sangat memalukan. Yeong A bertanya bagaimana dengan keterangan tidak perlu gelar. Tuan Kim bilang orang yang belajar dengan baik, maka akan bekerja dengan lebih baik juga, Yoon Sun setuju dengannya.


Selanjutnya giliran Eun Ho yang tidak setuju, tapi Tuan Kim tidak peduli dan memulai bahasan lain rapat mereka.


Dan Yi pulang saat hari sudah malam. Ia melewati bangunan kosong yang akan dirobohkan. Ia melemparkan tasnya ke dalam dan melompati dindingnya. Ia berhasil masuk ke dalam rumah itu.


Ia mengganti pakaiannya dan selama ini ia tinggal di sana. Ia memainkan senter sambil melamun.


Ia mengingat saat dirinya dan Dong Min menata rumah itu untuk pertama kali. Mereka sangat kompak saat itu.


Dan Yi meminta putrinya bermain sepeda di luar agar lantainya tidak kotor. Dong Min bilang mereka bisa membersihkan lantainya nanti. “Kita bekerja sangat keras untuk membeli rumah ini. Lebih baik kau kotori saja wajahku,” kata Dan Yi. Dong Min tersenyum.


Dong Min melihat Dan Yi memotong daun bawang yang ia tanam sendiri. “Itu tidak semahal itu. Kenapa kau tidak beli saja?” kata Dong Min. Dan Yi bilang daun bawang sangat mahal belakangan ini, jad jika menanam sendiri mereka bisa terus memakannya sepanjang musim dingin.


Sambil mengajari Jae Hui, Dong Min bilang ibunya bisa membeli gedung karena terus berhemat. Dan Yi tertawa.


Dan Yi senang sekaligus sedih saat mengingat masa lalunya.


“Ayah Jae Hui… ayo kita mulai dari awal. Apa yang kau katakan? Aku akan berusaha lebih keras,” kata Dan Yi sambil menangis. Dong Min berusaha menarik tangannya yang dipegang Dan Yi. “Kita menikah karena saling mencintai. Pikirkan tentang Jae Hui. Maafkan aku. Aku tahu aku bicara kasar padamu, tapi itu hanya karena aku kesal usahamu bangkrut.”


Dan Yi berjanji tidak akan melakukannya lagi. Ia bilang ia tidak masalah jika rumahnya harus dijual dan mereka bisa pindah ke rumah ayah Dong Min di pedesaan dan memulai semuanya kembali.


Dong Min bertanya apa yang akan Dan Yi lakukan di sana. “Menggali lubang untuk mencari makanan?!” tanya Dong Min.


“Lalu kau pikir bisa menyelesaikan semuanya dengan berselingkuh dariku?” tanya Dan Yi. Dong Min memalingkan wajahnya. “Apa karena itu kau berselingkuh?” Dong Min pergi, tapi Dan Yi mencegahnya. “Aku janji tidak akan menyebutnya lagi.” Dong Min tetap pergi. “Ayah Jae Hui… ayah Jae Hui…”


“Jangan menangis, Dan Yi… Suamimu tidak akan kembali. Kau bisa menangis sebanyak yang kau mau, tapi dia tetap tidak akan kembali. Mulai sekarang, kau harus berjuang sendiri,” kata Dan Yi pada dirinya sendiri.


Dan Yi mematikan senternya dan kenangannya menghilang. Ia lalu mengecek buku tabungannya. Ia mengetik pesan pada Jae Hui bahwa ia mendapat telepon dari sekolahnya dan meminta maaf karena keuangannya sedang tidak baik. Ia memberitahu kalau belum mendapat tempat tinggal dan belum mendapatkan pekerjaan. Tiba-tiba ia mendapat telepon dari Jae Hui.


Jae Hui menangis karena perutnya sangat sakit. Ia bilang ia tidak bisa ke rumah sakit karena tagihan pengobatan di sana tidak bisa ditanggung asuransi dan akan sangat mahal. “Jae Hui, ibu punya uang,” kata Dan Yi berbohong. “Pergilah ke rumah sakit dan kau bisa melanjutkan sekolah di sana.”


Sementara itu di rumahnya yang nyaman, Eun Ho sedang membaca cerita seorang penulis. Ia bilang ceritanya bagus, tapi kemampuan menulisnya kurang baik. Ia mencoret beberapa bagian.


Ia membuka laptopnya dan melihat tab print. Ia mengklik, tapi hasil print-nya tidak juga keluar. Ia lalu melihat kabelnya tidak tersambung. “Astaga, wanita itu! Sudah kubilang agar tidak mendekati mejaku,” gerutu Eun Ho.


“Aku tidak bisa memaafkan ini. Aku akan memecatnya, walaupun Dan Yi yang mengenalkannya padaku,” kata Eun Ho.


Tapi hasil print yang keluar malah resume Dan Yi. “Apa? Apa Dan Yi ke sini tadi?” Eun Ho ingin menelepon Dan Yi, tapi tidak jadi. “Kenapa ia tiba-tiba mencari pekerjaan?”

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 1 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 1 Part 5

Comments


EmoticonEmoticon