1/28/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 PART 1

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 1 Part 7
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 Part 2

Nona Song tampak mengantarkan 3 pelamar ke ruang wawancara dan Dan Yi salah satu di antaranya.


Eun Ho sangat terkejut saat membaca surat lamaran atas nama Dan Yi untuk Tim Pendukung Tugas.


Dan Yi memberikan salam kepada para pewawancaranya. Eun Ho menghela napas berat. Ia sungguh tidak mengerti kenapa Dan Yi melakukan itu semua.


Tuan Kim bilang Dan Yi tidak punya pengalaman di bidang ini tapi telah membaca banyak buku klasik. Dan Yi bilang kutu buku adalah nama panggilannya sejak masih kecil.


“Kau kutu buku, tapi kau juga pengacau,” kata Eun Ho di dalam hati. Tuan Kim bertanya apa Dan Yi tahu arti nama perusahaan mereka.


“Gyeoroo. Yang aku tahu, ini adalah kata Korea murni untuk ‘Kehidupan yang Menang’,” jawab Dan Yi dengan yakin. Yoo Sun bertanya apa itu mempengaruhi cara Dan Yi menjalani hidup. “Aku pikir itu kemarin, dan pikiran itu masih bersamaku hari ini. Aku akan terus merasakan hal yang sama besok.”


Yoo Sun meminta Dan Yim memberitahu hal istimewa tentang dirinya. Dan Yi bilang ia tidak istimewa. Ia juga menyadari bawha ia cukup tua untuk tahu bahwa ia tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Ia juga menyadari bahwa ia memiliki kekurangan.


“Apapun jenis tugas yang diberikan kepadaku…” kata Dan Yi dan tiba-tiba berdiri. “Aku akan melakukan yang terbaik dengan hati yang bersyukur.” Ia lalu membungkukkan badannya.


Narasi Eun Ho: “Sesuatu yang tidak kuketahui pasti terjadi pada Dan Yi. Tidak. Pasti sudah sudah terjadi.”


Dan Yi keluar dari ruang wawancara dan melepaskan tanda pengenal pelamarnya. Ia berjalan keluar gedung.


Pikiran Eun Ho gelisah. Ia membereskan barang-barangnya dan bilang kalau ada sesuatu yang terjadi, sehingga ia harus pergi. “Apa?” tanya Tuan Kim bingung. Eun Ho bilang ia akan meminta Ji Hong untuk menggantikannya.


“Panggil Pak Bong untukku. Aku harus mengurus sesuatu sekarang,” kata Eun Ho pada Nona Song.


Eun Ho ternyata menyusul Dan Yi. “Ayo bicara,” katanya sambil meraih tangan Dan Yi. Dan Yi menarik tangannya. “Ikuti aku.”


Eun Ho sudah berjalan beberapa langkah, tapi Dan Yi masih diam saja di tempatnya. Eun Ho menoleh dan berkata, “Tidak bisakah kau melihat bahwa aku marah?” Ia lalu berjalan pergi.


Eun Ho membukakan pintu mobil dan Dan Yi masuk ke dalamnya. Ia juga memasangkan sabuk pengaman untuknya. Eun Ho bertanya kenapa Dan Yi tidak memasukkan gelar sarjananya, tapi hanya mencantumkan pendidikan SMA-nya saja. Ia bertanya apa kehidupan Dan Yi membosankan.


“Jangan katakan apapun,” kata Eun Ho padahal Dan Yi memang tidak berniat menjawab. “Apapun yang kau katakan, aku tidak akan mencoba memahamimu.” Ia menutup pintunya dan masuk ke kursi pengemudi.


Eun Ho menghubungi ponsel Dong Min, tapi nomornya tidak terdaftar. “Berapa nomor barunya?” tanya Eun Ho kesal. Dan Yi bilang ini hanya urusan antara ia dan Eun Ho saja.


Eun Ho: “Dong Min adalah wali sahmu.”
Dan Yi: “Wali? Apa yang kau bicarakan? Ya ampun, aku 37 tahun. Ke mana kita pergi sekarang?”


Eun Ho membawa Dan Yi ke rumah lamanya. Ia terkejut karena rumah itu sudah dibongkar. Ia menatap kesal pada Dan Yi.


“Apa ini? Kudengar bisnisnya gagal. Sebenarnya ini baik-baik saja, bukan? Itu akan menjadi gedung barunya, kan?” tanya Eun Ho bingung. “Atau apa? Apa kau kehilangan rumahmu?!” Dan Yi tetap tidak menjawab dan itu membuat Eun Ho semakin kesal.


Dan Yi meminum air yang disediakan kafe. Eun Ho memintanya mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


“Apakah Dong Min benar-benar berselingkuh? Dan apakah kau benar-benar kehilangan rumah?” tanya Eun Ho. Dan Yi tidak menjawab. “Kau sedang berantakan sekarang. Aku tidak percaya bahwa aku sama sekali tidak tahu.”


“Eun Hoo…” panggil Dan Yi.


Eun Ho: “Di mana bajingan Dong Min itu?”
Dan Yi: “Jaga mulutmu. Dia masih ayah Jae Hui. Dan aku memang mencintainya.”


Narasi Eun Ho: “Sekali lagi… dia bicara ‘cinta’.”


“Oppa!” panggil Dan Yi saat sedang makan bersama Eun Ho.


Eun Ho heran siapa yang dipanggil ‘oppa’ oleh Dan Yi itu.


Dong Min masuk ke kafe dan menyapa Eun Ho. “Ini adalah temanku yang seperti saudara bagiku. Dan ini adalah… pria yang kucintai,” kata Dan Yi malu-malu.


“Senang berkenalan denganmu. Kau pasti Eun Ho. Kau tampan,” kata Dong Min.


“Cara dia berbicara tidak sopan sejak awal,” batin Eun Ho yang kemudian membalas sapaan Dong Min.


Sambil disuapi oleh Dan Yi, Dong Min berkata bahwa Eun Ho pasti diterima di perguruan tinggi karena ia adalah pakar penerimaan perguruan tinggi. Ia bilang Eun Ho beruntung karena sudah bertemu dengannya.


Narasi Eun Ho: “Sepintas, aku tahu dia dangkal. Dia adalah masalah sulit, mulut besar dan banci. Apakah aku akan menyetujuinya?”


Eun Ho melarang Dan Yi menyuapi Dong Min paru-paru, karena ia tahu Dan Yi sendiri menyukainya. Dan Yi akhirnya menyuapi paru itu ke mulutnya sendiri.


“Bagaimana mungkin? Aku kesal! Dan Yi.. Kue manismu, Dong Min, juga suka makan paru-paru juga!” rajuk Dong Min dengan nada bayi. Dan Yi akhirnya menyuapi Dong Min.


Narasi Eun Ho: “Yang terpenting… dia tidak mempertimbangkannya. Ada banyak orang di dunia ini. Bagaimana dia bisa mencintai kantong Douche seperti dia?” (kanting douche agak sensitive artinya hehe, yang mau tahu googling aja ya..)


Dan Yi setuju Dong Min menjadi tutornya dan bisa menghubunginya langsung, tidak melalui Dan Yi. “Kau mau pergi? Kau harus makan lebih banyak,” kata Dan Yi. Eun Ho tetap pergi.


Dong Min bilan ia lupa memberitahu Eun Ho tentang biaya lesnya. Dan Yi bilang ia yang akan memberitahu Eun Ho.


Narasi Eun Ho: “Jika memang cinta seperti itu, aku tidak ingin jatuh cinta. Aku tidak mau menjadi idiot, tidak bisa melihat apa yang dibutuhkan orang lain, dibutakan oleh emosiku.”


Narasi Eun Ho: “Aku ingin berada di sana untuk orang yang kucintai sampai akhir.”


Dan Yi bilang Dong Min sedang berada di luar negeri dengan seorang wanita dan tidak akan kembali. “Aku harus mencari nafkah, Eun Ho,” ujarnya. Eun Ho bilang pasti ada cara lain tanpa menyia-nyiakan gelar Dan Yi.


Eun Ho bilang Dan Yi lulus dari universitas terkemuka, jadi pasti bisa menemukan pekerjaan yang lebih baik. Dan Yi bilang tahun lalu ia melamar untuk semua posisi berpengalaman dan melakukan lebih dari 50 wawancara, tapi tidak ada satupun yang mempekerjakan wanita yang kembali setelah istirahat karir.


“Mereka mengatakan dunia telah berubah sementara aku bermalas-malasan di rumah. Aku tidak pernah bermalas-malasan? Apa kau tahu apa yang ibu rumah tangga lakukan? Mereka membuat sarapan dan kemudian waktu makan siang tiba. Jadi mereka membuat makan siang, dan tibalah waktu makan malam. Mereka menyiapkan makan malam dan mencuci piring. Dan kemudian pagi lagi. Tidak pernah berakhir,” kata Dan Yi membela dirinya.


Dan Yi tidak terima jika menjadi ibu rumah tangga tidak memberinya pengalaman. Dengan menjadi ibu rumah tangga ia belajar bersabar, berbakti dan penuh perhatian. 


Dan Yi: “Untuk Tim Dukungan Tugas, tidak ada batasan umur. Katakan saja aku hanya lulusan sekolah menengah…”
Eun Ho: “Kau harus mengirim paket dan menjalankan tugas untuk kolegamu. Ini adalah posisi kontrak bergaji rendah. Noona, pekerjaan ini untuk anak-anak yang baru lulus sekolah menengah…”


Dan Yi bilang ia harus melakukan sesuatu. “Jika aku mati di usia 80 tahun, berarti ini masih setengah jalan. Apakah aku harus tetap hidup seperti ini?” tanyanya sedih.


Eun Ho sedih dan meminta maaf karena tidak tahu apa yang sedang Dan Yi alami selama ini.


“Aku tahu kau meminjamkan uang pada Ayah Jae Hui tanpa memberitahuku. Aku juga tahu bahwa dia tidak bisa membayarmu kembali. Kau sudah melakukan lebih dari cukup,” kata Dan Yi dengan mata berkaca-kaca.


Ponsel Eun Ho berdering. “Kau harus menjawabnya,” bisik Dan Yi.

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 1 Part 7
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 Part 2

Comments


EmoticonEmoticon