1/28/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 PART 2

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 Part 3

Eun Ho menerima telepon dari Reporter Jo Yeong Ju dari Cine 22 yang menanyakan keberadaannya. Ia lupa kalau ia ada jadwal wawancara.


Dan Yi mengerti dan pamit pergi. Eun Ho tidak bisa mencegah Dan Yi. Ia lalu bertanya pada Reporter Jo di mana wawancaranya dilakukan.


Ji Seo Joon, pria penemu sepatu Dan Yi, sedang memasak ramen. Ia menatap pot daun bawang pemberian Dan Yi.


“Tuan Daun Bawang, akan terasa sakit selama beberapa detik,” kata Seo Joon lalu menggunting daun bawangnya. Ia merasa sangat bersalah. “Astaga, itu menghancurkan hatiku. Aku selalu membeli yang mati. Memotong tanaman hidup adalah… Astaga, itu menegangkan.”


Seo Joon bahkan tidak sanggup melihat saat menggunting daun bawang itu ke dalam panci.


Kameramen meminta Eun Ho bergaya dengan bukunya dan menyebutnya bisa menjadi aktor.


‘Di mana kau tinggal? Jangan bilang kau tidak mendapat tunjangan apapun.’ Eun Ho mengirim pesan pada Dan Yi.


Eun Ho masih menjalankan pemotretannya.


‘Kirimi aku alamatnya. Aku akan mampir di malam hari. Aku harus melihat bagaimana sebenarnya Noona hidup.’ Dan Yi membaca pesan dari Eun Ho.


Eun Ho masih menunggu balasan dari Dan Yi, tapi Reporter Jo sudah memulai wawancaranya. Reporter Ji bilang buku science fiction Eun Ho berjudul Little People mendapat tanggapan yang bagus.


Reporter Jo: “Kau membuat debutmu di sekolah menengah melalui serial fiksi web berjudul The Bloody Contract, kan?”
Eun Ho: “Aku melakukan wawancara ini karena kau berjanji tidak akan membicarakannya.”


Reporter Jo canggung, tapi kemudian mengganti bahasannya. Ia bilang gaya tulisan Eun Ho berubah semenjak bertemu dengan Direktur Gyeoroo, Kim Jae Min. “Bagaimana kaian berdua bertemu?” tanyanya.


- 10 tahun yang lalu –


Seorang junior di kampus memberitahu Eun Ho bahwa ada seorang pria mirip Chow Yun Fat yang mencarinya.


Tiba-tiba angin berhembus kencang dan mereka melihat asal angina itu.


Di lantai 1 perpustakaan kampus, Tuan Kim muncul dengan mantel panjang, berkacamata hitam dan menggigit tusuk gigi, persis seperti Chow Yun Fat saat memerankan Dewa Judi.


“The Bloody Contract. Kau penulis Cha Eun Ho, kan?” tanya Tuan Kim yang tiba-tiba muncul di belakang Eun Ho. Eun Ho mengelak dan akan pergi, tapi Tuan Kim menghalanginya.


Tuan Kim menyamakan wajah Eun Ho dengan foto penulis yang tercantum di buku karangan Eun Ho. Ia bilang jarang ada penulis tampan seperti itu. “Aku bilang, aku bukan pria itu,” kata Eun Ho.


Eun Ho pergi dan Tuan Kim terus mengikutinya. Ia lalu muncul secara tiba-tiba di depan Eun Ho. “Penulis Cha,” panggilnya. Eun Ho tidak peduli dan berjalan melewatinya begitu saja.


Tuan Kim yang sudah mengenakan pakaian olahraga menghalangi Eun Ho melemparkan bola basketnya. “Aku berjanji kepadamu bahwa kau tidak perlu khawatir tentang uang,” ujarnya. Eun Ho tetap tidak peduli dan berhasil memasukkan bolanya ke dalam ring.


Tuan Kim lalu menawari Eun Ho posisi editor termuda dalam sejarah perusahaan. “Editor?” tanya Eun Ho mulai tertarik. Tuan Kim bahkan menawarkannya kontrak seumur hidup.


Akhirnya, Eun Ho datang ke kantor Tuan Kim. “Aigoo… lihat siapa yang datang!” kata Tuan Kim gembira. Ia melepaskan meja yang sedang dibawanya dan menyambut Eun Ho. “Aku senang kau datang, Tuan Editor.”


“Kau dan aku. Mari kita tersenyum,” kata Tuan Kim dengan jarinya.


Eun Ho terkejut karena hanya ada mereka berdua di sana. “Ayo kerja keras bersama, Penulis Cha! Kau sekarang adalah salah satu anggota pendiri perusahaan penerbitan Gyeoroo! Terimalah ucapan selamat yang tulus dariku,” kata Tuan Kim. Eun Ho kehilangan kata-kata.


“Gyeoroo…. Kita akan menang!” kata Tuan Kim optimis.


Reporter Jo bilang kritik mengatakan bahwa gaya menulis Eun Ho berubah ketika mulai menulis fiksi dengan prestasi sastra. “Itu bukan karena Tuan Kim Jae Min. Aku sudah banyak berpikir tentang fiksi dan sastra sejak aku kuliah jurusan Sastra Korea di universitas,” kata Eun Ho.


Reporter Jo bertanya apakah Gyeoroo sukses karena serial ‘Manusia’ yang diterbitkannya. Eun Ho tersenyum.


“Good morning…” sapa Tuan Kim pada Yoo Sun, orang ketiga di Gyeoroo.


Tidak lama kemudian, Ji Hong bergabung.


Dan selanjutnya Yeong A.


Kelima pekerja utama Gyeoroo itu mengawasi sendiri hasil pencetakan buku mereka. 


Yoo Sun memiliki standar yang paling tinggi dan rumit.


The Bloody Contract diterbitkan dan menjadi best seller.


Tanggal 23 April, Novel baru Kang Byeong Jun diterbitkan dan juga meraih penjualan nomor 1.


Buku berikutnya diterbitkan.


Nona Song resmi bergabung bersama mereka.


Penerbit Gyeoroo!


“Ini pertanyaan terakhir. Terus terang, alasan terbesar dibalik pertumbuhan cepat Gyeoroo adalah akuisisi hak publikasi Kang Byeong Jun. Adakah yang ingin kau katakan tentang rumor itu? Tentang pensiunnya dan kepergiannya?” tanya Reporter Jo.


Eun Ho pura-pura menerima telepon. Ia mengakhiri wawancaranya dengan Reporter Jo dengan alasan ada hal penting terjadi. Ia pergi sambil pura-pura bicara di telepon lagi.


“Tidakkah menurutmu semua orang di Gyeoroo sangat aneh? Maksudku, mereka semua menjadi sangat sensitif seperti itu setiap kali kita bertanya tentang Kang Byeong Jun,” kata Reporter Jo pada kameramennya.


Eun Ho sepertinya mendengar perkataan Reporter Jo itu, tapi ia mengabaikannya.

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 Part 3

Comments


EmoticonEmoticon