1/29/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 PART 4

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 Part 5

“A… aku diterima? Di.. di mana? Ah.. Perusahaan penerbitan?” kata Park Hoon senang, tapi kemudian ia berubah kecewa. “Astaga, kenapa kau tidak meneleponku semenit yang lalu?”


Direktur Kim bilang ia menyesal karena tidak menghubunginya semenit lebih awal. Ia lalu menutup teleponnya dan menatap resume Dan Yi.


Dan Yi baru saja akan menyimpan ponselnya di loker, tapi kemudian ponselnya berdering. “Halo?” sapanya.


“Nona Kang Dan Yi, kau melamar untuk posisi Tim Dukungan Tugas di Gyeoroo, bukan? Kau melewati wawancara terakhir. Selamat,” kata Direktur Kim. 


Dan Yi hampir tidak percaya dengan apa yang didengarnya. “Terima kasih! Terima kasih banyak!” ujarnya terharu.


Direktur Kim sangat senang karena akhirnya ia mendengar respon yang ia harapkan. Ia mendengar Dan Yi bersorak bersama teman-temannya. Ia menangis terharu.


“Pose kekuatan!” kata Dan Yi. Direktur Kim mendengar itu dan menyebutnya psikopat. “Aku akan mentraktir kalian semua sebotol yoghurt.” Teman-temannya bersorak. “Tidak! Aku akan membelikan masing-masing 2 botol!”


Eun Ho malah tidak tenang karena Dan Yi diterima bekerja di tempatnya. Nona Song lalu datang untuk mengambil pekerjaannya yang sedang diperiksa Eun Ho.


Eun Ho bilang ia tidak perlu memeriksa pekerjaan Nona Song dan bisa langsung diserahkan. “Kau meninggalkan pakaianmu di tempatku,” kata Eun Ho. Nona Song baru ingat kalau ia lupa mengambil cuciannya dari mesin cuci.


“Bagaimana bisa kau meninggalkan bra-mu?” tanya Eun Ho. Nona Song hanya tertawa.


Dan Yi ada di rumah Eun Ho dan mendapatkan amplop gajinya di dalam kulkas. Ia buru-buru naik ke lantai atas saat mendengar suara password pintu ditekan. Eun Ho masuk ke rumah.


Eun Ho mengambil air minum dan mendapati amplop gaji pembantunya sudah tidak ada. Ia mendapat pesan dari Dan Yi yang memberitahu kalau ia diterima bekerja. Eun Ho tidak membalasnya.


Dan Yi mengintip dari jendela lantai atas. Setelah minum air, barulah Eun Ho membalas pesan Dan Yi. Ia bilang penerimaan itu tidak ada hubungannya dengannya.


‘Kita orang asing di tempat kerja. Jangan bertingkah seperti kau mengenalku, dan jangan mengharapkan bantuan dariku,’ tulis Eun Ho. “Kejam sekali,” kata Dan Yi. ‘Berhentilah bekerja di rumahku. Dan berikan aku pembantu baru.’


Dan Yi tidak mempedulikan permintaan Eun Ho dan memilih tidur. Tapi kemudian Eun Ho mengiriminya pesan lagi. ‘Selamat atas pekerjaanmu, Noona.’ Dan Yi membalas pesannya.


‘Aku membuat deonjang rebus kesukaanmu. Aku menambahkan abalone, jadi jangan lupa memakannya.’ Eun Ho membaca pesan Dan Yi.


“Kelihatannya enak,” kata Eun Ho sambil tersenyum.


Dan Yi pun tidur dengan perasaan bahagia.


Keesokan harinya, Seo Joon mengajak anjingnya berjalan-jalan. Ia melewati rumah Eun Ho.


Eun Ho sedang mandi sambil mendengarkan berita di radio tentang meningkatnya jumlah sampah plastik.


Dan Yi mengendap-endap turun dari lantai 2 dengan hati-hati. Ia meminum sedikit the milik Eun Ho dan mengambil selembar rotinya. Barulah kemudian ia pergi.


Dan Yi berlari sambil melompat. “Ini hari pertamaku bekerja!” ujarnya sambil berpose kekuatan. Seo Joon melihatnya dari belakang, tapi ia mengabaikannya. Dan Yi berteriak karena hampir terjatuh karena berlari dengan sepatu hak.


“Bukankah dia wanita… yang memberiku daun bawang?” gumamnya. Ia lalu pergi karena si anjing menariknya.


Eun Ho sudah berganti pakaian dan akan sarapan. Tapi ia merasa rotinya ada yang menghilang. Ia melihat sekeliling, tapi tidak menemukan siapa-siapa, bahkan tikus sekalipun.


Dan Yi menatap papan nama Gyeoroo dengan bahagia. “Ayo lakukan dengan baik. Mari kita bersyukur dan bekerja keras,” gumamnya.


Dan Yi mengingat saat sebelumnya ia menyobek salinan ijazah dan riwayat karirnya. Ia sepertinya agak menyesal melakukan itu, tapi ia mengabaikan perasaan itu.


“Apa kau karyawan baru?” sapa Park Hoon. Dan Yi mengiyakan dengan gugup. “Senang bertemu denganmu. Namaku Park Hoon.” Ia menjabat tangan Dan Yi sambil menggoncang-goncangkannya. Ia bilang Dan Yi tidak perlu gugup.


Park Hoon memintanya mendekat dan berbisik. Ia mengatakan banyak singkatan seperti TBH, SIT, dan DGMW. Dan Yi tidak mengerti, tapi ia hanya tersenyum saja. “Jangan terlalu gugup. Ikuti aku,” kata Park Hoon.


Park Hoon mencontohkan gerakan menggetarkan tangan dan tubuhnya. Dan Yi mengikutinya. Park Hoon memintanya mengatur napas dan lagi-lagi Dan Yi mengikutinya. “Aku karyawan baru juga,” kata Park Hoon.


“Oh…” kata Dan Yi yang mengira Park Hoon adalah karyawan senior. Park Hoon bilang ia merasa mereka akan rukun.


Saat menunggu pintu lift terbuka, Dan Yi mendapat pesan dari Gyeoroo bahwa karyawan baru diminta pergi ke Ruang Pertemuan di Lantai 3 pukul 9. Ia menunjukkan pesan itu pada Park Hoon. Mereka masuk ke lift dan pintu tertutup.


Ji Yul datang sambil berlari dan masih sempat membuka pintu liftnya lagi. Ia berhasil masuk. “Apa kau karyawan baru?” sapa Park Hoon. Ji Yul mengiyakan dan memperkenalkan dirinya.


Pintu lift terbuka lagi dan Nona Song masuk. “Mereka pasti mempekerjakan 4 orang,” kata Park Hoon yang mengajak Nona Song berkenalan. Nona Song mengabaikannya. “Aku dengar mereka mempekerjakan 8 orang tahun lalu.”


Ji Yul bilang umurnya 27 tahun. Park Hoon bilang mereka seusia. “Sepertinya kita seusia juga,” kata Park Hoon pada Nona Song.


“Aku pikir kau tidak perlu tahu usiaku,” kata Nona Song. Park Hoon setuju. 


Di ruang pertemuan sudah ada 3 karyawan baru. Park Hoon menebak perusahaan mempekerjakan 7 karyawan baru.


Park Hoon bilang ia akan memberikan informasi tentang orang yang bertugas melatih anggota baru dan dikenal sebagai penyihir kedua Gyeoroo. “Namanya Song Hae Rin,” kata Park Hoon. Nona Song tersenyum. “Duduklah,” kata Park Hoon padanya.


Park Hoon bilang sekarang adalah tahun ketiga Nona Song dan dia dipromosikan beberapa bulan lalu. “Dia memenangkan kompetisi melawan kolega dan seniornya. Nama panggilannya adalah Ratu Es,” lanjut Park Hoon.


Nona Song juga mendengar dirinya disebut rewel, pecandu kerja, dan melelahkan rekan-rekannya. Park Hoon bilang sangat penting bertemu dengan senior yang baik di tempat kerja, tapi hari pertama mereka saja sudah kacau.


Ji Yul bertanya siapa penyihir pertama Gyeoroo. “Direktur Ko Yoo Sun,” kata Nona Song. Park Hoon kagum karena teman barunya tahu tentang itu.


Nona Song lalu membagikan kartu nama baru mereka. Dan Yi sangat senang menerimanya. Park Hoon bertanya kenapa sesama karyawan baru yang memberikan kartu nama itu.


Nona Song melemparkan sebuah buku ke atas meja. “Aku Song Hae Rin, orang yang bertanggung jawab melatih anggota baru,” katanya memperkenalkan diri. Semua orang terkejut. “Aku gila kerja. Dan aku melelahkan kolegaku. Jadi itu tidak akan mudah bagi kalian.”


Park Hoon salah tingkah karena Nona Song mengucapkan ulang perkataannya tadi. Nona Song lalu menjelaskan isi kartu nama tadi bahwa Ji Yul ada di Tim Editorial, Park Hoon ada di Tim Pemasaran.


“Ji Ho berada di Tim Pengembangan Bisnis. Min Seok di Tim Konten Anak-Anak, Hui Yeong ada di Tim Desain dan Kang Dan Yi ada di Tim Dukungan Tugas. Kalian semua bekerja keras untuk mendapatkan pekerjaan. Dan aku yakin kalian semua penuh harapan saat diterima dan mulai bekerja,” kata Nona Song.


“Mulai sekarang kalian adalah kolega,” kata Nona Song dan mereka salng tersenyum. “Tapi kalian juga pesaing.” Senyum mereka menghilang. “Salah satu dari kalian akan mengundurkan diri dalam waktu kurang dari sebulan.”


Nona Song juga bilang bahwa memiliki pekerjaan penuh waktu tidak ada artinya dalam industry penerbitan. “Setelah 3 bulan, orang lain akan mengundurkan diri, mengatakan bahwa mereka ingin belajar lebih banyak,” lanjutnya.


“Setelah satu tahun, hanya akan ada setengah dari kalian, meskipun kalian bekerja keras untuk dipekerjakan. Aku tidak akan repot-repot mengajar mereka yang akan berhenti. Cari tahu sendiri,” kata Nona Song serius.


Staf A (aku belum tahu namanya hehe) menyapa Eun Ho dan menunjukkan karyawan baru mereka yang menggemaskan. Eun Ho melihat Dan Yi dan tersenyum sendiri. “Dia agak jorok,” kata Staf A menunjuk Dan Yi. “Mungkin dia agak tua. Dia memiliki wajah bayi, tapi gayanya sudah using.”


“Tidak, dia benar-benar tipeku. Dia tampak berkelas dan berkualitas,” kata Eun Ho. Staf A tercengang. “Apa kita mendapatkan draft untuk puisi prosa Penulis Kang?”


Staf A bilang Penulis Kang meninggalkan grup dan mereka tidak dapat menghubunginya selama sebulan terakhir. Ia lalu buru-buru pergi.


Eun Ho memperhatikan Dan Yi.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 Part 5

2 komentar


EmoticonEmoticon