1/29/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 PART 5

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 Part 6

Nona Song mengajak para karyawan baru berkeliling sambil menunjukkan ruangan-ruangan yang ada di sana. Ia bilang selanjutnya mereka akan bertemu seluruh tim.


Para karyawan baru memberikan salam dan beberapa staf senior bertepuk tangan untuk mereka. Nona Song lalu mengajak mereka ke ruangan Direktur Kim.


Direktur Kim menyalami mereka satu per satu. “Gyeoroo.. Fighting!” ujar mereka bersama-sama. Kemudian, Nona Song membawa mereka ke ruangan Yoo Sun.


Yoo Sun menoleh sekilas lalu memalingkan lagi wajahnya ke arah buku yang sedang dibacanya. Nona Song mengerti dan beralasan pada karyawan baru kalau Yoo Sun sedang sibuk.


Nona Song membawa mereka ke perpustakaan kantor yang berisi sekitar 10.000 buku. Ia bilang tempat itu terbuka untuk semua orang jadi mereka bisa datang kapan saja untuk mencari materi. “Sekarang, mari kita menuju kafe,” ajak Nona Song.


Park Hoon memberikan gelas minuman kepada dua rekan barunya dan berkata, “Aku paling ingin tahu tentang Penulis Cha Eun Ho. Aku pikir dia akan hadir dalam wawancaraku. Pemimpin redaksi, penulis, dan professor. Aku yakin dia sibuk menyulap 3 pekerjaan ketika orang lain bahkan mengelola satu saja tidak bisa.”


Ji Yul bilang Eun Ho hadir di wawancaranya. “Dia tampan dan cantik,” kata Ji Yul. Dan Yi tersenyum. “Ngomong-ngomong, berapa umurmu?”


Dan Yi: “Aku tiga puluh…”
Park Hoon: “Kita terpisah 3 tahun.”
Dan Yi: “Aku 37.”


Ji Yul dan Park Hoon terkejut. Park Hoon mengubah cara bicaranya menjadi lebih sopan dan bilang Dan Yi tidak seharusnya menjadi karyawan baru. Ia bertanya apa Dan Yi memiliki pengalaman kerja. “Tidak,” jawab Dan Yi berbohong. Park Hoon menebak Dan Yi pasti sudah belajar selama bertahun-tahun.


“Aku seorang karyawan kontrak Tim Pendukung Tugas dan lulusan sekolah menengah,” kata Dan Yi tanpa ragu. Park Hoon berharap mereka rukun. “Aku juga.”


“Ini tanda pengenal kalian,” kata Nona Song.


Staf A tampak kagum dengan bunga yang dikirimkan ke kantornya. Beberapa staf bertanya-tanya apa ada acara pernikahan. Nona Song dan karyawan barunya tiba di ruangan itu.


“Bunga ini untuk karyawan baru. Nona Oh Ji Yul?” kata Staf A. Park Hoon bertanya apa itu dari pacar Ji Yul. Ji Yul membuka kartu ucapan yang ternyata berasal dari ibunya. Ia sangat terharu.


“Dari ibunya?” bisik Yeong A. Staf A mengiyakan. Ji Hong menebak kalau Ji Yul adalah anak manja. Staf A bilang Ji Yul ada di tim mereka. Ji Yul meminta Park Hoon memotretnya bersama bunga itu.


Ji Hong bertanya siapa yang mempekerjakan orang seperti Ji Yul. “Kau. Karena kita merekrut orang tanpa pengalaman, kau bilang lebih baik orang seperti dia daripada orang yang pura-pura tahu apa yang mereka lakukan. Mereka mudah dibentuk,” kata Yeong A. Ji Hong heran kenapa ia bisa mengatakan hal seperti itu dulu.


“Aku akan terus membimbingnya dengan kemampuan terbaikku, Kepala Tim,” kata Nona Song. Staf A tampak khawatir.


“Itu dia. Dia adalah Pemimpin Redaksi Cha Eun Ho. Aku akhirnya bertemua dengannya. Tidak mungkin,” bisik Park Hoon sambil asal menjepret fotonya.


Ji Yul: “Apa kau mengambil 200 foto?”
Park Hoo: “Ya.”
Ji Yul: “Ambil lagi.”


Dalam perjalanan pulang di bus, Dan Yi menatap tanda pengenal dan kartu nama barunya.


Dan Yi mengingat saat dulu ada undian di sebuah restoran dan para pelanggan diminta untuk memasukkan kartu nama mereka. Dan Yi pergi.


Dan Yi bertemu dengan teman lamanya, Kim Ji Young, yang memberikannya kartu nama dan bilang mereka harus tetap berhubungan. “Aku tidak punya kartu nama. Aku berhenti dari pekerjaanku,” kata Dan Yi.


JI Young heran karena dulu Dan Yi memiliki karir yang bagus. “Aku harus merawat anakku. Aku akan meneleponmu kapan-kapan,” kata Dan Yi.


Dan Yi sangat senang karena sudah punya kartu nama lagi sekarang. Dan Yi turun di halte tujuannya dan terkejut karena mobil Eun Ho mendekat.


Eun Ho pun turun dari mobil dan bertanya, “Noona, kau masih akan menjadi pembantu?” Dan Yi bilang ia tidak akan pergi ke rumah Eun Ho dan akan mencari pembantu baru untuknya. “Apa Noona tinggal di sekitar sini? Ayoa, aku harus melihat di mana kau tinggal.”


Dan Yi bilang lain kali saja karena rumahnya berantakan. Eun Ho bilang ia akan memberikan tumpangan saja dan menyuruh Dan Yi masuk ke mobil. Dan Yi menolak. Ia berlari pergi.


“Noona, masuklah,” kata Eun Ho yang menyusulnya. Dan Yi mendekat dan memberikan kartu namanya, lalu pergi. “Apa-apaan dia itu?”


Eun Ho melihat Dan Yi dari kaca spion dan mengingat saat Staf A bilang kalau Dan Yi jorok.


Eun Ho menghubungi seseorang dengan ponselnya. “Na Gyeong, ini aku. Apa tokomu masih buka?” Ia lalu menyusul Dan Yi lagi.


“Noona, masuklah. Kita harus pergi ke suatu tempat,” kata Eun Ho. Dan Yi bingung. Eun Ho membunyikan klaksonnya. “Cepatlah.”


“Bukankah ini toko Na Gyeong?” tanya Dan Yi saat mobil berhenti. Eun Ho mengajaknya turun.


Dan Yi bertanya apakah Eun Ho dan Na Gyeong berkencan lagi. “Tidak, kami hanya berteman sekarang,” kata Na Gyeong. Dan Yi bertanya kenapa mereka tidak berkencan lagi saja. “Bagaimana bisa ketika salah satu dari kami curang?”


“Kau selingkuh?” tanya Dan Yi dan menjauhkan pakaian yang ditunjukkan Eun Ho. “Aku benar-benar membenci orang curang. Aku tidak menyadari kau benar-benar bodoh.”


“Akulah yang berselingkuh,” kata Na Gyeong. Dan Yi terkejut. Eun Ho bilang ia akan memilih beberapa pakaian yang ada di sana dan menyebut Dan Yi terlihat jorok.


Dan Yi bilang ia baik-baik saja dan akan memakai pakaian yang ia punya. “Kau akan terus datang bekerja dengan memakai itu?” tanya Eun Ho. Na Gyeong ternyata sudah tahu kalau Dan Yi merendahkan diri sebagai lulusan sekolah menengah agar mendapat pekerjaan.


Na Gyeong berjanji akan menutup mulutnya tentang hal itu. Ia bilang rekan kerja dan bos Dan Yi pasti lebih muda muda. Ia juga bilang kalau orang tidak merasa nyaman jika memiliki rekan kerja junior yang lebih tua dari mereka.


Eun Ho bilang Na Gyeong memberikan baju itu gratis sebagai permintaan maafnya karena berselingkuh. Dan Yi akhirnya setuju untuk mencoba pakaiannya dan membawanya ke kamar pas.


Na Gyeong meminta Eun Ho mengirimkan uangnya hari ini. Eun Ho setuju.


Dan Yi merasa penampilannya sangat mencolok. Na Gyeong bilang sekarang semua orang berpakaian seperti itu. Dan Yi melihat Eun Ho yang sibuk membaca majalah. Ia lalu bilang roknya terlalu pendek.


Baju kedua terlihat sederhana dan Dan Yi menyukainya. Ia kemudian mencoba baju yang ketiga.


Dan Yi merasa baju itu tidak cocok untuk bekerja. Ia melihat Eun Ho yang masih sibuk membaca.


Dan Yi menyukai pakaian berikutnya. Eun Ho ternyata sesekali melihat Dan Yi.


Setelah Na Gyeong mengemas pakaiannya, Eun Ho mengajak Dan Yi ke salon. Dan Yi merasa itu tidak perlu. “Unnie, hanya mengenakan pakaian baru tidak akan mempengaruhi gayamu,” kata Na Gyeong. Dan Yi yakin salon sudah tutup sekarang. “Aku sudah meneleponnya. Pemiliknya adalah orang yang kukencani.”


“Ya, orang itu yang membuatnya berselingkuh dariku,” kata Eun Ho. Dan Yi terkejut. “Kau akan lihat bahwa aku tidak punya kesempatan.



Di salon, Na Gyeong memperkenalkannya pada Ju Yeon. 


Eun Ho hanya tertawa karena melihat Dan Yi yang terheran-heran apalah Na Gyeong berselingkuh dengan seorang perempuan.


Dan Yi: “Kau membiarkan wanita lain mencuri pacarmu?”
Eun Ho: “Ish.. Kau membiarkan wanita lain mencuri suamimu.”


Dan Yi bertanya apa Eun Ho sungguh baik-baik saja dengan itu. “Ya,” jawab Eun Ho santai. Dan Yi bertanya apakah Eun Ho mencintai Na Gyeong.


“Entahlah. Ketika aku dicampakkan, aku tidak pernah merasa emosional. Saat itulah aku menyadari bahwa aku tidak sedang jatuh cinta,” kata Eun Ho. Dan Yi merasa aneh dengan hubungan itu apalagi Dan Yi dan Na Gyeong akhirnya berteman.


“Turunkan aku di sana,” kata Dan Yi. Eun Ho bersikeras mengantarnya sampai depan rumah. “Tidak, jangan. Aku mengatakan pada pemilik rumah bahwa aku tidak akan membawa pria.”


Eun Ho menurunkan Dan Yi dan melambaikan tangannya. Dan Yi membalas dan menyuruhnya segera pulang. Dan Yi lalu berlari pergi. “Berhenti berlari. Kau bisa jatuh,” gumam Eun Ho.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 2 Part 6

Comments


EmoticonEmoticon