2/07/2019

SINOPSIS Dae Jang Geum Is Watching Episode 22 PART 3

SINOPSIS Dae Jang Geum Is Watching Episode 22 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Nona Senja
All images credit and content copyright: MBC
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Dae Jang Geum Is Watching Episode 22 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Dae Jang Geum Is Watching Episode 23 Part 1

Jin Min dan pacarnya mulai membuat sebuah kesepakatan bersama mengenai aturan kencannya.


“Jika aku bilangg aku haus artinya aku ingin bertemu denganmu. “ Kata Jin Min dalam kesepakatannya.


“sepertinya aku akan sering haus. Bagaimana denganmu?” tanya pacarnya dan meliriknya. “Ya aku memang sering kehausan.” Jawab Jin Min.


“Aku lapar itu berarti sudah waktunya untuk resep master Jin Min.” kesepakatan yang bisa terbilang aneh. Mereka membuat kalimat-kalimat kode dan hanya mereka berdua yang akan memahaminya.


Jin Min menjelaskan resep master Jin Min yang mereka bicarakan.”Jika mencicipi ini suasana hatimu akan tercerahkan. Mau coba?” ucap Jin Min sambil memberikan rhotteok itu kepada pacarnya.


“Bagaimana rasanya?” tanya Jin Min. “Rasanya asin sempurna ada rasa kacangnya. Ini adalah hidangan yang menawan.” Kata pacarnya memuji Jin Min.


“Menawan seperti seseorang bukan?” tanyanya dengan nada manja. “benar sekali/” jawab pacarnya.


“Karena aku menikmati makan hotteok yang menawan ini dengan madu, haruskah aku membalasnya?” tanya pacarnya.


“Apa?” tanya Jin min. pacarnya menengok sebentar ke belakang dan mencium pipi Jin Min. namun pacarnya dibuat kaget karena Jin Min tiba-tiba mimisan lagi.


Sementara itu Jeong sik melanjutkan masakannya. Ia lalu membuat adoanan krim untuk painya.


“dinginkan pai 3/4 jam sebelu disantap. Karena dengan begitu lapisan pai akan mengeras dan sangat nikmat untuk disantap. Ok sampai disi, selamat natal.” Katat Jeung Sik mengakhiri edisi memasaknya dalam video.


Hari natal yang ditunggu-tunggupun tiba. Pohon natal berjejer di jalanana. Orang-orang begitu ramai memadati jalanan kota.


Sementara itu,San Hae sedang makan bersama jin Mi “Ini enak sekali.” Kata Jin Mi.


“Jin Mi kamu tidak berkencan dengan siapapun? Ini hari Natal.” Tanya San Hae kepada Jin Min yang masih asik menkmati makanannya.


“Aku harus berlatih. Hanya kesanalah peserta pelatihan bisa pergi agar dapat membuat debut. Hidupku tidak asi.” Jawab Jin Mi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sebuah panggilan masuk diponsel milik Jin Mi. “Hai Min Hyuk… kamuu  haus? Aku juga sangat haus.” Kata Jin Min mengucapkan kode mereka. Kemudian Jin Mi pergi dari hadapan San Hae, walau begitu San Hae melihanya aneh.


“Aku penasara dengan anak baru itu sedang apa. Aku yakin dia sudah ada janji.” Kata San Hae sambil memegang ponselnya ketika hendak menghubungi Seung Ah.


Sedangkan itu Jeong Sik berdandan sesempurna mungkin karena akan menemui Seng Ah.”Apa ini membuatku terlihat menaik?” tanyanya didepan kaca.


“Apakah ini akan berhasil. Megan tolong berdoalah untukku megan.” Katanya pada megan, tanaman yang di berikan Seung Ah.


“Jam berapa ini? astaga , aku sangat gugup. Aku bisa melakukan ini.” katanya dan mengambil barang bawaannya.


Seung Ah mendapakan panggilan dari menegernya, yaitu San Hae.


“Hai anak baru. Dimana kamu?” tanya San Hae. “Aku sedang di rumah. “ jawab Seung Ah.


“Benarkah? Jika bosan, mau menonton film yang tidak sempat kita tonton?” Ucap San Hae.


“Film? Kenapa harus hari ini? aku minta maaf. Aku punya janji hari ini. jadi, harus segera pergi.” Kata Seung Ahmenolak ajakan menegernya.


“Benarkah? Baiklah kalau begitu. Aku menelpon karena teringat film itu.kamu sebaiknya pergi kita bisa menontonnya lain kali.” Kata San Hae dan menutup panggilannya.


Ketika San Hae hendak mengambil minum ia melihat adiknya bersiap keluar dengan membawa sebuah kado.


“Hei kamu mau kemana berdandan serapih itu?” tanya San Hae yang mencurigai kepergiannya.


“Aku akan membuat keputusan yang besar. Apa aku terlihat tampan? Aku akan memberi tahu kakak semuanya begitu kembali. Jadi tunggu aku di rumah. Aku akan terlambat sampai jumpa” kata Jeong Sik kepada kakaknya.


San Hae hanya tersenyum melihat tingkah laku adik laki-lakinya itu.


“Seung Ah kamu dimana? Ok aku akan kesana.” Kata Jeong Sik dalam telpon. Ia berlari kecil sambil membawa kado untuk wanita yang ia cintai, Jeong Shik sampai menabrak pejalan kaki ain yang sdang menyebrang.


Jeong Sik tidak menyadari lampu penyebrangan yang sudah mati . Sebuah mobil melintas tepat didepannya, mobil itu hampir saja menabrak Jeong Siik namun ia terjatuh dan tak sadarkan diri.


Sementara itu Seung Ah berharap cemas menantikan kedatangan Jeong Sik yang tak kunjung muncul. “Kenapa dia tidak datang? Apa terjadi sesuatu kepadanya”. Seung Ah akhirnya menelpon Jeog Sik.


Sementara itu, Jeong Sik langsung mendapat penanganan darurat disebuah rumah sakit.  Seorang perawat yang melihat ponsel Jeong Sik bordering segera mengangkat telpon dan mengabari kaalau Jeong Sik mengalami kecelakaan.


“Apa? Dia mengalami kecelakaan mobil?” Seung Ah sangat kaget mendengar kabar demikian, ia langsung menuju rumah sakit yang di beri tahu sang suster lewat ponsel Jeong Sik.


Seung Ah sangat terpukul mendapati keadaan Jeong Sik yang terbaring dengan bercak merah seperti darah yang ada di bagia perutnya.


“Koki master kamu berdarah banyak sekali. Semua ini gara-gara aku. Kamu sedang dalam perjalanan menemuiku. Maafkan aku bangunlah.” Rintih Seung Ah disamping ranjangg Jeong Sik yang masih tak sadarkan diri.


Tiba=tiba tangan Jeong Sik mengusap rambut Seung Ah yang menangis disampingnya. “Jika au bangun maukah kamu mengatakan hal yang ingin aku dengar.?” Kata Jeong Sik lirih.


Seung Ah sontak sangat kaget mendapati Jeong Sik yang sudah dapat berbicara. “Aku baik-baik saja” kata Jeong Sik santai.


“kamu mengejutkanku. Kupikir sesuatu terjadi kepadamu.kamu tahu betapa takutnya aku?” kata Seung Ah sambil terus menangis.


“Aku sungguh baik-baik saja.” Jawab Jeong Sik menenangkan Seung Ah yang terus menangis.


“Dia tidak tertabrak mobil jadi idak mengalami cedera parah. Dia hanya pingsan sebentar karena terkejut. Dia bisa pulang setelah merasa baikan.


“Itu tidak benar. Kamu berdarah banyak.” Kata Seung Ah sambil meraba perut Jeong Sik yang ada bercak merah.


“Ini bukan darah. Aku membuat wine berempah untukmu tapi pecah saat aku mengalami kecelakaan tadi.” Kata Jeong Sik menjelaskan.


San Hae yang mendengar kabar adiknya mengalami kecelakaan segera pergi ke rumah sakit untuk menemui adiknya.


San Hae terkejut ketika mendapati adiknya bersama dengan Seung Ah. I teringat perkataan adiknya sebelum pergi.


“Kamu begitu menyukaiku kah sampai langsung bergegas kemari menemuiku ?” kata Jeong Sik.


Sementara itu San Hae melihat mereka berdua dari balik tirai merasa sangat hancur hatinya melihat wanita yang ia cintai terlihat begitu sangat mencintai adiknya.

Penulis Sinopsis: Nona Senja
All images credit and content copyright: MBC
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Dae Jang Geum Is Watching Episode 22 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Dae Jang Geum Is Watching Episode 23 Part 1
Comments


EmoticonEmoticon