2/28/2019

SINOPSIS Dae Jang Geum Is Watching Episode 24 PART 2


Penulis Sinopsis: Nona Senja
All images credit and content copyright: MBC
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

Seung Ah kesulitan memperbaiki mesin fotokopi yang ada dikantornya padahal ia butuh mengkopi berkas. Kemudian saat San Hae lewat didepannya ia mencoba meminta bantuan San Hae


“Pak Han, mesin fotokopinya berulah lagi. Bisakah kau membantu memperbaikinya?”kata Seung Ah


Namun San Hae menolaknya, “Kamu sudah cukup lama disini, harusnya kamu sudah bisa memperbaikinya sendiri sekarang”katanya sambil beranjak pergi


Seung Ah sedih dengan perlakuan San Hae. Kemudian tiba tiba ia merasa sakit perut. Mungkin karena ada yang salah dengan makan siangnya, pikir Seung Ah


Satu pesan masuk ke ponsel Seung Ah. Dari Jeong Sik “Seung Ah bagaimana dengan makanan yang kuberikan tadi pagi? Apa kau menikmatinya?”


Jeong Sik segera membuka balasan dari Seung Ah. Seung Ah hanya menjawab singkat. Kemudian Jeong Sik membalasnya lagi dan meminta Seung Ah berfoto dengan tempat makanannya yang telah kosong


Namun Seung Ah membalas bahwa ia sedang tidak enak badan sehingga tidak bisa berswafoto. Hal ini justru membuat Jeong Sik menjadi khawatir. “Dia terlihat kuat, namun ternyata dia juga lemah”piki Jeong Sik


Dikantor seperti biasa Seung Ah menawari rekan rekannya untuk membuatkan kopi. Seung Ah mencatat kopi kopi pesanan rekan rekannya


Begitu sedang membuat kopi didapur Seung Ah mulai kebingungan dengan pesanan rekan rekannya. Walaupun sudah dicatat tapi tetap saja Seung Ah ragu dan merasa ada yang salah


Tiba tiba San Hae masuk kedapur, Seung Ah mencoba memastikan pesanan kopi rekannya pada San Hae namun San Hae malah mengatakan bahwa ia masuk kedapur bukan untuk membantunya. Kemudian San Hae segera keluar 


Diluar dapur San Hae menarik napas. Ia sebenarnya merasa tidak tega memperlakukan Seung Ah seperti ini. ia sebenarnya ingin sekali membantu Seung Ah namun ia tidak bisa melakukannya


Didalam Seung Ah masih memikirkan tentang sikap San Hae yang mulai berubah. “Ada apa dengannya hari ini?”pikir Seung Ah


Mereka berdua saling memikirkan satu sama lain dan saling resah dan juga sedih dengan hubungan mereka


Satu pesan masuk dari ponsel San Hae dari Jeong Sik. Jeong Sik menanyakan kenapa Seung Ah sakit? San Hae semakin berfikir mereka dekat dan saling mengabari satu sama lain


Malamnya Jeong Sik menjemput Seung Ah pulang. Teman temannya heboh karena ada lelaki yang menjemput Seung Ah. “Siapa dia? Apa dia pacarmu yang membuatkan bekal makan siang?”kata salah seorang teman


“Tidak, dia bukan pacarku. Dia hanya guru memasakku”kata Seung Ah kemudian menghampiri Jeong Sik. Jeong Sik segera membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Seung Ah masuk


Dimobil Jeong Sik memulai percakapan dengan menanyakan apakah Seung Ah baik baik saja? Apakah badannya masih kurang fit? Seung Ah menjawab hanya gangguan pencernaan biasa


Jeong Sik menyuruh Seung Ah membuka kotak dashboard. Seung Ah membukanya dan ternyata isinya adalah obat obatan, ada catatan juga bertuliskan “Jangan sampai sakit”


“Aku tidak tahu kamu sakit apa, jadi aku membelikan semua obat obatan. Ada obet gangguan pencernaan juga, minumlah”kata Jeong Sik


Namun Seung Ah mengatakan bahwa ia sudah minum obat. Lalu Jeong Sik menyuruhnya istirahat selama perjalanan


Setelah sampai ditujuan Seung Ah masih tertidur. Jeong Sik mengambil selimut dan menyelimutinya. Namun Seung Ah malah terbangun dan sadar kalau ia sudah sampai


Seung Ah pamit dan Jeong Sik menggucapkan sampai jumpa besok. Kemudian Seung Ah meminta Jeong Sik untuk tidak menemuinya besok


“Aku masih baru di perusahaan. Aku tidak bisa bertemu denganmu setiap hari karena itu akan membuat isu”kata Seung Ah


Jeong Sik meminta maaf, ia sadar ia terlalu berlebihan dan terburu buru, tapi ia tetap memohon untuk diijinkan bertemu, “Bagaimana kalau tidak setiap hari? Bagaimana kalau hari selasa, rabu, jumat? aku akan menurunkanmu ditempat yang tidak akan diketahui rekan kantormu, aku juga tidak akan membukakan pintu mobil”kata Jeong Sik, Seung Ah hanya tersenyum


“Apakah Pak Han juga tahu bahwa kamu menyatakan perasaan kepadaku?”tanya Seung Ah seblum turun. Jeong Sik curiga kenapa Seung Ah menanyakan hal itu


“Jika itu tidak nyaman untukmu, aku akan merahasiakannya untukmu”kata Jeong Sik. Seung Ah lega kemudian ia pamit turun


Setelah Seung Ah turun Jeong Sik bingung sendiri karena sebenarnya ia sudah bilang pada kakaknya.

Comments


EmoticonEmoticon