2/01/2019

SINOPSIS My Strange Hero Episode 25 PART 2

SINOPSIS My Strange Hero Episode 25 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 25 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 25 Part 3

Se Ho menerima Dokumen Rabat Status Anggota Dewan Kim Ki Ho dan lainnya dari Sekretaris Yoon. Sekretaris Yoon bilang ia mengumpulkan semua kutipan yang dimanipulasi dan pembukuan ganda, serta uang yang dikumpulkan secara pribadi oleh anggota dewan.


Se Ho memuji Sekretaris Yoon yang sudah melakukan pekerjaan sulit. “Anda sudah siap?” tanya Sekretaris Yoon. Se Ho bilang ia sudah siap sejak lama.


Se Ho mengetuk-ngetukkan jarinya di atas dokumen. Ia bilang kapan dan bagaimana ia akan menggunakan dokumen itu adalah tergantung pada ibunya.


Sekretaris Yoon yang bertindak sebagai pembawa acara mengatakan bahwa Rapat Dewan ke-49 Yayasan Seolsong akan dimulai. Nyonya Lim sebagai Ketua Dewan Utama menyapa para anggota. “Agenda pertama, Ketua Dewan baru, Oh Se Ho, saya ingin mengusulkan pemecatannya,” kata Nyonya Lim.


Se Ho tidak merespon. Nyonya Lim lalu mempersilakan para anggota menyampaikan pendapatnya.


Tuan B mengatakan bahwa Se Ho sudah bekerja dengan baik, tapi dengan terjadinya masalah dengan Dinas Pendidikan dan dengan para orang tua, ia menganggap Se Ho tidak cukup kompeten untuk menjalankan sekolah itu.


Tuan C menambahkan bahwa Se Ho cukup menjadi Ketua Dewan sementara saja, apalagi Se Ho masih terlalu muda.


“Ketua Dewan Lim… maksudku, Nyonya Lim.. masih kompeten, jadi dia harus kembali menempati jabatannya,” kata Tuan D. Nyonya Lim menanyakan pendapat lainnya, tapi tidak ad ayang bicara lagi.


Nyonya Lim bilang mereka akan mengikuti suara mayoritas. “Pendapat saya sedikit berbeda,” kata Se Ho tiba-tiba. Nyonya Lim dan semua anggota dewan tampak terkejut karen Se Ho berani membela dirinya,


Se Ho meminta Sekretaris Yoon membagikan dokumen kepada para peserta rapat, sedangkan ia sendiri naik ke mimbar.


Nyonya Lim membuka dokumen itu dan terkejut melihat daftar rincian rabat dan suap dari masing-masing perusahaan yang anggota dewan miliki. Se Ho bilang pembukuan ganda memungkinan para anggota dewan menumbuhkan potongan harga dengan jumlah yang konyol.


Nyonya Lim menutup dokumennya dengan marah.


“Saya mungkin tidak kompeten, tapi saya juga Ketua sementara saat ini. Ketua Dewan Lim yang sangat kompeten dan anggota dewan telah bekerja pada rabat besar ini, sambil menggunakan sekolah ini sebagai bisnis untuk mendapat untung. Saya ingin bergabung dengan kalian,” kata Se Ho.


“Tolong berikan saya posisi juga,” kata Se Ho sambil tersenyum dan tidak mempedulikan kemarahan ibunya. “Akan menyenangkan bekerja bersama, bukan begitu?”


Para anggota dewan mulai gelisah. Se Ho bilang ia mungkin akan sangat kesal jika mereka mengeluarkannya dari bisnis yang luar biasa itu. “Menurut suara, pemberhentian Ketua Oh ditolak,” kata Nyonya Lim dengan terpaksa. Para peserta rapat meninggalkan ruang rapat.


Se Ho bilang ibunya mencari kelemahan orang untuk mengendalikan dan mengancam mereka. Ia bertanya apakah ibunya puas. “Puas? Apapun yang kau lakukan, kau tidak akan pernah bisa memuaskan ibu. Bahkan sebelum lahir, kau sudah salah,” kata Nyonya Lim sinis lalu pergi.


“Huft… Mendengar ibu bicara seperti itu, membuatku muak,” gumam Se Ho.


Dalam perjalanan pulang, Sekretaris Yoon bertanya apakah Se Ho sudah merasa lega. “Entahlah, Kupikir ini akan berhasil, tapi rasanya tidak sebaik yang kuharapkan. Belum,” kata Se Ho.


Pak Kim memberitahu Guru Song bahwa Se Ho menusuk ibunya dari belakang di depan para anggota dewan. Guru Song bilang Se Ho masih muda, tapi sangat licik.


“Aku tidak tahu harus berpihak pada siapa. Apakah Oh Se Ho atau Lim Se Gyeong?” kata Guru Song. Pak Kim bilang mereka harus segera mengambil keputusan. Ia menanyakan pendapat Guru Song tentang siapa yang lebih baik.


Guru Song bilang pensiunnya tergantung pada hal itu. Ia benar-benar sangat bingung. “Aku harus memilih orang yang tepat agar tidak menghancurkan karirku,” kata Guru Song lalu menyedot minumannya.


Pak Kim bertanya apa yang diminum Guru Song itu. “Ini jus tonik dengan 10 ramuan obat,” kata Guru Song. Pak Kim memintanya berbagi. Guru Song pura-pura menerima telepon dan pergi. “Ya, Ibu. Ibu bilang apa?” Ia pergi.


“Dasar menyebalkan… Astaga…” gerutu Pak Kim.


Guru Hong memberitahu rekan-rekannya bahwa usulan pemberhentian Se Ho ditolak. Guru Gwi Hang bilang banyak hal buruk terjadi setelah Se Ho menjabat sebagai Ketua Dewan. Guru Jang bilang ia punya firasat buruk tentang hal itu.


“Aku setuju denganmu,” kata Young Joon sambil tersenyum penuh arti. Hubungan Young Joon dan Guru Jang sepertinya sudah membaik.


Guru Hong mengingatkan mereka untuk berhati-hati agar tidak terlibat. “Guru Son, kau sudah memastikan tidak ada kesalahan soal dan lembar jawaban ujian akhir?” tanyanya.


“Apa? Ya,” kata Soo Jeong. Guru Hong merasa tenang dan kembali ke mejanya.


Malam harinya, Pak Kim membuka kode kunci brankas dan mengambil amplop berisi lembar soal ujian akhir Kelas 2.


“Oke, kita mendapat bukti bahwa soal ujian bocor,” kata Gyeong Hyeon, lalu tos dengan Bok Soo.


Ibu Chae Min menyebut putranya tidak terlalu fokus akhir-akhir ini, jadi akan memberikannya lembar jawaban untuk ujian akhir semester.


Chae Min menatap lembar jawabannya. “Kau akan menjadi siswa top asal mengikuti jawabannya. Pastikan kau mendapat nilai tertinggi, Chae Min,” kata ibunya.


Chae Min: “Bagaimana jika aku ketahuan? Aku takut, Bu. Aku akan mencoba belajar lebih keras kali ini, jadi aku bisa…”
Ibu: “Kau bilang akan berusaha lebih baik, tapi kau dapat peringkat 5. Kau sudah melakukan yang terbaik. Kau tidak cukup kompeten.”


Chae Min sangat sedih saat ibunya berkata, “Chae Min, kau tidak berguna jika kau bukan siswa top. Jad apa lagi yang bisa Ibu lakukan? Ibu tidak punya pilihan selain membantumu. Untungnya, kau memiliki ibu yang sangat kompeten.”


“Pastikan kau menghafal semua jawabannya. Ibu akan… membantumu mempertahankan nilaimu sebagai siswa terbaik,” lanjut ibunya lalu memeluk Chae Min.


Saat melihat ibunya membawa kotak besar, Bok Soo langsung membantunya. Ia bilang harusnya ibu meminta Su Jung untuk membawa barang berat seperti itu. “Tapi noona-mu juga seorang wanita,” kata Ibu.


“Tidak. Dia seperti seorang jenderal,” kata Bok Soo. Ibunya tertawa. “Sementara itu, ibu sangat lembut, jadi ibu harus beristirahat.” Bok Soo mengajak ibunya duduk. “Aku mau mengatakan sesuatu… pada ibu.”


Ibu bilang Bok Soo membuatnya takut. “Aku… akan membalas dendam,” kata Bok Soo. Ibu ingin memukulnya.


“Kau ini! Fokus saja belajar! Kau baru kembali sekolah dan kau ingin apa?!” kata ibu. Bok Soo bilang saat ini belajar tidak penting karena sekolah berantakan dan berubah menjadi perusahaan.


Bok Soo bilang ia tidak bisa diam saja, apalagi sekolah sudah mengusir Guru Park yang ingin memimpin sekolah ke arah yang benar.


Ibu bertanya apakah itu alasan Bok Soo ingin membalas dendam. “Aku mau membalas dendam karena membuatku dikeluarkan dari sekolah dan karena menghancurkan semua murid saat ini,” kata Bok Soo.


“Lanjutkan. Balas dendam semacam itu bisa diterima,” kata ibu. Bok Soo bertanya apa maksud ibu. “Ibu khawatir karena berpikir kau mungkin menerobos masuk ke Kantor Ketua dengan membawa pisau atau sesuatu. Ibu pikir kau mungkin akan masuk berita.” Bok Soo kesal karena ibunya berpikiran buruk.


“Berjanjilah pada Ibu bahwa kau akan lulus. Kau tidak meninggalkan sekolah karena kau mau. Kau membuat keputusan sulit untuk kembali ke sekolah, jadi kau harus lulus kali. Mengerti?” kata ibunya penuh harap.


Bok Soo bilang ia akan lulus apapun yang terjadi. Ia berjanji akan mewujudkan keinginan ibu. Ibu tersenyum bahagia.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 25 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 25 Part 3

Comments


EmoticonEmoticon