2/02/2019

SINOPSIS My Strange Hero Episode 26 PART 2

SINOPSIS My Strange Hero Episode 26 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 26 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 26 Part 3

Dalam videonya, Bok Soo menyampaikan bahwa harga dilebihkan untuk mendapatkan pengembalian uang.


Bok Soo menunjukkan bukti pembukuan ganda antara sekolah dan perusahaan mitra.


Video pembicaraan Ibu Chae Min dan Se Ho yang sudah di-blur juga ditampilkan. Pembicaraan tersebut membuktikan bahwa ada orang yang menyumbang ke sekolah agar anaknya meraih peringkat tinggi.


Ibu Chae Min syok karena yang ada di video itu adalah dirinya.


Video saat Pak Kim mengambil soal ujian pun ditampilkan.


“Guru itu seperti langit. Itu posisi yang kita semua harus perhatikan, tetapi di SMA Seolsong, itu dibeli dan dijual,” kata Bok Soo dengan nada prihatin


Bok Soo bilang ia akan menghadirkan saksi anonim yang membuat keputusan sulit untuk bersaksi.


“Saya seorang guru di SMA Seolsong,” kata Soo Jeong memulai kesaksiannya.


Video itu juga muncul di layar besar. “Di SMA Seolsong, posisi guru dibeli dan dijual dengan uang,” lanjut Soo Jeong yang suaranya disamarkan dan terkesan seperti suara laki-laki. “Saya dalah orang yang ditawari kesepakatan seperti itu.”


Agen ‘Permintaanmu’ tampak merekam itu dengan berat hati karena mengkhawatirkan Soo Jeong. “Selain saya, guru-guru lain tergoda dan mereka membuat pilihan yang salah.” Soo Jeong juga bilang kalau ia memiliki daftar guru yang melakukan suap.


“Sayang…” panggil Young Joon lalu menyandarkan kepalanya di bahu Guru Jang. Ia terkejut saat melihat video kesaksian itu.


“Saya minta maaf,” kata Soo Jeong mengakhiri kesaksiannya.


Bok Soo harap dengan video itu, organisasi terkait bisa menyelidiki secara resmi korupsi di SMA Seolsong. Ia sadar bahwa pihak sekolah mungkin akan menuntutnya atas pencemaran nama baik, tapi menurutnya sekolah seperti itu sudah tidak memiliki kehormatan lagi.


Para reporter mulai sibuk merangkai berita.


“Sudah Ibu bilang untuk menyingkirkan Kang Bok Soo. Haruskah kau menghancurkan sekolah Ibu seperti ini?” kata Nyonya Lim marah lalu pergi.


“Kang Bok Soo lebih pintar dari yang kukira,” gumam Se Ho.


“Kita harus bertemu,” kata Nyonya Lim pada seseorang di telepon.


“Ketua Dewan, apa maksud Anda?” tanya Pak Kim terkejut. Nyonya Lim bilang Pak Kim harus bertanggung jawab. “Ketua Dewan… apa aku melakukan ini sendiri? Aku hanya mengikuti perintah Anda?” Pak Kim khawatir.


Nyonya Lim mengakui bahwa mereka melakukannya bersama. Ia bilang Pak Kim tidak bisa melepaskan diri dari masalah ini. “Anggap saja ini sebagai cara untuk menyelamatkan sekolah,” kata Nyonya Lim.


Pak Kim bertanya, “Anda memintaku untuk menanggung semua kesalahan itu sendiri?” Nyonya Lim tersenyum. “Anda menjeratku supaya hanya Anda yang bisa lolos dari ini? Aku juga seorang guru. Sudah lama aku mengajar anak-anak. JIka aku melihat anak murid yang sudah aku ajari sejauh ini… Aku tidak bisa. Aku tetap tidak bisa.”


Nyonya Lim bilang Pak Kim harus lebih bijaksana saat berada dalam kondisi kritis.


Ibu Chae Min berteriak menyuruh Chae Min segera berangkat sekolah. “Aku… tidak bisa pergi. Aku harus bagaimana sekarang?” kata Chae Min dengan mata berkaca-kaca. “Mereka mungkin tahu. Semua orang pasti tahu.”


Ibu Chae Min bilang Chae Min harus bertindak tidak tahu malu dalam keadaan seperti itu. Chae Min bertanya bagaimana ia melakukannya. Ibu Chae Min itu karena Chae Min harus melakukannya.


“Pergilah ke sekolah dan katakan itu bukan kau. Katakan kalau itu kebetulan dan katakan pada mereka untuk tidak mencurigaimu,” kata Ibu Chae Min. Ia juga melarang Chae Min cuti sekolah karena itu berarti Chae Min mengakui semuanya.


Chae Min sungguh tertekan. Ibu Chae Min bilang putranya tidak bisa mundur atau semuanya akan berakhir.


Di sekolah, So Ra menunjukkan bahwa nama sekolah mereka menjadi trending topic. Young Min bilang ia baru sadar sekolahnya banyak melakukan diskriminasi setelah ia keluar dari Kelas Ivy.


“Aku tidak percaya aku mendapat nilai rendah karena keluarga kami miskin,” kata Jae Yoon. Shi On bilang itu tidak benar. “Kenapa tidak? Mereka membeli jawaban ujian dengan uang. Jika bisa, aku pasti akan mendapatkannya 100 persen.” “Ia lalu melihat Bok Soo. “Hei, si tua..” Lalu bicara sopan.


Bok Soo bertanya kenapa Jae Yoon canggung bersikap sopan.


So Ra: “Oppa, kau adalah pahlawan dalam hidupku.”
Bok Soo: “Gye So Ra… pahlawan dalam hidupmu adalah dirimu sendiri.”


Shi On bertanya apa video itu semuanya benar. Bok Soo bilang buat apa ia mengungkapkannya jika itu tidak benar. “Aku tahu itu. Uang adalah masalahnya,” kata Jae Yoon. Shi On memukulnya agar sadar.


Do Hyun bertanya kenapa Bok Soo tidak memberitahunya kalau ingin syuting. Ia bilang gaya pengeditannya kuno. Bok Soo bilang itu terlalu berbahaya.


Seung Woo bilang itu juga berbahaya bagi Bok Soo. “Berhentilah membuat kami khawatir,” ujarnya. Jae Yoon mengusulkan agar mereka menjadi pengawal Bok Soo. Mereka mendekati Bok Soo.


Jae Yoon: “Kita satu kelas, jadi kita semua teman. Bok Soo, ayo!”
Bok Soo: “Kau pasti sudah gila.”
Jae Yoon: “Aku terlihat lebih tua darimu.”


Mereka semua berjalan dengan bahagia. In Ho masih agak bingung, tapi ia kemudian menyusul mereka.


Sementara itu, para guru sedang sibuk menjawab telepon dari para orang tua. Mereka berusaha menyangkal semua tuduhan korupsi itu. Guru Song bahkan bilang kalau semua bukti itu palsu.


“Apa yang akan terjadi dengan sekolah ini?” kata Guru Jang. Soo Jeong bilang kejadian itu membuat segala hal lebih transparan dan ia melihat begitu banyak penyimpangan. Young Joon tetap tidak percaya kalau sekolah menerima suap untuk merekrut guru. “Itu berarti ada guru di antara kita yang membayar uang agar direkrut.” Mereka melihat ke Guru Hong.


Guru Hong yakin itu tidak benar. “Kita sudah sibuk berurusan dengan orang tua. Jangan ditambah,” ujarnya. Guru Song bertanya apa Soo Jeong benar-benar tidak tahu tentang perbuatan Bok Soo itu. Semua guru melihat Soo Jeong.


“Aku tidak tahu,” kata Soo Jeong tanpa ragu. Guru Jang meminta mereka menebak siapa guru yang sudah melakukan suap itu.


Guru Hong meminta mereka tidak saling menuduh. Guru Gwi Hang setuju, apalagi pelapor tidak mengungkapkan identitasnya. “Tapi ia bersedia diperiksa Polisi,” kata Guru Jang.


Guru Jang: “Guru Hong, itu bukan kau, kan?”
Guru Hong: “Hei!! Kau serius sekarang?”
Guru Jang :”Ah, aku kaget. Bu, aku hanya bercanda.”


Guru Hong masih melotot, sehingga Guru Jang meminta maaf. “Lupakan, jawab teleponnya,” kata Guru Hong. Guru Jang kembali menerima telepon dari orang tua.


Soo Jeong tampak termenung.


Semua murid Kelas Ivy langsung menatapnya saat Chae Min masuk kelas. Beberapa di antaranya yakin kalau Chae Min-lah yang menerima kunci jawaban.


“Kang Bok Soo…!” teriak Guru Song saat melihat Bok Soo masuk ke ruang guru. “Bagaimana bisa kau begitu percaya diri? Kau tahu masalah apa yang kau sebabkan?!”


Bok Soo menghampiri Guru Song setelah sebelumnya sempat tersenyum pada Soo Jeong. Melihat Bok Soo begitu kuat, membuat Soo Jeong lebih tenang. “Bukan aku yang menyebabkan masalah, melainkan sekolah,” kata Bok Soo.


Guru Kim berkata bahwa Bok Soo sudah menghancurkan kehidupan banyak murid yang seharusnya masuk universitas bergengsi. Bok Soo bilang ia hanya mengatakan yang sebenarnya. Orang di belakang itu semualah yang harus bertanggung jawab.


Para guru tidak bisa mengelak. “Kau pikir kau siapa?” tanya Guru Song.


Young Joon datang dari luar dengan tergesa-gesa. “Guru Song, Anda harus menonton televise!”

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 26 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 26 Part 3
Comments


EmoticonEmoticon