2/08/2019

SINOPSIS My Strange Hero Episode 30 PART 1

SINOPSIS My Strange Hero Episode 30 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 29 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 30 Prat 2

Guru Park mengatakan bahwa para guru pasti tahu bahwa di antara mereka ada yang menjadi guru dengan cara yang melanggar hukum. Ia menyarankan agar mereka melalui kompetisi yang adil.


“Silakan kirim surat pengunduran diri kalian dengan tenang,” kata Guru Park.


Beberapa guru tampak cemas, tapi tidak ada yang mulai menulis.


“Baiklah. Maka aku akan menyerahkannya pada hati nurani kalian,” kata Guru Park.


Sementara itu di ruang interogasi, Jaksa tampak terkejut karena Nyonya Lim mengatakan bahwa Se Ho-lah yang memimpin bisnis itu dari Amerika.


Nyonya Lim bilang setelah kembali ke Korea, Se Ho semakin antusias dalam menjalankan bisnisnya. Jaksa heran karena Nyonya Lim melaporkan putranya sendiri. Nyonya Lim bilang orang tua harus meluruskan jalan anaknya yang salah.


“Bukankah Anda memanggil saya sebagai saksi bagi tersangka?” tanya Se Ho bingung. Jaksa bilang Nyonya Lim menyebut Se Ho sebagai orang yang terlibat korupsi. “Aku bahkan tidak terkejut,”


Jaksa bilang sejak awal ia memang mencurigai Se Ho karena jarang seorang anak yang tidak tahu bisnis ibunya. “Lagipula, bukankah korupsi sekolah swasta adalah bisnis keluarga?” kata Jaksa. Se Ho bilang ia tidak akan memohon. “Anda mengakuinya?”


“Saya akan tetap diam,” kata Se Ho. Jaksa bilang Se Ho juga dirugikan, jadi bukan ide yang bagus jika memilih untuk tetap diam. Jaksa bertanya apakah ada yang ingin Se Ho sampaikan tentang video pertemuannya dengan Kepala Komite Sekolah, Ibu Chae Min. Se Ho tidak menjawab.


Soo Jeong pergi ke Kantor Agen Jasa ‘Permintaanmu’, tapi tidak ada seorang pun di sana.


“Tadaaa…” kata Bok Soo sambil membawa kue.


Gyeong Hyeon dan Min Ji juga muncul sambil meniup peluit pesta. Bok Soo bilang Soo Jeong sudah bekerja keras. “Ini untuk merayakan awal barumu. Kami siapkan untukmu,” kata Gyeong Hyeon.


Soo Jeong meniup lilinnya dan berterima kasih pada mereka. “Sekarang aku benar-benar menganggur,” kata Soo Jeong. Gyeong Hyeon bertanya bagaimana Soo Jeong akan mencari nafkah.


Gyeong Hyeon: “Bagaimana kalau magang di kantor ini?”
Bok Soo: “Perusahaan terlalu lemah untuk memiliki magang.”
Gyeong Hyeon: “Kepala Tim Kang Bok Soo, kenapa berpikir negatif? Kalau begini terus, aku bisa memecatmu dan mempekerjakan Soo Jeong.”


Soo Jeong bilang apa Gyeong Hyeon sungguh bersedia. Ia bilang ia berbakat di berbagai bidang. Gyeong Hyeon tahu itu. Min Ji menyuruh Gyeong Hyeon sadar. Ia juga mengatakan hal yang sama pada Soo Jeong dan mengingatkannya agar segera mencari pekerjaan baru.


Soo Jeong bilang untuk saat ini ia akan mencari pekerjaan paruh waktu dan memikirkan apa yang bisa ia lakukan selanjutnya. “Seseorang belum membantuku mencari impian,” sindirnya.


Bok Soo bilang ia sudah menemukan impian Soo Jeong. Soo Jeong sangat penasaran. “Ini adalah pekerjaan seumur hidup di mana kau tidak perlu khawatir tentang pension. Ini memberikan makanan, perumahan, asuransi, dan pensiun. Ini pekerjaan terbaik yang pernah ada,” kata Bok Soo.


Gyeong Hyeon dan Min Ji juga penasaran tentang pekerjaan yang dikatakan Bok Soo.


Bok Soo lalu menunjuk dirinya. “Menjadi istriku,” ujarnya.


Soo Jeong tertawa, begitu juga Bok Soo.


Sedangkan, Gyeong Hyeon dan Min Ji sangat kesal dan gemas sampai ingin memukul dan menendangnya Bok Soo. “Sebentar, aku pegang kue. Nanti jatuh,” kata Bok Soo. Soo Jeong tertawa.


Soo Jeong menemui neneknya di rumah sakit dan memeluknya. “Nenek, aku sekarang menganggur. Aku bisa datang dan menemui nenek setiap hari,” kata Soo Jeong. Nenek sepertinya tidak memahami ucapan Soo Jeong. 


Soo Jeong juga bilang kalau ia merasa lebih baik dan merasa seperti bisa memulai dari awal.Nenek menyisiri rambut Soo Jeong. “Cantiknya… Kakakku sangat cantik. Hahaha..” kata nenek. Soo Jeong berterima kasih.


“Yang menyebutku cantik hanya nenek saja, jadi nenek harus hidup lama,” kata Soo Jeong. Nenek terkejut karena tidak ada yang menyebut Soo Jeong cantik. “Oh iya. Aku punya satu orang lagi. Nenek sangat pintar.“ Nenek tertawa senang.


Soo Jeong menggenggam tangan neneknya dan berjanji akan bekerja keras dan berada di samping nenek untuk waktu yang lama.


Keesokan harinya saat Soo Jeong pergi ke rumah Bok Soo, ia melihat pengumuman bahwa Restoran Sojeonggak sedang mencari pegawai.


Ia tersenyum, lalu melepas kertas pengumuman itu dan masuk ke dalam restoran.


Bok Soo tampak sibuk membaca di tabletnya. Di belakang Bok Soo, Min Ji dan Gyeong Hyeon bermain mata.


Dengan hati-hati, Gyeong Hyeon dan Min Ji mendekatkan tangan mereka dan menyembunyikannya di bawah meja. “Hyaaaaa….,” teriak Bok Soo.


Gyeong Hyeon: “Apa? Apa?”
Min Ji: “Kenapa? Apa yang terjadi?”


Bok Soo menoleh dengan tatapan curiga. Min Ji dan Gyeong Hyeon menjadi gugup. “Tidak ada,” kata Bok Soo lalu pergi. “Ish…”


Min Ji dan Gyeong Hyeon melihat ke tablet dan membaca artikel berjudul ‘Mantan Ketua Dewan Oh Se Ho Tetap Diam saat Dirinya Dituduh’.


Bok Soo mengajak Se Ho bertemu di sebuah restoran. “Bagaimana kau bisa terhubung dengan kasus ibumu?” tanya Bok Soo. Se Ho terkejut. “Aku tahu tentang dokumen-dokumen itu dan kau tidak pernah melakukan sesuatu secara langsung.


Se Ho bilang itu tidak ada hubungannya dengan Bok Soo. Bok Soo bilang ia melakukan itu karena berhutang budi pada Se Ho. Ia bilang Se Ho hanya perlu mengatakan yang sebenarnya. Se Ho bilang Bok Soo tidak tahu apa-apa.


“Sejak 9 tahun lalu sampai sekarang, alasanmu tidak bisa mengatakan yang sebenarnya… adalah karena ibumu?” tanya Bok Soo. Se Ho tidak menjawab. “Kau pikir aku tidak tahu? Memang, aku ini tidak tahu. Aku tidak tahu kenapa kau masih hidup dalam kebodohan seperti ibumu! Apa kau tidak kesal?! Ibumu… Ah, dasar…”


Se Ho: “Kang Bok Soo…”
Bok Soo: “Apapun alasannya, jika kau berbohong lagi, kau akan menyesalinya. Kupikir kau mau memperbaiki hidupmu.”


Bok Soo melangkah pergi, tapi kemudian berhenti. “Sadarlah, Kang Bok Soo. Biarkan saja dia,” gumamnya lalu lanjut berjalan.


Se Ho membiarkan Bok Soo pergi. Ia mengingat ucapan ibunya yang bilang akan menutup SMA Seolsong.


Nyonya Lim merasa lebih baik menutup SMA Seolsong daripada memberikannya kepada Se Ho. Se Ho bilang tidak mudah untuk menutup sekolah. “Yang kubutuhkan hanyalah persetujuan dari Dinas Pendidikan. Aku membagikan begitu banyak uang sejauh ini. Menurutmu, mereka tidak akan berbuah sejauh itu?” kata Nyonya Lim.


Se Ho bertanya bagaimana nasib para murid jika sekolah ditutup. “Siapa peduli? Mereka akan dipindahkan,” kata Nyonya Lim. Se Ho sangat kecewa. “Dengan apa yang menjadi milikku, aku akan melakukan apapun sesuka hati.”


“Jika kau tidak suka, maka kau bisa bertanggung jawab untuk semuanya,” kata Nyonya Lim yang mengkambinghitamkan putranya sendiri.


Se Ho putus asa.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 29 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 30 Prat 2

Comments


EmoticonEmoticon