2/09/2019

SINOPSIS My Strange Hero Episode 31 PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 30 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 31 Prat 2

“Hei, Oh Se Ho!” kata Bok Soo yang memaksa masuk ke ruang interogasi. Dua petugas datang dan berusaha membawanya keluar. Se Ho bertanya apa yang Bok Soo lakukan di sana. “Kau bohong kalau kau yang melakukan korupsi itu?!”


Jaksa memperhatikan mereka dan meminta petugas melepaskan Bok Soo.


“Ini tidak ada hubungannya denganmu,” kata Se Ho. Bok Soo bertanya apa Se Ho ingin bertanggung jawab. “Hanya ini cara terbaikku!”


“Dasar bodoh!” teriak Bok Soo. “Kau hanya mempedulikan dirimu sendiri. Ini bukan bertanggung jawab. Ini hanya memperburuk situasi.” Ia bilang itu hanyalah perjanjian illegal antara Se Ho dan ibunya. “Bagaimana dengan sekolah? Nanti akan jatuh ke tangan ibumu lagi. Katamu kau coba melindungi SMA Seolsong. Bukankah itu sebabnya kau memberiku dokumen itu?” kata Bok Soo. Se Ho sepertinya mulai menyadari kekeliruannya. Bok Soo bilang Se Ho tidak bisa melindungi sekolah dengan cara berbohong.

Jaksa memberitahu Bok Soo bahwa Se Ho sudah mengaku sebagai dalang korupsi SMA Seolsong. Bok Soo bilang Se Ho bukan pelakunya. “Kesaksian Anda saat ini tidak memiliki kekuatan,” kata Jaksa. Bok Soo bilang ia bisa membuktikan bahwa Se Ho bukanlah pelaku, tapi pelapor.


Se Ho tidak berkata apa-apa.


Jaksa: “Anda membuat kesaksian palsu?”
Se Ho: “Yang dikatakan Kang Bok Soo memang benar.”
Jaksa: “Bisa Anda ceritakan tentang apa yang dikatakan Kang Bok Soo sebelumnya?”


“Ketua Dewan Lim Se Gyeong menawarkan kesepakatan. Mulai sekarang, saya akan mengatakan yang sebenarnya,” kata Se Ho.


Bok Soo yang masih menunggu di luar bertanya apakah kali ini Se Ho sudah berkata jujur pada mereka. Se Ho mengangguk. Bok Soo pun melangkah pergi, tapi Se Ho mengatakan sesuatu.


“Dia akan mendapat izin untuk menutup sekolah,” kata Se Ho. Bok Soo berhenti. “Dia punya hubungan dengan Dinas Pendidikan dan politisi. Apa rencanamu nanti?”


“Ini masih belum selesai,” kata Bok Soo lalu pergi.


Di luar gedung Kejaksaan, para reporter sudah menunggu Nyonya Lim. Mereka ingin mengkonfirmasi apakah Se Ho benar-benar pelaku korupsinya. Nyonya Lim memasang wajah sedih.


“Sebagai seorang ibu, saya merasa bertanggung jawab atas kesalahan anak saya. Saya akan bekerja sama penuh dengan Jaksa, sehingga dia akan dihukum berat,” kata Nyonya Lim pura-pura menangis. “Sebagai tambahan, saya percaya saya yang harus disalahkan. Sangat menyakitkan bagi saya, tapi saya akan menyerah untuk SMA Seolsong yang sudah seperti anak bagi saya, sebagai permintaan maaf.”


Bok Soo menerima hasil petisinya. “Ayo,” ajaknya pada Soo Jeong. Mereka tidak jadi pergi karena melihat Guru Park sedang bicara dengan beberapa orang.


Guru Park merasa heran karena izin untuk menutup SMA Seolsong sudah diberikan. Ia memberitahu bahwa ada ratusan murid di sana. Petugas Dinas Pendidikan itu bilang bahwa mereka harus mengikuti apa yang diinginkan masyarakat bahwa pelakunya harus dihukum berat.


Mereka sedang menyiapkan dokumennya dan meminta Guru Park mempercepat penilaiannya. “Maksudku, menutup itu bukan jawabannya. Kenapa anak-anak yang tidak bersalah harus dikeluarkan dari sekolah karena satu orang dewan yang melakukan korupsi? Menjual sekolah itu persis seperti yang diinginkan Lim Se Gyeong,” kata Guru Park. 


Orang-orang itu tidak peduli dan melangkah pergi. Guru Park melihat Bok Soo dan Soo Jeong tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Beberapa orang tua dan guru melakukan demo menentang penutupan sekolah. Mereka bilang sekolah adalah milik para murid.


Beberapa mobil datang ke sekolah. Para pendemo menunggu siapa yang datang itu.


Murid-murid Kelas Wildflower mengerubungi Bok Soo. “Oke. Aku sudah selesai mempersiapkan senjata rahasiaku,” kata Bok Soo.


“Kenapa tidak kita bakar pakai bensin saja?” kata Jae Yoon. Bok Soo bilang tidak boleh ada kekerasan.


Young Min berlari masuk ke kelas. “Hyung, mereka datang,” katanya dengan napas tersengal-sengal.


Bok Soo berjalan sambil membawa plastik hitam besar. Murid-murid lain mengikuti di belakang Bok Soo.


Soo Jeong terkejut saat tahu orang-orang itu datang untuk menaksir nilai sekolah. Salah satu dari orang-orang itu mengatakan bahwa pihak yayasan sudah memutuskan untuk menjual sekolah dan Dinas Pendidikan sudah memberikan izin. “Siapa bilang?! Anak-anak masih bersekolah! Bagaimana Anda bisa menjualnya?!” protes Su Jung.


Salah satu dari mereka bilang bahwa mereka hanya menjalankan tugas. “Silakan minggir,” ujarnya. Para orang tua dan guru merapatkan barisan dan melarang mereka masuk ke sekolah.


Nyonya Lim turun dari mobil dan menghampiri mereka. Ia bilang hatinya hancur karena kesalahan anaknya, sehingga ia tidak bisa melindungi sekolah yang sangat ia hargai.


“Saya turut berduka atas hal ini. Tapi… jangan bilang kalian akan menghalangi pelaksanaan tugas resmi. Saya percaya kaliana akn bekerja sama dalam menyelesaikan masalah SMA Seolsong,” kata Nyonya Lim.  Para pendemo mendengus kesal. “Ayo masuk.”


“Minggir!” kata Bok Soo. Semua orang melihat ke belakang dan para murid sudah bersiap. Mereka lalu berjalan dengan gagah dan percaya diri.


Bok Soo menyiapkan plastik besarnya dan para pendemo menyingkir. Nyonya Lim sangat pensaran apa yang akan Bok Soo lakukan.


Bok Soo melemparkan plastik besarnya yang ternyata berisi kelopak bunga.


Nyonya Lim terkejut. Para murid berjalan menghampirinya.


“Sekolah… bukan perusahaan tempat transaksi jual beli. Itu adalah bagian dari kehidupan kami semua. Tindakan yang kalian lakukan adalah tindakan yang akan menginjak anak-anak seperti putra dan putri kalian. Silakan pergi,” kata Bok Soo.


Bok Soo mengeluarkan sebatang bunga dan menyodorkannya pada Nyonya Lim. Ia meminta agar Nyonya Lim tidak menginjak anak-anak seperti bunga.


Nyonya Lim tersenyum mengejek. Ia mengambil bunga itu lalu menjatuhkannya ke tanah dan menginjaknya. “Kang Bok Soo. Ini sama saja kau merusak nama sekolah. Mungkin kau kesal karena kami menutup tempat ini,” ujarnya.


Nyonya Lim bilang sebelum Bok Soo memulai semua masalah ini, SMA Seolsong selalu meningkat dengan cerah. “Melalui seleksi dan fokus, kami menyediakan layanan terbaik hanya untuk siswa berprestasi! Saat SMA Seolsong ditutup, kalian akan menyalahkan Kang Bok Soo. Tidak ada sekolah lain yang lebih special disbanding SMA Seolsong!” kata Nyonya Lim.


Bok Soo bilang Nyonya Lim-lah yang menginjak-nginjak SMA Seolsong, dan bahkan Se Ho. Nyonya Lim melarangnya membandingkan Se Ho dengan sekolahnya. “Tidak, tidak ada yang berbeda. Dari luar mereka memang bagus, tapi di dalam mereka rusak,” kata Bok Soo.


Bok Soo mengingatkan bahwa Nyonya Lim tidak boleh mempermainkan SMA Seolsong dan Bok Soo sesuka hatinya. Ia bilang Nyonya Lim tidak bisa menjual dua hal itu jika sudah tidak menyukainya. “Itu bukan milik Anda!” katanya.


“Semua itu milikuu! Menyingkir dari sekolahku!” kata Nyonya Lim.

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 30 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Strange Hero Episode 31 Prat 2

Comments


EmoticonEmoticon