2/28/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 10 PART 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

Dan Yi masuk ke kamarnya dan melihat kalung pemberian Eun Ho.


Ia lalu menutup lagi kotaknya dan menyimpannya di dalam laci.


Ia masuk dengan hati-hati ke kamar Eun Ho dan merapatkan selimutnya. Ia lalu menatap Eun Ho yang sudah tertidur. Ia mematikan lampunya dan keluar lagi,


Keesokan harinya, Dan Yi memberikan buku ‘Semestamu’ yang sudah ditempel stiker. Direktur Kim berterima kasih dan bertanya apakah penjualan dilakukan hari ini. “Ya, gudang sudah mengirimnya ke toko buku setelah cek final,” kata Dan Yi lalu pamit.


Yoo Sun tidak percaya Hae Rin menempelkan stiker di bukunya. “Ck.. dia pasti kesal,” gumamnya prihatin.


Hae Rin tampak sedih saat melihat stiker yang menempel di lembar biografi itu.  Ia juga masih kesal pada Ji Yul yang sedang berdiri di sampingnya dengan ekspresi ketakutan.


“Seperti baru,” kata Ji Hong agar Hae Rin tidak terlalu marah. Hae Rin menutup bukunya dengan keras hingga mengejutkan semua orang.


“Oh Ji Yul, ikuti aku,” kata Hae Rin lalu pergi lebih dulu. Ji Yul bertanya apalah Dan Yi punya obat penenang atau apapun yang bisa menenangkannya. Dan Yi yakin Hae Rin tidak akan membunuh Ji Yul. 


Ji Hong bersyukur karena dia adalah rekan senior Hae Rin. Ia tiba-tiba menjerit kesakitan karena jarinya tergores lembaran kertas. “Aish… sial. Ada yang punya salep? Punya plester luka?” tanya Ji Hong panik.


Young A bilang itu hanya luka kecil Ji Hong bilang jarinya berdarah. Young A menyuruhnya mengisap lukanya, maka darahnya akan berhenti. “Siapa yang melakukan itu?’ kata Ji Hong. Dan Yi bilang ia punya plester dan pergi untuk mengambilnya. “Lukanya dalam.” Young A mengejek bahwa mereka perlu memanggil ambulance.


Dan Yi memberikan sebuah plester luka dan menebak tangan Ji Hong sering terluka. Ji Hong bilang mereka sering menyentuh kertas, jadi hal semacam itu sering terjadi. “Minta saja padaku. Aku selalu punya persediaan. Tumitku juga sering lecet,” kata Dan Yi. Ji Hong berterima kasih dan tertawa bersama Eun Ho.


Di ruang rapat, Hae Rin meletakkan buku ‘Semestamu’ ke meja.  Ia lalu membuka kancing mantelnya. Ji Yul menutup matanya ketakutan. “Oh Ji Yul, dengarkan aku baik-baik,” kata Hae Rin, lalu Ji Yul  membuka matanya.


Hae Rin bilang orang tuanya sudah menjalankan restoran pangsit selama 20 tahun, tapi masih saja ada yang terlalu matang. “Pangsit itu tidak pernah disajikan ke pelanggan, tapi diberikan kepadaku. Kenapa? Karena aturan utamanya adalah untuk selalu memberikan produk yang bagus dan layak disajikan,” ujarnya.


“Buku ini! Aku bekerja selama 1 tahun, bahkan pada akhir pekan, demi menerbitkannya. Tapi sekarang akan dijual dengan kondisi buruk,” kata Hae Rin lalu menepuk-nepuk bukunya. “Tiap bukunya ditempeli stiker.”


Eun Ho masuk ke ruang rapat dan meminta Hae Rin bersiap untuk rapat dengan Seo Jun. Hae Rin merapikan pakaiannya, lalu keluar dari ruang rapat. Eun Ho menyuruh Ji Yul duduk.


Ji Yul meminta maaf. Eun Ho bertanya apakah Ji Yul merasa diperlakukan tidak adil. “Ya, sedikit. Tiap orang bisa berbuat kesalahan, kan?” kata Ji Yul. Eun Ho setuju dan bilang semua editor bisa melakukan salah ketik.


“Tapi semua editor merasa malu atas itu. Mereka tidak merasa itu tidak adil,” kata Eun Ho lalu memberikan sebuah kertas di atas papan kerja. “Baca dan rangkumlah buku yang ada di daftar. Waktumu satu pekan.”


Kertas itu bertuliskan daftar rekomendasi buku tentang penyuntingan. Eun Ho bilang sekarang Ji Yul tahu bagaimana sulitnya pekerjaan di sana. Ia bilang banyak yang datang melamar untuk bekerja di sana setiap tahunnya karena mereka suka buku dan mereka ingin menerbitkan buku yang bagus.


“Oh Ji Yul, banyak pelamar yang rela melakukan apapun demi berada di posisimu. Jika tidak peduli soal buku, maka belajarlah,” kata Eun Ho.


“Halaman hak cipta ada di belakang. Banyak nama tertulis di situ. Mereka menyusun bukunya selama 1 atau 2 tahun. Terkadang, bahkan lebih lama.”


“Banyak nama tidak disertakan. Mereka semua melakukan yang terbaik untuk menerbitkan satu buku. Tapi para pembaca akan kecewa saat membuka bukunya.”


“Karena penerbit salah menulis biografi penulisnya. Kau harus memikirkannya.”


“Tanyakan pada dirimu, alasan kau bekerja dan melamar pekerjaan ini.”


Ji Hong mengomel karena ia masih menemukan salah ketik padahal tiu sudah revisi kelimanya. Ji Yul memperhatikannya.


“Ketua Tim Bong! Tenggatnya satu pekan lagi,” kata Young A. Ji Hong mengerti dan melarangnya memburu-buru. Ia akan membaca naskahnya sekali lagi.


Gwang Soo: “Song Yi, menurutmu kertas mana yang cocok untuk sampul buku Penulis Yu?”
Song Yi: “Aku tidak tahu bedanya.”
Gwang Soo: “Yang ini snow white, kalau yang ini art paper. Snow white cocok untuk buku Penulis Yu karena kertasnya simpel. Tapi art paper yang berwarna tepat untuk menarik pembaca muda.”


Setelah itu, Ji Yul juga melihat Dan Yi yang membahas marketing online bersama Young A.


Direktur Kim bertanya apa yang harus mereka lakukan untuk menghapus kesalahan Hae Rin. Yoo Sun mengusulkan agar mereka menemui penulisnya secara langsung. “Kita harus memberikan hadiah, menjual bukunyda dan membuat cetakan kedua,” kata Eun Ho. Direktur Kim bilang memberi hadiah itu cukup mahal, tapi memang masih banyak yang harus mereka kerjakan.


“Jadi, apa yang harus kita lakukan? Kau tahu Song Hae Rin sering datang ke Perpustakaan Nasional. Dia sudah meneliti tiap bagian dan merevisi naskahnya,” kata Yoo Sun. Eun Ho bilang mereka akan mencetak baru lagi, lalu mengirimnya kepada Hae Rin dan Profesor Kang.


Direktur Kim setuju dan meminta Eun Ho membicarakan dengan pemilik toko buku online-nya. Mereka lalu berpisah dan mengerjakan tugasnya masing-masing.


Ji Yul mulai menyadari kesalahannya.

Comments


EmoticonEmoticon