2/28/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 10 PART 5


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

Buku ‘Semestamu’ sudah masuk toko buku. Park Hoon dan Seung Jin ada di toko buku dan mereka terlihat mencurigakan. Ia melihat seorang pria datang dan bergegas menghampirinya.


Sambil tersenyum, Seung Jin bilang ia kecewa kepada pria bernama Pak Park itu karena buku baru mereka ditempatkan di belakang. Ia bilang buku itu sedang gencar dipromosikan, jadi ia ia meminta agar buku ‘Semestamu’ dipajang di sana.


“Kau selalu mengatakan hal yang sama,” kata Pak Park. Seung Jin bilang buku-buku itu seperti anaknya, tapi buku ‘Semestamu’ adalah anak kesayangannya. Ia dan Park Hoon memohon sambil membungkukkan badannya.


Pak Park tertawa dan setuju untuk menempatkan buku ‘Semestamu’ di pajangan. “Dia sungguh tampan. Dari jauh pun sudah terlihat tampan,” kata Seung Jin memuji Pak Park.


Buku ‘Semestamu’ sudah dipajang di atas buku-buku baru lainnya.


Ji Yul sudah mulai serius bekerja. Ia mencari di internet tentang sikap yang harus dimiliki seorang editor buku. Ia mulai membaca artikel itu.


Seo Jun datang ke Gyeoroo sambil membawa beberapa gelas kopi. Ia bilang kepada seorang staf bahwa ia ingin menemui Hae Rin. “Nona Song? Tim Editor ada di sebelah sana,” kata staf itu.


Seo Jun datang, tapi Dan Yi malah terlihat melangkah keluar kantor. “Kau di sini? Tunggu sebentar,” kata Dan Yi di telepon.


Saat melihat Seo Jun, Song Yi bertanya apakah ada yang bisa ia bantu. Seo Jun bingung harus mengatakan apa, tapi Hae Rin datang menyapanya, “Desainer Ji! Kau sudah tiba.”


“Desainer Ji?” tanya Young A memastikan. Hae Rin bilang pria itu adalah Ji Seo Jun. “Halo..” Seo Jun membalas sapaannya dan bilang kalau ia akan mendesain sampul buku Penulis Yu. Ia berharap mereka semua bisa bekerja sama.


Semua orang yang ada di sana bertepuk tangan, kecuali Eun Ho. “Ini sogokanku,” kata Seo Jun menunjukkan kopi yang dibawanya. Song Yi bilang Seo Jun pria yang tampan dan baik.


“Di mana Kang Dan Yi?” tanya Seo Jun. Hae Rin terkejut karena Seo Jun mengenal Dan Yi. “Ya, tapi sepertinya dia tidak ada.” Eun Ho tampak terganggu mendengar Seo Jun mencari Dan Yi.


Young A berbisik pada Gwang Soo kalau ia penasaran bagaimana Seo Jun bisa mengenal Dan Yi. “Dia duduk di sana,” tunjuk Song Yi. Eun Ho menghela napas.


Seo Jun meletakkan segelas kopi di meja Dan Yi dan lebihnya untuk staf di Tim Support. Staf di Tim Dan Yi itu dan juga Young A berterima kasih atas kopinya. Song Yi juga berbisik kalau Seo Jun itu sangat keren.


Seorang pria yang Dan Yi temui merasa heran karena dulu Dan Yi berhenti bekerja padahal dulu tampak sangat bersemangat. Dan Yi bilang ia juga menyukai pekerjaannya.


“Aku belum pernah menggelar konser buku. Bagaimana prosesnya itu?” tanya pria itu. Dan Yi memberikan sebuah dokumen dan mempersilakan gitaris akustik itu untuk membuka perspektifnya. “Tampaknya biayanya mahal.” Dan Yi bilang tempatnya gratis.


Rapat desain sampul buku Penulis Yu dimulai. Eun Ho bilang poin utama dari buku baru itu adalah narasi yang menarik dan cerdas seperti karya klasik. Mereka berencana memperluastargetnya ke pembaca muda. “Kami ingin desain bukunya menyatukan elemen-elemen tersebut. Jadi, sampulnya sensual…” tambah Hae Rin.


“Aku tidak suka ide itu,” kata Seo Jun sambil tersenyum. Hae Rin bilang ia belum selesai  bicara. “Kata-katamu sudah cukup menggambarkannya. Kau mau ilustrasi sensual, tapi tetap hangat dan bersahabat. Apa aku benar?”


Seo Jun mengambil dokumen milik Hae Rin. “Lihat? Ini jelek dan membosankan,” kata Seo Jun masih sambil tersenyum. Hae Rin agak syok mendengarnya.


“Dia datang,” bisik Young A saat melihat Dan Yi datang. Dan Yi melihat gela skopi di mejanya dan park Hoon memberitahu bahwa itu pemberian Seo Jun. Dan Yi agak terkejut dan menengok-nengok, lalu Park Hoon memberitahunya kalau Seo Jun sedang rapat bersama Hae Rin dan Eun Ho.


Young A bertanya apakah Dan Yi mengenal Seo Jun dan menyebutnya tampan. Park Hoon bilang Seo Jun khusus membelikan kopi untuk Dan Yi dan menaruhnya di meja. Mereka menatap Dan Yi sambil senyum-senyum. Dan Yi ikut tertawa.


Gwang Soo bilang wanita hanya peduli dengan penampilan. “Kudengar Ji Seo Jun adalah orang yang aneh,” ujarnya. Young A bilang itu tidak mungkin. Dan YI bertanya itu kata siapa. “Temanku bekerja di Wolmyeong. 5 menit sebelum rapat dengan Ji Seo Jun, semua orang melakukan meditasi. Kenapa? Karena dia suka membuat kesal semua orang di tim manapun. Julukannya di sana adalah ‘Tuan Sombong’.”


Dan Yi merasa itu tidak benar.


Hae Rin bilang mereka serius menggarap buku. Seo Jun bilang bekerja harusnya menyenangkan. Ia bilang 8 dari 10 buku yang ada di toko buku memiliki sampul seperti itu dan itu membosankan. Eun Ho bertanya desain menyenangkan seperti apa yang Seo Jun maksudkan.


“Kupikir bisa menggunakan lukisan oriental,” kata Seo Jun yang membuat kedua editor itu terkejut. HAe Rin bertanya apa Seo Jun sudah membaca proposalnya. “Kau pasti berpikir lukisan oriental tidak modern dan terlalu kuno.”


Hae Rin mulai emosi. Ia bilang ia hanya bicara dari sudut pandang umum. Seo Jun malah berpendapat seharusnya Gyeoroo berani mengambil resiko. Hae Rin bertambah kesal.


“Tunggu. Kau tahu ini rapat pertama kita, kan? Kau seharusnya bertukar pikiran. Kurangi berdebat dan lebih banyak berdiskusi,” kata Eun Ho yang menyikapi dengan lebih bijak. Saat Seo Jun tidak melihat, Hae Rin memberi kode pada Eun Ho bahwa Seo Jun itu aneh.


Seo Jun bilang walaupun sudah membaca proposal Hae Rin, ia tetap berpikir bahwa lukisan oriental cocok untuk sampul bukunya. “Sampul adalah wajah sebuah buku. Kurasa juga lebih baik membuat buku Penulis Yu tampak klasik daripada bersahabat,” ujarnya.


Hae Rin setuju bahwa karakter buku memang penting, tapi ia tidak mengerti kenapa harus menggunakan lukisan oriental. Seo Jun sendiri tidak mengerti kenapa Hae Rin menganggap lukisan oriental itu sangat kuno.


Seo Jun: “Bagaimana jika lukisan Barat?”
Hae Rin: “Apa?”
Seo Jun: “Nona Song, aku mengerti maksudmu. Tapi Penulis Yu tidak mungkin memintaku jika dia menginginkan desain yang umum. Seharusnya kau tidak mengontrakku. Kurasa kau tidak begitu mengenalku. Aku pengambil resiko, bukan pengecut.”


“Maksudmu aku pengecut?” tanya Hae Rin tersinggung. Ia lalu merapikan catatannya. “Aku sudah mendengarmu dengan kelas, Desainer Ji. Kita akhiri rapat pertama ini. Melanjutkannya hanya membuang-buang waktu.”


Seo Jun hanya tersenyum. Hae Rin bilang ia akan menghubunginya lagi setelah Seo Jun melakukan penelitian tentang lukisan oriental modern. Ia pergi, tapi kemudian berbalik lagi.


“Kepala Editor Cha, kurasa aku butuh waktu untuk memutuskan desain sampul. Desainer baru kita benar-benar orang aneh,” kata Hae Rin. Seo Jun terkejut. “Kau harus dengar betapa kasarnya dia. Aku hampir meledak di rapat pertama!” Eun Ho bilang ia akan mengingatnya.


Seo Jun bertanya apakah Hae Rin adalah satu-satunya editor di sana. Eun Ho bilang mereka punya banyak editor. Seo Jun bilang Hae Rin mudah marah jadi mereka tidak akan bisa bekerja sama. Hae Rin yang masih di dalam ruang rapat kesal mendengarnya. “Aku tidak sempat menunjukkan penemuanku,” kata Seo Jun lalu memberikan sebuah berkas pada Eun Ho.


“Ini lukisan oriental?” tanya Eun Ho. Hae Rin penasaran dan langsung merebutnya dari tangan Eun Ho.


Hae Rin membuka-buka berkas itu dengan antusias. Eun Ho tersenyum lebar melihat kelakuannya.


“Lihat saja. Nona Song akan keluar dengan penampilan lelah dan kantung mata,” kata Gwang Soo. Dan Yi bilang Seo Jun bukan pria seperti itu.


Park Hoon: “Apa?”
Young A: “Tidak begitu?”
Song Yi: “Apa kau cemburu?”
Gwang Soo: “Kenapa aku cemburu?”


Melihat contoh yang ditunjukkan oleh Seo Jun, membuat Hae RIn kembali duduk. Ia bertanya apa itu lukisan oriental. “Ya, gaya kontemporer. Karya seniman Korea yang sedang naik daun,” kata Seo Jun.


“Ini bagus… Sangat bagus…” kata Hae Rin. Seo Jun tersenyum geli. Eun Ho bilang Hae Rin cepat berubah pikirannya. “Ini bagus sekali. Benar-benar bagus. Ehem.. Tapi bukan berarti proposalku salah. Aku hanya setuju denganmu karena yang kau bawa lebih bagus. Kenapa tidak dari awal kau beritahu? Maka aku akan langsung setuju. Jadi ada sampel lainnya?”


Seo Jun lalu mengambil tasnya yang ada di belakang Hae Rin. “Silakan,” kata Seo Jun setelah mengambil berkasnya. Hae RIn menyimpan berkas itu dan mengajaknya membahas berkas pertama lebih dulu.


“Aku sangat suka. Ini sempurna untuk buku Penulis Yu. Ini luar biasa,” kata Hae Rin. Seo Jun dan Eun Ho menertawainya, tapi Hae Rin tidak peduli.


Comments


EmoticonEmoticon