2/03/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 3 PART 4

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 3 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 3 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 3 Part 5

Sebuah truk kargo berjalan menjauhi rumah Eun Ho.


Eun Ho membuka bagasi mobilnya dan terlihat banyak barang belanjaan di sana. Truk kargo lainnya datang.


“Tuan Cha Eun Ho?” tanya orang yang ada di dalam truk. Eun Ho menunjukkan rumahnya.


Eun Ho sibuk menata kamar untuk Dan Yi di bekas ruang olahraga di rumahnya.


Eun Ho bahkan menyiapkan alat make up untuk Dan Yi.


Eun Ho sedang memberikan sentuhan terakhirnya saat mendengar suara Dan Yi. “Aku pulang…” Eun Ho lalu keluar dari kamar itu.


“Kau sedang lari di treadmill?” tanya Dan Yi karena melihat Eun Ho keluar dari ruang olahraga. “Kau belum makan malam, kan?” Ia menunjukan tas belanjanya. “Aku akan ganti baju dulu.”


Eun Ho mengeluarkan makanannya dan membiarkan Dan Yi naik ke lantai atas.


Dan Yi turun lagi. Ia bertanya apakah Eun Ho mengeluarkan barang-barangnya. Eun Ho diam saja. “Aku memintamu memberiku 3 bulan. Aku bahkan mencari kontrakan hari ini,” protes Dan Yi. Eun Ho mengabaikannya dan sibuk menyiapkan makanannya.


“Hei, kau lupa siapa yang membantumu mendapatkan warisanmu? Kau bertengkar dengan ayah tirimu setelah ibumu meninggal. Dan ayahku… Sekarang setelah kupikirkan, ayahku terserah kanker gara-gara kau. DIa bersusah payah menolongmu agar mendapat warisan,” omel Dan Yi. Eun Ho cuek saja.


Dan Yi: “Lupakan. Tidak ada gunanya. Ke mana kau membuang barangku? Dasar tidak sopan.”
Eun Ho: “Di ruangan itu.”


Dan Yi melihat kamar barunya yang indah. Ia jadi malu sendiri karena sudah mengomel tadi.


Ia sangat senang.


Setelah itu, Dan Yi makan dengan santai seolah tidak pernah terjadi apa-apa. “Harusnya kau berterima kasih, kan?” protes Eun Ho. Dan Yi berterima kasih sambil tersipu. “Ayahmu terkena kanker gara-gara aku?” Dan Yi bilang ia menarik kembali perkataannya itu.


Dan Yi bilang ia tadi marah jadi hanya asal bicara. Eun Ho bertanya dari mana saja Dan Yi sampai ia memindahkan barangnya sendirian. “Aku mencari kontrakan. Ngomong-ngomong, ini sangat lezat. Kau sungguh memasaknya?” kata Dan Yi.


Eun Ho menggerutu bahwa ia sibuk menata kamar Dan Yi, tapi Dan Yi malah sibuk mencari kontrakan. Ia sudah memasak sup kimchi, tapi Dan Yi malah membawa makanan kotak. Dan Yi bilang makanan kotak menjadi enak saat dicampur sup kimchi.


Dan Yi bilang sangat lapar, karena lelah pergi ke banyak tempat hari ini. “Noona, aku tidak masalah kau tinggal di sini. Tinggal bersamamu menyenangkan,” kata Eun Ho.


Dan Yi: “Hei, wajahmu memerah saat mengatakan itu.”
Eun Ho: “Tidak. Wajahku putih.”
Dan Yi: “Menjadi merah.”


Eun Ho tidak bisa menyangkal lagi dan menyuapkan supnya ke dalam mulutnya. “Astaga. Jika wajahmu memerah setiap kali mengatakan hal baik, bagaimana bisa kencan dengan wanita?” kata Dan Yi. Eun Ho bilang kencan bukan soal kata-kata. “Apa tentang hubungan fisik?”


“Sup kimchinya sangat pedas,” kata Eun Ho mengalihkan pembicaraan. Dan Yi tersenyum geli.


“Eun Ho… terima kasih. Kehadiranmu saja membuatku percaya diri,” kata Dan Yi tulus. Eun Ho menatapnya. “Tapi aku tetap membutuhkan tempat sendiri. Tidak bisa terus mengandalkanmu. Aku akan bergegas dan menabung. 3 bulan mungkin tidak cukup. Bagaimana jika 6 bulan?”


Eun Ho tersenyum, lalu mengangguk setuju dan menyuruh Dan Yi makan. Dan Yi berterima kasih lagi. Mereka makan sambil sesekali tertawa.


Keesokan harinya, Young A memberitahu bahwa besok siang akan ada rapat untuk mendiskusikan buku baru In Ho Won. “Pikirkan judul uraiannya untuk iklan,” ujarnya.


Dan Yi melihat semua staf membuka buku berjudul ‘Pucat, Kekejaman’. “Judul uraian? Dulu aku sering menulis itu,” gumamnya.


“Kang Dan Yi,” panggil Yoo Sun. Ia memberi kode dengan jarinya agar Dan Yi mengikutinya.


“Ini bajuku untuk rapat. Tolong bawa ke binatu. Sebutkan saja namaku ke binatu di persimpangan jalan,” kata Yoo Sun. Dan Yi mengambil tas berisi bajunya. Ia lalu melihat buku berjudul ‘Pucat, Kekejaman’ ada di meja Yoo Sun.


Dan Yi mengatakan bahwa ia ingin mengajukan ide untuk judul uraian buku tersebut. “Kang Dan Yi, lakukan saja tugasmu,” kata Yoo Sun dengan dingin. Dan Yi mengiyakan dan keluar dari ruangan Yoo Sun.


“Dia bukan menolak. Aku bisa lakukan tugasku dan ajukan uraian. Kau bisa, Kang Dan Yi. Pose kuat,” katanya sambil berpose.


Eun Ho memberikan naskah ‘Pucat, Kekejaman’ dan bertanya apakah Dan Yi serius karena Yoo Sun tidak akan menerima idenya. “Akan kuberikan yang tidak bisa ia tolak. Akan kutunjukkan kemampuanku. Kau tahu siapa aku. Aku Kang Dan Yi. Aku pernah sukses di periklanan,” kata Dan Yi optimis.


Eun Ho menebak Dan Yi pasti sangat ingin kembali ke bidang itu. Dan Yi mengiyakan dan bilang kalau ia sangat bersemangat. “Jantungku berdegup kencang. Aku harus membaca buku ini sekarang. Dah.. Terima kasih,” kata Dan Yi lalu pergi.


Dan Yi mulai membaca dan menandai hal-hal penting.


Staf A datang dan memintanya menyerahkan dokumen ke Tim Support Bisnis. “Baik,” kata Dan Yi.


Dalam perjalanan pulang di bus, Dan Yi juga melanjutkan membaca.


“Novel thriller karya profesor psikologi. Pikirkan sampulnya. Judulnya Pucat, Kekejaman. Ini novel thriller. Kurasanya genrenya harus jelas,” gumamnya sambil berjalan menuju rumah Eun Ho.


Eun Ho membawakan minuman dan buah untuk Dan Yi yang masih sibuk bekerja. “Thank you,” kata Dan Yi tanpa menoleh. Eun Ho tersenyum dan meninggalkannya.


Dan Yi bekerja keras.


Sampai jam 4 pagi, Dan Yi masih terus berpikir.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 3 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 3 Part 5

Comments


EmoticonEmoticon