2/04/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 3 PART 5

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 3 BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 3 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 3 Part 6

Para staf langsung memberi salam saat melihat Yoo Sun keluar lift.


“Nona Go,” panggil Dan Yi saat Yoo Sun akan masuk ke ruangannya. Yoo Sun menoleh dan melihat lembaran kertas yang ada di tangan Dan Yi.


Yoo Sun menjatuhkan kertas Dan Yi satu per satu setelah membacanya. Ia bilang semua yang ditulis Dan Yi sudah kuno. Dan Yi mengambil kertasnya dari lantai dan meminta maaf serta berjanji akan lebih baik lagi nanti.


“Kau tidak cocok menjadi pemasar. Desainnya seperti pada tahun 90-an. Dalam pemasaran, modernitas adalah kunci. Kau tahu itu? Kenapa kau melakukan hal yang tidak diminta dan diceramahi tanpa alasan? Kukira kau tahu itu karena kau sudah tua, tapi kau sama tidak pahamnya dengan para pemula,” kata Yoo Sun.


Dan Yi sangat sedih mendengar kata-kata yang menyakitkan itu. Apalagi ketika Yoo Sun berkata, “Pergilah! Dan berhenti membuang waktuku.”


Dan Yi kembali ke mejanya dan menatap uraian yang ia kerjakan semalaman suntuk dengan sedih. Ia menghembuskan napas dengan mulutnya dan menepuk-nepuk wajahnya. “Sabar, Kang Dan Yi,” gumamnya.


Dan Yi pergi ke perpustakaan dan mengambil beberapa buku.


Ia mulai menulis lagi dengan referensi uraian di buku-buku tersebut.


Ia mengambil beberapa buku lagi dan terus merangkai kata.


Ia bahkan bicara sendiri untuk mengetahui apakah uraiannya enak dibaca atau tidak.


Saat melihat Hae Rin datang ke kafetaria, Dan Yi memberikannya segelas teh. Ia lalu mengambil gelas lain untuknya sendiri.


“Ini judul uraian?” tanya Hae Rin saat melihat proposalnya ada di meja. Dan Yi bilang ia ingin memberikan idenya dan membantu kantornya. Ia bertanya apakah Hae Rin mau mengeceknya. “Aku?”


Petugas perbaikan datang dan Dan Yi pergi untuk mengantarnya.


Hae Rin mulai membaca beberapa judul uraian yang ditulis Dan Yi.


Saat Dan Yi kembali, Hae Rin sudah pergi, tapi ia memberikan beberapa catatan terkait judul uraian tadi. ‘Terdengar seperti kau memohon orang untuk membeli bukunya’,’ tulis Hae Rin. Dan Yi menyadari bahwa ia harus membuat pembaca menginginkan buku itu sendiri. ‘Ini tidak cerdas.’ ‘Ini tidak langsung memikat pembaca.’


Senyum Dan Yi terkembang saat melihat tanda bintang di judul ‘Pertarung Akal Sengit yang Akan Membuatmu Takjub’. Ia lalumelihat Eun Ho datang.


Dan Yi: “Kukira kau mengajar kelas hari ini.”
Eun Ho: “Panggil aku yang benar di kantor, Nona Kang Dan Yi.”


Dan Yi menyuruh Eun Ho meminum teh yang sudah ia buat di teko. “Ketua Tim Cha, bagaimana ini untuk judul uraian?” tanya Dan Yi sambil memberikan judul bertanda bintang tadi.


Dan Yi menyiapkan minum dan dokumen di ruang rapat. Saat akan keluar, ia berpapasan dengan Yoo Sun.


“Nona Go, ini draft final uraianku. Bisakah kau lihat?” kata Dan Yi. Yoo Sun sama sekali tidak tertarik, tapi ia tetap mengambil kertas itu.


Sementara staf lain masuk, Dan Yi malah keluar.


Yoo Sun membaca judul uraian yang diberikan Dan Yi tadi.


Dan Yi kembali ke mejanya. “Apakah uraian yang baik itu?” gumamnya sambil menulis pertanyaan itu di buku catatannya.


“Uraian yang baik itu harus merefleksikan judul bukunya,” kata Eun Ho. Direktur Kim bilang nuansa bukunya harus bertepatan dengan misterinya. Ji Hong bilang mereka harus memakainya sebagai tema.


“Itu bagus, tapi coba bicarakan itu dengan pembaca di toko buku. Siapa yang akan membelinya?” kata Young A. Staf lain setuju dengan Young A bahwa mereka harus membuat orang membeli bukunya dulu.


“Nona Go, ada pendapat?” tanya Direktur Kim. Yoo Sun bilang ia memiliki beberapa ide.


“Pertama,” kata Yoo Sun sambil memberikan selembar kertas. Direktur Kim membacanya dan tampak kagum. Ji Hong dan Young A membacanya dan menyebutnya keren.


Hae Rin terkejut saat melihat itu ternyata adalah judul uraian milik Dan Yi.


Sebelumnya, Hae Rin membaca judul ‘Pertarungan Akal Sengit yang Membuatmu Takjub’. Ia terlihat puas dan memberikan tanda bintang dengan tinta merah.


Eun Ho juga tahu kalau itu adalah judul uraian milik Dan Yi, tapi ia tidak mengatakan apa-apa.


Saat akan membereskan ruang rapat, Dan Yi mendengar seorang menyebut judul uraiannya. Tapi ia mendengar staf lainnya berkata, “Itu sebabnya dia menjadi direktur.”


Eun Ho pun menghindari tatapannya. “Diksinya tidak seperti biasanya. Itu baru dan aku suka,” kata Ji Hong pada Yoo Sun.


Yoo Sun juga tidak mempedulikan Dan Yi.


Dan Yi melihat judul uraiannya di atas meja. Ia bertanya pada Hae Rin apakah hal seperti itu sering terjadi. “Apa maksudmu?” tanya Hae Rin. Dan Yi mengambil kertasnya dan bilang kalau itu judul uraian miliknya.


Dan Yi: “Kau tahu itu. Kau tahu arti bintang ini.”
Hae Rin: “Aku tidak paham apa yang kau bicarakan. Kurasa ini bukan salah satu salinan yang kau tunjukkan.”


Dan Yi sangat kecewa.


Saat akan pulang, Dan Yi dan Hae Rin bertemu di pintu lift. Mereka masuk bersama, tapi saling diam satu sama lain.


“Nona Kang Dan Yi, ini tempat bekerja. Kuberi tahu saat hari pertamamu. Sat kami merekrut 10 orang, hanya 1 yang bertahan setelah 3 tahun. Jika kau mau bertahan di sini, berhentilah berpikir ini tidak adil,” kata Hae Rin yang akhirnya memulai pembicaraan.


Dan Yi bilang bukan hanya itu yang ia rasakan, melainkan ia juga kecewa pada seseorang. Ia bilang orang itu tidak perlu memihaknya. Ia hanya berharap orang itu berkata, “Aku tahu apa yang kau rasakan.”


“Sampai jumpa besok, Nona Song,” kata Dan Yi lalu keluar lift lebih dulu.


Hae Rin yang biasanya murung, tiba-tiba tersenyum.

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 3 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 3 Part 6

Comments


EmoticonEmoticon