2/04/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 PART 1

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 3 Part 6
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 Part 2

Eun Ho terbangun karena suara jam bekernya, tapi ia tidur lagi. Beberapa detik kemudian, ia bangun dan kaget sendiri.


“Aku mabuk dan pergi ke rumah Dan Yi!” kata Eun Ho dalam hati.


“Setelah itu… apa aku memeluknya?”


“Atau aku hanya bermimpi? Apa yang terjadi setelah itu?” Eun Ho merasa kepalanya sangat sakit.


“Eun Ho!” panggil Dan Yi sambil membuka pintu kamar. Eun Ho menyelimuti tubuhnya lagi dan pura-pura masih tidur. “Aku tahu kau sudah bangun. Ayo sarapan.”


Eun Ho diam saja di balik selimut. Setelah tidak mendengar suara Dan Yi lagi, akhirnya ia membuka selimutnya.


Eun Ho terkejut karena Dan Yi ada di hadapannya dan ingin memukulnya. “Apa aku mengajarimu mabuk seperti itu?!” omel Dan Yi.


Pada tahun 2007, Dan Yo mengatakan bahwa Eun Ho sudah cukup usia untuk belajar minum. Ia menasehati Eun Ho agar mempelajari etika minum dari orang yang lebih tua dan bijak.


Dan Yi menepuk tangannya, lalu pelayan datang membawakan aneka jenis minuman. Pelanggan lain tidak yakin mereka akan sanggup menghabiskannya.


“Kami simpan semua botol ini untukmu,” kata pelayan itu lalu mengeluarkan sekeranjang minuman lain. “Dan ini hanya untuk pelanggan VIP.” Dan Yi memberikannya uang tips.


Eun Ho bersyukur karena Dan Yi adalah pelanggan VIP. Dan Yi bilang punya koleksi minuman itu karena harus menjamu berbagai klien dengan kesukaan yang berbeda. “Baiklah, ayo,” kata Eun Ho.


Dan Yi bilang pertama-tama Eun Ho harus belajar membuka botol wine. Ia mencontohkannya, tapi kesulitan sendiri. Eun Ho merebut botol itu dan membukanya dengan mudah. “Anggap saja kau yang sudah membukanya,” kata Eun Ho.


“Hei, jangan pegang gelasnya seperti itu! Dasar bodoh,” kata Dan Yi saat memberikan Eun Ho gelas. Ternyata Eun Ho hanya menggeser gelasnya saja karena tidak sesuai dengan minuman yang akan dituangkan Dan Yi.


Dan Yi: “Gelas untuk wine merah yang lebih besar?”
Eun Ho: ”Anggap saja kau bingung. Apa lagi?”


Dan Yi lalu mencontohkan cara menuang wine dengan memutar botolnya. Eun Ho tersenyum. Dan Yi terkejut saat Eun Ho bisa menggoyangkan gelas berisi wine tanpa tumpah. “Apa lagi?” tanya Eun Ho.


Dan Yi mulai menjelaskan banyak hal tentang minuman dan Eun Ho mendengarkannya dengan baik.


Dan Yi bilang ia akan minum 1 sloki langsung, tapi karena Eun Ho masih pemula maka Eun Ho harus meminumnya perlahan dengan es batu. Tapi nyatanya, Eun Ho menghabiskan minuman itu lebih cepat daripada Dan Yi.


“Kau bisa minum rupanya. Tapi mengetahui soal minuman saja belum cukup. Yang paling penting, pelajari cara membuat bom soju,” kata Dan Yi.


“Lihat ini? Lihat busanya? Minum sekarang. habiskan,” kata Dan Yi. Eun Ho menghabiskannya.


Dan Yi beraksi membuat sloki bom sampai orang-orang bersorak untuknya. Eun Ho hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Dan Yi.


Saking mabuknya, Dan Yi tidak sadar bahwa ia mengetuk toilet pria. Eun Ho datang dan membawanya ke toilet yang benar.


“Huft.. astaga,” keluh Eun Ho.


Dan Yi menarik napasnya dalam-dalam. Ia lalu menyentuh bibirnya.


Eun Ho mengetuk pintu toilet wanita karena Dan Yi lama tidak keluar. Saat ia bilang akan masuk, Dan Yi membuka pintunya.


Dan Yi keluar dengan lipstick yang berantakan. “Kemari. Coba kulihat,” kata Eun Ho prihatin.


Jarak mereka sangat dekat dan Eun Ho tampak terpana.


Eun Ho kemudian mengambil sapu tangannya dan menghapus lipstick Dan Yi yang berantakan itu. “Ada apa?” tanya Dan Yi karena Eun Ho berhenti menghapus.


Eun Ho menghindari melihat wajah Dan Yi dan bilang, “Tidak ada apa-apa. Ayo.” Dan Yi merasa dirinya seksi.


Eun Ho akan membayar tagihan minumannya sebesar 356.000 won. Tapi tiba-tiba terdengar suara bel.


“Bel emas!” kata seorang pelanggan yang terkejut karena itu adalah bel kesediaan mentraktir semua orang.


Eun Ho belum melihat siapa yang membunyikan bel itu, tapi ia sudah bisa menebaknya. Ia mundur perlahan untuk membuktikannya.


Sambil berdiri di atas panggung, Dan Yi berkata, “Para hadirin… Adikku sekarang berusia 20 tahun. BUkankah aku harus melakukan hal special untuk merayakannya?” Dalam hati Eun Ho berkata bahwa firasat buruk selalu benar.


“Karena itu, aku akan… mentraktir kalian semua!” kata Dan Yi.


Dan Yi dan semua pelanggan bersorak gembira, hanya Eun Ho yang diam terpaku.


Eun Ho memberi kode pada pelayan bahwa ia yang akan membayar.


“Eun Ho! Eun Ho! Eun Ho! Selamat… Adikku… Eun Ho! Eun Ho! Minum! Minum! Mari minum, semua…” kata Dan Yi sambil menari. Eun Ho hanya tersenyum pasrah.


Setelah itu, Eun Ho memarahi Dan Yi karena menghamburkan uangnya. “Karena aku ingin. Kau tahu pemiliknya sangat menyebalkan? Bedebah itu memegang bokongku,” kata Dan Yi.


Eun Ho terkejut dan bertanya di mana bedebah itu. “Di sana,” tunjuk Dan Yi asal-asalan. Eun Ho ingin menghajar orang itu.


“Tapi aku senang telah menghabiskan uang yang kudapat berkat bedebah itu. Kini aku merasa lebih baik,” kata Dan Yi.


Eun Ho: “Astaga, kau benar-benar bodoh. Kau sadar dirimu bodoh?”
Dan Yi: “Ya. Aku sadar. Aku bodoh. Dingin. Ayo pulang, Eun Ho.”


Sambil berjalan pulang, Eun Ho melepaskan mantelnya dan memakaikannya pada Dan Yi. Ia mengancingkan mantelnya, tanpa mengeluarkan tangan Dan Yi.


Eun Ho menariknya pergi dan bilang seharusnya sejak tadi ia melakukan itu. Dan Yi memberontak dan mereka bertengkar sepanjang jalan. Bertengkar yang menyenangkan.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 3 Part 6
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 Part 2

Comments


EmoticonEmoticon