2/04/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 PART 2

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 Part 3

Dan Yi merasa berlebihan sudah menghabiskan uangnya untuk mengajarinya minum. “Ke mana kau semalam?” tanya Dan Yi.


“Ke rumah wanita yang kusukai,” kata Eun Ho. Dan Yi bilang seharusnya Eun Ho menginap saja di sana. “Kau tidur dengan semua orang yang kau suka? Ada apa dengan kepalamu?”


Dan Yi merasa pikirannya kotor karena sudah lama tidak berhubungan intim. Eun Ho terkejut mendengarnya. “Wajahmu memerah lagi,” kata Dan Yi.


Eun Ho akhirnya memberanikan diri bertanya apakah semalam ia langsung tidur begitu tiba di rumah. Dan Yi menduganya seperti itu. “Bukan itu maksudnya. Sebelum aku tidur,” kata Eun Ho dalam hati.


“Hei, kau memelukku semalam,” kata Dan Yi. Eun Ho tersedak dan mengeluarkan makanan dari mulutnya. “Menjijikan. Kau juga mengileriku semalam. Kenapa kau menjijikan? Kau sangat menjijikan.”


Eun Ho mengira Dan Yi akan memukulnya, padahal Dan Yi hanya membersihkan mulut Eun Ho yang belepotan makanan dengan tangannya.


Eun Ho memgambil sapu tangan dari laci dan melihat bra merah ada di sana. Ia kemudian pergi ke dapur dan meletakkan tas belanjaan berwarna merah di atas meja.


“Hei, Noona!” tegur Eun Ho saat memergoki Dan Yi melihat isi tas merahnya. Dan Yi bilang ia hanya penasaran. “Ayo kembalikan.” Dan Yi bertanya apa Eun Ho ingin mengembalikannya. “Bukan urusanmu.”


“Benar. Privasi itu penting,” kata Dan Yi setelah merebut gelas Eun Ho dan meminum isinya. “Aku berangkat.”  Eun Ho mengajaknya berangkat bersama. “Tidak usah. Tidak nyaman jika orang-orang tahu. Dah…”


Di area parkir, Hae Rin menyapa Eun Ho dengan ceria. Eun Ho memberikan tas merah itu pada Hae Rin. “Apa ini? Katamu biarkan saja pakaianku di rumahmu. Katamu aku akan mabuk dan mampir,” kata Hae Rin.


“Jangan mampir saat mabuk. Tidak boleh lagi. Kini aku tinggal dengan wanita. Jadi tidak boleh,” kata Eun Ho lalu mengajak Hae Rin masuk.


Hae Rin tampak kecewa.


Dan Yi membawa beberapa buku dan akan menyimpannya di rak untuk buku baru. Ia menatap buku berjudul ‘Pucat, Kekejaman’ itu dengan judul uraian ‘Pertarungan Akal Sengit yang Akan Membuatmu Takjub’.


Setelah itu, Dan Yi juga membagikan buku baru itu untuk para staf. Eun Ho menatap judul uraian Dan Yi yang tertera di sampul buku itu. Dan Yi juga memberikan buku itu pada Hae Rin. Young A heran kenapa judul uraiannya tidak dipilih.


Ji Hong menyebut judul uraian yang dipilih itu sangat bagus. “Kau mau beli?” tanya Ji Hong. Young A memukulnya dan pergi. “Ada apa dengannya?” Eun Ho mengkhawatirkan Dan Yi. Hae Rin juga merasa prihatin.


Dan Yi meletakkan beberapa buku baru itu di meja Yoo Sun. “Nona Kang Dan Yi, menurutmu bagaimana uraian itu?” tanya Yoo Sun. Dan Yi bilang judul uraian itu tepat sasaran dan sempurna untuk bukunya.


“Pikirmu aku mencurinya darimu? Sebenarnya, aku juga memikirkan itu. Dari awal sudah kuputuskan untuk memakainya. Jangan bilang kau berasumsi aku tidak bsia memikirkan ide yang sama denganmu. Kuharap tidak begitu,” kata Yoo Sun.


“Itu mungkin saja. Tapi jika begitu, seharusnya kau bilang saat aku memberitahumu. Sebelum itu dipilih saat rapat,” kata Dan Yi dengan berani. Yoo Sun sampai berhenti minum. “Tapi, aku berusaha memahamimu dengan caraku.” Yoo Sun bertanya bagaimana caranya.


“Kudengar orang Inuit tidak butuh kata untuk menyatakan keunggulan. Tidak ada yang namanya paus hebat atau beruang kutub hebat. Begitu juga dengan kita, manusia. Tidak ada yang bisa sempurna,” kata Dan Yi lalu pamit kembali bekerja.


Yoo Sun tidak bisa menyangkal, tapi ia mengabaikan kecurangannya itu.


Young A memberitahu Ji Hong bahwa para pegawai baru sedang pergi ke percetakan. “Bagaimana bisa? Aku bisa sakit hati,” kata Ji Hong.


Di layar, tertera jadwal kunjungan ke percetakan yang diikuti oleh Eun Ho, Ji Yul, Park Hoon, dan Dan Yi.


Alat berat tampak mengambil lembaran-lembaran kertas yang menggunung.


Beberapa pria memasukkan buku-buku yang berserakan ke dalam suatu alat berbentuk kotak.


Buku-buku tadi berubah menjadi lembaran kertas yang beterbangan saat keluar dari alat tadi.


“Semua buku itu tampak bagus,” kata Dan Yi dengan sedih.


Eun Ho menunjuk dua truk berisi buku-buku mereka yang dalam waktu singkat akan beterbangan seperti itu. Dan Yi bertanya apa mereka harus menghancurkannya.


“Tidak ada yang salah,” kata Park Hoon sambil menunjukkan buku yang ia ambil dari tanah. Eun Ho bilang mereka tidak bisa menyimpan semua buku yang tidak laku karena itu butuh biaya.


“Buku ini dikembalikan dari toko. Sebagian rusak karena dibaca,” kata Eun Ho lalu memberikannya pada Ji Yul. “Lebih dari setengah yang dikembalikan dari toko sudah rusak dan penerbit harus menanggung kerugiannya.” Ji Yul memberikan buku itu pada Park Hoon.


Park Hoon mengecek buku itu.


Beberapa perbuatan pembaca di toko buku menyebabkan buku itu rusak.


Eun Ho mengambil buku dari tanah yang berjudul ‘Bahagia dan Derita Bekerja’.


Eun Ho mengingat saat dulu ia mempersembahkan buku itu pada Direktur Kim.


Direktur Kim mengambil buku itu dan menciumnya. “Aku bisa merasakan aroma buku terlaris,” ujarnya. Eun Ho bertanya apakah Direktur Kim harus melakukan itu pada semua buku baru. “Seumur hidupku sampai aku mati. Mau coba?”


“Tidak,” tolak Eun Ho sambil menggerakkan jari telunjuknya. Direktur Kim merasa buku yang mereka buat itu sangat indah.


Narasi Eun Ho: “Bahagia dan Derita Bekerja Edisi Pertama. Karya Im Seong Mok. Cha Eun Ho dan Bong Ji Hong di Tim Editorial. Go Yu Seon dan Seo Yeong A di Tim Pemasaran. Tidak ada buku yang terbit dengan sendirinya. Sebuah buku mengandung nama dan jiwa.”


Seorang petugas salon memberikan ponsel pada Yoo Sun yang sedang menjalani perawatan rambut.


Ia melihat artikel di internet berjudul ‘Penulis Min Yeong Han Terduga Kekerasan Seksual’. Ia memanggil petugas salon, tapi tidak ada yang datang. Ia panik.


Ia berusaha melepaskan diri dari alat itu, tapi kesulitan. “Astaga, bisa lepas ini. Permisi,” katanya panik.


Eun Ho sampai di depan gudang kantornya, dan sesaat kemudian Hae Rin datang dengan taksi.


Saking terburu-burunya, Hae Rin sampai salah menggunakan sepatu. “Sudah baca artikelnya?” tanya Eun Ho.


Sementara itu di dalam gudang, lembaran kecil bertuliskan ‘Langit Biru di Ekuator’ berikut foto Penulis Min tampak dikeluarkan dari dalam buku.


Eun Ho dan Hae Rin masuk ke dalam gudang dan menemukan rekan-rekannya sedang sibuk. “Kenapa kemari? Kami sengaja tidak menelepon,” kata Young A.

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 Part 3

Comments


EmoticonEmoticon