2/05/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 PART 4

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 Part 5

Hae Rin membawa Eun Ho ke Restoran Pangsit Sunha. Ibu Hae Rin langsung menyambut kedatangan Eun Ho dengan suka cita. “Apa Ibu tidak melihatku?’ tanya Hae Rin pura-pura tersinggung.


“Ibu melihatmu. Ibu melihat kalian sebagai pasangan,” kata Ibu Hae Rin. Mereka bertiga tertawa. “Dingin. Ayo masuk.”


“Sayang...” panggil Ibu pada suaminya. Ayah Hae Rin menyapa mereka.


Ibu bilang hari sedang ramai, tapi ada meja kosong untuk mereka. Ia merasa alam semesta tahu kalau mereka akan datang. Ibu meminta Eun Ho menunggu karena akan membawakan menu favoritnya, yaitu setengah daging dan kimchi.


Hae Rin terkejut saat ibu memukulnya, tapi kemudian ia tertawa sendiri.


Eun Ho khawatir akan mengganggu karena datang saat ramai seperti itu. “Kau tidak melihat senyum ibuku? Kurasa dia lebih menyukaimu,” kata Hae Rin. Eun Ho bilang ibu baik padanya agar ia baik pada Hae Rin.


Pelanggan meminta tambahan kimchi. Ibu memanggil ayah, tapi tidak ada jawaban. “Tunggu sebentar…” kata Eun Ho lalu berinisiatif melayani pelanggan. Hae Rin bertambah kagum padanya.


Dalam perjalanan pulang dengan bus, Dan Yi menganalisis kejadian tadi. (Mungkin tanda-tanda cemburu sudah mulai terasa di sini hehe…) Ia mengambil spidol dan menggambar di kaca jendela bus.


“Aku menemukan bra di rumahnya. Dia menaruh bra itu di tas belanja. Tas belanja itu ada pada Song Hae Rin. Ibunya memberikan kimchi buatan rumah. Artinya mereka berdua pasti berkencan,” batin Dan Yi.


Dan Yi mengingat saat Eun Ho bilang sibuk diputuskan, tapi ada sebuah bra di rumahnya. Ia juga mengingat bahwa Eun Ho bilang ia semalam pergi ke rumah wanita yang disukainya. “Ah, mereka pasti berbaikan malam itu! Tu sebabnya dia menerima kimchi dari orang tuanya,” batin Dan Yi lagi.


Dan Yi lalu menghapuskan gambarnya.


Saat berjalan melewati taman, seekor anjing menghampiri Dan Yi. “Sedang apa kau di sini? Mana talimu?” tanya Dan Yi pada anjing itu. “Mana Tuan Payung? Kau tidak boleh berkeliaran sendiri begini. Mmuach.”


Seo Joon sedang kebingungan. Ia bertanya pada orang-orang yang ditemui, apakah mereka melihat seekor anjing besar. Tapi, tidak ada satu pun yang melihatnya.


Dan Yi bilang syal pemberian dari temannya itu mahal, tapi ia akan meminjamkannya untuk anjing itu. “Ayo, aku harus membawany ke pemilikmu. Ayo,” ajak Dan Yi setelah memasangkan syal itu di leher anjing.

Anjing itu menggonggong saat melihat Seo Joon. Dan Yi melambaikan tangannya dan Seo Joon terlihat sangat lega dan bertanya bagaimana mereka bisa bersama. “Harganya 200.000 won,” canda Dan Yi.


Seo Joon bilang ia mengikat anjingnya di dpan toserba, tapi anjingnya sudah pergi setelah ia keluar dengan membawa ramyeon. “Bagaimana kau akan membayar dendamu?” tanya Dan Yi. Seo Joon bilang ia tidak tahu.


Seo Joon lalu melepaskan syal Dan Yi sambil berkata, “Tapi apa kau membayar payungku? Aku bahkan menemukan sepatumu.” Dan Yi tercengang. “Kau belum mengembalikan payungku.” Seo Joon mengembalikan syalnya. Dan Yi mengangkat bahunya dan Seo Joon tertawa.


Seo Joon bertanya apa Dan Yi sudah memikirkan nama anjingnya. Dan Yi bilang mereka bertemu saat bertiga hari itu. “Aku Daun Bawang. Kau Payung. Lalu, apa nama untuk anjingmu?” Dan Yi mulai berpikir.


Seo Joon: “Sepatu. Haha, apa itu terlalu aneh?”
Dan Yi: “Kita bertemu saat hujan.”
Seo Joon: “Kalau begitu, Geum Bi?”
Dan Yi: “Kedengarannya bagus.”


Seo Joon bertanya apakah anjingnya menyukai nama barunya dan ia menggonggong. Dan Yi meminta Seo Joon menunggu 10 menit karena ia akan mengambilkan payungnya. Tapi Seo Joon mengajaknya makan ramyeon dan berjanji akan menambahkan daun bawang. Dan Yi sepertinya tertarik.


Di Restoran Pangsit Sunha, ibu Hae Rin membawakan Eun Ho oleh-oleh kimchi. Eun Ho berterima kasih untuk itu. Ibu bilang mereka selalu punya persediaan kimchi.


Ibu bilang harusnya ia memberikan pangsit juga untuk Eun Ho. Ia akan berlari ke dapur, tapi suaminya dan Hae Rin melarangnya. “Lain kali aku kemari untuk pangsitnya,” kata Eun Ho. Mereka lalu berpamitan.


“Ibuku sungguh konyol. Kan?” kata Hae Rin. Eun Ho bilang Hae Rin membuatnya sedih karena tidak punya ibu. “Ah, aku lupa.” Eun Ho bilang ia suka mengunjungi Ibu Hae Rin karena mengingatkannya pada ibunya sendiri, walaupun ibunya bukan tipe ibu yang hangat.


Hae Rin ingin menggandeng lengan Eun Ho, tapi tidak jadi karena mengingat perkataan Eun Ho sebelumnya. “Kau tidak boleh mampir saat mabuk. Kini aku tinggal dengan wanita,” kata Eun Ho saat itu.


Hae Rin tampak sedih.


Eun Ho menghentikan langkahnya saat melihat seorang pelayan Restoran Baekilmong mengantarkan pelanggannya pergi. Ia mengenal wajah pelayan itu. Hae Rin bertanya apa Eun Ho mengenalnya. “Tidak, aku akan makan daging goring,” kata Eun Ho. Hae Rin terkejut, tapi kemudian ia pamit pergi.


Eun Ho melihat pria tadi sedang menyentuh perut seorang wanita hamil. Ia mengingat perkataan Dan Yi bahwa mantan suaminya sedang ke luar negeri bersama wanita lain dan tidak akan kembali.


“Selamat datang!” kata Dong Min yang kemudian sangat syok saat melihat siapa yang datang. “Eun Ho…” Istri Dong Min bertanya siapa itu.


“Duduklah di sudut itu,” kata Dong Min. Istrinya menanyakan lagi siapa tamunya. “Duduk saja dulu.” Ia lalu berbalik melihat Eun Ho lagi. “Eun Ho…” Ia panik saat Eun Ho meletakkan tasnya dan membuka mantelnya.


“Eun Ho… di sini dingin. Kenapa… Akan kujelaskan… Akan kujelaskan semuanya,” kata Dong Min panik. Eun Ho bilang hal itu tidak bisa dijelaskan dengan tenang. Ia mulai menyerang Dong Min. “Tunggu, astaga. Eun Ho, tunggu!” Dong Min melepaskan kepalanya yang sedang ditarik Eun Ho: “Lepaskan! Dia sedang hamil!”


Dong Min lari ke dapur dan Eun Ho mengejarnya. “Satu pukulan saja. Biar kupukul satu kali saja, Dong Min,” kata Eun Ho. Dong Min tidak terima Eun Ho berani bicara seperti itu. Ia bilang Eun Ho bukanlah adik kandung Dan Yi dan itu semua masa lalu.


Eun Ho berhasil menghajar Dong Min. Dong Mi berusaha lari, tapi Eun Ho berhasil menariknya. “Yeobu…!” panggil Dong Min pada isrinya.


Di depan Restoran sudah terpasang tulisan ‘Tutup Cepat. Mohon Maaf’.


Eun Ho bertanya sejauh mana yang Dan Yi tahu. Dong Min bilang Dan Yi hanya tahu ia berselingkuh, tapi tidak tahu tentang kehamilan itu, lalu mereka ke Canada. “Haruskah kuceritakan semuanya?! Apa untungnya jika Dan Yi tahu aku hidup seperti ini?” protes Dong Min dengan wajah lebam.


Eun Ho meminta ponsel Dong Min, lalu memasukkan nomor ponselnya sendiri. “Ini nomorku, jawab jika kutelepon,” kata Eun Ho. Dong Min bilang tidak ada yang harus mereka bicarakan. “Kirimkan email pada Noona. Minta maaf dan bilang keadaan kacau.”


Dong Min setuju dan akan bilang kalau ia tinggal di Canada. “Aku akan kirim nomor rekeningnya. Kirim tunjangan anak dan alimentasi,” kata Eun Ho. Dong Min terkejut. Istrinya bilang restoran itu milik orang tuanya, bukan milik mereka berdua.


Dong Min berjanji akan mengirimkan tunjangan anak, tapi menolak memberikan alimentasi karena mereka sudah mengelompokkan detailnya saat bercerai.


Eun Ho: “Kirim uangnya jika tidak mau melihatku setiap hari. Haruskah aku datang setiap hari? Besok juga?”
Dong Min: “Berapa?! Berapa banyak yang harus kukirim padanya?”


Istrinya protes dan menarik lengan Dong Min. “Yeobu… sakit…” keluh Dong Min.


Eun Ho pulang dengan kesal karena mengingat semua penderitaan Dan Yi. “Dasar bodoh,” gumam Eun Ho.

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 Part 5

Comments


EmoticonEmoticon