2/05/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 PART 6

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 BAGIAN 6


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 PREVIEW

Eun Ho dan Direktur Kim memperkenalkan diri. Direktur Kim mengajaknya bersalaman, tapi Seo Joon mengabaikannya dan mempersilakan mereka duduk.


“Sepertinya kita berjodoh. Saat kita bertemu di toko buku, kukira kau seorang model. Aku belum pernah melihat desainer yang tampan,” kata Direktur Kim.


Seo Joon bilang buku yang Direktur Kim promosikan sepertinya tidak laris, sehingga Direktur Kim merasa bersalah. “Ya, tentu saja,” kata Direktur Kim pasrah.



Seo Joon memperhatikan Eun Ho yang tersenyum geli karena sikap Direktur Kim. Tidak lama kemudian, pelayan datang membawakan minuman.


Seo Joon bilang ia sudah membaca semua karya Eun Ho. Eun Ho berterima kasih dan bilang ia juga terus memantau sampul-sampul buku karya Seo Joon. Seo Joon penasaran alasan Eun Ho mengontaknya langsung. “Aku tidak minta banyak karena aku ingin melihatmu secara langsung,” kata Seo Joon.


Eun Ho bertanya bagaimana kesimpulan Seo Joon. ‘Kau lebih baik secara langsung. Kau pasti kesal,” kata Seo Joon. Mereka tersenyum dan mulai akrab. Direktur Kim bilang melihat waah Eun Ho saja bisa membangkitkan semangat.


“Kalau begitu, bekerjalah bersama kami. Kami akan membayarmu lebih dari orang lain. Dua kali lipat Wolmyeong,” kata Direktur Kim. Ia tidak mempedulikan peringatan Eun Ho yang menyuruhnya diam. “Kenapa tertawa?”


Seo Joon bilang Direktur Kim sungguh sesuai rumor. “Kudengar kau seorang pebisnis, Tuan Kim, Direktur Gyeoroo. Kau membangun gedung kantor dari menjual buku, serta membeli gedung sebelahnya. Mobilmu paling mewah di industri ini. Lalu ada insiden toko buku. Hal yang luar biasa, kau sama dengan rumor. Aku tertarik,” kata Seo Joon.


Eun Ho tidak suka dengan sikap tidak sopan Seo Joon. Direktur Kim bilang rumor tidak sesuai dengan kenyataan dan ia adalah orang yang lebih baik jika Seo Joon sudah mengenalnya.


“Aku tidak berniat bekerja di Gyeoroo. Seperti yang kubilang, aku kemari untuk bertemu Penulis Cha,” kata Seo Joon. Direktur Kim bertanya apakah Seo Joon tidak suka Gyeoro atau tidak suka dirinya. “Kenapa harus tidak suka? Bidang kita sama. Aku ada pertanyaan?”


“Pertanyaan soal Gyeoroo?” tanya Eun Ho waspada. Direktur Kim memperbolehkan Seo Joon bertanya karena Seo Joon bisa lebih tahu tentang mereka jika memutuskan untuk bekerja sama. Ia berjanji akan menjawab apapun pertanyaannya dengan syarat Seo Joon harus bekerja bersama mereka jika puas dengan jawabannya.


“Kau masih berhubungan dengan Penulis Kang Byeong Jun? Jujurlah. Aku yakin begitu,” kata Seo Joon. Direktur Kim sangat terkejut. “Bisakah kau beri tahu kegiatannya saat ini?” Eun Ho menyuruhnya berhenti.


“Mustahil orang tidak penasaran. Suatu hari, tiba-tiba penulis terbaik Korea yang aktif menulis, mulai menarik hak penerbitan dan mengumumkan akhir karir. Lalu menyerahkan hak cipta ke penerbit kecil yang belum pernah bekerja dengannya. Kemudian, si penulis pensiun. Penerbit menggunakan hak penerbitan sebagai batu loncatan dan perusahaannya berkembang,” lanjut Seo Joon.


Direktur Kim tampak terpukul.


Seo Joon: “Kenapa dia menyerahkan hak cipta penerbitannya kepada Gyeoroo?”
Eun Ho: “Kami tidak memiliki alasan untuk memuaskan rasa penasaranmu. Permisi.”
Dir. Kim: “Hei…”


“Apa rumor itu benar?” tanya Seo Joon pada Eun Ho yang sudah berjalan pergi. “Rumor Gyeoroo mengincar hak cipta dan mengunci Penulis Kang karena itu.”


“Itu mustahil,” kata Direktur Kim. Seo Joon bilang Eun Ho adalah salah satu pendiri Gyeoroo, jadi pasti tahu apa yang terjadi.


Eun Ho menarik kerah Seo Joon. Ia menebak Seo Joon adalah penggemar Penulis Kang. Ia bilang Penulis Kang menulis sendiri pengumumannya dan tiap orang berhak untuk dilupakan karena itu yang diinginkan Penulis Kang. “Apa dia menghilang? Atau kau mengurungnya?” tanya Seo Joon.


Direktur Kim melepaskan tangan Eun Ho dari Seo Joon. “Setelah hilangnya Penulis Kang, rumor-rumor aneh tersebar. Banyak rumor seperti ini. Tapi… kami pun belum pernah bertemu. Kami tidak tahu apapun,” kata Direktur Kim.


Seo Joon tidak percaya, tapi ia yakin kalau Eun Ho tahu sesuatu. Ia lalu pergi.


Direktur Kim meminta Eun Ho tidak memikirkan kejadian tadi, karena di bidang mereka memang banyak rumor beredar. “Setelah dia mengumumkan akhir karirnya, ia memberikan hak ciptanya, lalu menghilang. Setelah itu, hanya kita yang menjual buku-bukunya,” kata Direktur Kim. 


Eun Ho bilang mereka menyumbangkan keuntungan penjualan buku itu. Direktur Kim bilang mereka tetap diuntungkan karena perusahaan mereka bertumbuh pesat berkat label penerbit karya Penulis Kim Byeong Jun.


Eun Ho meminta maaf karena semua adalah kesalahannya. “Sudah kubilang jangan katakan itu. Kau yang menanggung beban. Bukan aku,” kata Direktur Kim.


“Ah… jangan menatapku begitu. Aku tahu aku juga keren. Aku juga tahu kau menyukaiku,” kata Direktur Kim. Eun Ho tersenyum. “Terlepas dari segalanya, jika masih ingin bilang sesuatu, cepatlah.”


Eun Ho: “Bulan ini kau tidak digaji, kan?”
Dir. Kim: “Kau yang bayar ini.”


Direktur Kim bertanya kenapa Eun Ho tidak minum. Eun Ho bilang ia harus menyetir nanti. “Kau akan mengunjunginya?” tanya Direktur Kim. Eun Ho mengangguk. “Apa aku harus ikut?” Eun Ho bilang ia akan pergi sendiri saja, lalu meletakkan daging ke piring Direktur Kim.


Eun Ho menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Ia turun dan merokok. Ia memikirkan rumor yang dikatakan Seo Joon.


Eun Ho sedang berada di persimpangan Gapyeong dan Saryoung-ri.


Dan Yi membuat akun twitter di kamarnya.


Ia mengecek jam di ponselnya. “Dia belum pulang,” gumam Dan Yi.


Dan Yi pergi ke luar. Ia tidak melihat Eun Ho duduk di halaman, tetapi Eun Ho melihatnya.


Dan Yi pergi keluar pagar dan untuk menunggu Eun Ho. Ia lalu mengetik pesan.


Eun Ho yang ada di halaman rumah mendapat pesan dari Dan Yi agar cepat pulang. 


Dan Yi khawatir karena Eun Ho tidak membalas pesannya. Ia lalu masuk lagi ke dalam rumah.


Eun Ho melihat Dan Yi menunggunya sambil bernyanyi. “Kau yang mencintai bintang-bintang. Hei, kau. Jangan kecewa. Jangan kecewa. Jangan meratapi cintamu yang hilang. Hei, kau. Karena bintang-bintang melindungimu. Kegelapan menghilang. Begitu juga denganmu. Jangan terlalu bersedih. Jangan terlalu bersedih….”


Dan Yi akhirnya melihat Eun Ho dan duduk Ia bertanya kenapa Eun Ho tidak masuk. “Bulannya terlalu indah,” kata Eun Ho. Dan Yi melihat bulannya dan setuju.


Eun Ho berkata, “Aku juga hanya butuh Noona. Seseorang yang sangat mengenalku. Walau dunia berpaling dariku. ‘Dia pasti punya alasan. Selalu ada alasan untuk segalanya. Dia pasti melakukannya untuk melindungi sesuatu yang ingin dia lindungi.’ Noona… Setidaknya, Noona akan mempercayaiku, kan?”


Dan Yi tersenyum dan mengangguk dengan yakin. “Bulannya indah, kan?” kata Eun Ho lagi.


Eun Ho: “Noona, nyanyikan aku lagu.”
Dan Yi: “Lagu apa?”
Eun Ho: “Yang tadi kau nyanyikan.”
Dan Yi: “Kau yang mencintai bintang-bintang…..”


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 4 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 PREVIEW

Comments


EmoticonEmoticon