2/16/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 PART 3

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 Part 4

Dan Yi menyentuh layar pengumuman yang menampilkan judul buku yang akan ia kerjakan sampulnya. Judulnya ‘Kisah tentang Kau dan Aku, Dunia Abu-Abu’. Di sana juga tertulis ‘Editor: Song Hae Rin.  Pemasaran: Kang Dan Yi.’


Park Hoon datang ke kafetaria dan bilang ia merasa bangga pada Dan Yi karena sudah mendapatkan proyek. “Kau tahu kacang bagus untuk otak, kan?” kata Park Hoon.


Park Hoon lalu memberikan camilan kacang untuk Dan Yi. “Makan ini dan pertahankan kinerjamu,” bisiknya. Dan Yi tersenyum dan mengucapkan terima kasih sambil berbisik juga.


Dan Yi berpapasan dengan Eun Ho yang memberikan semangat padanya. Ia sangat senang.


“Hei, Sunbae,” sapa Hae Rin saat melihat Eun Ho sudah ada di perpustakaan. “Aku menemukan banyak kasus soal pemasaran dengan pembungkus. Itu pernah dilakukan di Inggris dan Jepang.” Hae Rin menunjukkannya pada Eun Ho dan bilang tanggapannya lumayan. “Aku akan memberitahu Kang Dan Yi.”


Eun Ho menduga Dan Yi sudah mengetahui hal itu. “Begitukah? Benar… dari presentasi tadi, aku bisa tahu dia melakukan riset pasar keseluruhan,” kata Hae Rin.


“Song Hae Rin…” panggil Eun Ho dan meminta mendekat. Hae Rin bertanya apa kesalahannya kali ini. Ia membuka poni di dahinya dan mendekat.


Ternyata Eun Ho mengusap kepalanya, bukan ingin mengetuk dahinya. “Kau cukup hebat, Song Hae Rin. Maksudku, soal Penulis Park Jeong Sik. Kau berusaha keras setelah membaca karyanya. Tidak kusangka itu berhasil karena dia tidak punya dasar,” kata Eun Ho.


Hae Rin bilang di hadapannya ada penulis genre fiksi yang dulu menulis novel web, jadi ia yakin fondasi bisa dibangun seiring waktu. Eun Ho bilang ia sudah membaca buku Penulis Park saat menyiapkan rapat. Ia bilang selama 3 tahun, Penulis Park hampir menyerah dua kali, tapi Hae Rin bisa membawanya sejauh ini.


Eun Ho: “Aku terkesan.”
Hae Rin: “Jangan hanya bicara. Traktir makan malam.”
Eun Ho: “Kau mau ke mana?”


“Ayo ke sana. Restoran di Gunung Bukak. Kita ke sana musim gugur lalu,” kata Hae Rin. Eun Ho mengingat kalau restoran itu adalah tempat Hae Rin dicampakkan oleh pacar ketiganya. “Aih.. sudah kubilang aku yang mencampakkannya.”


“Baiklah. Kita bertemu di tempat parkir 10 menit lagi,” kata Eun Ho sambil berlalu. Hae Rin sangat senang.


Dan Yi dan Eun Ho kembali ke mejanya masing-masing dan mulai bersiap pulang. Beberapa staf juga sudah pamit pulang. Hae Rin pergi lebih dulu.


Di dalam lift, Hae Rin merapikan riasannya.


Eun Ho beranjak pergi dari kursinya, tapi ponselnya berdering.


Dan Yi yang baru saja turun dari bus bertanya apakah Eun Ho akan pulang terlambat. Eun Ho bertanya kenapa Dan Yi bertanya. “Aku akan makan udon, jika kau pulang telat,” kata Dan Yi. Eun Ho bertanya akan makan di mana. “Ada restoran bagus. Jaraknya 7 menit jalan kaki dari halte bus.”


Eun Ho tampak bingung karena ia ingin sekali pergi dengan Dan Yi, tapi sudah punya janji makan malam dengan Hae Rin. Dan Yi bilang ia akan membungkus satu untuk Eun Ho. “Tidak, tunggu. Aku ke sana sekarang,” kata Eun Ho membuat pilihan.


Saat melihat Eun Ho datang, Hae Rin dengan ceria berjalan mendekati mobil dan siap membuka pintunya.


“Hae Rin… Maaf, aku ada urusan mendadak. Aku harus pulang. Mari makan lain kali,’ kata Eun Ho yang jelas membuat Hae Rin kecewa. Hae Rin mencoba tersenyum dan bilang kalau ia akan kembali bekerja. “Mari makan setelah bukunya terbit.” Hae Rin setuju.


Eun Ho membuka kaca jendelanya. “Cepat pergi. Aku akan pulang,” kata Hae Rin sambil melambaikan tangannya lalu pergi.  Eun Ho tersenyum dan pergi. Hae Rin berbalik lagi dan menatap kepergian Eun Ho dengan sedih.


Di Restoran Camellia, Dan Yi bilang rasanya menyenangkan dan seperti mimpi bisa makan di luar setelah kerja. “Bagaimana hidupmu selama 11 tahun terakhir?” tanya Eun Ho. Dan Yi bilang ia tidak berangkat kerja karena tidak punya pekerjaan.


“Bagaimana Nona Song itu? Aku akan mengerjakan buku Penulis Park dengannya? Dia seperti apa? Apa dia dingin?” tanya Dan Yi. Eun Ho bilang Hae Rin kompeten, cerdas dan bisa memisahkan urusan pribadi. “Kau tidak tahu dia keras pada pegawai baru, kan? Terutama Ji Yul.”


Eun Ho bilang Ji Yul harus bersyukur bertemu senior seperti Hae Rin. Dan Yi menatapnya sambil tersenyum sendiri. “Kenapa wajahmu?” tanya Eun Ho.


“Bra merah itu punya Nona Song, kan?” tanya Dan Yi sambil menahan tawa. Eun Ho bilang ada pakaian lain juga. “Aku tahu kau memacarinya. Hae Rin, si Penyihir Kecil.” Eun Ho bertanya kenapa Dan Yi berpikir seperti itu. “Apa aku salah?”


Eun Ho menggeleng menandakan tebakan Dan Yi salah. “Bukankah kau ke rumahnya saat mabuk tempo hari?” tanya Dan Yi. Eun Ho menggeleng. “Lalu kau ke rumah siapa?”


Eun Ho hanya tersenyum karena ia tidak bisa bilang kalau waktu itu ia pergi ke rumah Dan Yi. “Kukira kau berbaikan dengannya hari itu. Lalu kenapa pakaiannya ada di rumahmu?” kata Dan Yi. Eun Ho bertanya apa itu mengganggu Dan Yi.


Dan Yi: “Apa?”
Eun Ho: “Dia pergi ke rumahku saat mabuk untuk membicarakan pekerjaan dan pacarnya. Baginya, aku senior di tempat kerja yang ia hormati. Bagiku, dia junior yang manis. Orang tuanya menganggapku rekan kerja putrinya.”


Sekarang Dan Yi tahu alasan orang tua Hae Rin memberikan kimchi karena tadinya ia mengira mereka berpacaran. “Urus urusanmu sendiri. Ini hidupku. Kau bahkan tidak peduli siapa yang kupacari,” kata Eun Ho lalu pergi untuk membayar, padahal Dan Yi belum selesai makan.


“Totalnya 23.000 won,” kata kasir. Eun Ho lalu mengeluarkan dompetnya. “Kalian pasti kakak beradik. Kalian tampak sangat akrab, kukira kalian pasangan.”


“Kami bukan kakak adik. Ayo, Kang Dan Yi,” panggil Eun Ho. Kasir itu terkejut.


“Aku belum selesai,” kata Dan Yi tapi ia terpaksa memakai jaketnya dan pergi.


Hae Rin yang kembali masuk ke kantor dan bekerja. Tapi kemudian ia mengingat pesan Eun Ho yang melarangnya pergi ke rumahnya saat mabuk karena Eun Ho tinggal bersama wanita sekarang. Belum lagi saat Eun Ho membatalkan makan malam dengannya tadi.


“Huft…” Hae Rin menghela napas dan mulai bekerja lagi.


“Oh! Biar aku cek, apa sudah gajian,” kata Dan Yi saat melihat ATM. Ia menunjukkan buku tabungannya pada Eun Ho, lalu masuk ke ATM. Eun Ho bergumam bahwa ia harus memberi tahu tentang mobile banking padanya.


Dan Yi memasukkan buku tabungannya dan memuji hasil kerja kerasnya. Buku tabungannya keluar lagi dan Dan Yi mengecek gaji pertamanya.


“Dong Min pasti gila,” ujar Dan Yi saat melihat isi buku tabungannya. Eun Ho pura-pura tidak mengerti. “Lihatlah. Apa aku salah? Apa ini?” Eun Ho menduga itu uang alimentasi. “Dia bilang tidak punya uang saat kami berpisah.” Eun Ho bertanya apa Dong Min tidak pernah menghubungi Dan Yi.


Sambil mencermati jumlah tabungannya, Dan Yi berkata, “Dia bahkan tidak pernah menelepon Jae Hui.” Eun Ho bilang bisa saja Dong Min menghubungi Dan Yi lewat email. “Apa?”


Di rumah, Dan Yi mengecek emailnya dan ada pesan dari Dong Min. Dong Min menuliskan bahwa mereka sudah satu tahun berpisah dan keadaan sangat repot baginya saat itu.


Dan Yi: “Daebak! Kenapa dia? Dia sangat keren. Dia luar biasa. Itu uang alimentasiku dan tunjangan Jae Hui.”
Eun Ho: “Daebak. Keren. Luar biasa. Jangan katakan itu. Kau penerbit buku.”
Dan Yi: “Itu menyenangkan. Membuatku merasa seperti pengacau lagi. Tapi ada apa dengan Dong Min? Mungkinkah dia tiba-tiba merasa kasihan pada Jae Hui?”


“Kenapa kau menyukainya? Aku masih tidak paham alasan Noona jatuh cinta kepadanya,” kata Eun Ho. Dan Yi bilang ia juga tidak tahu, tapi ia merasa itu karena ia tidak pernah memikirkan cinta secara mendalam.


Dan Yi bilang sejak bertemu, Dong Min orang yang menyenangkan dan baik padanya. Ia bilang saat itu ia cukup bodoh karena menganggap itu cinta. “Bagaimana sekarang? Menurutmu apa itu cinta?” tanya Eun Ho. Dan Yi bilang ia tidak yakin, tapi jika itu cinta, maka rasanya membosankan, tapi perasaanya saat itu tulus pada Dong Min.


“Artinya Noona tidak pernah jatuh cinta,” kata Eun Ho. Dan Yi tidak menyangkalnya, yang jelas semuanya sudah selesai baginya.


“Ayo pergi saat akhir pekan. Aku sudah gajian. Aku yang bayar. Sudah lama aku tidak mentraktir,” ajak Dan Yi,

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 Part 4

Comments


EmoticonEmoticon