2/16/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 PART 5

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 Part 6

Keesokan harinya, Hae Rin dan Dan Yi sibuk memilih bahan untuk pembungkus bukunya. Dan Yi setuju dengan pilihan Hae Rin karena menurutnya bahan itu sederhana dan rapi, serta memberikan kersan cerdas.


Dan Yi bilang ia mencari beberapa seniman kaligrafi dan menunjukkan beberapa jenis huruf pada Hae Rin.


Penulis Park menghubungi ponsel Hae Rin.


Mesin fax menerima kiriman yang berjudul ‘Pemberitahuan Penghentian Kontrak’.


Saat orang sibuk akan istirahat makan siang, Dan Yi berlari membawa fax itu kepada Eun Ho. “Kapan? Sekarang?” tanya Eun Ho setelah membacanya fax-nya. Dan Yi mengiyakan. “Kang Dan Yi, ambil tasmu. Kita ke Gangneung.”


Semua orang stress setelah tahu kabar penghentian kontrak itu. Eun Ho, Dan Yi, dan Hae Rin buru-buru pergi.


“Kenapa? Ada apa? Kita akan makan siang, kan?” kata Direktur Kim yang baru datang ke ruang staf. Seorang staf bilang sekarang bukan saatnya makan siang sambil menunjukkan fax itu padanya. “Aish! Ah… yang benar saja.” Yoo Sun menebak itu karena penulis tidak menyukai cara pemasaran mereka.


“Sudah berapa kali ini terjadi?” keluh Staf B.


Ji Hong bilang kontrak tidak bisa berakhir hanya dengan mengembalikan deposit. “Bagaimana waktu dan usaha kita? Bagaimana dengan kerjas keras Hae Rin?!” ujarnya.


Park Hoon meminta mereka menjelaskan apa yang sedang terjadi. “Soal buku yang Hae Rin dan Dan Yi kerjakan, penulisnya tidak mau menerbitkannya. Dia mau menghentikan kontraknya lewat fax,” kata Young A.


Ji Yul ikut terkejut sekarang. “Ini sudah kali ketiga,” kata Song Yi.


Dalam perjalanan, Dan Yi bertanya apa penerbitan akan terhenti jika penulisnya mengakhiri kontrak. “Tidak semudah itu, karena kita juga memberikan dana,” kata Eun Ho.


Hae Rin bilang mereka tidak bisa meminta penulis untuk mengembalikan uangnya, tapi mereka juga tidak bisa membatalkannya tepat sebelum peluncuran. Ia hampir menangis.


“Kalau begitu, kita harus mengubah pikirannya,” kata Dan Yi.


Eun Ho menghentikan mobilnya dan mereka semua turun. Ia bertanya apa itu benar tempatnya. “Akan kubunuh dia. Kucurahkan 3 tahun demi buku ini! Apakah menjadi penulis begitu pentingnya?! Lalu kerja kerasku?!” kata Hae Rin kesal. Ia meregangkan lehernya. “Sebaiknya dia bersiap karena aku akan memberinya pelajaran.”


Dan Yi berpikir kalau mereka harus menghentikan Hae Rin. “Kenapa? Aku juga akan masuk,” kata Eun Ho lalu menyusul Hae Rin. Dan Yi merasa sikap Eun Ho dan Hae Rin hanya akan memperburuk situasi.


Hae Rin dan Eun Ho menggedor pintunya dan mengajak Penulis Park bicara. Hae Rin bahkan menendang-nendang pintunya karena tidak ada jawaban. “Buka!” teriak Hae Rin.


Dan Yi menarik mereka berdua dan menyuruh mereka diam. Ia lalu mengetuk pintunya perlahan dan memanggil Penulis Park dengan sopan.


Seorang pria datang memberitahu kalau penulis muda yang tinggal di sana pergi satu jam lalu. “Astaga, itu bagus,” kata Hae Rin senang dan menghampiri pria itu.


“Anda ingat aku? Aku datang tahun lalu dan tahun sebelumnya. Kapan Penulis Park akan kembali?” tanya Hae Rin. Pria itu bilang ia tidak tahu.


Dan Yi menoleh ke arah Eun Ho. Eun Ho tersenyum dan berkata, “Aku sudah tahu. Mobilnya tidak ada.”


“Apa ada ruangan kosong?” tanya Hae Rin pada pria tadi.


Setelah itu, Tim Gyeoroo mengambil foto bersama. Mereka lalu mengirimkan foto itu pada Penulis Park.


 ‘Penulis Park, kami datang satu jam lalu dari Seoul,’ tulis Eun Ho.


Dan Yi memberikan tanda hati untuk Penulis Park. “Kau tampak cantik,” kata Eun Ho.


‘Ini Kang Dan Yi, penanggung jawab pemasaran. Dia penggemar beratmu,’ kirim Eun Ho lagi.


Hae Rin bilang sekarang giliran Eun Ho. Eun Ho pun berpose.


‘Kepala Editor kemari,’ tulis Hae Rin.


‘Kami jauh-jauh kemarin untuk makan jjangmyeon. Kami cemas mungkin kau akan datang saat kami makan sashimi,’ kirim Hae Rin lagi.


‘Penulis Park, tidak ada ruangan kosong. Jadi, kami menunggu di luar, kedinginan,’ tulis Eun Ho saat malam tiba.


Pria tadi siang datang lagi dan bilang ada ruangan kosong, tapi mereka malah di luar. Mereka menggeleng. “Jangan beritahu soal ruangannya. Anda harus beritahu dia kalau kami menunggu seperti ini seharian,” pinta Hae Rin.


‘Penulis Park, Provinsi Gangwon sangat dingin. Kau pasti sangat kesepian di sini,’ tulis Eun Ho. Dan Yi bertanya apa semua penulis gila seperti itu. Eun Ho dan Hae Rin mengangguk.


“Atau hanya Penulis Park?” tanya Dan Yi lagi. Eun Ho dan Hae Rin bruu-buru menggeleng dengan panik.


Penulis Park datang. “Penulis Park!” kata Hae Rin. Dan Yi menoleh dan terkejut bukan main. Penulis Park tidak mengatakan apa-apa dan berjalan masuk ke villanya. Eun Ho berbisik agar Hae RIn mengikutinya.


Karena Penulis Park tidak mau berhenti, Hae Rin berpura-pura tidak sengaja mendorongnya. Penulis Park menoleh dan langsung menatap Dan Yi. “Maafkan aku,” kata Dan Yi. Penulis Park masuk dan mengunci pintunya.


“Huft…” keluh Hae Rin yang kemudian berbalik dan menatap Dan Yi yang sudah memperburuk situasi. Eun Ho juga melakukan hal yang sama.


Mereka bertiga lalu tidur di dalam mobil.


Keesokan harinya, Eun Ho terbangun karena mendengar suara mesin mobil. Ia langsung mengejar saat melihat mobil Penulis Park pergi, tapi sudah terlambat.


Hae Rin sudah mengirim pesan pada Penulis Park bahwa mereka menunggu di restoran itu, tapi belum ada balasan. Ponsel Eun Ho berdering, tapi itu ternyata telepon dari Direktur Kim.


“Ya. Kami bertemu dengannya, tapi belum sempat bicara,” kata Eun Ho di telepon. Ia mengeluarkan sebatang rokok. “Benar. Kurasa…”


Ucapan Eun Ho terhenti karena ia melihat Penulis Park datang.


Dan Yi dan Hae Rin juga melihatnya dari dalam restoran. Ia berdiri, tapi Hae Rin menariknya duduk lagi. Mungkin ia berpikir bahwa akan lebih baik jika Eun Ho saja yang bicara dengan Penulis Park.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 Part 6

Comments


EmoticonEmoticon