2/17/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 PART 1

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 Part 7
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 Part 2

Eun Ho membuka pintu dan menemui Hae Rin di luar rumah. “Kau minum lagi?” tanya Eun Ho. Hae Rin tersenyum lebar, lalu langsung masuk ke rumah Eun Ho.


“Oh,” kata Eun Ho tidak sempat menghentikannya. Ia melihat ke ujung jalan kalau-kalau Dan Yi pulang. Ia kemudian masuk ke dalam rumah.


Dan Yi keluar dari persembunyiannya. Ia menatap rumah Eun Ho.


Eun Ho mengingatkan kalau Hae Rin tidak boleh datang lagi saat mabuk. “Kebiasaan ini tidak bisa hilang. Saat sadar, aku sudah di sini,” kata Hae Rin.


Eun Ho heran kenapa orang-orang menyebut Hae Rin sebagai Penyihir Kecil. Ia bertanya Hae Rin ingin minum teh atau kopi. “Teh,” kata Hae Rin lalu melihat-lihat sekeliling. “Kutunggu di ruang kerja.”


Eun Ho mengirim pesan untuk Dan Yi. ‘Noona, kau di mana? Hae Rin mabuk dan datang lagi.’ Dan Yi bicara sendiri bilang ia ada di depan rumah. Ia membalas pesan dengan berbohong bahwa dia masih di kantor dan akan memberitahu saat pulang. Ia lalu pergi.


Di ruang kerja, Hae Rin menatap amplop pink yang sudah ia siapkan untuk Eun Ho.


‘Sunbae, ini surat ke-13 dariku. Setiap aku mabuk dan ke rumahmu, aku menulis surat dan menyembunyikannya di rak bukumu,’ tulis Hae Rin.


Hae Rin mengeluarkan surat sebelumnya dari sela-sela buku yang ada di rak. ‘Kurasa kau belum membaca satu pun’.


Hae Rin menatap Eun Ho yang sedang menyiapkan teh. Ia terlihat sedih.


‘Katamu kau tinggal bersama wanita, tapi kuharap itu bohong.’


Hae Rin meletakkan amplop pink di antara buku-buku Eun Ho.


‘Dan meskipun itu benar, aku tidak akan menyerah dengan mudah… karena aku sudah jatuh cinta padamu. Aku tidak bisa mengendalikan perasaanku lagi. Itulah cinta. Aku mencintaimu, Sunbae.’


‘Ini kali pertama aku mengatakan “cinta”. Butuh 12 surat sebelum aku mengatakannya.’ “Cepat,” panggil Eun Ho. Hae Rin mengangguk, lalu berjalan menghampiri Eun Ho.


Dan Yi akhirnya pergi ke halte bus, tapi ia tidak punya tempat tujuan lain. Tidak lama kemudian, sebuah bus datang dan Seo Jun turun.


“Oh, Nona Daun Bawang,” sapa Seo Jun saat melihat Dan Yi duduk sendirian di halte. “Sedang apa di sini?” Dan Yi kebingungan. Ia malah bertanya apakah ia juga baru turun dari bus. “Apa?”


Mereka tertawa. Dan Yi melihat barang belanjaan yang dibawa Seo Jun. Seo Jun bilang prakiraan cuaca mengatakan kalau besok akan hujan. “Kita pernah membicarakan panekuk daun bawang, ingat?” ujarnya.


Dan Yi mengingat bahwa ia pernah menyebutkan panekuk daun bawang saat berkunjung ke rumah Seo Jun. Tiba-tiba hujan turun.


Dan Yi bilang hujannya sudah mulai. “Kebetulan sekali. Kenapa kita bisa berpapasan begini? Ditambah hujan juga. Apa kita ditakdirkan makan panekuk daun bawang?” kata Seo Jun. Dan Yi tertawa dan bilang itu mustahil. “Ngomong-ngomong, sudah makan malam?” Dan Yi menggeleng. “Ayo makan dulu.” Dan Yi setuju.


Dan Yi mengambil tasnya untuk melindungi kepalanya dari hujan dan mulai berjalan. Seo Jun menariknya kembali ke halte dan bertanya apa Dan Yi suka basah kuyup. “Tidak, tapi… kita tidak punya paying,” kata Dan Yi.


“Kau bicara apa? Lihat pohon di sana? Tatap pohon itu sebentar. Aku akan ambil payung,” kata Seo Jun. Dan Yi bilang tidak ada toko di dekat sana. Ia bilang sudah 10 detik menatap pohon itu. Seo Jun tertawa.


“Dua puluh detik…” kata Dan Yi sementara Seo Jun sedang sibuk di belakangnya. “Tiga puluh lima detik.”


Seo Jun lalu memayungi Dan Yi yang bertanya dari mana payung itu berasal. “Sulap…” kata Seo Jun. Dan Yi tertawa. “Ayo.”


“Teman serumahmu belum pulang? Katamu ada wanita,” kata Hae Rin. Eun Ho bertanya kenapa Hae Rin tetap datang padahal sudah tahu tentang itu.


Hae Rin: “Ayolah… Tampaknya kau tidak tinggal dengan siapapun.”
Eun Ho: “Benar.”
Hae Rin: “Tidak!”
Eun Ho: “Aku tinggal dengan seseorang.”
Hae Rin: “Tahu berapa pacar yang kau punya sejak aku masuk Gyeoroo?”


Eun Ho menggeleng sambil tersenyum. Hae Rin mengangkat lima jarinya. “Wah, aku populer,” kata Eun Ho.


“Tidak. Itu berarti kau diputuskan 5 kali,” kata Hae Rin. Mereka tertawa. “Siapa yang menemani saat kau diputuskan 5 kali? Aku, Song Hae Rin.” Eun Ho mengingatkan bahwa setidaknya ada 3 pria yang mencampakkan Hae Rin. “Kita dicampakkan. Kita berkencan saja?”


Eun Ho bilang ia tinggal dengan seseorang. “Kapan kau akan diputuskan? Aku akan menunggu,” kata Hae Rin. Eun Ho bilang Dan Yi mulai bertingkah konyol lagi dan harus diajari. Ia meminta Hae Rin mendekat. “Aish..” kata Hae Rin lalu mendekatkan dahinya.


Eun Ho tidak jadi mengetuk dahi Hae Rin saat melihat di luar hujan. “Aigoo…” gumamnya lalu berdiri. “Hae Rin, pulanglah. Hujan.”


Hae Rin tampak sedih.


“Mau sake hangat?” tanya Seo Jun saat ia dan Dan Yi tengah menikmati udon di Restoran Camellia. Dan YI setuju dan memesan sebotol.


“Alih-alih tidak sengaja bertemu, mau bertukar nomor?” tanya Seo Jun sambil menyodorkan ponselnya. Dan Yi lalu menghubungo nomornya melalui ponsel Seo Jun. “Mau bertukar nama juga?”


Dan Yi: “Aku Kang Dan Yi. Kang Dan Yi.”
Seo Jun: “Aku Ji Seo Jun.”


Mereka tertawa lagi dan tidak menyadari kalau Eun Ho dan Dan Yi berjalan melintasi depan restoran.


Eun Ho mengantarkan Hae Rin sampai ke depan taksi dan memintanya memberikan kabar jika sudah sampai rumah. Ia membukakan pintu untuk Hae Rin dan meminta supir taksi mengantarnya dengan selamat.


“Jangan datang saat mabuk. Akan kularang masuk,” pesan Eun Ho. Hae Rin berdecih. “Hati-hati.” Hae Rin mengangguk dan taksi mulai berjalan.


Hae Rin menengok Eun Ho ke belakang, lalu duduk dengan sedih.


Seo Jun dan Dan Yi saling menuangkan sake. Lagi-lagi, mereka tidak menyadari Eun Ho yang lewat di luar. “Ini Nalbi. Hujan ringan yang turun tiba-tiba,” kata Seo Jun. Dan Yi bilang tidak banyak orang yang tahu arti ‘Nalbi’.


“Apa kau membaca buku ’23 April’ karya Byeong Jun?” tanya Dan Yi. Seo Jun agak kaget, tapi kemudian mengiyakan pertanyaan Dan Yi dan bilang kalau itu novel terkenal.


“Kalimat pembukanya begini, ‘Seorang pria mengenakan jas hujan hitam berjalan menuruni jalur pegunungan di tengah nalbi.’,” kata Seo Jun. Dan Yi kagum karena Seo Jun menghafalnya. Mereka tertawa lagi.


“Bagaimana dengan ini? Rahasia dibalik judul novel ’23 April’,” kata Dan Yi. Seo Jun terdiam. “Kau pasti tidak tahu. ’23 April’ adalah novel terakhirnya. Dia umumkan pensiun saat novel itu terbit. Namun, kisahnya sendiri tidak berkaitan dengan 23 April, tanggal pun tidak ada. Aneh, kan? Jadi aku mencari tahu. Aku cari tahu apa yang terjadi pada 23 April.”


Seo Jun mendengarkannya baik-baik. “Lalu aku tahu bahwa beberapa penulis meninggal pada tanggal itu. Miguel de Cervantes dan William Shakespeare. Dua penulis yang sangat dihormati meninggal pada 23 April. Dengan kata lain, bagi Kang Byeong Jun, novel ’23 April’ bagai kuburan, pemakamannya. Akhir karir menulisnya. Karena itu dia mengumumkan itu novel terakhirnya,” lanjut Dan Yi.


Seo Jun menyimpulkan maksud Dan Yi bahwa saat menulis ’23 April’, Penulis Kang sudah memutuskan untuk pensiun. “Tepat! Publik yang tidak tahu apapun bilang bahwa pegawai Gyeoroo mengurungnya dan memaksanya membuat pengumuman itu. Itu omong kosong,” kata Dan Yi lagi.


“Itu mungkin benar,” kata Seo Jun. Dan Yi bilang itu mustahil karena ia sudah mengecek web penggemar yang menyebut melihat Penulis Kang ada di Meksiko dan di Chili. “Kudengar rumor itu disebar oleh pihak Gyeoroo.”


“Itu tidak benar. Aku bekerja untuk perusahaan itu,” kata Dan Yi. Seo Jun terkejut karena tidak tahu kalau Dan Yi bekerja di firma penerbitan. “Aku baru bergabung sebulan lalu. Menyenangkan. Aku baru diberi tugas pertama. Memasarkan buku baru kami.”


Seo Jun bertanya apa orang-orang Gyeoroo membicarakan Penulis Kang. Dan Yi menggeleng. Ia lalu memberitahu kalau besok mereka akan bekerja sukarela di panti asuhan, tempat di mana Penulis Kang menyumbangkan royalti bukunya. Dan Yi kemudian menjawab ponselnya yang berdering.


Eun Ho bertanya kenapa Dan Yi belum pulang dan akan menjemputnya. “Restoran udon? Aku baru melewatinya,” katanya lalu berbalik. “Apa? Kau dengan siapa?”

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 5 Part 7
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 Part 2

Comments


EmoticonEmoticon