2/18/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 PART 3

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 Part 4

“Berhenti bicara seolah dia Pangeran Tampan yang menemukan sepatu Cinderella!” omel Eun Ho.


Dan Yi: “Kami sudah membicarakan tentang Cinderella itu.”
Eun Ho: “ Apa? ’Kami’? Kenapa Noona dan dia menjadi ‘kami’? Bicara yang benar. Kau dan aku adalah ‘kami’. Pria itu, Ji Seo Jun, dia bukan ‘kami’. Dia sendirian!”


Dan Yi mulai kesal. Akhirnya, ia bilang kalau ia melihat Hae Rin datang, jadi ia pergi ke halte bus dan bertemu dengan Seo Jun. “Aku tidak punya tempat tujuan. Aku juga lapar,” kata Dan Yi.


“Kau bicara apa? Kau punya aku!” kata Eun Ho. Dan Yi terkejut karena Eun Ho terdengar emosi, tapi kemudian Eun Ho merendahkan suaranya seperti biasa. “Kau terus bilang tidak punya tujuan. AKu rumahmu. Aku selalu ada untukmu.”


Dan Yi bertanya apa yang sudah merasuki Eun Ho. Eun Ho memutar bola matanya kebingungan. Dan Yi mendekat dan bertanya kenapa Eun Ho bicara begitu. “Kau seperti pria murahan di drama romantis. Wanita tidak suka ucapan itu, Eun Ho. Pantas kau tidak bisa mengencani wanita. Ih, kau sangat murahan. Minggir,” kata Dan Yi.


Dan Yi berbalik lagi dan bertanya apa Hae Rin sudah pulang dan mengatakan sesuatu. “Lupakanlah. Ada tas di kamarmu. Itu dari Na Gyeong,” kata Eun Ho. Ia berdecih, lalu pergi.


“Cantik,” kata Dan Yi saat melihat tasnya.


Eun Ho ada di toilet untuk menyikat gigi, tapi ia malah mengingat pertemuannya dengan Seo Jun tadi.


Seo Jun berterima kasih, tapi kemudian ia bertanya apa Eun Ho tidak minta maaf setelah menarik kerahnya. Eun Ho bilang Seo Jun-lah yang pertama melewati batas. “Aku tidak tahu reaksimu akan berlebihan soal Penulis Kang Byeong Jun. Aku hanya penasaran soal rumor itu,” kata Seo Jun.


Eun Ho bilang ia sudah sering mendengar hal aneh. Seo Jun bilang ia merasa agak cemas setelah tahu Dan Yi tidak tinggal bersama adik kandungnya. Eun Ho bertanya apa maksudnya.


“Aku punya perasaan padanya,” kata Seo Jun. Eun Ho memperhatikannya. “Saat kau tanya hubungan kami, aku bingung menjelaskannya. Tapi sudah jelas. Kami saling mengenal dengan perasaan.”


Eun Ho tertawa mengejek dan mengingatkannya bahwa Dan Yi hanya menganggap Seo Jun sebagai teman tetangga. Seo Jun bilang itu hanya awalnya. “Aneh, dia tinggal bersamaku padahal bukan kakakku? Dari semua tempat si Seoul, pikirmu kenapa dia ke rumahku? Kami sedekat itu,” kata Eun Ho.


Seo Jun bilang ia langsung tahu kalau Eun Ho tidak mengencani Dan Yi. Eun Ho terkejut, tapi Seo Jun malah tersenyum.


“Sampai jumpa,” kata Dan Yi setelah keluar dari restoran. Seo Jun berpesan agar Dan Yi berhati-hati di jalan. 


“Kenapa pakai payung?” tanya Dan Yi saat Eun Ho membuka payung dan merangkulnya. Eun Ho bilang hujan sepertinya turun. “Kau gila? Ini tidak hujan.” Eun Ho tetap bilang ia merasakan hujannya. “Tidak hujan.” Eun Ho tetap bilang itu hujan. “Kau membuatku malu.”


“Apa dia membenciku? Atau dia menyukai Kang Dan Yi?” gumam Seo Jun heran.


Saat sudah agak jauh, sesekali Eun Ho melihat ke belakang dan tidak mau melepaskan Dan Yi.


Eun Ho membanting pasta giginya dan mulai menggosok giginya dengan keras, tapi kemudian berhenti. “Perasaan, apanya? Mustahil. Dia tidak mungkin serius. Tidak,” ujarnya yang cemburu. Ia menggook giginya lagi dengan keras. “Tidak mungkin. Benar, kan? Mustahil.”


Keesokan harinya, sebuah bus bertuliskan ‘Grup Sukarelawan Penerbit Gyeoroo ‘ terparkir di depan Panti Asuhan Sunshine.


Di panggung, Hae Rin berakting sebagai anak kecil yang memarahi Ji Yul. Ia menyebut Ji Yul anak yang nakal dan akan melaporkannya pada ibunya. Ji Yul menangis dan berjanji tidak akan mengulang perbuatannya. “Ibu…!” panggil Hae Rin dengan nada anak kecil.


Eun Ho memainkan pianonya mengiringi narasi cerita yang dibacakan oleh Park Hoon.


“Ibu tirinya menyayangi Pat Jwi, tapi ia selalu membuat Kong Jwi bekerja keras,” baca Park Hoon. Yoo Sun yang berperan sebagai ibu tiri, naik ke panggung.


Anak-anak panti tampak serius menyaksikan pertunjukan itu.


“Pat Jwi dan aku akan datang ke festival desa. Aku mau kau mengisi kuali dengan air, mengirik padi, dan menenun benang. Setelah itu, baru kau boleh ke festival,” kata Yoo Sun lalu pergi bersama Hae Rin yang tertawa sambil memukul-mukul perutnya.


Dan Yi juga ada di sana. Park Hoon membacakan narasinya lagi, “Tapi, ibu tirinya memberi kuali yang berlubang. Jadi airnya terus bocor…”


Staf B dan C membuka stand potong rambut, tapi tidak ada seorang anakpun yang tertarik. Staf B lalu memanggil dua anak laki-laki yang lewat. “Kami penata rambut bersertifikat, kami bisa potong rambut kalian,” ujarnya.


Park Hoon bertanya apakah mereka harus memanggil burung yang ada di sana. “Ya…!” teriak anak-anak. Park Hoon lalu memanggil burung. “Keluarlah, Burung…!” Dan Yi hanya tersenyum. Park Hoon meminta anak-anak mengulang sekali lagi. “Keluarlah, Burung…!”


Eun Ho memberi kode pada Dan Yi agar naik ke panggung dan berperan sebagai burung.


Dan Yi naik ke atas panggung sambil tersipu, lalu mengepakkan tangannya. Para pemain lain datang dan menari bersama untuk mengakhiri pentas.


Direktur Kim lalu menasehati anak-anak agar banyak membaca buku. “Baik…!” kata anak-anak itu. Yoo Sun bertanya buku terbitan mana yang harus mereka baca. “Penerbit Gyeoroo!” Direktur Kim membenarkan dan tertawa bersama, lalu membagikan bukunya kepada mereka.


Staf C mendapatkan klien pertamanya. Ia berjanji akan memberikan potongan rambut yang trendi.


Park Hoon dan Eun Ho bermain bersama anak-anak di halaman.


Sebelumnya saat penutupan pentas, Dan Yi terlihat sangat bahagia. Eun Ho  pun tersenyum padanya.


Dan perasaan Hae Rin kepada Eun Ho sepertinya semakin dalam.


Dan Yi juga pergi ke halaman dan memperhatikan Eun Ho. Tapi, ia kemudian menyadari bahwa ada HAe Rin yang memperhatikan Eun Ho dari kejauhan.


Dan Yi lalu bergabung bersama Song Yi dan Ji Yul untuk membawa mainan masuk ke dalam panti. Seorang anak tampak mengernyitkan dahinya.


Anak itu tampak heran dengan wanita yang berjalan ke arahnya dengan penuh gaya itu.


Wanita itu membuka pintu ruang pertemuan dan meminta maaf karena datang terlambat. Dari suaranya, ia terdengar sangat ceria. 


“Itu Ketua Tim Seo?” tanya Ji Yul. Park Hoon sampai mengernyitkan dahinya karena tidak yakin. Dan Yi dan Song Yi ada di sana juga tampak terkejut. Young A lalu berjalan mendekat dan meminta maaf lagi sambil tertawa.


Young A: “Semuanya, aku baru bercerai.”
Park Hoon + Ji Yul: “Apa?!”
Song Yi: “Apa yang Anda bicarakan? Anda sungguh bercerai?”


Young A berteriak senang dan mulai menari. Ia bilang ia merasa sangat bahagia dan lega sekarang. “Kalian tahu rasanya?” tanyanya. Dan Yi tampak prihatin karena ia pernah merasakan hal yang sama. “Rasanya seperti bisa menyingkirkan batu besar yang menghalangi jalan hidupku. Kalian paham? Paham? Menyenangkan!” Ia menari lagi.


Sementara itu, Ji Hong tampak menunduk kacau. Staf B bilang harusnya Ji Hong meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Staf C tidak setuju, “Kenapa hyungnim harus berkata begitu? Bukan salahnya dia harus merawat keluarga kakakknya karena dia dipenjara.” Kedua staf itu mulai berdebat.


Ji Hong lalu merobek dokumen perceraiannya dengan marah. Staf B melarangnya, tapi tidak keburu. “Istrinya juga punya dokumen, itu tidak akan membantu,” kata Staf C.


Park Hoon datang dan Ji Hong menyembunyikan wajahnya. Ia memberitahu kedua staf bahwa Young A bercerai, tapi terlihat baik-baik saja dan merasa lega. “Dia sungguh bersemangat dan berkata dia akhirnya bebas. Maksudku, seaneh apa menurutmu suaminya? Saat orang bercerai, mereka biasanya merasa hampa dan stress,” kata Park Hoon.


Kedua staf meminta Park Hoon berhenti bicara. Park Hoon tidak mengerti kenapa mereka terus melakukan itu. Ia lalu menoleh ke belakang.


“Oh, astaga. Ketua Tim Bong, sejak kapan kau di sini?” tanya Park Hoon yang melihat Ji Hong sangat lesu. “Ketua Tim Bong, ada masalah? Apa kau sakit?”


Ji Hong: “Aku juga baru bercerai.”
Park Hoon: “Waah… dua orang dalam satu perusahaan? Aku turut prihatin.”


Park Hoon menepuk-nepuk pelan bahu Ji Hong dan memeluknya. “Boleh kupukul dia? Tidak boleh, ya?” kata Ji Hong kesal.

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 Part 4

Comments


EmoticonEmoticon