2/18/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 PART 5

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 Part 6

Keesokan harinya, Direktur Kim melihat sample sampul buku baru karya Penulis ParkJeong Sik berjudul ‘Dunia Abu-Abu’. Ji Hong memuji konsep pemasaran itu dan akan pergi.


“Rapatnya belum selesai,” kata Young A. Ji Hong langsung duduk lagi. “Ini akan menarik perhatian di toko buku.”


Dan Yi terlihat senang. Hae Rin bilang akan mulai dicetak hari ini. Direktur Kim memuji kerja bagus mereka berdua.


Yoo Sun tetap berpendapat bahwa orang akan membeli buku setelah membaca konteksnya. “Cha Eun Ho, Song Hae Rin, kita bicara di ruanganku sebelum percetakanya,” katanya lalu pergi.


Di ruangannya, Yoo Sun bertanya apakah nama Dan Yi sebagai pemasar dicantumkan di halaman hak cipta.


Dan Yi masih berada di ruang rapat dan mengingat kembali saat ia mengajukan ide tentang pembungkus buku itu. Tercantum di halaman hak cipta ‘Edisi Pertama, Cetakan Pertama 10 Februari 2019. Penulis Park Jeong Sik. Penerbit Kim Jae Min. Kepala Editor Cha Eun Ho. Editor Song Hae Rin. Pemasaran Kang Dan Yi.’


Ia menangis terharu.


“Hapus nama Kang Dan Yi,” kata Yoo Sun. Hae Rin bertanya siapa nama pemasarnya jika begitu. “Masukkan nama Ketua Tim Seo.” Hae Rin mengerti. “Kang Dan Yi ada di Tim Support. Dia hanya mendukung. Kau tidak paham?” Hae Rin bilang ia sangat paham dan pergi.


Eun Ho mengatakan bahwa Dan Yi bertanggung jawab atas pemasaran ‘Dunia Abu-Abu’ dan ikut membujuk penulis bersamanya. “Dia diberi tugas dan melakukannya dengan baik,” bela Eun Ho. Yoo Sun bilang Dan Yi tidak berada di Tim Pemasaran, jadi tidak bisa dibilang memiliki tanggung jawab itu.


Eun Ho bilang tidak peduli ada di tim mana, tapi Dan Yi sudah melakukan tugas seorang pemasar dan akan adil jika mencantumkannya namanya di daftar itu. Yoo Sun bilang ide Dan Yi yang dipakai itu tidak membuatnya bertanggung jawab atas hal itu.


“Apa Kang Dan Yi sanggup menghadapi semua masalah pemasaran soal novel itu, padahal dia punya tugas lain?” kata Yoo Sun. Eun Ho tidak bisa membantahnya. “Aku tahu niatmu baik dan yang kau usulkan itu adil. Tapi, ini organisasi. Prinsip itu hal penting. Kau mungkin mau melakukan tugas lain juga. Tapi jika semuanya melakukan yang kita mau, apa yang akan terjadi pada perusahaan?”


“Baik. Aku mengerti. Kurasa aku salah,” kata Eun Ho lalu pergi, tapi kemudian ia berhenti. “Nona Go, kau benar soal segalanya. Tapi.. orang-oranglah yang membentuk organisasi. Penting untuk kerjakan tugas yang diberikan, tapi jika semua orang terpaku pada itu, takkan ada yang mau melakukan lebih.”


Dan Yi menghapus air mata bahagianya dan akan keluar dari ruang rapat dengan senyuman.


Ji Yul memuji Dan Yi karena menjadi rekrutan pertama di angkatan mereka yang namanya tercantum di buku. Park Hoon juga ikut senang dan bilang itu karena ia memberikan camilan kacang yang baik untuk otak. Dan Yi tertawa. Ji Yul bilang camilan itu dari dapur kantor. Ia bilang rasanya enak dan mengambil satu.


“Bagaimana rasanya namamu tercantum?” tanya Park Hoon. Dan Yi bilang rasanya tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata dan mereka akan merasakannya sendiri nanti.


Hae Rin melihat Dan Yi yang begitu bahagia. Ia merasa bersalah karena harus merusak kebahagiaan itu. Eun Ho juga merasakan hal yang sama. Eun Ho menyentuh bahu Hae Rin menguatkannya. “Huft…” keluh Hae Rin.


Hae Rin menghubungi pihak percetakan dan bilang ada perubahan untuk novel ‘Dunia Abu-Abu’. “Bukan novelnya. Ada perubahan di halaman hak ciptanya. Jika masih bisa ditunggu, akan kukirimkan versi terbarunya,” kata Hae Rin.


Hae Rin lalu memanggil Dan Yi dan bilang kalau ada kesalahan di pekerjaan mereka. “Nama Kepala Tim Seo akan dicantumkan pada halaman hak cipta sebagai pemasar,” ujarnya.


Semua orang terkejut. Dan Yi menanyakan alasannya. “Kau ada di Tim Support. Siapapun bisa bergabung di rapat kita. Kita tidak pernah mencantumkan nama orang hanya karena dia yang punya idenya. Maaf. Itu kesalahanku,” kata Hae Rin.


Dan Yi sangat syok, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ji Yul lalu menarik Park Hoon yang juga tampak sedih. Hae Rin lalu memberikan daftar pelamar untuk mengulas novel ‘Dunia Abu-Abu’. Ia meminta Dan Yi mengecek blog mereka dan memilih 20 orang pada akhir pekan ini.


“Baik. Akan kukerjakan,” kata Dan Yi lalu pergi dengan perasaan hancur.


Dan Yi lalu mendapat telepon. “Ya, Nona Go. Tentu.” Ia menyimpan daftar pelamar dari Hae RIn, lalu bergegas menemui Yoo Sun.


Eun Ho membanting dokumennya ke meja dengan kesal.


Yoo Sun memberikan tas belanja dan sebuah catatan. “Antar ke alamat ini. Ini hadiah ulang tahun istri Penulis Kim Su Yeong. Ada nomor teleponnya, telepon dia juga,” kata Yoo Sun tanpa melihat Dan Yi sama sekali.


Dan Yi menyapa Staf C yang baru saja kembali dari tokok buku. Young A bertanya Dan Yi mau pergi ke mana. Dan Yi bilang ia disuruh Yoo Sun ke rumah Penulis Kim. “Jangan. Tidak usah repot. Kita bisa pakai jasa kurir,” kata Staf C. Dan Yi menolak karena Yoo Sun menyuruhnya mengantarkannya secara langsung.


“Kenapa menyuruh dia?” gumam Young A heran.


Eun Ho ingin mengirim pesan pada Dan Yi, tapi Hae Rin lebih dulu mengirim pesan bahwa ia benci perusahaan itu. Eun Ho bilang kerja adalah kerja. Hae Rin menyebutnya berdarah dingin. ‘Sepertinya begitu,’ balas Eun Ho lalu melempar ponselnya ke meja begitu saja.


Di kereta, Dan Yi lebih banyak melamun.


Istri Penulis Kim sangat terharu karena pihak Gyeoroo memberinya hadiah, bahkan mengantarkannya secara langsung.


“Selamat ulang tahun, Nyonya. Ini dariku,” kata Dan Yi sambil memberikan sebuket bunga. Nyonya Kim semakin senang dan bertanya siapa namanya. “Aku Kang Dan Yi dari Tim Support.”


Nyonya Kim merasa kasihan karena perjalanan pulangnya akan jauh. Dan Yi bilang tidak masalah karena ia menikmati udara segar dalam perjalanan. Nyonya Kim memintanya menunggu karena akan memberi uang untuk taksi.


“Tidak usah. Tidak apa-apa. Aku pamit. Selamat ulang tahun,” kata Dan Yi lalu pergi.


Dan Yi berusaha menahan agar air matanya tidak menetes, tapi tidak berhasil. Ia segera menghapus air matanya karena Jae Hui menghubunginya.


“Hai, Jae Hui,” sapa Dan Yi setelah memakai earphone-nya. Jae Hui meminta ibunya menunggu sebentar dan meminta temannya memegangkan ponselnya.


“Bagaimana? Ini gaun yang ibu belikan. Apakah bagus?” kata Jae Hui. Dan Yi bilang Jae Hui sudah besar.


Jae Hui mengambil lagi ponselnya dan bilang, “Guruku bilang kita mirip.” Dan Yi bertanya apakah Jae Hui senang mendengarnya. “Ya. Bagaimana pekerjaan baru ibu? Perusahaan penerbit, kan?”


Dan Yi bilang ia senang dengan pekerjaannya, walau terkadang terasa berat. “Tapi aku ibumu. Ibu tidak mau dengar kau tidak mau menjadi seperti ibu. Ibu bilang begitu pada nenek dulu,” ujarnya. Ia akan berusaha keras agar Jae Hui tidak mengatakan hal seperti itu.


“Jae Hui… Sebenarnya ibu mau kau bilang bahwa ibu adalah panutanmu. Ibu ingin jadi ibu seperti itu untukmu,” kata Dan Yi lalu terisak. “Tidak, ibu tidak menangis. Kenapa menangis? Ibu bisa bekerja lebih keras. Kau cantik.”


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 Part 6

Comments


EmoticonEmoticon