2/18/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 7 PART 1

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 7 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 Part 6
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 7 Part 2

Seo Jun yang sudah berada di depan Kantor Gyeoroo, menghubungi Dan Yi dan mengajaknya makan malam bersama. “Aku mengajakmu berkencan,” ujarnya.


Dan Yi terkejut. Ia melihat Eun Ho yang masih berdiri di hadapannya. Tanpa mereka ketahui, Hae Rin juga ada di sana dan memperhatikan mereka.


Hae Rin mendekat.  Dan Yi berkata pada Seo Jun, “Sudah hampir waktunya pulang. Bisa tunggu sebentar? Aku berkemas dulu.”


Seo Jun sangat senang karena ajakan kencannnya diterima oleh Dan Yi.


Dan Yi meninggalkan dapur tanpa membawa buku pemberian Eun Ho. Hae Rin mengira Eun Ho sedang menegur Dan Yi.


“Sampai jumpa besok!” kata Park Hoon setelah mematikan komputernya. Ia lalu pulang bersama Ji Yul. Sementara itu, Young A mendapat pesan dari Ji Hong yang mengajaknya makan malam bersama. Ia tidak membalasnya.


Young A berjalan mendekati Ji Hong yang mengira Young A menerima ajakannya. “Tapi Young A malah berkata, “Siapa yang mau ke klub bersamaku?!” JI Hong terkejut. “Dan Yi, kau mau ke klub bersamaku?” Dan Yi meminta maaf karena ia ada urusan mendadak. “Song Hae Rin, ayo ke klub.” He Rin juga tidak bisa ikut karena ibunya sedang sakit.


Ji Hong mengangkat tangannya, tapi Young A malah mengajak Eun Ho. Eun Ho bilang ia masih ada pekerjaan. “Aku punya banyak waktu,” kata Ji Hong. Young A mengabaikannya dan pergi begitu saja.


“Aku harus bekerja lagi jika punya banyak waktu,” gumam Ji Hong lalu pergi.


Eun Ho menyerahkan buku tadi kepada Dan Yi. “Maaf. Aku lupa,” kata Dan Yi lalu pulang. Eun Ho memanggilnya dan menyuruhnya mengoreksi order produksi yang diserahkan Song Yi.


Dan Yi memberi kode dengan matanya bahwa ia harus pergi karena sudah ada janji, tapi EUn Ho tidak peduli dan tetap menyodorkan tugasnya.


Hae Rin yang tahu kalau Dan Yi sedang ditunggu, lalu mengajukan diri untuk mengerjakan tugas itu. Tapi Eun Ho menjauhkan tugas itu dan tetap ingin Dan Yi yang mengerjakannya. “Baik,” kata Dan Yi.


Hae Rin menatap Eun Ho dengan bingung, tapi Eun Ho terlihat sibuk dengan pekerjaannya.


Ji Yul bilang ia bisa bebas untuk sementara waktu. Ibunya terkejut karena itu pertama kalinya ia bilang mencintai seseorang. “Dia takut dan berhenti mencarikanku kencan buta. Ini hanya akan bertahan selama sebulan,” katanya.


Park Hoon mengajaknya makan malam, tapi Ji Yul bilang akan pergi bersama teman-temannya di tempat populer. “Dah…” kata Ji Yul lalu pergi.


“Kurasa aku akan makan ramyeon sendirian,” gumam Park Hoon yang kemudian menyadari bahwa ada orang lain di sana. Ia dan Seo Jun saling menganggukkan kepalanya karena tidak sengaja bertatapan.


Seo Jun mengecek jam tangannya.


Dan Yi mengerjakan tugasnya sambil mengomel tanpa suara. Ia langsung menyerahkannya pada Eun Ho ketika tugasnya selesai. Ia lalu berpamitan.


“Tunggu. Apakah itu Ji Seo Jun? Sepertinya dia,” kata Eun Ho sambil memeriksa tugasnya. Dan Yi mengiyakan dan memberitahu kalau Seo Jun mengajaknya makan malam. Ia bertanya kenapa Eun Ho menyuruhnya bekerja lagi padahal tahu ia akan pergi. Ia juga bilang kalau di rumah tidak ada makanan, jadi Eun Ho harus makan di luar.


Dan Yi meletakkan buku tadi di meja Eun Ho dan berkata, “Bawa pulang ini untukku. Aku pulang.” Eun Ho meletakkan tugas tadi dengan keras ke atas meja. Ia kesal.


Sambil menunggu pintu lift terbuka, Dan Yi memakai lipsticknya.


Eun Ho juga pulang. “Malam ini cukup dingin,” kata Eun Ho yang kemudian masuk ke dalam lift sambil melepaskan syal yang ada di lehernya.


Di dalam lift, Eun Ho memberikan syal itu kepada Dan Yi karena di luar sangat dingin. Dan Yi berterima kasih, tapi tidak memakainya.


Eun Ho lalu mengambil syal itu lagi dan memakaikannya ke leher Dan Yi.


Saat bertemu Seo Jun, Dan Yi meminta maaf karena membuatnya menunggu. Seo Jun tidak masalah. “Janagn pulang larut,” kata Eun Ho sambil berjalan melewati mereka. Seo Jun lalu mengajak Dan Yi pergi.


Eun Ho melihat ke belakang dan sangat terlihat bahwa ia tidak suka melihat Dan Yi pergi bersama Seo Jun.


Sementara itu, Park Hoon sedang mengambil gambar makan malamnya dengan sebuah buku sebagai pemanis. Ia merasa harus membuka kedai karena ramyeon buatannya terlalu indah untuk dimakan.


Bel berbunyi dan tamunya bilang kalau ia adlaah petugas kantor perumahan.


Park Hoon membuka pintunya dan bilang kalau tempat itu tidak terdaftar di kantor perumahan. Pria tadi mempersilakan seorang wanita dengan tampilan elegan masuk. Wanita itu bahkan menyingkirkan Park Hoon.


Park Hoon meminta mereka melepaskan sepatunya, tapi pria itu menyuruhnya tenang. Ia bertanya ada apa sebenarnya. “Kau pemilik tempat ini?” tanya wanita itu. Park Hoon bilang ia menyewa tempt itu seharga 500.000 won perbulan.


“Bukan milikmu? Kau penyewa bulanan?” kata wanita itu terkejut. Park Hoon bilang entah apa yang pemiliknya katakan pada wanita itu, yang jelas ia tidak berencana pindah dan sewanya masih ada beberapa bulan.


“Kau Park Hoon yang bekerja di Penerbit Gyeoroo, kan? Aku ibunya Ji Yul,” kata wanita itu. Park Hoon terkejut saat tahu siapa wanita itu, tapi ia bilang Ibu Ji Yul tidak bisa menerobos masuk dengan pria tinggi itu seenaknya. “Ini menarik. Kebanyakan pria takut saat kubilang aku Ibu Ji Yul. Kau punya saudara?”


Park Hoon: “Tiga kakak perempuan.”
Ibu Ji Yul: “Tiga… Orang tuamu melakukan apa?”
Park Hoon: “Sedang makan malam.”


Ibu Ji Yul: “Maksudku, pekerjaan mereka!”
Park Hoon: “Ayahku wakil kepala sekolah SD dan ibuku ibu rumah tangga.”
Ibu Ji Yul: “Kau dan Ji Yul berpacaran?”
Park Hoon: “Ya, kami saling mencintai.”


Ibu Ji Yul menuduh Park Hoon mengincar uang keluarganya. Park Hoon berteriak sambil menggerakkan tubuhnya karena gemas. Ia bilang tidak peduli soal uang kelarga Ji Yul.


Park Hoon berakting menangis dan bilang kalau yang ia pedulikan hanya Ji Yul. “Aku mencintai dia secara tulus, Ibu!” ujarnya. Ibu Ji Yul tidak suka mendengar Park Hoon memanggilnya ‘ibu’.


Ibu Ji Yul meminta Park Hoon memutuskan hubungannya dengan Ji Yul. Sekarang Park Hoon tahu bagaimana cara Ibu Ji Yul menjauhkan semua pacar Ji Yul dulu, tapi ia berbeda.


“Jika ibu terus begini, aku akan membawa Ji Yul dan kabur bersamanya! Jika itu terjadi, ibu tidak akan pernah bertemu Ji Yul lagi. Seumur hidupmu, sampai mati!” ancam Park Hoon.


Tapi kemudian Park Hoon berlutut dan menangis memohon agar mereka diizinkan untuk saling mencintai. “Dan tolong lepas sepatumu,” isaknya.


Eun Ho sudah sampai di rumah, tapi perasaannya tidak tenang. Ia mengambil ponselnya dan menelepon Dan Yi.


“Cha Eun Ho, itu tidak benar,” kata imajinasi Eun Ho yang tiba-tiba muncul. “Jangan telepon dia. Kang Dan Yi sedang bersama Ji Seo Jun. Itu memang mengganggu, tapi sikapmu seperti pecundang.”


Eun Ho akan mengirim pesan tapi imajinasinya juga melarang. Ia hanya ingin bertanya kapan Dan Yi akan pulang. Imajinasinya tetap melarang, apalagi tindakan Eun Ho di kantor juga cukup payah. “Kau tahu Ji Seo Jun bilang apa? Katanya dia menyukai Dan Yi,” keluh Eun Ho.


Imajinasi Eun Ho bilang itu memang keadaan darurat. “Kau tahu perasaanku sekarang? AKu ingin mencari di seluruh Seoul dan membawa Dan Yi pulang!” kata Eun Ho. Imajinasinya mengerti, tapi tetap melarangnya bertindak seperti pecundang. “Lalu aku harus apa?”


“Mari berpikir,” ajak imajinasinya lalu meletakkan tangan di bawah dagunya. Eun Ho pun mengikutinya.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 6 Part 6
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 7 Part 2

Comments


EmoticonEmoticon