2/20/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 7 PART 6


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

Eun Ho memberikan hadiah kepada Penulis Yu. Ia meminta Penulis Yu memakainya dan ia berjanji akan membelikannya lagi jika sudah habis. Seorang pelayan datang.


Eun Ho bilang Penulis Yu tampaknya suka dengan makanan yang terakhir kali mereka makan di sana. Penulis Yu senang karena Eun Ho masih ingat. “Pesan Set B 2 porsi,” kata Eun Ho pada pelayan restoran.


“Tidak, tapi 4 porsi,” kata Penulis Yu. Eun Ho bertanya apa ada orang lain yang akan bergabung. “Kau akan tahu.” Eun Ho lalu mengoreksi pesanannya.


Seo Jun merasa terganggu karena Hae Rin terus mengikutinya. Ia berbalik, tapi Hae Rin bertingkah seolah tidak ada apa-apa.


Seo Jun bertanya kenapa Hae Rin mengikutinya. “Aku? Mengikutimu?” tanya Hae Rin lalu tertawa. Seo Jun diam saja. “Kau pikir aku orang mesum?” Seo Jun menyanggah. “Ya, begitu. Kau salah. Kau berutang dan berbuat kesalahan! Kau berutang 2 hal.”


Hae Rin lalu mendahuluinya masuk ke restoran. “Dasar konyol,” gumam Seo Jun yang kemudian masuk ke tempat yang sama.


Sekarang, Seo Jun yang ada di belakang dan Hae Rin memberikan pandangan menuduh kepadanya. Seo Jun bingung. Hae Rin lalu berjalan lagi dan senyum-senyum sendiri. “Kenapa dia?” gumam Seo Jun heran.


Hae Rin datang dan menyapa Penulis Yu. Eun Ho tersenyum. Hae Rin menjentikkan jarinya dan berkata, “Sudah kubilang, kita akan makan malam bersama.” Eun Ho bertanya siapa tamu yang satu laginya.


Seo Jun datang dan terkejut karena Eun Ho ada di sana. Eun Ho pun merasakan hal yang sama. “Kau di sini?” sapa Hae Rin yang kemudian memberitahu kalau mereka bertemu di toko bunga tadi. Seo Jun yang masih bingung, kemudian memberikan bunganya pada Penulis Yu.


Seo Jun memberikan selamat atas buku Penulis Yu. Penulis Yu sangat senang karena itu bunga yang ia suka. “Mana manuskripnya? Ah ini, boleh kulihat?” kata Seo Jun dan akan membuka bungkusan yang ada di atas meja.


Eun Ho + Hae Rin: “Tidak!”
Hae Rin: “Awas. Kau bisa bernasib sial.”
Eun Ho: “Kau bekerja untuk penerbit lain.”


Seo Jun tertawa dan mengadu kepada Penulis Yu bahwa mereka sepertinya tidak mau bekerja dengannya. “Astaga. Kau akan bekerja dengan kami?” tanya Hae Rin dengan sangat sopan. “Kau bisa mengintipnya…” Eun Ho langsung melarangnya.


Penulis Yu sangat senang karena mereka saling mengenal, sehingga akan mudah mendiskusikannya. “Aku ingin Seo Jun mendesain sampul bukuku,” ujarnya. Seo Jun bilang ia belum memutuskan karena ia ingin melihat cara mereka memperlakukannya dulu. “Baik-baiklah padanya. DIa desainer yang sempurna untuk bukuku.”


Hae Rin bilang Seo Jun berutang padanya, jadi Seo Jun harus membayar kesalahannya. Ia ingin agar Seo Jun bergabung bersama mereka. “Aku juga belum memutuskan. Aku harus membaca naskahnya dulu,” kata Eun Ho.


Seo Jun tersenyum.


Setelah selesai makan, mereka bertiga mengantarkan Penulis Yu sampai di depan taksi. Eun Ho memberikan tanda cinta dengan jarinya saat taksi itu pergi.


Eun Ho bertanya Hae Rin akan pulang naik apa. “Dekat dari sini. Aku bisa jalan. Aku pulang sekarang. Ah, bisa bawa naskahnya besok? Direktur Kim harus mengeceknya,” kata Hae Rin. Eun Ho mengangguk dan memintanya berhati-hati.


“Sampai jumpa,” kata Hae Rin pada Seo Jun dengan sangat lembut. 


Eun Ho kemudian berjalan ke mobilnya tanpa berpamitan pada Seo Jun. Seo Jun malah mengikutinya dan mengajaknya pulang bersama karena mereka bertetangga. “Aku juga mau bertemu Kang Dan Yi,” tambahnya.


Eun Ho mengira Seo Jun tidak mau bertemu lagi dengan Dan Yi. “Kenapa tidak? Aku bahkan membawa hadiah untuknya,” kata Seo Jun sambil menunjukkan tas belanjanya.


“Hei, berhenti menemui Kang Dan Yi,” kata Eun Ho. Seo Jun menolak. “Kau terkejut setelah tahu tentang Dan Yi.” Seo Jun bertanya apa itu karena ia menjatuhkan pisau, tercekik dan tersedak. Ia bilang semua itu hanya kebetulan.


Eun Ho tersenyum geli. Ia bilang alam bahwa sadar Seo Jun memberikan efek tiga kali lipat. “Keseluruhan tubuhmu menolak Kang Dan Yi,” ujarnya lalu masuk ke mobil.


Seo Jun ikut masuk ke dalam mobil dan memakai sabuk pengamannya. “Biarkan aku menebeng. Kang Dan Yi tidak menjawab teleponku,” ujarnya. Eun Ho menduga Dan Yi sudah memblokir nomor Seo Jun. “Akan kutanya sendiri.”


Eun Ho bilang ia tahu kalau umur Seo Jun 29 tahun dan itu berarti ia 3 tahun lebih tua dari Seo Jun. “Umur tidak penting. Aku akan menemui wanita yang kau perlakukan sebagai kakak. Saat aku menjatuhkan pisau, aku lupa soal umurnya!” kata Seo Jun.


“Huft…” keluh Eun Ho dan terpaksa mengizinkan Seo Jun pulang bersamanya.


Saat sampai di depan rumah, dalam hatinya Eun Ho berharap kalau Dan Yi tidak ada di rumah. Seo Jun turun dari mobil lebih dulu.


Eun Ho bilang seharusnya ia mengabaikan kecerdasan, rasionalitas, kesadaran, dan etikanya. “Seharusnya tidak kubiarkan dia ikut. Ck.. Aku sungguh menyesal,” sesalnya. Ia lalu turun dari mobil.


Seo Jun meminta Eun Ho memberikan hadiahnya pada Dan Yi dan bilang pada Dan Yi bahwa ia menunggunya di sana. Eun Ho mengambil tas belanjanya itu dan masuk ke rumah.


Di dalam, Dan Yi langsung menanyakan naskah Penulis Yu. Ia mengira naskahnya ada di tas belanja yang Eun Ho bawa. “Bukan. Naskahnya ada di mobilku. Naskah tidak akan seberat ini,” kata Eun Ho.


Dan Yi ingin melihatnya, tapi Eun Ho melarangnya dan buru-buru pergi ke kamarnya. “Aku makin penasaran,” gumam Dan Yi.


Eun Ho melihat hadiahnya. “Tunggu saja semalaman. Dia tidak akan keluar,” gumamnya yang tidak berniat memberikan hadiah itu pada Dan Yi.


Eun Ho melemparkan boneka itu ke dalam lemari. Tapi kemudian Eun Ho imajinasi muncul.


“Cha Eun Ho itu tidak benar. Kang Dan Yi juga sangat menyukai Ji Seo Jun,” kata Eun Ho imajinasi. Eun Ho bertanya bagaimana ia harusnya bersikap.


Eun Ho imajinasi bilang cinta bukan soal memiliki. “Kau tidak bisa memiliknya hanya karena ingin,” lanjutnya. Eun Ho bilang ia sudah menyesali hidupnya karena melepaskan Dan Yi dulu.


Eun Ho mengingat saat ia membawa kembali Dan Yi yang melarikan diri dari pernikahannya. Ia sendiri yang mengantar Dan Yi menikah dengan Dong Min.


“Seharusnya dulu aku tidak melepaskannya. Aku tidak mau menyesal lagi,” kata Eun Ho. Imajinasinya tahu hal itu, tapi sejak Seo Jun bilang menyukainya, Dan Yi selalu menatap ponselnya dan menunggu Seo Jun menelepon. “Huft…”


Seo Jun masih menunggu di luar rumah.


Dan Yi menawari buah saat tahu Eun Ho keluar dari kamarnya. Ia lalu memberikan boneka daun bawang itu. “Apa ini? Dari mana kau dapat ini?” tanya Dan Yi heran.


“Itu dari Ji Seo Jun,” kata Eun Ho. Dan Yi terkejut. “Keluarlah. Dia menunggumu.” Dan Yi bertanya di mana Eun Ho bertemu dengan Seo Jun. “Kau bisa tanya padanya.”


Dan Yi bersyukur belum menghapus riasannya. Ia tidak mau tampak lusuh di depan Seo Jun. “Cemin.. Di mana cermin?” katanya lalu melihat bayangan dirinya di pintu kulkas. “Aku keluar dulu.”


Eun Ho sedih karena melihat Dan Yi sangat antusias untuk bertemu dengan Seo Jun.


Seo Jun senang karena Dan Yi mau menemuinya. Dan Yi juga terlihat bahagia dan menunjukkan bonekanya.


Dari dalam rumah, Eun Ho melihat Dan Yi yang tampak bahagia saat mengobrol dengan Seo Jun. Ia sedih melihat keakraban mereka.


Comments


EmoticonEmoticon