2/21/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 8 PART 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

Park Hoon bertanya apa Ji Yul mau pergi ke klub juga. Ji Yul bilang belum lama ini ia sudah pergi ke klub. Ia bertanya apakah ia harus pergi lagi bersamanya. “Haha.. aku mau,” kata Park Hoon.


Song Yi datang mengejutkan mereka dan menyarankan Klub Midnight. “Ini Jumat ketiga. Macan Gangnam akan datang,” katanya bersemangat. Ji Yul dan park Hoon baru mendengar julukan itu. “Semua pria akan ke sana pada Jumat ketiga karena rumornya dia bisa diajak tidur.” Ji Yul mengajaknya ikut juga.


“Tidak bisa karena pacarku,” kata Song Yi. Park Hoon bertanya apa pacar Song Yi melarangnya bersenang-senang. “Bukan begitu. Dia tidak boleh sendirian.” Ia lalu pergi.


Ji Yul menebak kalau Song Yi posesif pada pacarnya. Park Hoon menyuruhnya tidak mempedulikan Song Yi dan mengajaknya bersenang-senang nanti. “Hyaa…!” teriak Ji Yul dan mereka berdua mulai menari.


Saat sudah di klub, Ji Yul khawatir jika mereka akan bertemu dengan Young A dan Dan Yi. “Jangan khawatir. Mereka akan ditolak, tidak boleh masuk. Haha…” kata Park Hoon. Mereka berdua langsung bersorak gembira dan menyebut tempatnya luar biasa.


Saat sedang mengantri di pintu masuk, Young A memberikan kacamata pada Dan Yi. Ia bilang mereka masih cantik dan harus percaya diri, jangan sampai terintimidasi oleh yang lebih muda.


Petugas melarang mereka masuk. Young A bilang mereka memakai pakaian bagus dan ia bahkan memamerkan belahan dadanya. Ia juga bilang kalau Dan Yi adalah seorang model.


Dan Yi berpose sampai orang-orang yang mengantri di belakangnya tertawa. Petugas tempat melarang mereka masuk karena gaya mereka tidak cocok di klubnya. Dan Yi langsung menyerah dan mengajak Young A minum teh saja. Young A menyuruhnya diam dan menyerobot masuk, tapi petugas menghalanginya.


Yoo Sun datang dengan penampilan glamor dan semua orang menatapnya kagum. Petugas bahkan menyapanya dengan sangat sopan. “Mereka bersamaku,” kata Yoo Sun lalu membuka kacamata hitamnya.


Young A dan Dan Yi sangat terkejut. “Tidak bisa? Aku akan cari tempat lain,” ancam Yoo Sun. Petugas akhirnya meminta maaf dan mengantar mereka bertiga masuk ke klub.


Di lantai dansa, beberapa pria mencoba menari bersama Ji Yul, tapi Park Hoon berhasil menjauhkan mereka.


“Aku senang sekaliiiii! Astaga, ini luar biasa!” teriak Young A. Yoo Sun membawakan mereka minuman. Musik semakin kencang.


Young A sangat menikmati berjalan di belakang Yoo Sun karena ia juga ikut menjadi pusat perhatian. Yoo Sun lalu membuka mantelnya dan naik ke atas panggung. Semua pengunjung bersorak.


Yoo Sun mengedipkan sebelah matanya dan mulai menari.


Young A dan Dan Yi mulai berjingkrak-jingkrak.


Ji Yul dan Park Hoon sangat terkejut saat melihat Yoo Sun. Park Hoon lalu mengajak Ji Yul menjauh, padahal Ji Yul sangat menikmatinya.


Yoo Sun lalu turun ke lantai dansa untuk menari bersama kedua rekan kerjanya dan beberapa pengunjung pria lainnya.


Park Hoon masih tidak percaya kalau yang ia lihat tadi adalah Yoo Sun. Ji Yul yang tadiya berjalan lebih dulu, lalu balik lagi dan menggandeng Park Hoon. “Senyum.. Senyum.. Sekretaris ibuku ada di sana,” kata Ji Yul.


Park Hoon melihat seorang pria yang menutupi sebagian wajahnya. Park Hoon lalu merangkul Ji Yul.”Ah.. kita pasangan yang serasi,” kata Ji Yul.


Park Hoon bertanya kenapa mereka diikuti. “Karena ibuku tidak percaya kita saling mencintai,” kata Ji Yul. Park Hoon bilang ia pandai berakting. “Tapi kau terlalu jelek.” Park Hoon berhenti berjalan. “Maksudku, kau sangat tampan dan baik. Tapi kau bukan tipeku. Itu yang ibuku pikirkan.”


Ji Yul bilang ia akan naik taksi di ujung jalan. “Apa kita harus berciuman sebelum kau naik taksi?” tanya Park Hoon. Ji Yul menarik kerahnya dan menyebutnya gila. “Tidak…” mereka tertawa dan berjalan bersama dengan ceria.


“Nyonya, sepertinya mereka benar-benar berkencan,” lapor sekretaris pada Ibu Ji Yul. Ia menjauhkan ponselnya karena ibu Ji Yul berteriak. “Sepertinya, selera pria nona sedikit berubah. Menurutku pria itu lumayan manis.” Ia menjauhkan lagi ponselnya dari telinganya.


Direktur Kim dan Eun Ho mendatangi Ji Hong yang sedang memancing sambil melamun. Direktur Kim bilang ia akan menganggap Ji Hong sedang cuti agar nilai kinerjanya tidak terpengaruh. Ia juga bilang kalau EUn Ho datang karena mencemaskan Ji Hong.


“Aku mengikutimu karena kau mengancam akan mencekikku,” kata Eun Ho. Direktur Kim bilang jika pekan depan Ji Hong masih tidak masuk, maka ia akan memecatnya. Ji Hong mulai membaca puisi sedih tentang hidup yang hanya sementara. “Aku setuju.”


Direktur Kim bilang apa yang dilakukan Ji Hong itu tidak akan mengembalikan Penulis Choi ataupun Young A. Eun Ho bilang ia setuju dengan itu. Direktur Kim menyuruh Eun Ho pergi saja.


Saat keluar dari klub, Young A bertanya ke mana mereka akan pergi selanjutnya. Dan Yi ingin pulang. Yoo Sun bilang sekarang hari Jumat. “Kalian luar biasa,” kata seorang pria muda. Young A bilang mereka mau minum lagi dan mengajak pria itu.


Pria itu minta maaf dan menolak karena ia datang bersama pacarnya. “Cepat, Oppa,” kata pacar pria itu khawatir. “Ayo, kubilang, ayo...”


Young A berharap semua pasangan di dunia akan putus. Yoo Sun bilang hubungan kedua orang tadi tidak akan bertahan lama. Young A sependapat. “Aku akan pulang sekarang,” kata Dan Yi yang sudah mulai mabuk. Ia membungkukkan badannya dan pergi, tapi kemudian berbalik lagi.


“Aku hanya bercanda. Tidak seru jika kita semua bersikap sama. Kita mau ke mana, Nona Go? Kemanapun kita pergi, aku akan lakukan yang terbaik untuk membuat mala mini menyenangkan bagi kalian berdua. Go go go!” kata Dan Yi.


Yoo Sun menyuruh mereka mengikutinya. “Go go go!” kata Young A. Mereka bertiga lalu berjalan sambil menari tidak jelas.


“Masuklah. Jangan terkejut,” kata Yoo Sun saat mereka sampai di apartemennya. Dan Yi dan Young A sampai harus membantu Yoo Sun melepaskan sepatunya karena tubuhnya sempoyongan.


“Kamar mandi di sini, di sana dan di situ,” tunjuk Yoo Sun asal-asalan. Young A menyebut Yoo Sun punya kamar mandi banyak. Ia dan Dan Yi terkejut saat melihat ruang tamu berantakan.


Dan Yi: “Anda mau pindahan?”
Young A: “Mungkin baru pindahan. Nona Go, kau baru pindahan?”


Young A bilang tempat itu luar biasa dan duduk di lantai. Yoo Sun datang sambil membawakan minuman dan berkata, “Sudah 3 tahun aku pindah. Aku menjadi orang yang minimalis dan mengeluarkan beberapa perabot. Tidak ada tempat menaruh barang. Apa salahnya? Lagipula aku tinggal sendiri.”


Young A bilang gelas pertama harus habis dan menanyakan camilan. Ia lalu memakan camilan sisa yang ada di atas meja. “Gyeoroo!” teriak mereka lalu bersulang.


“Astaga, kuat sekali,” keluh Dan Yi. Yoo Sun bertanya apakah Dan Yi merasa tidak nyaman. “Tidak. Tidak sama sekali.” Dan Yi lalu menghabiskan minumannya.


Young A bilang tentu saja Dan Yi merasa tidak nyaman. Ia menyarankan agar mereka bicara akrab seperti teman. Yoo Sun tidak keberatan dan mempersilakan Young A lebih dulu.


“Panggil aku dengan nama, Yoo Sun,” kata Young A lalu tertawa geli bersama Dan Yi. Yoo Sun mempersilakan mereka melakukan itu. “Sungguh? Baiklah.” Young A menyuruh Dan Yi melakukan itu.


“Aku bersenang-senang… Macan Gangnam,” kata Dan Yi dan tertawa lagi bersama Young A. Yoo Sun juga hampir saja tertawa. Young A bilang hari Senin nanti Yoo Sun akan galak lagi pada mereka.


Yoo Sun bilang ia bukan orang pendendam. “Kau tidak begitu buruk di luar pekerjaan. Tapi kau sungguh menyebalkan saat bekerja,” kata Dan Yi. Lalu tertawa lagi. Young A juga bilang kalau kehidupan di luar pekerjaan Yoo Sun sangat kacau. Ia bilang ingin lebih sering bergaul bersama Yoo Sun. “Tiap Jumat ketiga.” Young A setuju.


Yoo Sun bertanya kenapa Young A bercerai. Dan Yi tadinya melarang Yoo Sun menanyakan itu, tapi kemudian ia akui kalau ia juga merasa penasaran. “Maksudku, itu sangat tiba-tiba. Kau sudah tahu kalau Ketua Tim Bong adalah anak kedua dari keluarga miskin. Katamu kau mengerti bahwa dia harus mengurus keluarga kakaknya yang masuk penjara. Katamu anak-anak kakakny seperti anak sendiri, bahkan diajak pergi. Tapi tiba-tiba bercerai. Itu sangat aneh,” kata Yoo Sun.


Young A mulai terlihat sedih.


“Aku tidak tahu. Dia membawa surat cerai dan memintaku menandatanganinya. Jadi, kulakukan,” kata Ji Hong sedih.


“Dia tidak… Dia tidak pernah memihakku,” kata Young A.

Comments


EmoticonEmoticon