2/21/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 8 PART 5


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

“Noona… kau sudah pulang?” panggil Eun Ho saat sampai di rumah.


Karena tidak ada jawaban saat pintu kamar diketuk, Eun Ho membukanya. Tapi, Dan Yi juga tidak ada di kamarnya. Ia mengambil ponselnya.


Ia melihat mantel Dan Yi ada di rak dapur.


Ia terkejut saat melihat kaki Dan Yi tergeletak di lantai. “Noona!” Ia bahkan hampir jatuh saat menghampiri Dan Yi. “Noona!”


Ia menepuk-nepuk wajah Dan Yi, tapi tidak juga sadar. Ia lalu menelepon ambulance. “Seseorang pingsan. Ini wilayah Mapo-gu, Yeonghwa-ro…” Eun Ho berhenti bicara setelah mendengar dengkuran Dan Yi.


“Tunggu… Maaf. Tampaknya dia baik-baik saja. Dia pasti pingsan setelah minum. Ini bukan telepon lelucon. Maafkan aku. Batalkan ambulance-nya. Aku sungguh minta maaf,” kata Eun Ho lalu menutup ponselnya.


Dan Yi mendengkur semakin keras. Eun Ho merasa kesal dan lega sekaligus. Ia menjiwit pipi Dan Yi pelan karena gemas.


Eun Ho lalu membawa Dan Yi ke kamarnya dan menyelimutinya. Ia menatap Dan Yi.


Keesokan harinya, Dan Yi merangkak menghampiri Eun Ho dan bilang rasanya akan mati. “Hei, itu tempat semalam. Kini itu jadi tempatmu? Tempatmu membuat kehebohan,” kata Eun Ho. Dan Yi tidak mengerti. “Ayo sarapan.”


Dan Yi bangun dengan susah payah dan bilang sepertinya ia tidak bisa makan apapun. Eun Ho lalu mengambilkan teh madu dari dalam kulkas. Dan Yi langsung meminumnya, lalu bertanya bagaimana ia pulang semalam.


Eun Ho bilang Dan Yi membuka pintu dan masuk selamat sampai rumah. “Minum dengan Nona go hampir membunuhku. Dia membawa kami ke rumahnya,” kata Dan Yi lalu berteriak.


Dan Yi sudah hampir tidur saat mendengar Yoo Sun dan Young A sama-sama bilang kalau mereka dulu cantik. Ia mengajak Young A pulang. Young A tidak mempedulikan Dan Yi dan bilang kalau pacar Yoo Sun itu sekarang pasti sudah menikah.


“Kumohon,” kata Dan Yi sambil menggosok kedua telapak tangannya. Mereka bedua tidak mempedulikannya. Yoo Sun masih berharap kalau pacarnya itu belum menikah. “Cukup!”


Dan Yi mulai mengumpat dan bicara kasar. Ia bahkan mendorong-dorong Young A dan mengajaknya pulang.


Dan Yi mengacal-acak rambutnya. “Kenapa? Kau mengumpat lagi?” tanya Eun Ho. Dan Yi mengiyakan. “Kau kembali ke dirimu yang dulu. Baguslah. Lagipula, hidupmu sudah kacau. Berbuatlah semaumu.” Dan Yi menatapnya tajam.


Masih dengan sisa riasan semalam, Young A pergi ke suatu tempat. Sebelumnya, ia mendapat pesan dari Eun Ho.


‘Ketua Tim Bong ada di tempat pemandingan. Direktur Kim dan aku mengunjunginya. Kukirimkan alamatnya untuk berjaga-jaga. Ketua Tim Seo, selamat berakhir pekan.’


Ji Hong terkejut saat melihat Young A yang datang dengan riasan berantakan dan sepatu kerja.


Ia lalu memasakkan mie untuk mantan istrinya itu.


Mereka makan tanpa bicara apa-apa. Young A lalu menuangkan air panas dan Ji Hong meminumnya.


“Ketua Tim Bong, kembalilah bekerja. Kau harus mencari nafkah. Penulis Choi meninggal dan kita bercerai, tapi kau harus hidup. Kau harus mengurus keluarga saudaramu hingga dia bebas. Kau juga punya putra untuk diurus. Sampai bertemu Hari Senin di kantor,” kata Young A.


Young A menghabiskan minumannya dan pergi dengan sedih.


Sementara itu, Eun Ho tampak sibuk membersihkan rumah. Ia mengepel dan mengelap meja kerjanya. Ia lalu mengambil naskah Penulis Yu.


Eun Ho berdoa, lalu membuka kain pembungkus naskahnya. Ia tersenyum bahagia menatap naskah itu.


Dan Yi sedang menyiapkan minuman di dapur, lalu membawanya ke ruang kerja Eun Ho.


Dan Yi juga menyalakan musik untuk menemani mereka bekerja. Ia lalu menyalakan laptopnya.


Selain naskahnya, mereka juga menyiapkan kamus aksara Mandarin.


Eun Ho mulai membaca naskahnya lengkap dengan tanda bacanya dan Dan Yi yang mengetiknya.


Hari berikutnya, merek masih melakukan hal yang sama.


Beberapa lembar naskah mulai di-print untuk dikoreksi ulang.


Eun Ho tidur di sofa dan Dan Yi menyelimutinya. Dan Yi juga merapikan meja kerja mereka.


“Kau lelah?” tanya Eun Ho saat melihat Dan Yi menguap. Dan Yi bilang ceritanya seru,


Eun Ho masih membacakan naskahnya, tapi tangan Dan Yi tidak bergerak. Dan Yi tiba-tiba menyandarkan kepalanya di bahu Eun Ho. Ia tertidur.


Comments


EmoticonEmoticon